
"Ayo kak Kita tidur lagi!" ucap Kelly setelah melepaskan pelukan mereka.
"Iya," jawab Kirana dan kembali mereka memposisikan diri untuk tidur seperti semula.
...****...
Keesokan harinya, hari yang sedari kemarin ditunggu oleh Aaron.
Aaron pun berpamitan pada para petinggi kerajaan Langit.
"Yang mulia Raja Arthur, Yang mulia permaisuri Ratu Flower, dan juga Selir Selena, hamba mohon diri untuk turun ke bumi." kata Aaron seraya menundukkan kepalanya.
"Iya, jangan lupa jaga bumi dari para siluman dan orang-orang jahat!" pesan Yang Mulia Arthur.
"Baik yang mulia, perintah akan hamba laksanakan!" ucap Aaron yang kemudian dia mundur beberapa langkah dan melangkahkan kaki menuju halaman istana Langit.
Sesampainya di halaman istana langit, Aaron meniup peluitnya untuk memanggil awan putih Kecil.
"Priiit...!"
Awan putih kecil pun muncul di depan Aaron dan Aaron pun naik diatasnya.
"Awan putih Kecil, antar aku ke Kios Bunga rose!" perintah Aaron.
"Baik Tuan!" jawab Awan putih kecil itu dan mereka melesat meninggalkan Kerajaan Langit dan menuju ke bumi, tepatnya di Kios Bunga Rose.
Dalam hitungan menit, mereka telah sampai di depan Kios Bunga Rose.
Saat ini yang jaga Kios adalah Kelly dan Bocan.
"Nampaknya aku harus cari karyawan lagi!" ucap Bocan pada saat selesai membuat empat hand buket bunga pesanan para pelanggan Bunga Rose.
"Benar Bocan, aku pun tidak keteteran lagi!" ucap Kelly yang membenarkan.
Karena semenjak Maggie ikut suaminya di Villa pesisir, dan Kirana sibuk dengan usahanya dan keluarganya, Kelly kerja sendirian, dan terkadang di bantu oleh Jimmy.
Tiba-tiba Bocan mendengar sesuatu di depan kiosnya.
'Seperti ada yang datang!" bisik Bocan pada Kelly karena pendengaran mendengar sesuatu.
Bocan dan Kelly keluar dari dalam kios dan melihat sesosok pemuda yang dirindukannya.
"Ibu..!" panggil pemuda yang tak lain adalah Aaron yang setengah berlari menghampiri Bocan dan langsung memeluk ibunya dengan erat.
Demikian pula dengan Bocan yang membalas pelukan Aaron putranya.
__ADS_1
"Ibu sehat-sehat saja kan?" tanya Aaron saat melepas pelukan mereka.
"Ibu sehat-sehat saja, bagaimana denganmu putraku?" jawab dan Bocan balik bertanya.
"Ananda baik-baik saja Bu!" jawab Aaron yang kemudian melihat ke arah Kelly.
"Kelly, kamu juga nggak apa-apa kan?' tanya Aaron dan Kelly pun menjawabnya.
"Aku juga baik-baik saja " kata Kelly yang ikut bahagia.
"Bu, dimana Kirana?" tanya Aaron parenasaran.
" Kirana sedang sibuk dengan usahanya!" jawab Bocan.
"Kak Aaron, bantu aku antar pesanan!" pinta Kelly yang memberikan dua buket pada Aaron.
"Iya Aaron, antarkan Kelly pakai mobil ibu ya!" ucap Bocan yang memberikan kunci mobilnya pada Aaron.
"Tapi Bu, aku kan mau ketemu dengan Kirana!" rengek Aaron.
"Kalian jangan sering, ketemauan dulu. Biar pas hari H nya bisa kangen-kangenan. He..he..!" goda Bocan seraya mengulas senyum.
"Bukankah harus fiting baju pengantin sama beli cincinnya dulu Bu?" tanya Aaron pada ibundanya.
"Masalah baju pengantin dan cincin sudah ibu pesankan.Tinggal kamu coba dan cocok tidak dengan selera kamu!" ucap Bocan sembari memberi kertas yang berisi alamat dan pesanan pelanggan.
"Oiya Bu, apa yang di sebelah itu rumah kita?" tanya Aaron pada ibunya.
"iya, itu rumah kita Aaron, dan kunci mobil yang kamu pegang itu untuk mobil yang berwarna silver " ucap Bocan seraya menunjuk mobil yang berjejer dua itu.
"Oiya Bu, Aaron akan membawanya untuk mengantarkan pesanan." ucap Aaron.
Bocan hanya mengulas senyum dan berpesan." Hati-hati dijalan ya!"
"Iya Bu" jawab Aaron yang bersama Kelly, dengan tergesa-gesa melangkahkan kaki meninggalkan Ibunya yang sedang menunggui kios Bunga Rose sendirian.
Sementara itu Aaron dan Kelly yang terus melangkahkan kaki menuju mobil.
Setelah membuka dan masuk kedalamnya, mobil itu melaju dengan kecepatan. sedang menuju ke alamat yang dituju.
Memangnya Kirana sekarang ada dimana Kel?" tanya Aaron yang penasaran.
"Kak Kirana itu kalau sebelumnya tak ada janji terlebih dulu, maka jarang bisa ketemunya kalau pada siang hari seperti ini.Tapi beda kalau malam hari, dia pasti akan pulang ke ruko" jelas Kelly.
"Jadi begitu ya?" tanya Aaron yang mulai paham.
"Kalian saling rindu ya?" goda Kelly sembari tersenyum.
"Ya jelas saja Kelly, apalagi sebentar lagi kami akan menikah. Ada rasa ingin tahu Kirana bersama siapa saja di tiap menitnya." ucap Aaron yang terus mengemudi.
"Hadeuh dasar bucin!" seru Kelly yang menghela nahasnya.
__ADS_1
"Kamu juga, bila sama Jimmy!" balas Aaron dan keduanya sakit tertawa.
Tak berapa lama mereka telah sampai di salah satu alamat yang dituju.
Kelly segera turun dan memberikan hand bucket yang sesuai pesanan.
Setelah selesai, mereka melakukan perjalanan lagi dan memberikan hand bucket sesuai pesanan.
Hingga tiba dipesanan terakhir, Kelly tidak juga kunjung balik ke mobil.
Aaron penasaran dan menyusul Kelly yang mengantar hand bucket itu ke sebuah apartemen.
"Hadeuh, Kelly kenapa lama sekali? apa terjadi sesuatu dengan dia?" tanya dalam hati aaron yang sangat khawatir.
Tak berapa lama Aaron telah sampai di alamat yang dituju.
Terlihat sekali kalau Kelly sedang bertengkar dengan pelanggan kios bunga Rose.
"Kelly!" panggil Aaron saat Kekasih Kirana tiba di samping Kelly.
"Kak Aaron!" balas Kelly yang segera menghampiri Aaron dan bersembunyi dibelakang Aaron.
"Ceritakan ada apa? apa yang terjadi?" tanya Aaron yang penasaran.
"Kak, pelanggan ini mencari kak Kirana! aku bilang kalau kak Kirana sudah tidak bekerja lagi, eh dianya malah marah-marah.Dan tidak mau menerima hand buklet ini!" jawab Kelly yang tetap berada di belakang Aaron.
"Baik aku akan coba bicara baik-baik dengan tuan ini!" ucap Aaron yang penasaran dengan laki-laki pemesan hand buket itu.
"Iya kak!" jawab Kelly yang tetap mengikuti di belakang Aaron.
"Permisi Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Aaron dengan sopan, seperti waktu itu yang diajarkan Kirana.
"Saya hanya ingin hand bucket ini di antarkan oleh karyawan kalian yang bernama Kirana!" jawab orang itu.
"Mohon ma'af, nona Kirana sudah tidak bekerja di tempat kami. Karena dia akan segera menikah!" ucap Aaron tanpa tedeng aling-aling.
"Menikah? apa benar itu?" tanya laki-laki itu seakan tak percaya.
"Benar, Kirana akan segera menikah!" jawab Aaron, yang dia saat ini sangat penasaran dengan laki-laki yang ada dihadapannya itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1