Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Masih Cerita Sheila lV)


__ADS_3

" Oiya Sheila, kini giliran kamu!" seru Aaron pada Sheila.


Sheila tak mengerti apa yang di maksud Aaron.


"Giliranku? giliranku apa Aaron?" tanya Sheila dengan penuh tanda tanya.


"Memanggil hujan! karena siluman laba-laba Black Widow itu telah tewas, aku berpikir sebaiknya desa Tse ini di datangkan hujan. Agar pengaruh racun dari siluman Laba-laba Black Widow larut terbawa air hujan." jelas Aaron.


"Hmm...! baiklah, akan aku panggilkan hujan untuk desa Tse." kata Sheila yang kemudian berpamitan pada Bibi Buena.


"Bibi, Saya permisi sebentar. Karena sekarang giliran Aaron yang menjaga bibi." kata Sheila yang kemudian melangkahkan kaki keluar dari gubuk.


"Kamu mau kema...." bibi Buena belum sempat melanjutkan bicaranya, Sheila sudah terbang ke langit.


"Gadis itu bisa terbang?" tanya bibi Buena yang sangat terkejut.


"Karena dia seorang Dewi, Bibi!" jawab Aaron yang kemudian melihat ke sekitarnya dan menunggu Dewi hujan menurunkan hujan.


"Dewi? maksud kamu apa Nak Aaron?" tanya bibi Buena yang tak percaya.


"Kami berdua dari istana langit. Sheila adalah Dewi hujan dan saya Panglima Langit." jawab Aaron seraya tersenyum.


"Ja..jadi dua tamuku dewa-dewi!" kata bibi Buena yang terduduk lemas.


Tak berapa lama langit yang semula cerah, menjadi mendung. Mulai dari gerimis dan lanjut dengan hujan yang sangat lebat.


"Blesss.....! blesss. ....! blesss..!!"


Air hujan membasahi bumi. Dan air mengalir membawa sisa-sisa racun dari Siluman laba-laba black widow.


"Bibi, sebaiknya bibi masuk ke gubuk! hujannya semakin deras." kata Aaron.


"Iya Nak Aaron." balas Bibi Buena uang kemudian masuk ke dalam gubuknya.


Beberapa jam kemudian, hujan pun reda dan berganti dengan pelangi yang sangat indah dan jarang terjadi.



"Bibi, Carla dan Carlos, keluarlah..!" seru Aaron yang ingin menunjukkan pelangi pada keluarga bibi Buena.


Bibi Buena, Carla dan Carlos keluar dari gubuk.


"Ada apa nak Aaron?" yg tanya bibi Buena penasaran.


"Lihatlah..! ada pelangi!" seru Aaron seraya menunjuk ke arah pelangi itu.


"Wah....! berapa lama kita tak melihat pelangi! indah sekali!" seru Carlos dan Carla yang begitu senangnya.


Tak hanya mereka yang melihat pelangi, para penduduk lainya juga demikian.


Mereka begitu takjub akan pelangi yang jarang muncul di desa Tse setahun lebih.


"Bi, ayo kita ke desa. Kita lihat ada perubahan apa di sana!" kata Aaron dan bibi Buena pun menyetujuinya.

__ADS_1


Mereka kemudian melangkahkan kaki menuju ke desa.


Sesampainya di desa, tidak ada lagi kerumunan orang yang mengantri di klinik maupun ke warung makan.


Penduduk kini mulai memasak makanan mereka sendiri dan sudah tidak ada lagi orang yang mengeluh sakit panas dan mual-mual.


"Wah, kau benar nak Aaron! sudah jauh berbeda sekarang.!" ucap bibi Buena yang sangat senang sekali


"Iya Bi, ayo kita lihat apa yang terjadi di keluarga Huxley!" seru Aaron dan mereka pun menuju ke klinik milik Huxley.


"Iya, bibi juga penasaran!" jawab bibi Buena dan mereka pun menuju ke klinik Huxley.


Sesampainya di sana, keadaan klinik begitu sepi. Terlihat Hukley dan Istrinya yang mondar-mandir di teras klinik dengan wajah kebingungannya.


"Tuan Hukley!" panggil Aaron dan yang di panggil pun menoleh ke arah sumber suara.


"Siapa anda? apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Hukley yang penasaran.


"Belum, tapi aku telah membunuh siluman yang kalian cari!" jawab Aaron yang langsung menebak.


"Apa maksud kamu?" tanya Hukley yang penasaran.


"Kamu bersekutu dengan siluman laba-laba black widow bukan? dia sudah tewas sekarang." ucap Aaron seraya mengulas senyumnya.


"A...apa!" seru Hukley yang sangat terkejut.


"Katakan, apa tujuanmu bersekutu dengan dia?!" tanya Aaron dengan sedikit menggertak.


"A..aku hanya ingin lancar dalam usaha saja." jawab Hukley tanpa ada rasa bersalah.


"Ma'af kan kami, kami hanya ingin usaha kami menjadi yang nomor satu. Tak tahunya akan sampai begini!" ucap istri Hukley yang sudah menyadari kekeliruan mereka.


"Baiklah, sekarang kalian kembalikan harta milik warga yang berobat di tempatmu yang membayar dengan sertifikat!" seru bibi Buena dengan tegas.


"Ba..baik Bu!" jawab Huxley yang masih mengingat kalau bibi Buena adalah istri kepala desa Tse.


"Dan kalian juga harus membantu membiayai sekolah anak-anak yang sudah menjadi yatim maupun piatu. Agar mereka tetap bisa bersekolah.!" seru Bibi Buena.


"Ba..baik Bu!" ucap Huxley seraya menunduk.


"Tunggu apa lagi! cepat bagikan sertifikat-sertifikat penduduk Tse sekarang juga! " seru bibi Buena.


"I..iya Bu" seru Huxley yang ketakutan dan kemudian masuk ke dalam rumah untuk mengambil segepok stopmap yang berisikan sertifikat-sertifikat tanah penduduk.


Sejauh ini keluarga Huxley menurut pada perintah bibi Buena.


Aaron dan Sheilla tinggal beberapa hari di di desa Tse untuk memastikan keadaan sudah aman.


Sementara ini bibi Buena memimpin sebelum adanya pemilihan kepala desa yang baru.


Setelah memastikan aman, Aaron dan Sheila berpamitan undur diri dari desa Tse.


"Kenapa kalian harus pergi? kalian tinggalah di sini dan menikahlah di sini!" pinta bibi Buena.

__ADS_1


"Menikah!!" seru Aaron dan Sheila bersamaan.


"Iya, kalian kan pasangan yang serasi!" ucap bibi Buena seraya mengulas senyum.


"Ma'af bi, kami bukan pasangan kekasih. Lebih tepatnya sahabat. Karena saya sudah mempunyai kekasih.!" jelas Aaron.


"Iya Bu, kami berteman sejak kecil. Itu saja!" ucap Sheila.


"Oh begitu, sekarang kalian mau kemana?" tanya bibi Buena yang ingin tahu.


"Kami akan kembali ke Istana langit bi. Saya harus menyampaikan keberhasilan misi saya pada yang mulia Raja Arthur." jawab Aaron dan memang begitu adanya.


"Iya Bi, dan saya juga kembali ketempat dimana keluarga saya tinggal!" jawab Sheila seraya tersenyum.


"Baiklah, kami akan selalu merindukan kalian!" ucap bibi Buena seraya memeluk Sheila dan sheila membalas pelukan bibi Buena.


Dan Sheila memeluk kedua putra dan putri bibi Buena.


Demikian pula dengan Aaron, yang memeluk bibi Buena seperti ibunya sendiri dan kedua putra dan putri bibi Buena.


Kemudian Aaron memanggil Awan putih kecilnya.


"Priiit...!!"


Awan putih kecil turun dari langit dan berhenti di hadapan Aaron dan Sheila.


"Anda memanggil saya tuan?" tanya awan putih kecil itu pada Aaron.


"Iya, antarkan kami kembali ke istana langit!" seru Aaron.


"Jadi misinya sudah selesai, tuan?" tanya Awan putih kecil itu dengan nada riang.


"Iya, maka dari itu kami kembali ke istana langit!" seru Aaron.


"Ok, siap tuanku!" seru Awan putih kecil itu yang kini posisinya merendah agar Aaron dan Sheila bisa naik ke atasnya.


"Daaa... bibi Buena, Carla, Carlos!!" seru Sheila bersamaan Aaron sambil melambaikan tangan mereka.


"Daaa... kak Aaron dan kak Sheila!" balas Carla, Carlos dan juga bibi Buena dengan membalas lambaian tangan Aaron dan Sheila.


Awan putih kecil itu pun membawa Aaron dan Sheila melesat ke langit yang biru.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2