Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Kunti (Cerita Samantha)


__ADS_3

Dan mereka bertiga keluar dari dalam mobil dan melangkahkan kaki menuju ke teras panti asuhan Bahagia itu.


"Tokk... tokk...tokok...!"


David mengetuk pintu panti asuhan itu, sementara Kiaro dan Caterina masih mengedarkan pandangannya ke setiap sudut panti asuhan Bahagia itu.


Kiaro dan Caterina saling pandang, karena mereka menangkap sesosok laki-laki tua yang berpakaian serba putih, memakai ikat kepala yang juga putih dan membawa tongkat bambu kuning.


"Siapa laki-laki tua itu?" tanya Caterina pada Kiaro seraya berbisik.


"Entahlah, sepertinya dia makhluk yang baik! sudahlah selama tidak mengganggu, jangan pedulikan, ok!" jawab Kiaro yang juga berbisik pada Caterina.


Tak berapa lama ada yang membuka pintu, dan nampak wanita setengah baya yang terlihat pada saat daun pintu itu terbuka.


"Bunda!" panggil David yang langsung memeluk sesosok wanita setengah baya itu.


"Da..David? David kah ini?" tanya wanita setengah baya itu yang masih dalam pelukan David.


"Iya ini David!" jawab David saat melepaskan pelukan mereka.


"Ayo, ayo masuk!" ucap wanita itu yang mempersilahkan para tamunya untuk masuk ke panti asuhan itu.


Mereka kemudian melangkahkan kaki masuk dan sebelumnya menutup kembali daun pintu panti asuhan itu.


"Ayo duduk dan ceritakan apa permasalahan kalian datang kemari?" tanya Wanita itu.


"Sebelumnya perkenalkan dua sahabat saya bunda, ini Kiaro dan kekasihnya Caterina" ucap David yang memperkenalkan Kiaro dan Caterina pada bunda panti asuhan itu.


Mereka saling bersalaman dan memperkenalkan diri.


"Kiaro"


"Caterina"


"Saya Margaret pemilik sekaligus pemimpin panti asuhan Bahagia ini. Mari-mari silahkan duduk!" ucap wanita paruh baya yang tak lain bernama Margaret si pemilik panti asuhan Bahagia.


"Baik, terima kasih Bu" balas Kiaro yang bersama Caterina kemudian duduk di tempat duduk yang telah disediakan.


"Bunda Margaret, apa Samantha ada disini?" tanya David pada ibu pemilik panti Asuhan Bahagia itu.


"Ada, sebentar ibu panggilkan" ucap Margaret seraya menepuk pundak David dua kali.


"Kalian tunggu sebentar di sini ya" ucap Margaret dan ketiga tamunya mengangguk sekaligus berkata "Iya Bu".


Margaret kemudian masuk ke dalam ruangan panti asuhan Bahagia itu.

__ADS_1


Tiba-tiba kakek yang memakai pakaian serba putih dan berambut putih itu mendekati Kiaro dan Caterina.


"Kalian orang baik atau jahat?" tanya kakek itu dengan bertelepati pada Kiaro.


Kakek itu yang tak lain adalah kakek Bongol, pengikut pemilik panti asuhan Bahagia sebelum Margaret, lebih tepatnya pengikut kakek dari Margaret.


"Kami orang baik, kami mencari gadis yang bernama Samantha." jawab Kiaro bertelepati pada si kakek, supaya tidak didengarkan oleh David.


"Ada urusan apa kalian dengan gadis itu?" tanya si kakek Bongol dengan rasa penasaran.


"Kami ingin tahu apa Samantha membawa seorang bayi? karena kedua orang tuanya mencarinya pada saat ini." jelas Kiaro.


"Gadis itu memang kemari membawa seorang bayi, kata Samantha orang tua bayi itu sudah meninggal!" ucap Kakek Bongol itu dengan penasaran.


"Ibunya memang telah tiada, tapi dia yang saat ini berwujud seorang kuntilanak, yang sedang mencari bayinya. Selain itu ayah dari si bayi itu juga mencarinya saat ini!" seru Kiaro.


"Ayah si bayi?" tanya kakek Bongol dengan penasaran.


"Iya" balas Kiaro .


Tak berapa lama lagi keluar dari dalam rumah panti asuhan itu dengan seorang gadis yang menggendong bayi laki-laki.


"Samantha!" panggil David yang sumringah pada saat melihat Samantha adiknya.


"Kamu menggendong bayi siapa?" tanya David yang pura-pura tak tahu.


"I..ini bayinya sahabat aku kak, Dia dianiaya di sebuah rumah tua, waktu itu aku dan sahabat aku Melina pergi ke rumah kedua orang tua kekasih Melani. Kami hendak menanyakan kabar tentang kekasih Melina pada orang tua kekasih Melina yang bernama Ricky itu." jelas Samantha yang sesenggukan.


"Terus kalian diajak ke sebuah hutan karet yang ada dua bangunan yang salah satunya seperti rumah ya. Dan kalian di sekap di tempat yang berbeda?" tanya David yang memastikan cerita Melani sama dengan cerita Samantha.


"Iya, kakak tahu dari mana?" tanya Samantha yang penasaran.


"Dari Melani" jawab David.


"Me..Melani?" tanya Samantha yang memastikan pendengarannya.


"Iya, dalam wujud yang lain" jawab David .


"Wujud lain?" tanya Samantha yang menoleh pada kakek Bongol.


Samantha adalah gadis indigo yang mampu melihat makhluk tak kasat mata.


"Sahabat kamu sudah meninggal, dan yang saat ini yang berwujud kuntilanak merah yang mencari anaknya." jelas Kakek Bongol.


"Bagaimana kamu bisa selamat dari mereka dan juga bisa menyelamatkan bayi Melani?" tanya Caterina yang penasaran.

__ADS_1


Sedangkan Margaret dan David menyimak obrolan itu.


"Waktu itu aku sama halnya dengan Melani yang disekap disebuah gudang. Pada waktu itu orang yang membawa kami ke rumah tua itu berniat kurang ajar padaku!" jawab Samantha yang berkaca-kaca karena mengingat peristiwa sedih itu.


"Berniat kurang ajar? maksud kamu apa mau memperkosa kamu begitu?" tanya David yang sedikit geram.


"Iya, tapi Samantha masih bisa selamat" jawab Samantha seraya memandang semua yang ada dihadapannya.


"Apa kamu mendapat bantuan seseorang waktu itu?" tanya Kiaro yang penasaran.


"Untunglah waktu itu Samantha dibantu oleh kakek Bongol" jawab Samantha seraya menatap pada kakek Bongol.


"Kakek Bongol?" tanya Margaret, David, Kiaro dan Caterina serempak dan penasaran.


"Kakek yang memakai pakaian serba putih disamping kakak itu!" jawab Samantha seraya menunjuk ke arah kekek Bongol.


Kiaro dan Caterina paham akan maksud Samantha, namun tidak bagi David dan Margaret,


Keduanya saling bertatap mata dan tak paham maksud dari Samantha.


"Ibunda dan Kak David, kakek Bongol ini adalah pengikut kakeknya bunda Margaret. Dialah kakek yang selalu menolong Samantha dan juga panti asuhan ini dari orang-orang jahat" ucap Samantha.


"Setelah mengerjai para penjahat itu, kakek Bongol memberitahu kalau aku harus menyelamatkan bayi dari sahabatku Melani. Sebetulnya samantha tak tega melihat keadaan Melani yang seperti itu, tapi apa boleh buat Samantha harus cepat meninggalkan tempat itu. Karena kata kakek Bongol, kalau bayinya Melani akan menjadi tumbal persembahan untuk siluman kegelapan. Kakek Bongol melindungimu dari makhluk gaib disekitar tempat itu." jelas Samantha sembari mengecup kening bayi Melani yang ada di dekapannya.


"Oh, pantas saja banyak makhluk tak kasat mata yang berada di depan panti asuhan ini!" ucap Kiaro yang menyimpulkan disetiap kejadian yang diceritakan Samantha.


"Ha...! A..ada makhluk kasat mata? apa seperti Kuntilanak?" tanya David yang gemetaran.


"Iya semacam itu, he..he...!" jawab Kiaro yang sembari tertawa kecil.


Suasana mendadak menjadi tegang, tiba-tiba keluarlah sesosok perempuan dari ruang dapur dan melangkahkan kaki untuk menghampiri mereka.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2