
Kirana dan Oyen bergegas mengayuhkan sepedanya menuju ke kios bunga Rose.
Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menyebrang jalan tanpa pengawasan orang tuanya.
"Wo..oo...oo...!!"
Karena terkejut, Kirana bilang keseimbangannya.
Oyen pun segera melompat dari keranjang sepeda Kirana.
"Brukk..!!"
Sepeda beserta Kirana pun terjatuh.
"Meoww...!!"
"Aaaugh...!!"
Kirana mengaduh.
Ada luka yang menggores di dengkulnya, karena hari ini dia memakai dress yang panjangnya selutut.
"Meooww...!!"
"Tidak apa-apa Oyen, hanya lecet biasa..!!" kata Kirana yang kemudian membuka tasnya dan di carinya tissu dan plester obat luka.
Kirana segera membersihkan luka dan darah yang terus keluar.
"Meoow..!"
Oyen terus memperhatikan Rani, ingin membantu apalah daya dia sedang jadi kucing sekarang ini.
Setelah bersih, Kirana segera menempelkan plester obat lukanya.
Selesai dengan urusan luka, Kirana berusaha berdiri dan melihat keadaan sepedanya.
Ternyata ada bagian sepedanya yang rusak.
"Yah...! sepedanya rusak..! kita terpaksa harus cari bengkel seoeda...!" kata Kirana pada Oyen.
"Meoww...!'
Kirana menuntun sepedanya dengan terseok-seok, sedangkan Oyen berjalan mengiringinya.
Kirana bertanya pada setiap orang yang ditemuinya, banyak yang tidak tahu.
Dan kirana terus berjalan, dan terus bertanya, hingga dia menemui seorang kakek yang yang menuntun sepeda kayuh dengan satu karung rumput untuk pakan ternaknya.
"Maaf pak, saya mau tanya. Bengkel sepeda kayuh dimana ya?" tanya Kirana pada bapak itu.
"Sepeda kamu rusak ya nak..?" kata bapak itu ganti bertanya.
__ADS_1
"I..iya..!!" jawab Kirana.
"Ayo ikut saya, kita nanti akan melewatinya...!" kata bapak itu, dan Kirana mengikutinya.
Mereka masuk ke jalan masuk ke perkampungan.
Pada saat itu juga, oyen sudah merasakan sesuatu yang berbau Siluman.
"Meoooww..!!"
Oyen meningkatkan kewaspadaannya.
Kurang lebih lima belas menit mereka berjalan, tiba-tiba bapak yang membawa rumput itu berhenti.
"Itu nak bengkelnya, kalau ke sana sebaiknya kamu harus berusaha membangunkan pemiliknya..! soalnya pemilik bengkel sering tertidur." kata bapak itu.
"Baik pak..!!" sahut Kirana.
Kemudian Kirana berjalan menuju ke sebuah rumah yang terasnya bercecer aneka alat bengkel.
Gadis itu menaruh sepedanya di bawah pohon jambu.
Kirana melihat kursi panjang dan diatasnya terdapat seseorang yang sedang tertidur.
"Nngroookkk....!! nggroooookkk..!!"
Terdengar suara dengkuran si tukang bengkel tersebut.
"Meeeooong...!!"
Oyen menangkap sesuatu yang aneh.
"Pak bangun pak..!!" seru Kirana sambil menggoyang-goyanhkan bahu pemilik bengkel itu, namun tak kunjung bangun.
Oyen pun melompat ke atas tubuh si bapak itu.
"Meoooong...!! meeeooong..!!
Suara Meongan Oyen yang begitu nyaring dengan tatapannya nanar ke dahi bapak pemilik bengkel yang tertidur itu.
Tiba-tiba muncul sinar coklat kemerahan dari dahi si bapak itu.
Dan keluarlah seekor lalat yang Aneh beda dari biasanya.
"Kucing sialan..!! mengganggu saja santapanku..!!" ujar Siluman itu.
"Siluman lalat Tse Tse..!! kau sungguh membahayakan manusia...!!" kata dalam hati Oyen.
Siluman lalat tse-tse, adalah siluman yang akan membuat sasarannya mengantuk dan tetidur, dia akan masuk dalam mimpi orang tersebut dan menyerap energi dari mimpi orang yang jadi sasarannya.
Lalat tse-tse hendak kabur, namun bisa di kejar Oyen.
__ADS_1
Sedangkan si bapak mulai bangun.
"Huaaaaaahheemm..?!!"bh hu
"Ada apa membangunkan ku.?" tanya si bapak itu.
"Sepeda kayuh saya rusak pak..!!" jawab Kirana.
"Ohw....! coba bawa kesini..!!" kata si bapak itu yang kemudian berdiri dan membereskan peralatannya.
Setelah mendekatkan sepedanya pada si bapak pemilik bengkel itu, si bapak itu pu segera mencari kerusakannya dan segera memperbaikinya.
Sementara itu Oyen yang mengejar siluman lalat Tse Tse itu, tiba-tiba berhenti saat siluman itu berhenti di halaman samping rumah bengkel kayuh itu.
Siluman lalat tse-tse itu kemudian berbalik dan mengeluarkan cahaya merah kecoklatan.
Cahaya itu kemudian diarahkannya menata Oyen, dan mata oyen pun mulai memerah.
Oyen mulai mengantuk.
"Aku harus tetap terjaga..!!" batin Oyen.
Diangkatnya kaki depan sebelah kanannya, Oyen berusaha membuat pusaran angin dengan pelahan-lahan dan menjadi besar.
Siluman lalat itu terbawa oleh pusaran angin lesus itu.
Berputar...berputar..dan berputar yang akhirnya menabrak ke dinding rumah bengkel tersebut.
Siluman lalat itu terjatuh.
Oyen berlari menghampiri siluman lalat itu, dan kemudian dia memukulnya dengan kaki depan sebelah kirinya.
Behh...! Oyen menjadikan Siluman lalat Tse Tse itu menjadi lalat geprek.
Dan akhirnya, siluman lalat Tse Tse itu tewas dan mengeluarkan mutiara hitam.
Kucing oranye itu segera menelannya. Dan jasad siluman lalat Tse Tse itu menjadi abu.
Lalu Oyen bergegas ke tempat dimana Kirana berada
...~¥~...
...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author dan yang telah memberi semangat pada Author....
...Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin....
...Terima kasih....
...Bersambung...
__ADS_1