Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Titik Terang Keberadaan Kirana


__ADS_3

"Apa seperti cincin dimensi pusaka langit ya..?" kata dalam hati Oyen, saat mengingat pusaka-pusaka langit yang dulu di sebar ke bumi oleh black shadow.


"Terus cara memunculkan kembali pedang tadi bagaimana?" tanya Luna yang penasaran.


"Usap lagi sebanyak tiga kali seraya memanggil barang yang akan di munculkan. Cobalah!" jelas siluman penjual senjata dan perhiasan itu.


Dan Oyen pun mencobanya, kembali dia mengusap cincin samudera itu sebanyak tiga kali dan oyen menyebutkan kata pedang.


"Cling"


Dalam sekejap pedang yang di beli Oyen tadi muncul di depan Oyen.


"Boleh juga cincin ini, berapa mutiara yang harus aku tukarkan?" tanya Oyen yang penasaran.


"Oh, sama seperti pedang tadi!" kata penjual itu.


"Baiklah, karena beli dua benda apakah dapat potongan?" tanya Oyen yang berharap dapat pengurangan harga.


"Kau ini ya, ini harga yang sepantasnya untuk cincin ini. Karena termasuk barang yang kualitasnya sangat bagus!" gerutu siluman pedagang senjata dan perhiasan itu.


"Baiklah akan aku ambil, tapi kalau tak sesuai omongan kamu, maka kamulah yang akan aku jadikan mutiara siluman!" ancam Oyen dengan mengarahkan pedangnya ke arah siluman pedagang perhiasan dan senjata itu.


"Saya jaminannya!" kata siluman itu.


Akhirnya pedang dan cincin samudera itu di dapat oleh Oyen.


Kemudian pedang dan baju untuk Luna itu pun di masukkan dalam cincin samudera itu.


Kedua kucing itu kemudian mencari jalan untuk meninggalkan pasar siluman itu


Oyen diam saja saat dalam perjalanan akan meninggalkan pasar siluman itu.


Hal itu membuat Luna penasaran sekaligus khawatir.


"Kamu kenapa kok diam saja?" tanya Luna.


"Aneh, kenapa mereka tahu bahasa kita ya? sedangkan di dunia manusia, tak ada yang mengerti bahasa kita." gumam Oyen.


"Oh, itu karena ini dunia siluman, ya iyalah bisa terjadi. Sudahlah jangan diambil pusing!" jawab Luna yang sekenanya.


"Tapi, ah sudahlah mungkin benar katamu." kata Oyen yang terus melangkahkan kakinya.


Dan Luna hanya tersenyum simpul.


'Nampaknya aku akan kembali berburu siluman!" kata Oyen yang mengingat pengeluaran kali ini.Dua puluh dua mutiara siluman warna putih telah keluar dari kantongnya.


"Apa aku bisa bantu?" tanya luna yang terus mengimbangi langkah Oyen.

__ADS_1


"Bisa saja, asalkan punya keahlian beladiri, dan kamu harus giat melatihnya!" Jawab Oyen sambil menatap Luna.


Tiba-tiba datang siluman rajawali yang turun dengan gagahnya di tengah-tengah pasar siluman itu


"Siluman rajawali! mau apa kau kesini !" seru para siluman-siluman yang ada di pasar itu dengan geramnya.


"Aku kemari mau mencari pakaian buat seorang gadis!" seru siluman rajawali itu.


"Seorang gadis, apa kau punya kekasih?" tanya salah satu siluman dalam pasar itu dengan senyum sinisnya.


"Trus bagaimana dengan istrimu! mau kau apakan siluman merak itu?" goda siluman-siluman yang lainnya.


"Apa kekasihku? ini untuk kekasih Tuan Ekin, cepat ambilkan pakaian yang cocok untuk gadis usia dua puluh tahun. Atau Tuan Ekin akan memporak-porandakan tempat ini!" seru siluman rajawali itu dengan nada tinggi.


Nampak tak ada rasa hormat sama sekali dari para siluman itu padanya.


'Ekin?" kata Oyen dalam hati saat mendengar siluman Rajawali mengucapkan nama Ekin.


Oyen kemudian menghentikan langkahnya dan memperhatikan siluman Rajawali itu dengan seksama.


"Ba..baik akan kami persiapkan , tunggu sebentar!" ucap penjual baju itu yang kemudian menyiapkan baju yang di maksudnya.


Lalu Oyen mendekati siluman setengah Rajawali dan setengah harimau itu.


"Kau bilang tuanmu itu Ekin?


"Dasar kucing kecil! tau


apa kau dengan tuanku" bentak siluman rajawali itu yang kemudian terbang meninggalkan pasar siluman itu.


"Hei kucing, apa kau tahu siapa Ekin itu?" tanya siluman penjual perhiasan dan senjata tadi.


"Ya mungkin saja dia orang yang aku kenal!" ucap Oyen yang teringat akan pesan selir Selena, kalau putranya saat ini ada di dunia siluman.


"Dia tiada hari tanpa membinasakan para siluman" kata siluman penjual perhiasan dan senjata tadi.


"Kalau si pemburu siluman itu punya kekasih, maka dia lah yang akan jadi kelemahan si Ekin itu. Kita tangkap gadis itu!" seru siluman lainnya.


"Iya, kita laporkan pada siluman Lembu. Yang aku dengar, gadis itu sudah di tandai siluman laba-laba. Ratu pasti akan memberi kita hadiah kalau bisa menangkap keduanya!" seru siluman-siluman lainnya.


"Tunggu gadis yang di tandai" kata lirih Oyen yang menoleh ke arah siluman-siluman itu.


"Kau kenal dengan siapa saja yang mereka katakan?" tanya Luna yang sedari tadi memperhatikan tingkah laku Si Oyen.


"Apa mungkin gadis yang di tandai itu kekasihku?" tanya Oyen sambil memandang Luna.


"Aku pernah ketemu dengan pemburu siluman itu, orangnya tampan tegap dan gagah. Rambutnya panjang sebahu!"jelas Luna.

__ADS_1


"Itu seperti ciri orang yang aku kenal!" ucap Oyen sambil mengingat ciri-ciri teman berlatihnya waktu di kerajaan langit dulu.


"Sebaiknya kita kejar siluman rajawali itu!" seru Luna.


"Kalau kita mengejar siluman rajawali itu, tidak mungkin kita bisa. Sebaiknya, kita cari tempat istirahat dan merubahmu menjadi manusia lebih dulu!." kata Oyen yang melanjutkan langkahnya dan di ikuti oleh Luna.


Kedua kucing itu melangkahkan kaki meninggalkan pasar dan kemudian meninggalkan perkampungan siluman itu.


Mereka berjalan di Padang rumput yang luas dan terdapat satu pohon buah apel yang rindang di tengah Padang rumput itu.


Oyen dan Luna pun beristirahat di bawah pohon buah apel itu.


"Krusek...krusek...!!"


Tiba-tiba telinga Oyen mendengar sesuatu yang mengganggu waktu istirahatnya.


Ada yang datang,sembunyi!" seru Oyen pada Luna dan mereka pun bersembunyi di balik pohon buah apel itu.


"Memangnya ada apa?" tanya Luna yang penasaran dengan berbisik.


"Ada yang mengikuti kita!" bisik Oyen yang memperhatikan keadaan dimana sumber suara berasal.


"Apa para siluman yang ada di pasar tadi?" tanya Luna yang ikut memperhatikan ke sekitarnya.


"Mungkin saja. Apa kamu bisa memanjat?" jawab dan tanya Oyen pada Luna.


"Bisa!" jawab Luna yang kemudian dia memanjat ke pohon buah apel itu.


Dan di ikuti oleh Oyen.


Dari atas pohon, Oyen melihat dua siluman yang berjalan beriringan menuju ke tempatnya.


"Siluman baby hutan dan siluman landak, mau apa mereka?" tanya dalam hati Oyen yang berpikir.


Kedua kucing itu terus melihat ke dua siluman itu dari atas pohon Apel.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2