Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 13 ; Kerajaan Siren Menjadi Kerajaan Ryugu ll


__ADS_3

"Oh jadi begitu ya ceritanya. Ma'af sayang karena aku telah salah paham pada kamu" ucap Adelia yang mengulas senyumnya dan Wallache pun membalasnya.


Dan akhirnya mereka sampai di kerajaan Siren.



"Wah, beda sekali kerajaanya dari yang terakhit aku kesini!" seru Adelia yang berkeliling memeriksa kerajaan Siren itu.


"Adel, kerajaan ini setelah aku renovasi bukan lagi menjadi kerajaan Siren." ucap Wallache yang memberitahukan.


"Bukan bernama bernama kerajaan Siren? terus diganti nama apa?" tanya Adelia yang penasaran.


"Kerajaan Ryugu" jawab Wallache seraya menatap wajah cantik Adelia.


"Ryugu?" ucap tanya Adelia.


"Istana Ryugu yang secara harfiah berarti 'Istana Kekaisaran Naga' adalah istana kerajaan Kerajaan Ryugu di Pulau Manusia Ikan. Istana Ryugu terdapat gelembung kecil yang berada di atas gelembung utama yang mengelilingi pulau." jelas Wallache.


Adelia mendengarkan dan memperhatikan dengan jelas kalau


Istana ditutupi dengan beberapa lapisan gelembung dan satu-satunya jalan masuk adalah koridor sambungan.


Gelembung di sekitar istana seharusnya tidak bisa ditembus, tetapi benda-benda yang dilemparkan oleh Wallache dapat menembusnya.


Di istana Ryugu juga terdapat Menara Cangkang Keras yang berada di sisi timur laut kastil yang awalnya itu gudang senjata.


"Menara cangkang keras itu kelak untuk tempat tinggal kita." ucap Wallache seraya menunjuk pada letak menara Cangkang keras itu.


"Oh maksud kamu kamar begitu?" tanya Adelia yang memastikkannya.


"Iya, seperti itulah" ucap Wallache.


Kemudian mereka meyelam lagi menyusuri istana Ryugu itu.


Wallache juga memberi tahu ruangan dan bangunan tentang istana Ryugu.


Adapula menara penjara tempat para penjahat yang meresahkan penduduk laut pada umumnya dan penduduk istana Ryugu pada khususnya.


"Bagus, indah dan megah sekali bangunannya. Apakah kamu yang merancang semuanya?" tanya Adelia yang sembari terus melihat pemandangan istana Ryugu itu.


"He .he..iya" ucap Wallache sembari mengulas senyumnya.


"Kita kembali ke Kerajaan Blue Minch dan setelah itu aku antar kamu kembali ke Teluk Athemoissa." ucap Wallache dan Adelia menyetujuinya.


Setelah puas menjelajahi istana Ryugu, Wallache dan Adelia menyelam kembali ke istana Blue Minch.

__ADS_1


Mereka melewati jalan yang tadi mereka lewati.


Sesampainya di kerajaan Blue Minch, Adelia mohon diri pada Raja Federin dan Ratu Ariel.


"Adelia, ingatlah kalian akan menikah dan kami akan menggelarnya di kerajaan Ryugu dan aku juga meminta agar dari keluarga kamu juga tidak jauh dari pantai. Karena kami tak bisa berlama-lama jauh dari perairan." pesan Raja Federin.


"Saya akan ingat itu yang mulia, pesta pernikahan dari pihak kami nantinya akan diadakan di Villa pesisir Z. Yang letaknya tak jauh dari pantai." ucap Adelia sembari menundukkan kepalanya.


"Hm.. kenapa di Villa itu? bukankah selama ini kamu tinggal di kota Ghuangzhou?" tanya Ratu Ariel yang penasaran.


"Sedari kecil saya tinggal di Villa itu yang mulia, lebih tepatnya sejak kakak saya meninggal dan tubuhnya dipakai oleh panglima Langit waktu itu." jelas Adelia.


"Panglima Langit? apa maksud kamu Raymond?" tanya Raja Federin yang penasaran.


"I..iya, Yang mulia mengenal beliau?" tanya Adelia yang penasaran.


"Tentu saja, dia sahabat aku. Dialah yang dulu selalu membantu aku kalau aku dalam kesusahan." jelas Raja Federin.


"Kenapa tidak bilang dari kemarin ya yang mulia Raja, kalau yang mulia mengenal panglima langit Raymond?" tanya Adelia yang bersemangat.


"Aku juga tahunya sekarang kalau kamu ada hubungannya dengan panglima langit Raymond, itu pun dari kamu." jawab Raja Federin yang penasaran.


"Kemarin yang membantu kita itu kak Tony, adalah salah satu anggota dari kerajaan langit dan dialah dulu yang selalu bersama panglima langit Raymond dalam pencariannya mencari anak dan isterinya." jelas Adelia.


"Dan satu lagi yang mulia, perempuan bernama Kirana yang selalu bersama saya waktu itu, adalah menantu beliau" jelas Adelia. yang membuat Raja Federin dan yang lainnya sangat terkejut.


"Jadi Kirana itu menantu Panglima Langit Raymond?" tanya Wallache yang memastikannya.


"Iya, benar sekali.Dan Kak Kirana dan suaminya yang merupakan putra dari panglima langit Raymond, merekalah yang mengantarkan saya sampai ke pantai pesisir Z dan mereka saat ini berada di villa pesisir Z." ucap Adelia.


"Ah, kalau begitu sampaikanlah salam hangat kami untuk mereka. Dan nantinya dalam acara pernikahan kalian akan menjadi ajang reuni bagi aku dan panglima langit Raymond. he..he..!" ucap Yang mulia Federin sembari mengulas senyumnya.


"Iya yang mulia, nanti akan hamba sampaikan pesan anda" ucap Adelia yang juga ikut mengulas senyum dan demikian pula dengan yang mulia Ratu Ariel dan Wallache.


"Terima kasih calon menantuku, hati-hatilah dalam perjalanan kamu pulang nanti ya!" pesan Ratu Ariel seraya mengusap kepala Adelia dan kemudian memeluknya.


"Iya yang mulia permaisuri, dan hamba undur diri yang mulia" ucap Adelia yang tak berapa lama mereka melepas pelukan mereka.


"Ayahanda, saya akan mengantar Adelia sampai di teluk Athemoissa." ucap ijin Wallache dan kedua tuanya menyetujuinya.


"Adelia, ayo saya antarkan kamu sampai ke teluk Athemoissa" ucap Wallache.


"Iya, kami pamit yang mulia Raja Federin dan yang mulia Ratu Ariel" ucap Adelia.


"Iya" balas Raja Federin dan Ratu Ariel yang bersamaan seraya melambaikan tangan mereka.

__ADS_1


Adelia dan Wallache menyelam kembali menuju jalan rahasia menuju ke teluk Athemoissa yang juga telah mereka lewati sebelumnya.


Dan mereka saling bergandengan, karena arus bawah laut mulai deras.


Adelia tak kuat melawan arus laut itu, dan Wallache berusaha membantu dan menarik Adelia untuk dapat melewati arus laut bawah itu.



"Aaaaah, a..aku tak kuat!" seru Adelia dengan mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya.


"Bertahanlah Adelia, bertahanlah sayang!":seru Wallache yang terus menarik Adelia untuk ke permukaan laut.


Dan mereka telah melewati arus laut itu dengan selamat.


Tak berapa lama mereka telah sampai di teluk tersebut, dan keadaan laut sedang pasang karena langit di pesisir Z telah gelap dan muncullah bulan purnama.


Keduanya sejenak menikmati indahnya malam dihiasi bintang dan deburan ombak yang sangat merdu di malam itu.


Dan juga keduanya saling bercerita dan bersendau gurau, menikmati kebersamaan mereka.


Beberapa saat kemudian Adelia telah berubah menjadi manusia kembali, dan dia segera menghubungi Kirana untuk menjemputnya di tepi pantai pesisir Z.


"Aku akan mengantarkan kamu sampai di tepi pantai pesisir Z" Ucap Wallache yang tak tega jika Adelia sendirian berjalan menuju ke tepi pantai pesisir Z.


"Tapi kamu kan putra duyung?"tanya Adelia yang penasaran.


"Tenang saja sewaktu membongkar istana Siren, aku menemukan kitab ramuan mengubah duyung menjadi manusia" jelas Wallache.


"Benarkah?" tanya Adelia yang memastikannya.


"Iya, benar!" jawab Wallache sembari mengulas senyumnya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2