Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Untuk Masa Depan, Bertemu Peter


__ADS_3

Setelah acara pemakaman selesai, semua orang kembali berkumpul di rumah kediaman Keluarga Kirana.


Mereka duduk di ruang tamu dengan berjajar rapi.


Aaron duduk di samping Kirana dan demikian pula dengan Kelly yang duduk di samping Jimmy.


Bocan bersama Andy dan Tony bersama Maggie.


Hanya Ekin yang duduk sendirian.


"Melihat semua peninggalan kedua orang tua kalian, nampaknya kalian harus mengelola semuanya Kirana!' ucap Ekin yang juga menghitung semua aset-aset Dona dan Nikholas.


"Kirana, nampaknya kamu harus berhenti bekerja di kios ku!" kata Bocan di saat suasana hening.


"Sepertinya memang begitu Bocan!" ucap Kirana yang sebetulnya tidak ingin meninggalkan kios bunga Rose itu.


"Mau tak mau aku harus mengelola perusahaan Mama dan juga papa.Walaupun aku tak ada bakat di bidang itu!" lanjut Kirana yang merasa memang tak mampu dalam bidang itu karena lulusannya hanya SMA.


"Kirana, Ayah akan bantu kamu sebisa Ayah!" ucap Andy yang prihatin akan nasib Kirana.


"Makasih Yah!" ucap Kirana yang sedikit terbantu.


"Andai aku di sini, mungkin aku juga bisa bantu kamu, tapi aku sudah di beri amanat mengelola villa-villa di pesisir." ucap Tony yang sedang duduk berdampingan dengan Maggie.


"Tidak apa-apa Ton! lagi pula sudah ada ayah Andy yang membantuku." ucap Kirana sedikit menutupi rasa khawatirnya.


"Kirana, setahun lagi aku mendapat ijin dari Yang mulia raja Arthur untuk menikah. Kamu tak apa-apa kan menunggu sampai setahun?" ucap Aaron sembari mengusap kepala Kirana dengan lembut.


"Iya sayang, Kirana tidak apa-apa Aaron, lagi pula Kirana juga belum sukses!" ucap Kirana yang merebahkan kepalanya di bahu Aaron.


...****...


Beberapa hari kemudian, Aaron dan Ekin sudah kembali ke Kerajaan langit.


Tony dan Maggie kini berada di villa pesisir peninggalan Nikholas.


Rumah yang di bangun Andy dan Bocan sudah berdiri dengan kokoh dan megahnya.


"Kak, sebaiknya kita jual saja rumah ini, dan kita tinggal di Ruko!" ucap Jimmy yang memberi usul.


"Kakak juga berencana demikian Jim!" ucap Kirana seraya meletakkan gelas yang habis buat dia minum di atas meja di depannya.


"Mau jual rumah?" tanya Bocan penasaran.


"Bocan, rumah ini rumah kenangan buruk kami. Dimana ibu dulu pernah mengusir aku, dimana dulu aku masuk ke dalam kaca benggala dan yang terakhir kedua orang tuaku yang meninggal bersamaan di sini. Jadi kami mau memulai yang baru." ucap Kirana mantap

__ADS_1


"Baiklah kalau itu keputusan kamu, semoga ini menjadi awal yang baik !' ucap Bocan.


Sementara Kirana telah menjual semua aset milik Dona, dua Perusahaan besar dan satu kediaman yang selama ini di tinggali Dona.


Semua dana dari hasil penjualan itu di alokasikan di bisnis real estate "KIRANA RESIDENCE" dan Kirana juga berniat membuka jasa pemburu siluman "Stealth Hunter Kiaro"


Kini Kirana memegang perusahaan milik ayahnya dan di bantu oleh Andy.


"Kenapa kamu tertarik di bidang real estatet?" tanya Bocan pada saat mereka mengadakan syukuran berdirinya rumah Andy dan Bocan.


"Kirana rencananya perusahaan papa akan Kirana serahkan pada Jimmy setelah lulus kuliah nanti."ucap Kirana pasti.


"Terus kenapa mendirikan jasa pemburu siluman segala?" ucap Andy yang penasaran.


"He..he..! ini buat Aaron Yah, kalau sudah tidak menjabat jadi panglima langit. Kan keahlian Aaron hanya sebagai pemburu siluman!" ucap Kirana seraya tersenyum.


"Kak, nama Kiaro dari Kirana dan Aaron ya?" tanya Jimmy yang menebak.


"Iya, he..he..!" jawab Kirana seraya mengulas senyumnya.


"Kamu sudah memikirkan masa depan kalian Kirana!" ucap Bocan yang begitu bangga akan yang di lakukan Kirana.


"Iya Bocan, karena Semuanya harus saya pikirkan lebih dulu, karena siapa lagi yang akan menjaga Jimmy dan harta kedua orang tua saya, kalau bukan saya" jelas Kirana.


Dan semua mengulas senyum karenanya.


...****...


Dan tibalah hari dimana akan di mulailah transaksi pembelian tanah itu.


Kirana tak menyadari nama pemilik tanah itu Peter, dan Peter itu adalah ayah Alexander dan Lucifer


Kirana mengadakan janji bertemu dengan pemilik tanah di lokasi tanah yang di tawarkan.


Gadis itu pergi bersama Jimmy dan Kelly karena Andy sedang ada urusan dengan perusahaannya.


"Jim, kakak kok gugup begini ya? apa ini apa karena ini yang pertama kalinya kakak transaksi tanpa ayah Andy ya? kakak jadi tegang seperti ini?" tanya Kirana pada Jimmy yang masih mengemudi mobil sedan yang baru di beli Kirana.


"Ya mungkin saja kak! tenang saja kak, kan ada kita berdua yang menemani kakak! He..he.. iya kan Kelly!" ucap Jimmy


"Iya kak, kan ada kita!" sahut Kelly yang duduk di samping Jimmy yang mengemudi seraya menoleh ke belakang di mana Kirana sedang duduk dengan tak nyamannya.


"Iya-iya deh dua adik kakak yang cakep dan cantik!" ucap Kirana yang duduk di belakang kedua pasang muda-mudi itu.


Tak berapa lama mobil itu berhenti di tempat tujuan.

__ADS_1


"Hmm, apa di sini lokasinya Jim?" tanya Kirana setelah melepaskan sabuk pengamannya dan keluar dari mobilnya.


Demikian pula dengan Jimmy dan Kelly yang keluar dari mobil tersebut.


"Wah luas dan strategis letaknya kak!" seru Jimmy yang melihat ke sekitar lahan yang ada di depannya itu yang memang terletak di pinggir jalan. yang terletak diantara kawasan industri dan sebuah kota.


Memang ada hamparan tanah kosong yang sangat luas.


"Si peranta kakak dan Petugas pengukur tanah serta pemilik tanah kok belum tiba ya?" tanya Kirana yang juga melihat ke sekitarnya.


"Itu barangkali!" ucap Jimmy seraya menunjuk ke arah sebuah mobil yang perlahan-lahan menepi dan bersejajar dengan mobil Kirana.


Tak berapa lama muncullah sopir yang membuka pintu untuk tuannya.


Keluarlah laki-laki setengah baya dari dalam mobil.


"Tuan Peter!" seru Kirana yang mengenal laki-laki itu.


"Tuan Peter? apa beliau ayah Alexander dan Lucifer?" tanya Jimmy yang penasaran.


"Iya, dia Ayah kedua orang yang kamu maksudkan!" ucap Kirana yang memandang laki-laki yang bernama Peter itu menghampiri mereka.


"Oh, rupanya kamu Kirana! apa kamu yang akan membeli tanahku?" tanya Laki-laki yang bernama Peter itu saat sudah berhadapan dengan Kirana, Jimmy dan Kelly.


"Jadi tanah ini milik anda, Tuan Peter?" tanya Kirana yang penasaran dan sedikit khawatir, karena tuan Peter itu terkenal pelit dan aloy dalam hal transaksi apapun.


"Iya, ini tanahku yang rencananya akan aku berikan pada Alexander, tapi ternyata dia telah mendahuluiku!" ucap Peter yang berkaca-kaca.


"Saya minta ma'af bila saya ada salah dalam kematian Alexander, karena waktu itu situasi yang tidak memungkinkan" ucap Kirana yang merasa tidak enak hati.


...~¥~...


Sebelum season 2, sebentar lagi ada konflik lagi yang dimana Ratu Flower+Ekin+Leon keluar dari istana langit dan Ekin+Leon terlempar ke dimensi lain.


(Simak PENDEKAR PEDANG AZUYA).


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


t


__ADS_2