
"Jangan dirobek..!" seru gadis itu yang begitu khawatir.
"Jadi deal jadi pembantuku selama tiga puluh hari!" seru Kiaro untuk menegaskan kembali.
"Ba..baiklah, Deal!" seru gadis itu dengan terpaksa.
Dan mereka saling bersalaman untuk memantapkan perjanjian mereka.
"Hm..! aku bisa memanfaatkannya untuk membantu bibi Maggie kerja di kios. Kan lumayan bibi dapat terbantu saat melayani pelanggan Kios bunga rose.
"Perjanjian ini dimulai hari ini.Jadi mau tak mau kamu harus selalu disampingku!"seru Kiaro dengan senyum sinis.
"Iya, tapi tolong berikan foto itu sekarang juga. Saya mau membersihkan foto itu!" ucap Gadis itu.
"Berikan foto ini padamu?" tanya Kiaro dengan mengernyitkan kedua alisnya.
"Iya, Caterina mohon!" jawab gadis itu yang menyebut namanya.
"Oh, jadi nama kamu Caterina?" tanya Kiaro yang penasaran.
"I..iya, nama saya Caterina. Nama kamu siapa?" tanya Caterina yang juga penasaran.
"Kiaro, namaku Kiaro!"jawab Kiaro yang memasukkan foto itu dalam dompetnya, kemudian dia melangkahkan kaki dan diikuti oleh Caterina.
"Baiklah Kiaro, jangan salahkan aku jika nanti malam aku akan mengambil paksa foto itu dari kamu!" Caterina yang membatin.
Keduanya melangkahkan kaki menuju ke kantin kampus, dimana Dicky sudah menunggu Kiaro sedari tadi.
"Kiaro!" panggil Dicky dari tempat duduknya, dan Kiaro yang mengetahuinya pun melambaikan tangannya.
"Hei, itukan gadis yang dibilang sombong sama Kiaro tadi?"gumam dalam hati Dicky saat melihat gadis yang bersama Kiaro itu.
"Ah benar itu dia!" seru dalam hati Dicky yang meyakinkan dirinya dengan apa yang dilihatnya.
Sementara itu Kiaro berbisik pada Caterina, "Aku pesan dua mie ayam dan dua lemon tea dan ini uangnya!" ucap Kiaro seraya memberikan beberapa lembar uang pada Caterina.
"Baiklah!" ucap Caterina yang menerima uang itu dengan setengah hati dan melangkahkan kaki menuju gerobag penjual mie ayam.
"Apa boleh buat, ini demi foto itu!" Batin Caterina yang sedikit kesal.
Sedangkan Kiaro kemudian melangkahkan kaki menghampiri Dicky yang duduk di kursi dan didepannya ada meja bundar sebagai pasangan kursi yang itu.
"Kiaro! kamu bersama gadis itu?" tanya Dicky yang penasaran, karena yang dicky tahu kalau Kiaro itu walaupun disukai banyak gadis, tapi dia tak pernah sedekat itu dengan gadis mana pun selain Vivian keponakannya.
"Iya, dia akan bersamaku selama sebulan. He..he..!" ucap Kiaro dengan terkekeh.
"Kok, bisa begitu?" tanya Dicky yang penasaran.
__ADS_1
"Ya bisalah!" jawab Kiaro yang masih mengulas senyumnya.
Ada rasa menyesak di dada Dicky saat melihat wajah sumringah Kiaro yang mengatakan kalau gadis itu akan selalu bersamanya selama sebulan.
"Kenapa ini, kenapa aku tidak suka ya jika Kiaro berdekatan dengan gadis itu?" tanya dalam hati Dicky yang berusaha menenangkan dirinya.
Tak berapa lama Caterina datang membawa nampan yang berisi dua mangkok mie ayam dan dua lemon tea.
"Caterina, ini Dicky saudara sekaligus sahabat aku dan Dicky ini Caterina!" ucap Kiaro yang memperkenalkan keduanya.
Dan keduanya saling berjabat tangan dan ada gejolak didadanya saat ini.
"Gadis ini membuatku tak karuan!" ucap dalam hati Dicky yang terus menatap Caterina dan lupa kalau tangannya masih mengait dengan tangan Caterina.
"Hm..hm..! sudah lepas donk!" Kiaro yang merasa tak menyukai kedekatan Dicky pada Caterina
"Caterina, kamu dari fakultas mana?" tanya Dicky yang penasaran.
"Saya dari fakultas Ekonomi!" jawab Caterina.
"Caterina, yang satu untuk kamu!" ucap Kiaro saat Caterina menghidangkan mie ayam itu di depan Kiaro.
"Iya, terima kasih!" ucap Caterina yang kemudian dia ikut duduk di samping Kiaro.
Kemudian Kiaro dan Caterina pun makan mie ayam itu, sedangkan Dicky yang telah lebih dulu menghabiskan semangkuk mie an? minum es jeruknya karena dia baru saja menghabiskan satu mangkok mie ayamnya.
"Oiya Caterina, pulang nanti tunggu aku di tempat parkir ya!" ucap Kiaro dan Caterina mengangguk menyetujuinya.
"Baiklah" ucap Caterina yang kemudian berdiri karena Kiaro dan Dicky juga berdiri dan mereka melangkahkan kaki meninggalkan kantin kampus.
"Caterina, kenapa kamu mau bersama Kiaro?" tanya Dicky saat mensejajarkan langkahnya dengan Caterina.
Caterina memandang kearah Kiaro, namun Kiaro hanya meliriknya saja.
"Karena, aku hutang Budi dengan Kiaro.Jadi aku ingin membalasnya dengan selalu dekat dengan dirinya" jawab Caterina yang tidak benar.
Tiba-tiba hidung Caterina memerah.
"Eh, gadis ini tak mengatakan yang sebenarnya!" gumam dalam hati Kiaro yang penasaran.
"Caterina, hidung kamu memerah.Apa kamu sakit Flu?" tanya Dicky yang menghentikan langkahnya dan demikian juga dengan Kiaro dan Caterina.
Mereka menghentikan langkah, Kiaro dan Caterina berbalik menatap Dicky. Dan setelah itu Kiaro menatap Caterina.
Dan seketika Kiaro melihat ke arah Caterina karena penasaran dengan apa yang dikatakan oleh Dicky.
Kiaro juga melihat kalau hidung Caterina memerah dan dia penasaran .
__ADS_1
"Kamu kenapa Caterina?" tanya Kiaro yang penasaran dengan apa yang terjadi.
"Apanya yang kenapa?'"tanya Caterina yang tambah tak mengerti.
"Hidung kamu berwarna merah!" ucap Kiaro menatap wajah Caterina dengan berkrenyit.
Karena semakin penasaran, Caterina mencari kaca spion di sepeda motor sport di hadapannya.
Gadis itu melihat hidungnya yang benar-benar memerah di spion itu.
"Iya, benar merah hidungku! jangan-jangan apa karena aku tadi berbohong ya?"gumam dalam hati Caterina yang terus memegang hidungnya.
"Benar kan kalau hidung kamu memerah?" ucap Kiaro, lalu Dicky juga mendekat diantara mereka berdua.
"Jadi benarkan hidung kamu merah? apa kamu sedang flu?" tanya Dicky yang penasaran.
"E, saya kurang tahu. Sepertinya memang begitu!" ucap Caterina yang tentu saja membuat hidungnya semakin memerah.
"Sebaiknya kamu ikut kami, mungkin ibuku bisa mengobati kamu!" ucap Kiaro yang memakai helmnya.
"Iya, baiklah" ucap Caterina yang saat ini membonceng di belakang Kiaro.
Sedangkan Dicky yang melihat hal itu sedikit tak suka namun tetap berusaha untuk tersenyum.
Ketiganya sudah berada di atas sepeda dan siap melaju ke arah Kios bunga Rose.
Dan tak berapa lama, mereka telah sampai di depan kios bunga Rose.
Setelah memarkirkan sepeda motor mereka, mereka segera melangkahkan kaki ke teras kios Bunga rose.
Dan nampak Maggie yang kewalahan dalam melayani pembeli.
Dicky dan Kiaro segera membantu melayani para pelanggan kios Bunga Rose.
Kiaro menyempatkan dirinya mengajari Caterina cara meladeni pelanggan Kios bunga Rose.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...