
"Walaupun letih, tapi suka kan?" goda Aaron yang kemudian merangkul isterinya agar tidur disampingnya.
Kirana mendongak melihat wajah suaminya dan kemudian mengulas senyumnya.
Aaron yang gemas, mencium kening isterinya. Dan keduanya pun tidur dengan saling berpelukan.
Keesokan paginya Kirana membuka kedua matanya dan bangkit dari tidurnya.
Namun belum sempat dia bangun dari tidurnya, ada tangan yang melingkar di perutnya.
"Sayang, aku kan mau buat sarapan kita?" ucap Kirana seraya membelai lembut kepala suaminya.
"Ada yang ingin aku katakan" ucap Aaron yang kemudian memposisikan dirinya duduk sejajar dengan Kirana.
"Ada apa?" tanya Kirana yang penasaran.
"Seminggu lagi kita ke istana langit. Kita dapat undangan dari yang mulia raja Arthur, Kerajaan Langit akan mengadakan perhelatan besar." jawab Aaron sembari menatap wajah polos isterinya yang tanpa make Up itu.
"Perhelatan besar?" tanya Kirana yang penasaran.
"Iya, ada dua pernikahan di kerajaan langit!" jawab Aaron, yang membuat Kirana memposisikan dirinya menghadap suaminya.
"Dua pernikahan?' tanya Kirana kembali.
"Iya, pernikahan Pangeran Aaron dan juga pernikahan pangeran Ekin." jawab Aaron sembari mengulas senyumnya.
"Siapa para gadis yang beruntung itu suamiku?" tanya Kirana yang penasaran.
"Yang bersama Pangeran Ekin adalah Ayumi, dia dari abad ke XXX, sedangkan Pangeran Leon bersama Sheila si Dewi Hujan." jelas Aaron.
"Sheila, yang dulu suka sama suamiku ini ya?" tanya Kirana yang menatap suaminya.
"Iya, itu dulu!" jawab Aaron.
"Oh, jadi tidak sabar ke Istana langit, pasti akan meriah sekali ya?" tanya Kirana yang penasaran.
"Pastinya sayang!" ucap Aaron sembari mengecup kening isterinya.
...***...
Seminggu kemudian Aaron dan Kirana memenuhi undangan Yang mulia Arthur, yang sedang mengadakan perhelatan besar. Yaitu pernikahan dua putra mahkota kerajaan langit.
Aaron dan Kirana memakai gaun terbaik mereka dan pergi menuju ke istana langit dengan menggunakan awan putih kecil.
Sesampainya di istana langit, terlihat dari luar begitu meriahnya suasana pesta dan begitu banyak tamu yang berdatangan .
Aaron dan Kirana melangkahkan kaki menuju ke tempat pelaminan.
"Yang mulia Raja Arthur dan Yang mulia Ratu Flower, kami berdua mengucapkan selamat dan sukses dalam perhelatan besar ini" ucap Aaron yang membuat pasangan Raja dan Ratu itu mengulas senyum.
Acara berlangsung dengan meriah dan begitu banyak makanan dan minuman yang tersaji.
__ADS_1
Kirana berkenalan dengan Sheilla dan juga Ayumi, dan terjalinlah persahabatan antar ketiganya.
"Ayumi? kamu mirip sekali dengan Luna?" ucap Kirana yang memandangi Ayumi tak berkedip.
"Kemarin kak Ekin juga bilang begitu, apakah Luna memang sama persis dengan aku ya?" tanya Ayumi yang penasaran.
"Iya, memang sama. Tapi kamu lebih cantik dan manis" ucap Kirana sambil mengulas senyum.
Kemudian kirana bercerita tentang awal bertemunya dengan Luna hingga Luna tiada.
Tibalah di akhir acara, Kirana dan Aaron memohon diri untuk pulang ke bumi.
"Kalian datang lagi satu bulan yang akan datang ya" kata Ratu Flower.
"Mohon maaf Ratu, memangnya ada apa ya?" tanya Kirana yang penasaran.
"Kami akan mengadakan pergantian kekuasaan, dengan acara pengangkatan Pangeran Leon sebagai raja sekaligur pemimpin di kerajaan Langit dan Pangeran Ekin sebagai raja dan pemimpin di kerajaan Petir." jelas yang Mulia Ratu Flower.
"Baik Yang mulia Ratu semoga kami bisa menghadiri acara tersebut." ucap kirana sembari mengulurkan tangannya pada Ratu flower dan sang Ratu menerima uluran tangan Kirana.
Sang Ratu kemudian memeluk isteri Aaron itu.
Dan kemudian bergantian memeluk Rosa, Ayumi dan juga Sheila.
Setelah selesai berpamitan, Aaron dan Kirana melangkahkan kaki meninggalkan Istana Langit yang masih menggelar acara pernikahan itu.
Setelah itu keadaan kembali normal, Kirana sibuk dengan bisnis properti ya dan Aaron sibuk dengan jasa pemburuan Silumannya.
Pagi hari saat bangun tidur, tiba-tiba saja Kirana merasakan perutnya yang tidak enak.
Dengan setengah berlari Kirana menuju ke kamar mandi.
"Huekk.... hueek..Hueekk...!"
"Aduh, kenapa dengan perutku ini? aku merasa mual-mual terus!" gumam dalam hati Kirana dan dia mual-mual kembali.
"Huekk.... hueek..Hueekk...!"
"Sayang kamu kenapa?" tanya Aaron yang merasa kasihan sama isterinya.
Kirana terlihat sangat pucat dan letih.
"Sayang kamu sakit?" tanya Aaron yang khawatir.
"Aku...!" ucap Kirana yang tiba-tiba dia jatuh lunglai dan tak sadarkan diri.
"Isteriku..!" panggil Aaron yang dengan cepat menangkap tubuh Kirana dan mengangkatnya bak bridal style.
Aaron kemudian menurunkannya di atas tempat tidur dan memposisikan posisi isterinya dengan benar dan kemudian menyelimuti isterinya dengan selimut yang sudah tersedia di atas ranjang.
"Siapa yang aku mintai tolong dan bertanya?":gumam dalam hati Aaron, yang kemudian dia berpikir dengan keras.
__ADS_1
Aaron kemudian memanggil dokter untuk memeriksa Kirana.
Setelah dokter datang dan memeriksa Kirana, akhirnya terjawab sudah apa yang membuat Kirana mual-mual dan pingsan.
"Ma'af tuan Aaron, nyonya Kirana tidak sakit, dia hanya perlu istirahat dan perhatian ekstra dari anda tuan." ucap dokter itu pada Aaron dan Aaron belum paham dengan apa yang dimaksud Si dokter.
"Maksud dokter apa ya?" tanya Aaron yang kebingungan.
"Selamat tuan, anda akan menjadi ayah. Isteri anda sedang hamil " jawab Dokter seraya mengulas senyumnya.
"A-apa hamil? istriku hamil?" tanya Aaron yang sangat terkejut dan dia masih belum percaya dengan apa yang baru di dengarnya.
"Iya, dan butuh perhatian Ekstra." ucap kembali sang dokter ya g kemudian memberikan resep untuk memperkuat kandungan Kirana.
Setelah menerima resep itu, Aaron mengantarkan dokter itu sampai ke pintu di depan rumah.
Kemudian Aaron kembali melangkah kaki kembali ke kamar.
Aaron mengulas senyumnya pada saat masuk ke kamar dan mendapati isterinya yang sudah bangun dan memposisikan dirinya duduk bersandar di atas tempat tidur.
'Kirana istriku sayang, ada kabar gembira untuk kita berdua dan untuk semuanya." ucap Aaron yang melangkahkan kaki menghampiri Istrinya dengan terus memasang senyum mengembangnya.
"Memangnya ada apa sayang?" tanya Kirana yang penasaran.
Aaron kemudian duduk di tepi tempat tidur lebih tepatnya disamping isterinya.
"Kita akan punya baby sayang, kamu hamil!" jawab Aaron yang penuh kebahagiaan.
"Apa? betulkah itu?" ucap Kirana yang sangat terkejut.
"Benar, dokter yang bilang tadi!" ucap Aaron dengan wajah berserinya.
"Kita akan punya baby, aku mengandung!" seru Kirana yang sangat bahagia sambil mengusap-usap perutnya .
"Panggilan ayah dan ibu akan selalu kita dengar nantinya sayang!" ucap Aaron yang terus mengecup kening isterinya.
Keduanya saat ini sedang bahagia, dan ciuman Aaron terus mendarat di kening dan kedua pipi isterinya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1