
Ibu, apa ini berarti saya tak bisa menikah dengan Aaron dalam waktu dekat?" tanya Kirana dengan racauannya.
Semuanya terdiam dan saling pandang, sedangkan Kirana terus memeluk Kucing Oranye itu tanpa menyadari seorang yang ada di sampingnya.
"Oyen, ayo kita cari mutiara siluman lagi!" racau Kirana yang terus memeluk kucing Oranye itu.
"Untuk apa cari mutiara siluman lagi?" tanya suara seseorang di belakang Kirana.
"Eh, Oyen kamu bisa bicara?" tanya Kirana yang heran dan dia menatap kucing oranye itu dengan penasaran.
"Tentu saja bisa bicara, karena aku ada di sini. Di belakangmu sayang!" jawab Aaron yang kemudian memeluk Kirana dari belakang.
Kirana tersentak tak percaya merasakan pelukan kekasihnya yang berwujud manusia sedangkan didekapannya ada kekasihnya yang berwujud kucing Oranye.
Semua orang dihadapan Kirana tersenyum, kecuali Jimmy yang juga ikut terkejut seperti halnya Kirana.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Kirana yang kemudian memposisikan dirinya berdiri berhadapan dengan Aaron.
"Yang sebenarnya terjadi adalah, aku tetap jadi manusia. Yang kamu gendhong itu tetap kucing biasa." jelas Aaron yang mengambil kucing oranye dari dekapan Kirana dan memberikannya pada Jimmy.
Jimmy berusaha menggendong kucing oranye itu, namun kucing itu ternyata tak mau di gendong oleh Jimmy.
Kucing Oranye itu menghampiri Kelly yang duduk di sofa.
"Lihat Jim, kucing biasa saja nggak ada yang maut kamu gendong, he..he..!" goda Aaron seraya terkekeh.
"Ah, nggak apa-apa nggak di sukai para kucing. Yang penting Kelly tetap mencintai aku, iyakan Kelly sayang?" ucap Jimmy sembari melangkahkan kaki ke arah dimana Kelly duduk.
Dan saat ini Jimmy duduk disamping kanan Kelly sedangkan kucing Oranye tadi disamping kiri Kelly.
"Iya-iya, Kelly akan selalu cinta sama Jimmy":ucap Kelly seraya mengusap pipi Jimmy dengan mesra dan Jimmy kemudian mencium punggung tangan Kelly yang digunakan mengusap pipinya tadi.
"Aduh Yah, nampaknya kita kalah nih sama anak muda sekarang!" seru Bocan pada Andy suaminya yang sedang duduk berdampingan diatas sofa.
"Kita jangan sampai kalah nih!" ucap Andy yang kemudian merentangkan tangan kanannya dan di letakkan di bahu kanan Istrinya Rosa.
Bocan atau Rosa menoleh dan mengulas senyum pada suaminya Andy.
Keceriaan mereka rasakan malam itu.
"Sebaiknya kalian tidur disini saja, malam sudah larut. Kalau pulang ke ruko, besok pagi kalian pasti kecapekan" usul Bocan.
"Iya Bocan, saya juga sudah capek sekali" ucap Kirana.
__ADS_1
"Kirana kamu tidur sama Kelly, sedangkan Jimmy, kamu tidur sama Aaron ya!" usul Bocan.
Semuanya pun menyetujuinya.Dan mereka pun akhirnya tidur di rumah orang tua Aaron.
"Kak Kirana, Kelly tak menyangka ya kalau seminggu lagi kakak mau menikah!" ucap Kelly saat mereka berdua sudah berada di atas tempat tidur.
"Iya, aku juga begitu Kell" balas Kirana keduanya pun memejamkan kedua mata mereka.
...****...
Keesokan harinya setelah bangun tidur, Kirana dan Kelly membantu Bocan menyiapkan sarapan.
"Kirana, apa kamu bisa libur untuk hari ini sampai dua Minggu kedepan?" tanya Bocan sembari menyiapkan piring dan sendok.
"Iya, bisa Bu. Apalagi dari kemarin Kirana sengaja lembur buat beberapa hari ke depan." ucap Kiran seraya menuangkan minuman ke dalam beberapa gelas.
Sedangkan Kelly mengambil makanan-makanan yang sudah disiapkan di dapur sebelumnya.
"Kalian lanjutkan pekerjaan ini ya, aku mau panggil para pria-pria tampan yang masih di peraduan mereka.!" ucap Bocan yang melangkahkan kaki sembari tersenyum.
"Jangan lupa Bocan, mereka disuruh mandi. Biar wangi!he..he..!' ucap Kirana yang menunjukkan kedua ibu jari jempolnya pada Kirana dan Kelly.
Bocan pun melangkahkan kaki menuju ke lantai dua dimana pria-pria tampan, masih di peraduan mereka.
Beberapa menit kemudian, ketiga pria-pria itu sudah berada diantara para wanita yang sibuk di ruang makan.
"Ayah, Aaron mulai saat ini di tugaskan oleh yang mulia Arthur untuk menjaga bumi." kata Aaron di sela-sela mereka makan.
"Baguslah!" ucap Andy setelah minum air putih.
"Tapi yang mulia juga meminta Ayah dan Ibu kembali ke Istana langit!" ucap Aaron yang telah menyelesaikan sarapannya.
"Yang mulia menginginkan ayah dan ibumu ini kembali ke istana langit?" tanya Andy yang minta kejelasannya
"Iya, Ayah!" kata Aaron seraya mengelap bibirnya dengan tisu makan.
"Untuk apa?" tanya Andy penasaran.
"Yang mulia menginginkan Ayah dan ibu menggantikan paman Victor sebagai penasehat yang Mulia Raja Arthur!" jelas Aaron.
Hal itu membuat Andy dan Bocan saling pandang seperti bertelepati.
"Kalau Ayah dan ibu ke istana langit, siapa yang akan mengurus perusahaan dan kios ibu kamu Aston?' tanya Andy yang berpikir keras.
"Bagaimana kalau Tony dan Maggie di panghil ke sini saja Yah! Villa kan bisa di jual atau disewa-sewakan!" usul Aaron.
"Iya Yah, Tony bisa bantu Aaron dalam mengelola perusahaan dan Maggie bisa melanjutkan usaha kios bunga Rosenya!" Kirana yang menambahi.
__ADS_1
"Oke, aku setuju!" ucap Bocan dan Andy pun menyetujuinya.
"Kirana, nanti kamu dan Aaron ke butik yang aku bilang kemarin ya!" ucap Bocan yang mengganti topik pembicaraan mereka.
"Untuk apa Bocan?" tanya Kirana yang benar-benar lupa.
"Ya ampun anak ini! ya fitting baju pengantin lah!" seru Bocan dengan gemasnya.
"Oh iya, ma'af! he..he..!'' ucap Kirana dengan dibarengi cengengesannya
"Oke, kita berangkat sekarang!" ajak Aaron.
"Iya, ayo!" ucap Kirana yang kemudian kemudian berdiri dan melangkahkan kaki mengikuti Aaron.
Mereka pergi ke butik menggunakan mobil milik Kirana.
Sementara Jimmy dan Kelly berangkat kuliah dengan berboncengan naik sepeda motor Jammy.
Sedangkan Andy juga berangkat bekerja dengan menggunakan mobil mewahnya.
Dan Bocan menunggu kios bunga Rose sendirian.
"Oh,sepi sekali pagi ini. Apakah ini akan trus menerus? ah, aku tak tahu, lebih baik aku lanjutkan menyirami bunga-bungaku" ucap Bocan yang mengambil selang air dan mulai menyirami berbagai macam tanamannya.
Sementara itu Aaron dan Kirana sudah sampai di butik langganan Bocan dan yang telah di baju pesani baju pengantin oleh Bocan.
Kirana dan Aaron telah menerima baju pengantin yang sudah dipesankan oleh Bocan.
Mereka berdua kemudian mencoba baju pengantin dan stelan taxido yang berwarna sama dengan baju pengantinnya.
Dan baju-baju itu telah muat di badan Aaron dan juga Kirana,. tanpa harus merubah ukurannya.
Setelah selesai acara fiting baju Pengantin, keduanya kemudian makan di sebuah restoran yang terdapat tempat-tempat untuk berfoto.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1