
"Si..siluman a..atau binatang...!" seru Kirana yang ketakutan.
Nampaklah seekor harimau sudah berada tepat di depan Kirana.
"Pergi...!! pergi....!! jangan ganggu aku..!!" teriak Kirana yang berjalan mundur, untuk menghindar dari harimau tersebut.
"Brugh...!!"
Kirana jatuh terduduk dan harimau itu bersiap menerkam Kirana.
Tiba-tiba muncul cahaya biru dari dalam tubuh Kirana.
"Aaarghh....! cahaya apakah itu..!!" seru harimau itu yang ternyata siluman.
Pedang Awan muncul dari dalam tubuh Kirana dengan cahaya kemilau birunya.
"Pedang Awan..! dia keluar sendiri dari dalam tubuhku..?" Kirana yang takjub dan penasaran.
"Pedang itu...! Apakah nona salah satu dari empat orang yang memulihkan kondisi kerajaan siluman..?" tanya siluman harimau itu yang mulai tenang.
"Eh, i..iya...! dari mana kau tahu, dan siapa kamu..?" tanya Kirana yang masih ketakutan namun penasaran.
"Aku kaki siluman rajawali, aku telah di bebaskan oleh siluman rajawali karena sebagian tubuhku dan tubuh siluman Rajawali di tahan dalam mustika siluman ular kobra itu." jelas siluman harimau yang kemudian dia duduk, yang menandakan dia jinak.
"Berarti kaki siluman rajawali kemarin yang berwujud kaki Harimau itu kaki kamu..?" tanya Kirana penasaran.
"Iya, itu kaki saya..!" jawab siluman harimau itu.
"Terus tujuan kamu kemari untuk apa..?" tanya Kirana penasaran.
"Aku di tugaskan Raja Siluman selain mencari kalian, juga mau menumpas siluman yang membuat komunitas sendiri, yang visi misinya menggulingkan Raja siluman yang sekarang." jelas siluman harimau.
"Oh..semacam kudeta..?" tebak Kirana.
"Iya begitulah kalau di istilah manusia." jawab siluman harimau yang memandang Kirana tak setajam awal bertemu tadi.
Kirana menganggukan kepalanya pertanda paham yang di maksudkan siluman harimau.
"Siluman harimau, bisa bantu aku tidak..?" tanya Kirana pada siluman harimau.
"Ohw tentu bisa, ayo naiklah ke punggungku nona...!!" jawab siluman harimau yang sudah pasang badan.
"Ta..tapi aku takut..!!" ucap Kirana yang ragu-ragu.
"Jangan takut nona, anda di jaga pedang awan yang sakti. Kalaupun aku akan mencelakaimu, pedang Awan pasti akan membunuhku lebih dulu..!!" jelas siluman Harimau yang mengulas senyum namun terlihat seram bagi Kirana.
Pedang Awan kemudian masuk kembali ke dalam tubuh Kirana.
Dan gadis itu dengan hati-hati naik ke punggung siluman harimau.
"Pegangan yang kuat nona, aku akan berlari..!" seru siluman harimau itu.
"I..iya..!!" balas Kirana.
Siluman harimau itu kemudian berlari dengan kencang menyusuri jalan dan meninggalkan hutan belantara itu.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di pinggir jalan raya.
"Siluman harimau, bagaimana jika ada orang yang melihatmu..? pasti mereka akan ketakutan..!!" ucap Kirana saat mereka berhenti dan Kirana turun dari punggung siluman harimau itu.
__ADS_1
"Jangan khawatir nona, aku akan membuat diriku tak tampak oleh mata awam. Dan hanya nona lah yang dapat melihatku." balas siluman Harimau itu.
"Begitu ya..!!" kata Kirana.
Dan mereka meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki.
Tiba-tiba ada dua sepeda motor yang di tumpangi empat orang laki-laki bertubuh kekar berhenti di hadapan Kirana.
"Mau apa mereka..?" bisik Kirana pada siluman harimau.
"Yang jelas mereka bukan orang baik nona..!!"seru siluman harimau yang menatap empat orang itu dengan tajam.
"Hei..nona..! mau kemana kamu..?" tanya salah satu dari mereka.
"Aku mau pulang..! mau apa kalian..?" tanya Kirana yang pura-pura berani.
"Aku mau kamu temani kami malam ini..!!" seru laki-laki itu yang sepertinya dia pemimpin mereka.
"Cihh...! seperti tak ada kerjaan lainny saja..!!" umpat Kirana yang membuat keempat laki-laki itu tersulut emosinya.
"Oh, kau mau di perlakukan kasar ya nona..!!" seru laki-laki yang lainya seraya berusaha membelai rambut Kirana.
Gadis itu menghempaskan tangan laki-laki itu dan kemudian menghadiahi laki-laki itu pukulan tepat di ulu hati laki- laki itu.
"Bugh..!!"
"Aaagh...!!"
Laki-laki itu mengerang kesakitan.
"Oh..galak juga dia..!!" seru laki-laki lainnya yang kini bersiap menyerang Kirana.
"Hop hiaaat...!!"
"Baaghh...!!"
"Bagh...!!"
"Aaaaghhh...!!"
Kembali Kirana bisa memukul ulu hati lawannya.
Dan dua orang lainnya tak terima, mereka mengeroyok Kirana.
"Kurang ajar, dasar gadis tak tahu diri..!! mati kau...!!" seru mereka dan menyerang Kirana tanpa memberi sedikit waktu Kirana mengatur nafas.
"Baaghh...!!"
"Bagh...!!"
"Plaaakkk....!!"
"Aaaaghhh....!!"
Salah satu dari mereka berhasil menampar Kirana, dan Kirana terhuyun-huyun namun masih bisa mengatur keseimbangannya.
"Aaghh, kurang ajar..!!" umpat Kirana saat menyeka sudut bibirnya yang berdarah.
"Nona, kau tak apa-apa..?" tanya siluman harimau yang sedari tadi melihat perkelahian itu.
"Lumayan...lumayan sakit..!!" jawab Kirana yang kembali dengan posisi besiap menyerang.
__ADS_1
"Ayo menyerah saja kamu gadis cantik..! dari pada kamu terluka nantinya..!!" celetuk laki-laki yang menampar Kirana tadi.
"Apa kau bilang..? menyerah..! tidak akan..!!" seru Kirana yang hendak memanggil pedang Awan, namun siluman harimau telah menampakkan dirinya.
"Grrrr....!!"
Ke empat laki-laki itu terkejut dan ketakutan saat melihat siluman harimau itu.
Mereka tunggang langgang dan pergi tanpa pamit meninggalkan Kirana dan siluman harimau.
"Ha...ha...!! kalau tahu mereka juga penakut, seharusnya kamu muncul lebih awal siluman harimau..!!" ucap Kirana seraya tertawa terbahak-bahak.
"Ha..ha..iya, mereka hanya beraninya pada gadis yang jalan sendirian..!!" seru siluman harimau yang ikut tertawa.
"Sudah-sudah..! ayo kita lanjutkan perjalanan..! aku takut kalau Alexander menemukan kita..!!" ucap Kirana seraya melangkahkan kaki, melanjutkan perjalanan dan siluman harimau mengikutinya.
"Alexander..? siapa dia..?" tanya siluman harimau itu yang mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah Kirana.
(Mohon maaf author pakai visual ini, karena tidak menemukan visual yang sesuai gambaran Author)
"Alexander itu dulu mantan kekasih aku, namun sekarang dia sangat berubah. Aku tadi sempat melihat dia menggigit leher anak rusa dengan lahapnya. Pokoknya ngeri deh..!!" jelas Kirana.
"Menggigit leher anak rusa..?" tanya siluman harimau itu dengan penasaran.
"Iya, aku membayangkan kalau yang di lakukan Alexander itu seperti drakula, vampir atau he..he..siluman..!!" jawab Kirana yang menoleh pada siluman harimau.
Siluman harimau terus menatap ke depan, dia sedang berpikir.
"Hmmm....! Apa dia ada hubungannya dengan siluman kelelawar ya..?" gumam siluman harimau yang tetap melangkahkan kakinya bersama Kirana saat matahari hendak ke peraduan.
"Siluman kelelawar..?" tanya Kirana yang penasaran.
"Iya, kalau memang ada hubungannya dengan siluman kelelawar, sebaiknya nona jangan berada di jalan yang sepi ini. Dia akan mudah menemukan anda nona...! naiklah ke punggungku kembali nona..! kita cari perkampungan..!!" seru siluman harimau yang kemudian siap pasang badan, agar Kirana bisa menaikinya.
"Baik..!!" ucap Kirana yang kemudian naik ke atas punggung siluman harimau.
"Pegangan nona..!!" seru siluman harimau itu yang mempercepat langkahnya dengan berlari sekencang-kencangnya.
Dan Kirana mempererat pegangannya.
Matahari sudah benar-benar tenggelam, dan nampak di depan Kirana dan siluman harimau banyak cahaya lampu.
"Itu seperti perkampungan Nona..!!" seru siluman harimau.
"Iya, berhenti di sini..! aku takut kalau ada warga yang tahu tentang kamu, mereka akan ketakutan. Dan kamu sebaiknya menghilang kembali..!!" pinta Kirana.
"Baik nona..!" ucap siluman harimau itu yang kemudian berhenti dan menurunkan Kirana dengan pelan-pelan.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...