Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Balas Dendam Ginna: Ekin Turun ke Bumi


__ADS_3

Sementara itu di Istana langit.


Aaron dan Sheila sudah sampai di istana langit.


Kemudian Aaron melaporkan semua kejadian pada saat melakukan misi yang di tugaskan padanya, kepada Yang Mulia Arthur.


"Kerja bagus Aaron, kamu memang bisa diandalkan" kata Yang Mulia Arthur dengan senyum bangganya.


"Terima kasih yang Mulia, hamba masih dalam tahap belajar, masih kalah jauh di bandingkan dengan ayahanda Raymond Yang Mulia," ucap Aaron yang merendah.


"Ha..ha...! bagus Aaron pertahankan lah sikap merendah kamu itu.!" kata Yang Mulia Arthur.


Tiba-tiba saja muncul Ratu Flower muncul di samping Raja Arthur.


"Permaisuriku, kamu membuatku terkejut!" seru Raja Arthur yang menatap permaisurinya itu.


"Ma'afkan hamba paduka yang Mulia, hamba membawa kabar genting dari bumi." ucap Ratu flower yang nampak tegang.


Aaron dan Raja Arthur pun terkejut dan penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh Ratu Flower.


"Ada apa permaisuriku?" tanya raja Arthur seraya menatap permaisurinya.


"Rosa mengabarkan kalau saat ini, Luna sedang di teror siluman. Ada dendam lama, yang mengharuskan Ekin untuk turun ke bumi." jelas Ratu flower.


"Luna, Ekin dan dendam lama? apakah tentang kejadian di dunia siluman?" tanya Aaron penuh selidik.


"Mungkin saja!" kata Sheila yang sedari tadi diam saja.


"Ada yang menyinggung namaku?" tanya seorang pemuda yang baru saja masuk bersama seorang pemuda lainnya.


Mereka adalah Ekin dan Leon yang baru saja selesai belajar tentang tata negara.


"Ekin..!" panggil Ratu Flower yang kemudian memeluk putra tirinya itu.


"Ada apa bunda permaisuri? apakah ada hal penting yang harus hamba lakukan?" tanya Ekin yang penasaran.


"Kamu harus ke bumi sekarang juga!" perintah Ratu Flower saat melepaskan pelukannya.


"Kebumi? tentu saja bunda, akan segera ananda lakukan" ucap Ekin dengan wajah berseri.


"Apa ke bumi? tidak boleh!" seru seorang wanita yang tak lain Selena.


"Tapi bunda, Ananda rindu sekali dengan calon menantu ibunda" kata Ekin memohon.


"Selirku Selena, jika keadaan di bumi sangat membutuhkan Ekin, relakan dan restuiputramu untuk kembali ke bumi." kata Yang mulia Arthur.


"Kalau begitu apa gunanya Aaron, di bumi kan sudah ada Tony, Raymond dan Rosa! kenapa masih butuh Ekin?tanya Selir Selena yang tak rela.


"Adikku selir Selena, apa kamu tahu siapa yang meneror calon menantumu?" tanya Ratu Flower yang menghampiri Selir Selena.


"Apa maksudmu kakak Permaisuri?" selir Selena yang ganti bertanya.

__ADS_1


"Informasi yang Rosa berikan, kalau Luna di teror seseorang yang mempunyai racun ular kobra. Dan semua beranggapan kalau itu anak dari Ratu siluman ular kobra dan siluman Naga laut. Karena menurut siluman kura-kura sebelum dia wafat, mereka berdua mempunyai seorang putri yang keturunan ular kobra " jelas Ratu Flower yang menempuh pundak selir Selena.


"Betulkah begitu?" tanya selir Selena seraya menatap suami dan putra ya.


"Dan kedua laki-laki beda Usia itu menganggukan kepalanya.


"Baiklah, asal kamu janji cepat kamu menikahi gadis itu secepatnya, kalau perlu menikahnya bersama dengan Tony!" pesan Selir Selena.


"Bunda, Siap bunda!" balas Ekin seraya memeluk dan menciumi kedua pipi ibundanya.


"Ekin, sebentar lagi kamu akan jarang mencium ibundamu ini!" ucap Selir Selena sembari tersenyum.


Dan semuanya tersenyum karena merasa lega. Karena akhirnya selir Selena mengijinkan Ekin untuk kebumi.


"Ekin dan kamu Aaron, selesaikan urusan ini dengan secepatnya.!" pesan Yang Mulia Arthur.


"Baik Yang Mulia!" jawab Aaron dan Ekin dengan serempak.


"Apakah aku boleh ikut?" tanya Sheila pada Saat Aaron dan Ekin hendak meninggalkan pertemuan itu.


"Sheila, kamu di sini saja!" ucap Aaron tegas.


"Tapi aku ingin ikut!" seru Sheila manja.


"Sheila, ada tugas penting untuk kamu!"ucap yang mulia Arthur.


"Ba..baik yang mulia!" ucap Sheilla yang meletakan telapak tangan kanannya di bahu sebelah kirinya, dan dia menundukkan kepalanya.


Aaron meniup peluitnya dan datanglah Awan putih kecil.


"Ayo Ekin, kita ke bumi dengan naik awan putih kecil ini" kata Aaron.


"Baiklah!" ucap Ekin yang kemudian mereka naik ke atas awan putih kecil itu.


"Awan, bawa kami ke tempat ibundaku. Kios bunga Rose!" seru Aaron pada Awan putih kecil itu.


"Baik tuan!" jawab Awan putih kecil itu yang kemudian dia dengan membawa


Aaron dan Ekin melesat ke ke bumi.


Dan dalam sekejap mereka sampai di depan kios bunga Rose.


Saat hendak turun, Andy melarang Aaron dan Ekin Aaron untuk turun.


"Kalian jangan turun!" ucap Andy.


"Kenapa Yah?" tanya Aaron penasaran.


"Cepatlah kalian ke Ruko! Maggie menelepon telah terjadi sesuatu di sana!" seru Bocan yang segera menuju ke mobil bersama Andy.


"Ruko! Awan putih kecil, cepat kita kesana!" seru Aaron dan Awan putih kecil itu mengikuti dan Aaron dan mereka menuju ke Ruko bersama Andy dan Bocan yang naik mobil.

__ADS_1


Aaron terus mengarahkan Awan putih kecil itu ke arah tempat dimana dulu dia dan Kirana pernah tinggal.


Aaron dan Ekin telah sampai lebih dulu dari Andy dan Bocan.


"Nampaknya benar-benar terjadi sesuatu di dalam ruko!" seru Aaron yang sudah turun dari awan putih kecil bersama Ekin.


Keduanya melangkahkan kaki menuju ke ruko.


Beberapa langkah Aaron dan Ekin melangkah, terdengar ada yang memanggilnya.


"Kak Aaron dan kak Ekin, tunggu!"


Nampak seorang pemuda keluar dari mobil Tony.


"Jimmy..!" balas Aaron.


"Aku ikut ke dalam kak!" ucap Jimmy yang bergegas menghampiri Aaron dan Ekin.


"Ayo!" ucap Ekin dan ketiganya melangkahkan kaki menuju ruko.


Sementara itu di ruko pasca siluman ular Kobra yang bernama Ginna itu menancapkan taringnya di leher Luna, membuat Luna mengerang kesakitan.


"Aaaghh..! kau bukan Ekin!" racau Luna yang sudah terbaring lunglai diatas lantai.


"Aku memang bukan Ekin, tapi aku adalah Ginna. Putri ratu siluman ular Kobra" balas Siluman ular kobra itu.


"Aku datang untuk menuntut balas atas kematian kedua orang tuaku!" seru Ginna dengan senyum seringainya.


"A..apa putri ratu Siluman ular kobra!" seru Kirana yang tak jauh dari Luna yang terbaring lemah itu.


"Aku akan menghentikan balas dendammu!" seru Tony yang ada di belakang Ginna.


"Apa! ada dewa di sini, lebih baik aku menjauh dari mereka!" gumam dalam hati Ginna yang bersiap untuk kabur dari ruko.


Ginna pun melesat meninggalkan ruko dan Tony mengejarnya.


"Tunggu, jangan lari!" seru Tony yang menambah kecepatannya.


"Lunaaaaa..!!" teriak Kirana yang segera menghampiri tubuh sahabatnya itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2