Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Rindu Oyen


__ADS_3

Setelah Siluman mimpi itu musnah, Kirana bergegas menghampiri Aaron dan Luna yang terluka.


"Aaron...! apa ka..kamu tak apa-apa..?" tanya Kiran yang mendekati tubuh Aaron yang tak berdaya.


"Ki..Kirana..!!" suara serak dari mulut Aaron yang memanggil kekasihnya.


"Sreet..!!"


Kirana menyobek ujung lengan bajunya dan kemudian memangku kepala Aaron.


"Aaron...!! kamu..ka..mu kuat, kamu harus sembuh..! kita keluar dari dunia siluman sama-sama..!!" racau Kirana seraya mengusap darah di mulut Aaron.


"Bersihkanlah dengan air yang di bawa tuan Aaron tadi..!!" seru siluman rajawali yang mengingatkan tentang air dari telaga yang di bawa Aaron.


"Iya ...!!" balas singkat Kirana.


Di bantu sama Ekin, Kirana membersihkan darah di wajah Aaron dan juga dengan Luna.


Dengan menggunakan daun, Kirana menyuapi Aaron dan Ekin juga menyuapi Luna dengan air yang tadi di ambil oleh Aaron.


"Ki..Kirana...am...bilkan muti..ara..!!" ucap lemah Aaron namun di dengar oleh Kirana.


Kirana mengambil kantung yang berisi mutiara siluman yang berada di saku celana Aaron.


Setelah mengambil kantung mutiara siluman itu, Kirana mengambil mutiara siluman warna hitam dan menyuapkannya pada Aaron.


Aaron segera menerima suapan mutiara siluman dari Kirana, dan di bantu dorongan dari air yang menggunakan daun tadi.


Hal itu juga dilakukan oleh Ekin yang menyuapi Luna dengan mutiara siluman warna hitam dari siluman mimpi yang baru saja Ekin dapatkan.


"Kirana, bantu Aaron agar dia duduk bersila Aku akan coba transfer hawa murniku untuk Aaron." seru Ekin karena dia sekarang yang merasa sehat.


"Baik..!!" Kirana membantu Aaron yang tubuhnya kini sedang lemah, untuk duduk bersila.


Dan Ekin juga duduk bersila di belakang Aaron.


Ekin menangkupkan tangannya dan berkomat-kamit, keluarlah sinar kuning yang kemudian dia mendorongnya ke arah punggung Aaron.


"Aaaghh....!!"


Erangan Aaron yang awal menerima transferan hawa murni dari Ekin yang terasa sakit.


"Aaron...!!" Kirana yang khawatir akan keadaan Aaron.


Butir-butir keringat sebesar biji jagung keluar dari dahi Aaron dan Ekin.


Ekin pun telah selesai dengan transfer hawa murninya.


Kedua laki-laki itu kemudian bersemedi memusatkan energi masing-masing agar kembali seperti sebelumnya.


Sedangkan Luna masih terbaring lemas walaupun sudah menelan mutiara siluman warna hitam dari kantung kain Aaron yang kini berada di tangan Kirana.


"Kita sebaiknya istirahat di sini sampai kondisi Nona Luna dan juga Tuan Aaron pulih kembali." usul siluman Rajawali.


"Iya, aku setuju. Bagaimana denganmu Kiran..??" tanya Ekin yang menatap pada Kirana.

__ADS_1


"Aku juga setuju..!!" ucap Kiran yang duduk diantara Aaron dan Luna yang bersandar di pohon yang besar dan rindang.


"Hari mulai gelap, aku akan mencari makanan untuk kita..!" ucap Ekin yang kemudian bangkit dan melangkahkan kaki menuju siluman Rajawali.


"Raja, jaga Kirana dan yang lainnya. Aku tinggal berburu sebentar..!!" ucap Ekin seraya menepuk sayap siluman rajawali.


"Baik tuan Ekin..!!" ucap siluman Rajawali.


Ekin pun melangkahkan kakinya meninggalkan rombongannya dan mulai berburu.


"Aaron...! kenapa tiba-tiba aku rindu sosok Oyen..?" kata Kirana yang memandangi Aaron yang tertidur pulas dengan sedikit hembusan angin, yang menerpa wajahnya.


"Oyen...!" Kirana memegang tangan Aaron dan membayangkan ada Oyen di tangannya.



Kirana membelai lembut tangan Aaron, seolah itu Oyen, si kucing berbulu kuning oranye.



Kembali Kirana membayangkan tingkah lucu dan menggemaskan , kucing Oranye yang kini menjadi Aaron.


"Aaron dan Luna,cepat sembuh ya..!!" ucap lirih Kirana yang mengusap lembut tangan Aaron.


Tak berapa lama Ekin datang dengan membawa dua ekor kelinci yang sudah di bersihkan oleh Ekin


"Aduh, terpaksa makan dengan daging kelinci nih..!" ucap Kirana saat mengetahui apa yang di pegang Ekin.


Satu ekor kelinci di lemparkan ke arah siluman rajawali. Dan satu lagi siap untuk di bakar.


Menu makan mereka malam ini adalah kelinci yang di bakar oleh Ekin.


Selesai makan, mereka pun segera beristirahat. Dan Ekin menjaga mereka bergantian dengan siluman Rajawali.


...****...


Keesokan harinya, pada saat sang Surya memberikan sinarnya yang hangat dari ufuk timur, yang berkilau pada saat menerpa bulir-bulir sejuk embun.


Dengan kicauan burung kecil yang menambah harmoni di pagi hari yang indah untuk memulai hari yang penuh semangat.


Aaron yang tidur di pangkuan Kirana, membuka matanya.


Dilihatnya Kirana yang duduk bersandar penuh kelelahan.


Dan di sisi lain, ada Ekin yang juga tidur dengan memangku kepala Luna, keduanya yang juga nampak kelelahan.


Sementara itu Siluman Rajawali yang juga tidur dengan menyembunyikan kepalanya diantara bulu sayapnya.


"Aargh...!!"


"Kirana..!!"


Aaron bangkit dan berusaha duduk mensejajarkan dirinya dengan Kirana.


Kirana yang terlalu lelah, tak mendengar suara panggilan dari Aaron.

__ADS_1


Aaron kemudian memeluk dan membelai lembut rambut Kirana.


Kirana yang merasakan sensasi hangat pelukan Aaron pun perlahan membuka matanya.


"Aaron...ka..kamu sudah bangun..?" tanya Kirana perlahan dengan menengadah menghadap ke arah Aaron.


"Sudah, baru saja...!!" jawab Aaron yang mempererat pelukannya.


Tak berapa lama Luna, Ekin dan Siluman Rajawali pun bangun dan mereka menghirup udara pagi yang begitu sejuknya.


"Kalian rupanya sudah bangun..?" tanya Aaron yang masih mendekap tubuh Kirana.


Yang hal itu membuat Ekin yang pernah menyukai Kirana dan Luna yang pernah menyukai Aaron begitu canggung.


"Iya, ayo sebaiknya kita tinggalkan tempat ini. Kita jalan sekalian mencari sarapan." ucap Ekin yang kemudian bangkit dari duduknya.


Aaron pun membangunkan Kirana dan Luna juga perlahan-lahan bangkit dari duduknya dan kini berdiri.


Sedangkan siluman Rajawali yang juga sudah bangun, ikut melangkahkan kakinya meninggalkan tempat yang semalam mereka menginap di bawah pohon yang rindang itu.


Mereka berjalan menyusuri jalan setapak,tak ada binatang maupun siluman yang bisa di tanyai maupun yang di santap mereka.


"Krusek....krusek...!"


Telinga Aaron menangkap sesuatu suara yang diyakini bukan siluman, tapi tetap membuat Aaron penasaran.



"Itu burung puyuh...!! lumayan untuk sarapan kita...!! seru Aaron yang kemudian dia menangkapnya dan segera membersihkannya.


Sementara Ekin membuat perapian untuk membakar burung puyuh itu.


Menu sarapan mereka kali ini adalah puyuh panggang.


"Lantas kita akan kemana lagi, siluman Rajawali..?" tanya Aaron yang penasaran, dengan lawan seperti apa yang akan di hadapinya nanti.


"Kita terus saja ke arah bebatuan itu, karena itu jalan singkat menuju ke istana." kata Siluman Rajawali.,


Mereka pun melangkahkan kaki ,sesuai arah petunjuk siluman rajawali.


...~¥~...


Mohon ma'af kalau Upnya tak menentu, karena kesibukan Author di dunia nyata.


Yuk dukung Chat Story' Author..



...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan ...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...Bersambung...


__ADS_2