
"Aaron, cerita dong siluman apa yang pertama kali kamu bunuh..?" tanya Ekin penasaran.
"Iya, aku juga penasaran..?" kata Leon dengan semangat.
"Kalian berdua ini ya, pingin tahu saja...!!" seru celetuk Yang mulia Raja Arthur saraya tersenyum.
"Ah ..ayahanda...! Ayahanda juga ingin tahukan..?" tanya sekaligus goda Leon pada ayahandanya yaitu Yang mulia Raja Arthur.
"Baiklah akan saya ceritakan..!" sahut Aaron seraya mengulas senyum.
📆Flashback On.
Oyen yang di tinggal sendiri di dalam ruko, mendengar sesuatu di lantai dasar ruko.
Perlahan Oyen menuruni tangga dengan khawatir.
Di lihatnya sedang bermain kejar-kejaran di bawah.
Tak sengaja, dia melihat seseorang yang memilih-milih baju yang di jual Kirana.
"Siluman tikus..!! ini kesempatanku mendapatkan mutiara, kesempatanku untuk menjadi wujudmu semula dan aku bisa menyelidiki siapa yang meracuni putri Leony." gumam Oyen dalam hati.
Oyen kemudian mengeluarkan kuku-kuku tajamnya dan membuat ancang-ancang untuk melompat.
Dan benar Oyen pun melompat ke punggung wanita berkepala tikus itu dan mencakar dan mengigitnya sekuat tenaganya.
Namun wanita berkepala tikus itu mengibaskan tangannya ke arah Oyen fan seketika Oyen terlempar ke lantai.
Oyen tak gentar, dia melompat lagi dan kali ini mengarah ke muka wanita berkepala tikus itu dan beberapa kali mencakarnya.
Dan intuk ke sekian kalinya, Oyen di lempar oleh wanita berkepala tikus itu.
Si Oyen tak menyerah, dia mundur beberapa langkah membuat ancang-ancang kembali.
Dan "happ..!" Oyen hinggap di punggung Wanita berkepala tikus itu, Oyen merayap menuju ke leher lawannya dan kemudian menggigit leher wanita berkepala tikus itu.
Lumayan cukup lama perjuangan Oyen, dan akhirnya ada hasilnya juga.
Wanita berkepala tikus itu tumbang dan banyak darah di sekitar leher dan wajahnya.
Oyen pembalikkan tubuh wanita berkepala tikus itu yang tadinya tengkurap menjadi terlentang.
Beberapa detik kemudian keluar mutiara putih dari mulut wanita berkepala tikus
Oyen pun segera menangkap dan menelan mutiara putih tersebut.
"Yeack..!" seru Oyen yang merasa jijik..
Tiba-tiba munculah Aura kuning keemasan dari tubuh Oyen.
Oyen yang semula seekor kucing kecil berwarna oranye, kini berubah wujud seperti manusia.
Oyen yang berubah menjadi Aaron, antara senang dan kaget, senang karena telah berubah wujud walaupun sementara, kaget karena dia saat ini tanpa berbalut apapun alias telanjang.
Segera dia mencari pakaian laki-laki yang ada di ruko.
"Baiklah pakai ini saja..!" gumam Aaron yang menemukan satu stell baju yang muat untuk dia pakai.
📆Flackback Off.
__ADS_1
"Wah repot juga ya jadi kucing kutukan....!!" celetuk Kity si kucing putih yang tadi datang bersamaan dengan Archie si kucing hitam.
" ya begitulah...!!" seru Aaron seraya mengulas senyum.
"Ekin coba kamu ceritakan awal kamu jatuh ke bumi, yang jelas ya..!!" seru Yang mulia Arthur yang sembari tersenyum.
"Betul, aku juga penasaran,.." kata selir Selena yang penasaran juga.
"Apa sih bunda ikut-ikutan,...! he...he...!' goda Ekin pada ibunya.
"Baiklah, ini ceritanya pada saat Aku, kanda Leon dan paman Raymond melawan Smoug saat di perjalanan menuju kediaman paman Raymond." kata Ekin yang kenu Dian dia ber cerita.
.📆Flashback on.
Saat pertarungan dimana Raymond, ayah Aaron melawan Smoug saat akan mencari Aaron.
"Kita lawan sama-sama paman..!!" seru Leon dan Ekin.saat mereka sudah bisa menyusul Raymond.
"Iya..!" jawab Raymond sambil menganggukkan kepalanya.
Akhirnya mereka bertiga menyerang Smoug bergantian.
Sekarang Smoug yang kewalahan dan terluka parah.
Dengan sisa-sisa kekuatannya, Smoug menggunakan jurus terakhirnya, yaitu Nafas Naga.
Smoug mengarahkan serangannya pada Leon dan Ekin yang saat itu berdekatan.
Raymond yang juga dengan sisa-sisa kekuatannya menghalangi dan melawan jurus Nafas naga dari Smoug.
Keduanya mengeluarkan gelombang yang dahsyat, yang mengakibatkan orang yang di sekitarnya pun merasakannya.
Ekin terlempar turun ke bumi hingga membentuk bola api.
Dan bola api yang ada Ekin di dalamnya itu, masuk ke pusaran air yang begitu menyeramkan.
"Augghh...!! aaaaghh..!!!" erangan Ekin yang merasakan tubuhnya yang luar biasa sakitnya.
"Boouummmm.....!!"
Tubuh Ekin mendarat di sebuah dunia yang asing baginya.
"Tempat apa ini..!! tubuhku..aaghh...!!" gumam Ekin yang kesakitan dan Ekin pun pingsan.
Kurang lebih ada tiga harian Ekin pingsan, dia di rawat siluman kura-kura tua yang sudah berusia sudah ratusan tahun.
Walaupun sudah tua, dia begitu telaten merawat Ekin.
Siluman kura-kura itu membuat ramuan khusus untuk luka luar Ekin.
Perlahan Ekin membuka matanya dan melihat ke sekitarnya, melihat situasi dan kondisinya.
"Kau sudah bangun rupanya..?" tanya siluman Kata siluman kura-kura, seraya memberi air minum putih untuk Ekin.
Ekin pun menerima dan meminumnya.
"Aku ada di mana..?" tanya Ekin lirih.
"Kamu ada di dunia Siluman..!!" jawab siluman kura-kura yang berwujud seorang kakek yang menggendong tempurung kura-kura.
__ADS_1
"Dunia siluman..?" tanya Ekin yang penasaran.
"Iya dan kau seorang dewa ya..?" jawab sekaligus tanya siluman kura-kura itu.
"Iya kakek kura-kura..!" jawab Ekin yang menghormati siluman kura-kura yang menolongnya itu, walau pun dia seorang dewa.
"Hm.... lukamu sangat parah..!! nampaknya kawanmu sungguh luar biasa ilmunya, mengingat ilmu kamu juga tinggi." kata siluman kura-kura itu yang bisa merasakan energi yang ada pada Ekin.
"Lawanku...seorang anak iblis..! kami bertiga terpental secara berpencar kala menghadapinya..!!" jelas Ekin sambil memegang dadanya yang sangat sakit.
Siluman kura-kura melihat hal itu, dan dia memeriksa keadaan Ekin dengan seksama.
"Kau butuh mutiara siluman warna hitam untuk memulihkan luka dalammu. Luka dalammu sangat parah..!!" jelas siluman kura-kura dengan menatap Ekin.
"Caranya bagaimana..??" tanya Ekin yang penasaran.
"Kau harus bunuh siluman, bisa saja aku..! he..he..!!" jawab sekaligus canda siluman Kura-kura.
"Aku bukan Iblis yang tak tahu balas Budi, jadi tak mungkin aku membunuhmu kakek..!!" ucap Ekin yang bersandar di ranjang yang berbentuk batu itu.
Karena saat ini Ekin berada di istana siluman kura-kura di dalam goa bawah laut.
"Oiya, Siapa nama kamu nak..?" tanya siluman kura-kura itu yang kini duduk di tepi ranjang dan tepat di samping Ekin.
"Ekin, julukan saya dewa bintang..!!" jawab Ekin lirih karena menahan rasa sakitnya.
"Hmm...Rupanya kau putra Dewi bulan..!!" kata siluman kura-kura seraya mengusap kening Ekin.
Dan Ekin merasa heran, karena siluman Kura-kura mengenal ibunya.
"Anda mengenal ibuku .??" tanya Ekin yang penasaran.
"Aku mempunyai istri siluman naga putih, dan istriku meninggal saat berjuang melahirkan putraku yang ternyata mempunyai kekuatan yang besar sejak lahir. Dia adalah siluman naga laut. Putraku tumbuh dengan wajah yang tampan dan gagah perkasa, sehingga banyak gadis yang ingin menjadi pendampingnya. Dua gadis diantaranya dari kalangan Dewi dan siluman." cerita siluman kura-kura secara pelan-pelan.
"Seorang Dewi dan siluman .?" tanya Ekin yang semakin penasaran.
"Iya, sang Dewi itu adalah ibumu..Selena sang Dewi bulan..!" jawab Siluman kura-kura itu dengan wajah sedih.
"Ibu..?" Ekin yang terkejut akan kisah ibunya.
"Betul, dan ibumu itu bersaing dengan Siluman ular yang kini menjadi ratu para siluman.
"Sebetulnya aku berharap Ibumu yang jadi menantuku..! Ternyata putraku telah memilih siluman ular itu." ucap Siluma kura-kura itu yang sedikit kecewa.
"Sudahlah kakek, berarti memang belum berjodoh" kata Ekin yang mencoba menenangkan siluman kura-kura.
"Telanlah mutiara hitam ini, kebetulan aku masih punya dua..! untuk kamu saja, dan setelah ini kamu harus usaha sendiri..! memburu para siluman untuk mendapatkan mutiara hitamnya." kata siluman kura-kura seraya memberikan dua mutiara siluman warna hitam.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...