Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Ginna dan Teivel yang memperdayai Luna


__ADS_3

Ginna dan Teivel masih berada di posisi mereka, untuk mengintai suasana kios bunga Rose.


"Kita tunggu situasinya , jika ada kesempatan kita perdayai para gadis-gadis itu!" seru Teivel yang terus memperhatikan gerak-gerik penghuni kios bunga rose itu.


Matahari telah bergulir ke barat, dan waktunya menutup kios bunga Rose dan para gadis berpamitan untuk pulang ke Ruko.


"Kak El, mereka akan pergi!" seru Ginna pada Teivel saat mereka masih mengawasi para gadis di Kios Bunga Rose itu.


"Kami pamit ya Bocan!" ucap Kirana seraya mengulurkan tangan pada Bocan dan Andy dan di ikuti yang lainnya.


"Iya hati-hati kalian ya!" pesan Bocan.


"Iya Bocan, daa.. Bocan dan Ayah Andy!" pamit Kirana seraya melambaikan tangannya.


"Daa Bocan, tuan Andy!" pamit Luna dan Maggie yang juga melambaikan tangan mereka


"Iya hati-hati!" balas Bocan yang juga melambaikan tangannya.


Dan ketiga gadis itu masuk ke dalam mobil Tony, dan Tony sudah duduk di belakang kemudi menunggu ketiga gadis itu masuk ke dalam mobil.


"Sudah masuk semua!" seru Tony seraya melihat kearah para penumpangnya.


"Sudah..!" jawab ketiga gadis itu kompak.


Tony segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.


"Aku jadi was-was dengan si peneror itu!" kata Maggie yang duduk di samping Tony.


Maggie semula tak percaya adanya si peneror itu, kini akhirnya mempercayainya.


"Iya, semoga saja tidak meneror kita saat di ruko nanti!" ucap Kirana.


"Iya, nggak bisa bayangin deh! kita tidak akan bisa tidur semalaman!" ucap Luna yang sangat cemas.


"Bisa saja kalian!" ucap Tony yang menggelengkan kepala seraya tersenyum.


"Ton, kamu tidur di ruko saja ya!" kata Maggie dengan memohon.


"Apa? nggak boleh!" seru Luna.


"Kenapa?" tanya Tony seraya menengok ke spion atas untuk melihat kedua penumpangnya.


"Bikin kita ngiri saja!" seru Luna dan Kirana kompak.


Maggie dan Tony saling pandang dan tertawa, karena berhasil mengerjai kedua sahabatnya itu.


Tanpa mereka sadari, Teivel dan Ginna mengikuti mereka dalam wujud asap hitam yang melesat diantara kendaraan-kendaraan yang searah dengan jalur yang di tempuh mobil yang di kemudikan Tony.


Tak berapa lama, mobil yang di kendarai Tony sudah menepi di depan ruko.


"Akhirnya kita sampai juga!" ucap Kirana yang merasa lega.

__ADS_1


Tiga gadis dan satu laki-laki keluar dari mobil, mereka melangkahkan kaki menuju kedalam ruko.


"Mereka telah sampai, kita tetap berada di sini. Agak menjauh, karena dewa Halilintar itu bisa merasakan keberadaan kita!" kata Teivel yang memberi pengertian pada Ginna.


"Iya kak!" jawab Ginna yang tetap berada di samping Teivel.


Beberapa jam kemudian, malam telah larut. Terdengarlah percakapan dua orang pemuda di depan Kios.


"Oiya Jim, masukkan motor kamu ke dalam ruko, kita tidur di dalam mobil" perintah Tony.


"Baik kak Tony!" ucap Jimmy dan adik Kirana itu melakukannya.


Jimmy melakukan perintah Tony. Dan memasukan sepeda motornya ke dalam ruko.


Tony dan Jimmy masuk dan tidur di dalam mobil Tony.


Mungkin karena kecapekan, mereka semuanya kemudian tertidur dengan pulasnya.


Mereka tak menyadari kalau Ginna yang merubah dirinya menjadi ular Kobra dan Teivel merubah dirinya menjadi asap, perlahan-lahan telah menyusul masuk ke dalam ruko.


Keduanya pun mulai bereaksi.


"Aku panggil jiwa gadis yang bernama Luna itu, dan kamu bersiaplah dengan menyamar sebagai kekasih gadis itu." jelas Teivel dan Ginna pun mengerti.


Ular Kobra itu merayap menuju ke lantai atas melewati beberapa anak tangga.


"Aku akan menghabisi gadis itu!" seru siluman ular kobra itu yang berusaha menerobos pagar dewa yang dibuat oleh Tony.


"Ah sial! ada pagar dewa yang melindunginya? bagaimana agar aku bisa masuk?" ucap siluman


ular kobra itu dengan geram.


"Rubahlah dirimu menjadi kekasih Luna, aku akan panggil jiwanya supaya dia sendiri yang keluar dari pagar gaib ini. Bukan kita yang masuk, karena aku sudah menduga hal ini pasti akan terjadi!" jelas Teivel yang terus memandangi gadis yang bernama Luna yang terbaring di tepat tidur bersama kakak tirinya Maggie.


"I..iya kak El!" jawab Ginna yang kemudian dia berkomat-kamit untuk merapalkan mantera.


Dan berubahlah dirinya menjadi sosok laki-laki yang mirip dengan Ekin kekasih Luna.


Tak berapa lama Teivel memejamkan kedua matanya dan merubah dirinya menjadi kepulan asap yang hitam.


Dan terdengarlah suara yang memanggil Luna, yang hanya bisa di dengarkan oleh gadis yang bernama Luna.


"Luna... Luna... aku datang! aku datang sayang, aku merindukanmu..!" suara Teivel itu telah masuk ke alam mimpi Luna.


Luna yang dalam keadaan mata tertutup bangkit setelah mendengar suara yang mirip dengan suara Ekin itu.


"Ekin, itukah kamu?" racau gadis yang bernama Luna itu dalam tidurnya yang seolah dia melihat Ekin.


"Iya, kemarilah sayang. Aku rindu kamu, Luna... Luna...!" suara Ekin itu terus memanggil Luna.


Luna terus berjalan dan menerobos pagar dewa yang di buat Tony.

__ADS_1


Tiba-tiba tubuh gadis yang bernama Kirana bergetar hebat.


Cahaya biru keluar dari tubuh kekasih Aaron itu.


Kirana kemudian terbangun, merasakan guncangan hebat dari dalam tubuhnya.


"Apa yang terjadi padaku?" tanya Kirana yang bangkit dari tidurnya dengan posisi duduk.


"Pedang awan! Lu..Luna berhenti!" seru Kirana yang merasakan seperti di bangunkan oleh benda yang ada dalam tubuhnya, dan beberapa detik kemudian gadis yang bernama Kirana itu menyadari apa yang telah terjadi.


Kirana mengambil ponselnya dan segera menelepon Tony yang berada dalam mobil, di luar Ruko.


Sementara itu Luna yang dalam kondisi tidak sadar karena dia sedang bermimpi, melangkahkan kakinya menghampiri sesosok laki-laki yang menyerupai Kekasihnya.


"Ekin..Ekin sayang!" racau Luna yang amat sangat merindukan Ekin.


Luna kemudian memeluk sosok manusia yang menyerupai Ekin itu dan sosok yang menyerupai Ekin itu tak lain adalah Ginna, menyambut pelukan Luna dengan senang hati.


Tanpa di sadari Luna, Ekin palsu itu mengeluarkan taringnya dan menancapkannya di leher jenjang Luna dan kemudian menghisap darah Gadis yang telah dia perdayai itu.


"Aaargghhh...!!"


Luna mengerang kesakitan, dan pada akhirnya tubuhnya lunglai lemas dan jatuh ke lantai.


.


Tak berapa lama datanglah gadis yang bernama Kirana dengan perasaan terkejut saat melihat apa yang terjadi pada sahabatnya Luna.


Di sisi lain laki-laki yang bernama


Tony membuka pintu ruko dan mulai


masuk dalam ruko.


Tony pun terkejut seperti halnya dengan Kirana saat melihat sahabat mereka Luna memeluk seekor ular kobra dan ular itu telah menancapkan kedua taringnya tepat di leher Luna.


Tak berapa lama Luna jatuh dengan lunglai di atas lantai.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2