Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Misi ke Pegunungan Awan Putih


__ADS_3

Sementara itu, Aaron melesat ke atas langit bersama Awan putih kecil yang di pinjamkan Ratu Flower padanya.


"Awan putih kecil, bisa pelan sedikit? aku mau duduk." kata Aaron yang kemudian duduk dan sambil membuka gulungan misinya.


Awan putih kecil itu menuruti perkataan Aaron. Dia mengurangi kecepatannya.


"Misi pertama, hm....! Pegunungan Awan Putih!" ucap Aaron dan seketika awan putih kecil itu berhenti.


"Hei, kamu kenapa awan?" tanya Aaron yang penasaran.


"Tuan, itu desa kelahiranku!" tiba-tiba terdengar suara imut seperti suara anak kecil di sekitar Aaron.


"Awan putih kecil? apa itu kamu yang berbicara?" tanya Aaron yang penasaran seraya melihat ke sekitarnya.


"Iya, ini saya tuan. Awan putih kecil!" jawab Awan Putih kecil itu pada Aaron.


"Ternyata kamu bisa berbicara?" tanya Aaron yang masih penasaran.


"Iya, aku hanya mau berbicara tidak pada setiap orang!" kata Awan putih kecil itu pada Aaron.


"Oh, begitu ya? lantas ada apa dengan desa kelahiranmu ini? kenapa aku di tugaskan di sini? '" tanya Aaron yang penasaran, karena tak ada catatan sama sekali perihal Pegunungan Awan putih.


"Mungkin anda di tugaskan mencari tahu, penyebab kenapa awan di sekitar pegunungan Awan putih sekarang ini tak seperti awan di kota lain. Padahal dahulu awan di sekitar pegunungan itu, terkenal sangat putih dan bersih." jawab Awan putih kecil itu.


"Apakah di sekitar pegunungan terdapat pabrik-pabrik?" tanya Aaron yang penasaran.


"Kurang tahu tuan? karena ibuku menyerahkan ku pada Ratu Flower karena takut kalau aku kena imbas asap menghitam itu!" jelas Awan putih kecil itu.


"Baiklah! kita akan cari tahu, apa yang terjadi di sana"kata Aaron yang kemudian menggulung kembali gulungan misinya yang kemudian dia ikat di punggungnya.


Aaron kemudian bangkit dari duduknya dan mengatakan pada Awan putih kecil untuk mempercepat jalannya.


"Awan putih kecil! ayo tambah kecepatan lagi!" seru Aaron yang kemudian berdiri dengan posisi tegak.


"Baik tuan!" balas awan putih kecil.


Dan kini Awan putih kecil itu melakukan perintah tuannya, dia melesat dengan kencang ke arah desa kelahirannya.


Tak berapa lama, terlihat dari kejauhan sebuah gunung yang di kelilingi oleh awan yang menghitam.

__ADS_1


"Kamu benar Awan putih kecil! awan di sekitar gunung itu menghitam.!" seru Aaron yang semakin penasaran dengan keberadaan awan yang menghitam.


" Awan putih kecil, kita turun di tanah lapang itu !" seru Aaron seraya menunjuk ke arah tanah lapang di depannya.


"Baik Tuan!" balas Awan putih kecil yang bersiap untuk terbang merendah menuju ke tanah lapang.


Setelah berhenti, Aaron mencoba merasakan dan menghirup udara di sekitar.


"Aromanya begitu pekat! ini tidak baik untuk kesehatan!" gumam Aaron yang kemudian diam untuk berpikir.


"Dewa Bumi..!!" seru Aaron yang kemudian meletakkan jari telunjuk dan jari tengah di pelipis mata sebelah kanannya.


Aaron berkonsentrasi merapalkan mantra dan menyebut nama Dewa Bumi.


"Dewa bumi, datanglah..!!" ucap Aaron seraya menghentakkan kakinya.


Muncullah laki-laki tua dengan jenggot putih yang panjang, mengenakan topi hitam atau keemasan dan jubah merah atau kuning, yang menegaskan kedudukannya sebagai seorang birokrat. Ia membawa tongkat kayu di tangan kanannya dan batang logam emas di tangan kirinya yang keluar dari tanah di depan Aaron.


"Ada gerangan apa Dewa Perang memanggil hamba?" tanya dewa bumi itu seraya mengusap-usap janggutnya yang putih itu.


"Dewa bumi, saya mau tanya! Apa kamu tahu kenapa awan itu hitam?" tanya Aaron pada dewa Bumi.


"Oh, awan menghitam itu karena di wilayah pegunungan Awan putih, berdiri beberapa pabrik yang mengeluarkan limbah yang sangat menyengat." jawab Dewa Bumi seraya berjalan mendekat kearah Aaron.


"Hmm...! apa kemungkinan ada penyebab lainya?" tanya Aaron yang masing penasaran.


"Ada kebakaran hutan yang diakibatkan banyak yang membuka lahan baru di sekitar hutan." jawab Dewa bumi.


Kenapa kamu tidak mencegah atau melawan mereka dewa Bumi?" tanya Aaron penasaran.


"Aku pernah berupaya demikian, namun mereka mendapat bantuan dari para siluman." jawab Dewa Bumi yang tak bisa menyembunyikan rasa menyesalnya.


"Siluman? siluman apa?" tanya Aaron yang penasaran.


"Di pabrik-pabrik itu terdapat siluman kera dan siluman kuda mereka adalah siluman pesugihan pabrik-pabrik itu, sedangkan di hutan ada siluman api." jawab Dewa Bumi.


"Hmm...! nampaknya aku harus melawan siluman api terlebih dahulu. Sebelum apinya menghabiskan semua hutan di pegunungan Awan putih ini!" seru Aaron yang mulai bersemangat.


"Siluman Api saat ini ada di arah utara Saudaraku!' kata Dewa Bumi.

__ADS_1


"Tapi menurut hamba, lebih baik anda selamatkan Dewi hujan terlebih dahulu.!" lanjut dewa bumi.


"Selamatkan Dewi hujan? kenapa dengan Dewi hujan?" tanya Aaron yang teringat dengan Dewi Hujan yang dulu juga pernah menjadi teman masa kecil bersama dengan dewa dan peri lainya di Istana.


"Dewi hujan telah ditangkap oleh siluman kera yang saat ini bekerja sama dengan siluman kuda, untuk melindungi pabrik pembuat polusi udara itu.'" jelas Dewa Bumi yang sangat cemas.


"Oh begitu ya? apa bisa kamu tunjukkan di mana siluman kera dan kuda itu berada?"tanya Aaron yang penasaran.


"Ada di sebelah Timur dari tempat kita berdiri. Disana terdapat pabrik paling besar dan cerobongnya menjulang tinggi berwarna merah." jelas Dewa bumi.


"Oh, baiklah aku akan hancurkan pabrik itu dan selamatkan Dewi hujan!" seru Aaron yang kemudian naik ke atas awan putih kecil.


"Berhati-hatilah dewa perang!" pesan Dewa Bumi yang kemudian masuk kembali ke dalam tanah.


"Baik, terima kasih!" ucap Aaron seraya sedikit mengulas senyum.


"Awan putih kecil..! ayo kita ke arah timur! Kita serang mereka!" seru Aaron dan Awan putih kecil yang membawa Aaron itu pergi ke arah timur dari tempat mereka berdiri.


"Baik tuan..!!" balas Awan putih kecil itu yang kemudian menambah kecepatnya dan mereka menuju ke arah timur dimana pabrik yang menyebabkan polusi udara itu berdiri.


Tak membutuhkan waktu lama, Aaron dan Awan putih kecil itu menemukan pabrik pembuat ilusi udara itu.


"Turunkan aku di depan halaman pabrik itu!" seru Aaron.


"Baik Tuan!" jawab Awan putih kecil yang kemudian mengurangi kecepatannya.


Aaron kemudian bersiap untuk turun saat awan putih kecil itu terbang merendah.


Dan tak lama kemudian, Awan putih kecil itu berhenti . Dan Aaron pun turun dari atas awan putih kecil itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2