Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Membebaskan Kirana


__ADS_3

Black shadow kembali keluar dari menara itu dan menuju ke arah dimana pasukannya berada.


"Kirana...! kau milikku sekarang!" seru Lucifer yang berada di menara bagian atas bersama Kirana, dengan tawa sinisnya menghampiri tubuh Kirana.


Lagi-lagi tubuh Kirana mengeluarkan cahaya biru dan memberi pagar gaib di seluruh tubuh gadis kekasih Aaron itu


Berkali-kali Lucifer hendak mendekati Kirana, cahaya biru itu selalu menghalanginya.


"Aghh...! cahaya itu penghalangnya! Aku harus cari cara untuk menghalau pagar gaib itu!" gerutu Lucifer yang beberapa saat kemudian dia mengingat mantera yang biasa di gunakan Black shadow untuk menembus dinding saat berada dalam tubuhnya.


"Ah, aku coba dengan mantera itu!" seru Lucifer yang kemudian berkali-kali mencoba berkomat-kamit untuk menembus pagar gaib yang melindungi Kirana.


Sementara itu Black Shadow kembali bersama pasukannya, dia bersama Smoug putranya bersama Mystyque melakukan misi mereka, yaitu menyerang kerajaan langit.


"Para prajurit ku, kita berangkat sekarang juga!" seru Smoug dan semuanya bergerak meninggalkan kerajaan Petir.


Sedangkan Aaron dan Tony yang saat ini tubuh mereka menghilang karena pil menghilang raga dari ratu flower, telah berjalan menuju ke pintu masuk menara.


Ternyata pintu itu di jaga oleh dua orang prajurit kerajaan petir.


"Bagaimana cara kita melewati mereka?" tanya Tony seraya berpikir.


"Mudah saja, kita pakai cara lama saja!" ucap Aaron yang kemudian mendekati kedua prajurit itu.


Aaron yang tubuhnya tak terlihat itu, memukul para prajurit itu dengan tangan kosong satu persatu.


"Bagh.... bugh... bagh... bugh..!"


"Aagh...!"


"Bagh.... bugh... bagh... bugh..!"


"Aagh...!"


Kedua prajurit itu terkapar tak sadarkan diri.


Tony yang melihat akan hal itu sangatlah terkejut.


"Tony, tunggu apa lagi? ayo masuk!" seru Aaron seraya memberi isyarat pada Tony untuk masuk ke menara melewati pintu yang di jaga beberapa prajurut, yang sudah di kalahkan oleh Aaron tadi.


"Aku kira kamu akan melempar batu atau apa, ternyata cara lama maksud kamu langsung memukul para prajurit itu! ha..ha.." seru Tony yang tertawa lebar.


"Kita tak ada waktu lagi Ton, tiap pil waktu kita hanya tiga jam, sekarang ini satu pil kita sudah jalan dua jam lebih." kata Aaron yang terus melangkah menaiki tangga.


"Benar juga, lebih baik kita gunakan jurus meringankan tubuh!" seru Tony dan di setujui oleh Aaron.


Mereka pun melewati beberapa ratusan anak tangga dengan beberapa kali lompatan.


Dan tibalah mereka di bagian atas menara, dimana ada beberapa penjaga yang menjaga sebuah tangga yang menuju ke pintu yang mengarah ke atas.


"Itu dia pintu yang menuju ke ruangan paling atas!" seru Tony yang ingat akan kejadian waktu kecilnya yang di kucilkan di ruangan paling atas itu.


Pada saat Aaron dan Tony melangkah, para penjaga itu melihat mereka.

__ADS_1


"Siapa disana!" seru salah satu penjaga itu.


Tanpa basa-basi lagi, Aaron mengeluarkan pedang cahaya dan membabat habis semua penjaga itu tanpa memberi kesempatan pada Tony untuk ikut andil dalam perkelahian itu.


"Pedang cahaya!"


"Hop hiaat...!!"


"Trang... Trang.... Trang... Trang... !"


"Trang... Trang.... Trang... Trang... !"


"Aargh...!"


Empat penjaga itu pun bersimbah darah.


"Aaron, apa aku kau jadikan penonton aksi kamu? ha..ha..!" ucap Tony seraya tertawa lebar.


"Ah, kenapa kamu tak memanfaatkan waktu untuk membuka pintu itu!" seru Aaron seraya menunjuk ke arah pintu diatas tangga.


"He .he..! akibat lihat aksi kamu, jadi lupa!" balas Tony yang segera berlari ke arah tangga dan membuka pintu itu.


Daun pintu menyembul ke atas.


"Brakk...!"


Hal itu membuat Lucifer yang sudah berhasil melemahkan pagar gaib dari pedang Awan, terkejut saat dia sudah membuka dua kancing baju Kirana.


"Lucifer..! kau giliranku saat ini!" seru Tony yang kemudian melompat dan berhenti tepat di hadapan Lucifer.


"Tentu saja kami di sini! Kami akan membebaskan gadis yang hampir kau sentuh itu!' seru Tony yang bersiap melawan Lucifer dengan tangan kosong.


Lucifer tak sempat minta bantuan pada Black shadow, dan terpaksa dia melawan Tony.


Aaron yang sudah naik, bergegas menghampiri Kirana yang terbaring di atas tempat tidur.


"Kirana..!" panggil Aaron dan Kirana tetap terdiam.


Aaron berdiri di samping Kirana dan di salurkannya hawa murninya ke tubuh Kirana.


Jari tangan Kirana bergerak dan perlahan membuka kedua matanya.


Aaron pun menghentikan aktifitasnya menyalurkan hawa murni ke tubuh kekasihnya itu.


"A..apa yang terjadi?" tanya Kirana lirih.


Tak segera menjawab pertanyaan Kirana, Aaron bergegas memeluk Kirana dan mencium kening kekasihnya itu.


"A..Aaron..!" panggil Kirana yang terkejut saat kekasihnya memeluknya dengan erat.


"Kirana, kamu tidak apa-apa kan?" tanya Aaron yang khawatir.


"Aku sedikit letih!" ucap Kirana jujur.

__ADS_1


Di saat bersamaan, Tony telah menghunuskan pedangnya ke ulu hati Lucifer.


"Aaghh...!"


Suara terakhir dari Lucifer.


"Ayo kita cepat pergi dari sini!" seru Tony yang kemudian melihat ke luar jendela menara dan dia melihat ke bawah.


"Kalau naik awan kecil putih, itu tidak mungkin bila dia membawa tiga orang!" ucap Aaron yang berpikir cara untuk pulang ke kerajaan langit.


"Tunggu! sebaiknya kita kebawah dulu, ada misi yang harus aku selesaikan!" ucap Tony bersemangat.


"Baiklah, biar awan kecil putih yang membawa dan menjaga Kirana. Kita selesaikan dulu misi kamu!' ucap Aaron yang tahu apa yang ada di pikiran Tony saat ini.


"Rupanya Tony ingin balas dendam dengan kematian ibundanya dan perlakuan Mystyque padanya" Aaron yang membatin.


Aaron segera memanggil awan putih kecil dengan peluitnya.


"Priiit...!"


Awan putih kecil yang mendengar peluit dari Aaron, langsung melesat masuk ke dalam menara dimana Aaron berada.


"Awan putih kecil, jaga Kirana untukku ya!" ucap Aaron pada awan putih kecil.


"Baik tuan!" balas Awan putih kecil.


"Nah, Kirana sebaiknya kamu naik ke atas Awan putih kecil ini." ucap Aaron dan Kirana menyetujuinya.


"Iya, aaron. Kalian hati-hati ya!" ucap Kirana saat sudah duduk diatas awan putih kecil itu.


"Sebaiknya anda duduk nona, agar tak terlihat oleh lawan. Di bawah masih ada beberapa prajurit yang menjaga istana ini." ucap awan putih kecil itu.


"Baiklah!" balas Kirana yang kemudian dia berbaring di atas awan putih kecil.


Awan putih kecil itu kemudian melesat ke langit, Aaron dan Tony melompat turun dari menara dengan jurus meringankan tubuhnya.


Mereka berdua mendarat dengan sempurna.


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari para prajurit kerajaan petir.


"Penyusup..! ada penyusup..!"


Dan dalam sekejap puluhan prajurit mengepung Aaron dan Tony.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihh...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2