Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Memantapkan Tekat


__ADS_3

Raja Arthur, Selir Selena, Andy, Aaron Tony tersenyum bahagia karena keberhasilan mereka menumpas Black Shadow dan keluarganya.


Para prajurit kerajaan langit bahu membahu membersihkan kerajaan Langit dari sisa-sisa peperangan.


"Aaron, dimana Kirana saat ini?" tanya Andy yang sedari tadi tak mendapati calon menantunya, Kirana. Saat menghampiri putranya Aaron.


"Oiya kamu kan tadi dalam misi membebaskan kekasihmu itu, nah dimana dia sekarang?" tanya Selir Selena yang penasaran.


"Dia ada bersama Awan putih kecil yang Mulia!" jawab Aaron seraya menundukkan kepalanya, yang kemudian Aaron meniup peluitnya.


"Priiiiit...!"


Dan dalam sekejap, hadir di depannya awan putih kecil yang membawa seorang gadis cantik berkepang dua yang sedang duduk karena takut saat berada di atas Awan putih kecil itu.



"Kirana, kamu tak apa-apa kan?" tanya Aaron yang merasa khawatir.


Kemudian Aaron melangkahkan kakinya menghampiri Kirana dan membantu Kekasihnya itu untuk turun dari Awan putih kecil.


"Jadi dia kekasih kamu Aaron?" tanya Selir Selena yang kemudian menghampiri Kirana.


"Iya Yang Mulia Selir Selena!" jawab Aaron seraya mengulas senyumnya.


"Pantas saja Ekin dulu sempat mencintaimu Kirana!" seru Selir Selena yang rasa penasarannya dengan Kirana kini telah terobati.


"Saya hanya manusia biasa Yang mulia Selir Selena!" balas Kirana yang merendah dan mengingat kalau Ekin itu adalah putra Selir Selena.


"Selain cantik kamu rendah hati juga Kirana!" kata Selir Selena yang memeluk dan kemudian mengulas senyumnya pada Kirana.


Tak berapa lama muncullah cahaya putih dari bumi yang mendekati mereka.


Terbentuklah siluet seorang wanita yang cantik nan mempesona.


"Yang mulia Ratu Flower!" seru Aaron, Tony, Andy ,Selir Selena dan Yang Mulia Raja Arthur secara bersamaan.


Sedangkan Kirana terdiam karena terpesona akan kecantikan permaisuri Kerajaan Langit, walaupun sebelumnya dia sudah pernah bertemu Ratu Flower sebelumnya.


"A..Aaron, a..apa benar beliau Ratu Flower?" tanya Kirana pada Aaron dan Aaron pun mengangguk dan menjawab "Benar".


"Bukankah kamu sudah pernah bertemu?" tanya Aaron Yaang penasaran.


"Iya, aku cuma mau memastikannya sekali lagi!" ucap Kirana yang tak henti-hentinya memandang Ratu Flower.

__ADS_1


"Kenapa kamu datang sendirian kakanda Ratu?" tanya Selir Selena yang tak mendapati putranya yang tadi bersama Ratu Flower.


"Iya Dinda Permaisuriku, dimana kedua putraku?" tanya Raja Arthur yang penasaran.


"Kedua putra kita, hamba tugaskan menjaga keluarga Rani yang terlempar pada Pusaran waktu yang di buat oleh Penasihat Victor." jelas Ratu Flower yang membuat semuanya terkejut.


"Pusaran Waktu?"


"Itu berarti mereka tidak akan kembali dalam kurun waktu yang cukup lama?" tanya Raja Arthur yang penasaran.


"Benar, saya juga pernah mendengar kehebatan jurus itu!" ucap Andy yang sedikit tahu tentang jurus itu.


"Baiklah, apa yang terjadi dengan Leon dan Ekin kelak, kita tidak ada yang tahu. Lebih baik kita pikirkan yang sekarang ini, bagaimana nasib Kerajaan langit dan Kerajaan Petir selanjutnya!" seru Ratu Flower seraya melihat satu persatu dari orang yang ada di hadapan mereka.


"Baiklah, Tony apa kamu sudah tidak ada niat kembali ke kerajaan petir?" tanyaTaja Arthur karena mengingat Tony adalah pewaris tunggal kerajaan petir.


"Hamba mempunyai istri seorang manusia, dan kami sudah bahagia mengurus Villa-villa paman Andy. Jadi hamba tak ada keinginan untuk kembali ke Istana Petir yang Mulia" ucap Tony apa adanya.


"Lantas bagaimana dengan nasib Kerajaan Petir selanjutnya?"tanya Yang mulia Arthur seraya berpikir.


"Yang Mulia, kalaupun Tony tidak mau menempati kerajaan petir? Jadikanlah Kerajaan Petir itu menjadi negara bagian dari Kerajaan Langit, Yang mulia!" usul Aaron dan hal itu di pikirkan oleh yang mulia Arthur.


"Nah, hamba setuju yang mulia. Lebih baik untuk Pangeran Ekin yang mulia, hamba rela." kata Tony seraya mengulas senyum.


"Iya, semua ini demi Maggie!" jawab Tony seraya mengulas senyumnya.


"Lagi pula saya tak menyukai semua tentang suasana kerajaan. Terlalu banyak aturan." lanjut Tony.


"Ya sudah kalau begitu keputusan kamu Ton, yang jelas kau tidak salah dengan keputusan kamu itu. Karena isterimu nanti juga tidak mungkin bisa betah dengan suasana di Kerajaan Petir, yang sebelumnya merupakan tempat berkumpulnya para iblis !" ucap dari Andy yang ikut memikirkan situasi rumit yang di hadapi Tony.


Dan Sementara itu, Aaron meminta ijin untuk keluar dari pertemuan petinggi-petinggi kerajaan Langit.


"Ma'af yang mulia dan yang lainnya, saya mohon ijin untuk keluar sebentar. Saya ingin mengajak Kirana jalan-jalan sebentar!" ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.


"Sebentar Aaron, aku belum menyapa dan memeluk kekasih kamu!" ucap Ratu Flower yang kemudian menghampiri Kirana dan memeluk gadis itu dengan eratnya.


"Ratu tetap cantik dan sehat juga selalu, jangan pergi dulu. kita tuntaskan pembicaraan kita" ucap Ratu Flower yang kemudian mengusap kepala Kirana.


"Kamu juga Kirana, tambah cantik!" balas Ratu Flower.


Kemudian Aaron hendak meneruskan rencananya, namun terhenti karena ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.


"Tapi Yang mulia.." kata Aaron yang kemudian menundukkan kepala dan menyadari, dia tak berhak menentang Yang Mulia Arthur.

__ADS_1


"Aaron, apa kamu tak ingin menikah?" goda yang Mulia Arthur sembari mengulas senyum.


"Menikah? I..iya yang mulia, hamba ingin sekali menikah!" balas Aaron yang kemudian memandang Kirana dengan senyum sumringahnya.


"Kirana dan Aaron, bulan depan kalian menikahlah. Dan aku ijinkan kalian untuk melangsungkan pernikahan." ucap yang Mulia Arthur.


"Sekarang tidak lagi penghalang kalian. Jadi kenapa kalian tidak segera menikah saja?" tanya Ratu Flower yang sembari tersenyum.


"Ba..baik Yang mulia, terima kasih!" ucap Aaron yang menundukkan kepalanya.


"Nah, sekarang tentukan saja hari dan tanggal pernikahan kalian!" ucap Selir Selena.


"Yang jelas, satu bulan kedepan kalian boleh menikah!" seru Yang Mulia Arthur yang di sambut senyum sumringah dari Aaron dan Kirana serta yang lainnya.


"Betulkah, sebulan lagi kita menikah? tidak jadi setahun lagi?" ucap Kirana yang tak percaya.


"Iya Kirana, kita bisa menikah!" balas Aaron yang mengulas senyum pada calon isterinya.


"Wah, kabar bagus nih buat Bibi dan Maggie!" ucap Tony yang sedari tadi diam saja.


"Kalau begitu, hamba dan Tony undur diri yang Mulia. Kami sudah cukup lama meninggalkan isteri-isteri kami!" permintaan ini Andy pada Raja Arthur.


"Iya yang mulia, kami minta ijin kembali turun ke bumi." ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.


"Tunggu Aaron! kamu dan Kirana jangan pulang dahulu" pinta Ratu Flower pada sepasang anak muda itu.


"Baik yang mulia!" balas Aaron dan Kirana bersamaan.


Setelah berpamitan dengan semuanya, Andy dan Tony melangkahkan kaki dan mereka bersiap untuk turun ke bumi.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasihh...


...BERSAMBUNG6...

__ADS_1


__ADS_2