Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Panda


__ADS_3

Aaron dan Luna menyusuri hutan bambu di mana mereka berdua menginap semalam.


"Apa yang akan kita dapatkan buat sarapan nanti..?" tanya Luna sambil melihat ke sekitarnya.


"Kita lihat saja nanti..!!" kata Aaron yang juga mengarahkan pandangannya ke depan, samping dan kadang ke belakang di bawah rimbunnya pohon bambu di sekitar mereka.


Belum ada binatang buruan yang akan mereka tangkap.


"Krusek...krusek...krusek...!!"


Aaron mendengar sesuatu, dan semakin lama semakin jelas.


"Krusek...krusek...krusek...!!"


"Kamu di sini..! kita sebentar lagi bisa sarapan..!!" ucap Aaron yang kemudian mengendap-endap mencari ke beradaan si pembuat suara itu.



Benar saja, ada seekor ayam hutan yang sedang mencari makanan.


Aaron berusaha menangkapnya, walaupun kadang meleset, dan pada akhirnya, ayam hutan itu bisa ke tangkap juga oleh Aaron.


"Luna..! akhirnya bisa sarapan juga..!" ucap Aaron yang berjalan mendekati Luna.


"Aduh sayang sekali kamu ayam, kamu harus jadi makanan penghilang lapar kami..padahal kamu begitu cantik dan indah.!" seru Luna yang terkagum akan keindahan bulu ayam hutan itu, tapi mengingat perut yang lapar, dia begitu semangat untuk membakar ayam hutan itu.


Aaron mengajak Luna menuju ke sungai yang ada di sekitar tempat itu.


Setelah menemukannya, Aaron segera menyembelih dan membersihkan ayam hutan yang di tangkap oleh Aaron tadi.


Kemudian mereka di sibukkan dengan acara membakar ayam hutan buruan Aaron.


Beberapa menit kemudian, ayam hutan itu pun matang, dan mereka segera menyantapnya.


Dalam waktu yang tak begitu lama, ayam hutan bakar itu berpindah ke perut keduanya.


Setelah makan, mereka pun melanjutkan perjalanan.


Di sepanjang perjalanan sesekali mereka melatih ilmu beladiri Luna.


Tiba-tiba ada yang membuat mereka berhenti.


Seekor siluman panda yang asyik makan batang bambu muda, menghalangi langkah Aaron dan Luna.



"Hai, mau apa kalian di wilayahku..!" seru siluman panda.


"Aduh lucunya..! di rumahku ada boneka seperti kamu...!" ucap Luna dengan gemas.


"Apa boneka..? tapi aku bukan boneka..!!" ucap siluman panda itu sambil menunjukkan gigi taringnya.


"Aaaaa...!!"


Luna menjerit dan bersembunyi di balik punggung Aaron.


Dan Aaron tersenyum melihat hal itu, sedangkan siluman panda tertawa lebar karena berhasil menakuti Luna.


"Ha...ha....ha...ha...!!"


"Dasar manusia..!! mau apa kalian di sini..!!" hardik siluman panda.


"Kami hanya jalan-jalan menikmati suasana..!" jawab Aaron dengan entengnya.


"Kalau begitu, kalian harus bayar upeti padaku..!! serahkan gadis itu..!!" ucap siluman panda itu dengan ketus


"Hai...seenaknya saja minta upeti..! apa ini jalan kamu..!" seru Aaron dengan asal.


"Ini wilayah aku, ya bebaslah...! semua harus sesuai kemauanku..!!" seru siluman Panda tetap dengan nada ketusnya.


"O...begitu ya..! kalau aku nggak mau, bagaimana..?" kata Aaron dengan nada menggoda.

__ADS_1


"Kau harus mati..!!" seru siluman panda itu geram.


"Tapi aku maunya kamu yang mati duluan, bagaimana..?" goda Aaron sambil tersenyum.


"Lancang sekali kau..!! rasakan ini..!!" seru siluman Panda yang sudah bersiap dengan kuda-kudanya.


"Oh, mau olah raga dulu ya...! ok aku ladenin..! mau sampai berapa jurus..?" kata Aaron yang sudah dalam posisi siap menyerang.


"Bedebah..!! rasakan ini..!!" seru siluman panda dengan amarah.


Perkelahian pun tak terelakkan lagi, mereka saling beradu jurus.


"Hupp...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Bagh...!!"


"Bugh...!!"


"Aaghh...!!"


Mereka saling beradu jurus dengan tangan kosong.


Keduanya sama-sama terpukul mundur.


"Sial...tenaganya sungguh luar biasa..!" batin Aaron yang kemudian dia mengambil dua butir mutiara siluman warna hitam.


Dan kemudian dia menelannya, dan dalam sekejap tenaga Aaron bertambah.


"Sekarang rasakan lah seranganku ini..!!" seru siluman panda yang kemudian menyilang kan tangannya di dada dan kemudian membukanya.


"Gggrrrr........!!!"


Lalu keluarlah raungan siluman panda yang menggelegar, membuat gendang telinga serasa mau pecah.


Aaron dan Luna menutup kedua telinganya kuat-kuat dengan kedua telapak tangannya.


Pada saat siluman panda mengambil nafas untuk meraung lagi, dan kesempatan itu di gunakan oleh Aaron untuk mengeluarkan bola-bola cahaya untuk menyerang siluman panda.


"Buoom...!!"


"Buoom...!!"


"Aaauughhh..!!"


Bola-bola cahaya warna biru mengenai bahu kanan dan kiri siluman Panda itu.


"Buoom...!!"


"Buoom...!!"


"Aauughhh..!!"


Dan lagi bola-bola cahaya itu mengenai bahu kanan dan kiri siluman panda itu.


Dan kini, Siluman panda itu mundur dengan sempoyongan dan terjatuh.


"Brugh...!!"


"Aaaghh...! kurang ajar.!! Bedebah..!! Aaaghh...!!" umpat siluman panda itu dengan geramnya, dan berusaha untuk berdiri kembali.


Aaron pun sudah di posisi bersiap menyerang.


Dengan menangkupkan telapak tangannya kemudian di tengah-tengah telapak tangannya keluarlah bola cahaya yang lebih besar dan kemudian Aaron mendorongnya ke arah Siluman Panda.


Siluman panda yang hendak membalas serangan Aaron, dengan terpaksa menerima kembali serangan dari Aaron yang lebih dahsyat.


"Aaaaaaaghhhh...!!"

__ADS_1


Siluman panda itu terpental sejauh beberapa meter dan diapun terjatuh ke tanah dengan kerasnya.


"Bruughh...!!"


Lawan Aaron itupun tergeletak tak berdaya.


Ketika Aaron hendak mendekati tubuh siluman Panda, dengan cepan siluman panda itu berdiri dan memberi raungan yang amat keras.


"Gggrrrr....!!"


"Oughh...!!"


Aaron yang merasakan telinganya sakit.


Dengan sekuat tenaga, Aaron berlari menghampiri siluman panda itu dan kemudian kaki kiri menghantam dada siluman panda dan kaki kanan yang menekuk kemudian di hempaskan ke kepala siluman panda itu. Dan...


"Aaaaghhh..!!"


Mulut siluman panda penuh dengan darahnya dan kini dia kembali ambruk ke tanah.


"Ka..kau hebat a..nak mu..da..!! Aaagh..!!" kata terakhir siluman panda. Dan beberapa detik kemudian, muncullah mutiara siluman warna hitam yang mengkilap.


Dan Aaron pun segera mengambilnya dan menaruhnya dalam kantong mutiara silumannya.


"Aaron..!" panggil Luna yang setengah berlari menghampiri Aaron dan..


" Brukk..."


Luna tersandung dan jatuh tepat di dada bidang Aaron.


Aaron hampir saja tak bisa menguasai tubuhnya karena dorongan dari tubuh Luna.


Tanpa sadar mereka saling berpelukan. Dan Luna sangat menikmati itu.


...***...


Sementara itu Ekin dan Kirana yang berada di goa tempat tinggal Ekin.


Pagi itu Kirana yang kurang tidur, bangun lebih dulu dari pada Ekin.


Setelah mencuci mukanya, gadis itu kemudian keluar goa dan mulai berlatih dengan keras.


"Aku harus mencari keberadaan Aaron..!! aku tak mau berlama-lama dengan Ekin...!!" kata dalam hati Kirana.


"Hopp...hiaaaat.,!!"


"Whegh..whegh...whegh...!!"


"Whegh..whegh...whegh...!!"


Kirana mulai berlatih dengan tangan kosong.


Dan beberapa menit kemudian, Kirana mengganti jurusnya dengan jurus pedang yang di ajarkan Ekin.


"Hopp hiaaat....!!"


"Weeeet......!! weeeet...!!"


"Weeeet...!! weeeeh....!!"


Suara gerakan Kirana menggema yang membuat Ekin yang masih tertidur itu kini terbangun.


Setelah mengumpulkan nyawanya, Ekin beranjak ke aliran sungai kecil dalam goa , dan dia mencuci wajahnya dan sedikit minum air dari mata air pegunungan itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2