
"Benda yang bisa memantulkan cahaya atau benda lain itu apa ya..??" pikir Aaron yang serius sambil terus mengawasi keadaan.
"Aaron, kita harus bekerja sama" kata Kirana dengan menatap wajah Aaron.
"Kita serang secara bersamaan begitu..?" tanya Aaron yang membalas tatapan mata Kirana.
"Iya, mataku.. matamu... matamu.. mataku..!!" jawab Kirana yang menyobek lengan bajunya dengan secara memanjang.
"Apa maksud kamu..??" tanya Aaron yang penasaran.
Kirana yang telah merobek bajunya secara panjang, membelahnya menjadi dua.
"Kamu tutup mata kamu dengan kain ini. Nanti kamu melawan siluman Dusame dengan mata tertutup, biar aku yang memberi tahukan gerakan dan posisi siluman Dusame dari sini..!!" jelas Kirana yang memberikan satu helai kain panjang yang di bawanya pada Aaron.
"Aku mengerti..! kamu hati-hati ya di sini..!!" ucap Aaron yang sebetulnya tidak tega meninggalkan Kirana sendirian.
"Jangan khawatir, aku bisa jaga diri..!!" ucap Kirana meyakinkan kekasihnya itu.
Aaron pun berjalan ke tengah lapang dan kemudian berseru.
"Hai siluman Desume..! aku ada di sini..!!" seru Aaron yang kemudian menutup matanya dengan kain pemberian Kirana dan kemudian mengikatnya.
"Ha...ha...ha...akhirnya kau muncul juga..! berani juga kau....!" seru siluman Desume yang perlahan - lahan menghampiri Aaron yang matanya tertutup.
"Dua meter sebelah barat daya..!!" seru Kirana.
Aaron yang mendengar suara Kiran, mengeluarkan pedang cahaya dan mengarahkan ke arah barat daya.
Namun secepat kilat siluman Desume itu menghilang dan muncul kembali di belakang Aaron.
"Di belakangmu...!!" seru Kirana dari balik persembunyiannya.
Aaron pun menebaskan pedang cahaya ke arah belakang, dan siluman Desume hampir saja terkena tebasan pedang cahaya Aaron.
"Aaghh..sial..! gadis itu..!! aku harus membuat pemuda ini tak mendengar suara gadis itu...!!" gerutu Desume.
Kemudian seekor ular dari rambut Desume menjulur panjang, melompat dan melingkar ke leher Aaron dan kemudian mematuk dan mengeluarkan bisa racunnya ke telinga Aaron, yang membuat Aaron tak bisa mendengar.
"Aaaarghh..!!"
Aaron mengerang kesakitan dan menutup telinganya yang sakit itu.
"Aaron...!!" panggil Kirana yang cemas dengan keadaan Aaron.
Siluman Dusame mendengar suara Kirana, dan dia meninggalkan Aaron yang kesakitan itu dan kini mengejar Kirana.
Mengetahui siluman Dusame itu mengejarnya, gadis itu pun gugup jadinya.
Tanpa sengaja pedang Awan jatuh dari punggungnya, seolah ingin ikut andil melawan siluman Dusame.
Pedang Awan yang jatuh itu mengeluarkan kilaunya.
__ADS_1
Kiran pun mempunyai ide untuk mengalahkan siluman Dusame.
"Pedang Awan bantu aku mengalahkan siluman Dusame..!!" seru Kirana pada pedang Dusame.
Kirana melihat matahari yang begitu terik, dan dia menggunakan sinar matahari yang masuk ke pedang awan yang berkilau. Sinar matahari itupun mengenai pedang Awan dan Kirana memantulkannya ke arah siluman Dusame.
"Aaaghh...!!"
Siluman Dusame merasakan silaunya sinar matahari yang di pantulkan oleh pedang Awan.
"Kurang ajar, pedang apa yang dibawa oleh gadis itu ...!!" gerutu siluman Dusame.
Aaron yang pendengarannya berkurang itu kini membuka kain penutup matanya.
Karena penasaran dengan apa yang terjadi.
"Oh iya, Kirana benar...! pedang Awan bisa membantu, pedang itu bisa menjadi cermin..!!" gumam dalam hati Aaron yang kemudian dia menepi dan memusatkan konsenterasinya, dia berusaha mengeluarkan racun di telinganya dan sebelumnya dia menelan beberapa mutiara siluman yang dia simpan.
Sementara itu Kirana kembali berusaha menghindar dari siluman Dusame dengan berlari dari satu patung ke patung lainnya.
Kirana mengendap - endap seraya mundur beberapa langkah.
Tanpa di sadari Kirana, siluman Dusame berada di belakangnya.
"Mau kemana kamu hai..gadis manis..!!" seru siluman Dusame yang secara otomatis terkejut dan segera dia menutup matanya dengan telapak tangan kirinya.
Sedangkan tangan kanannya memegang pedang Awan secara vertikal di depan wajahnya.
"Aaaarghh...!!" rintihan suara siluman Dusame.
Jurus yang memakan tuannya sendiri, kini siluman Dusame berubah menjadi patung batu.
Kirana mendengar suara rintihan Dusame yang perlahan-lahan menghilang, sedikit demi sedikit membuka matanya.
Dan dia sangat terkejut, di depannya sudah ada sebuah patung wanita berambut puluhan ular.
"Akhirnya Dusame jadi patung, terima kasih pedang awan..!!" ucap Kiran kemudian memasukkannya pedang awan ke sarungnya, yang ada di punggung Kirana.
Kirana melangkahkan kakinya mencari keberadaan kekasihnya Aaron.
Aaron yang semula kesakitan di telinganya, tiba-tiba lenyap dan semua patung yang tadi di buat Kirana dan Aaron sembunyi, tiba-tiba berubah menjadi hidup kembali.
"Terima kasih nona..terima kasih..!!" banyak para siluman yang kembali menjadi wujudnya kembali yang mengucapkan terima kasih pada Kirana.
Walaupun mereka tadinya patung batu, namun mata mereka melihat langsung melawan siluman Dusame itu.
Tak berapa lama siluman Rajawali, Ekin, Luna dan siluman merak menghampiri mereka.
"Akhirnya siluman Dusame bisa di kalahkan juga..!!" seru Ekin yang sudah di hadapan Kirana dan Aaron.
"He...he..aku nggak nyangka, Kirana hebat juga..!!" sahut Aaron yang kini telinganya sudah pulih kembali.
__ADS_1
"Ah yang hebat itu pedang Awan, aku kan cuma ketakutan tadi..! he..he..!" balas Kirana seraya tertawa kecil.
Dan semua pun ikut tersenyum, karena tahu Kirana tak mau di sanjung.
"Eh, ada anggota baru nih..!!" ucap Kirana saat melihat ke arah siluman merak.
Dan beberapa detik kemudian, burung merak itu menjadi sesosok wanita yang cantik.
"Astaga....!!" pantas saja siluman rajawali tak menggodaku, ternyata istrimu lebih cantik dariku Raja..! ha..ha..!!" seru Luna yang menatap siluman merak tak berkedip.
"Hi..hi..masak iya saudariku..?" tanya siluman merak dengan Lemah lembut.
"Aku baru tahu, selain cantik ternyata siluman ada yang lemah lembut juga...he..he..!!" ucap Kirana yang menggandeng Aaron.
Dalam hati Kirana, khawatir kalau Aaron tertarik pada siluman merak itu.
"Jangan khawatir..aku tetap cinta padamu..!" kata Aaron seolah tahu apa yang di pikirkan kirana dan menepuk punggung tangan Kirana dan kemudian mengecup kening Kirana.
"Aah...kalian, mesra-mesraan di hadapanku...!!" seru Luna yang menutup mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Eh...maaf ya Luna...!!" ucap Kirana yang dalam pelukan Aaron.
"Sudah, kalau begitu Sam aku saja..!!" ucap Ekin yang berusaha membuka telapak tangan Luna yang menutupi wajah cantik luna itu.
"Ekin..!" panggil Luna saat telapak tangannya tak menutupi wajahnya dan kedua netra mereka saling beradu.
"Bolehkah aku hadir di hatimu..?" tanya Ekin, dan Luna pun mengangguk. Keduanya pun berpelukan.
Kirana, Arron, siluman rajawali, dan Siluman merak pun ikut tersenyum bahagia.
Akhirnya mereka pun berpasangan.
Aaron bersama Kirana, siluman rajawali yang telah menemukan istrinya serta Luna dan Ekin yang baru menambatkan hati mereka.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...Bersambung...
__ADS_1