
"Kirana, aku mencium adanya siluman di sini!" seru Aaron seraya menebarkan pandangannya ke sekitar kios milik ibunya.
"Memang ada siluman di sini, siluman itu siluman Harimau. Dia tidak menampakkan diri, jika dia menampakkan diri bisa jadi para pelanggan tidak jadi membeli karena takut akan kemunculan siluman harimau.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam dan ceritakan apa yang terjadi setelah Aku, Aaron dan Ekin tinggalkan." kata Bocan dan semuanya masuk ke dalam kios kecuali Maggie dan Kelly.
Mereka berdua menjaga kios dan melayani para pelanggan setia kios bunga rose.
Saat di dalam kios, Siluman harimau menampakkan dirinya.
"Aaron, siluman Harimau ini adalah bagian dari siluman Rajawali yang sudah terlepas berkat mustika siluman ular kobra waktu itu" jelas Kirana pada kekasihnya.
"Apakah ada peristiwa lainnya?" tanya Aaron yang penasaran.
"Banyak peristiwa yang terjadi, setelah kalian tinggalkan kami, Kelly di culik oleh geng motor Elang hitam." kata Kirana seraya membenarkan posisi duduknya.
"Di culik geng motor?" tanya Bocan yang khawatir.
"Iya, dan karena itulah Jimmy ikut balap liar dan Jimmy mengalami kecelakaan parah. Dan akhirnya kita bisa membebaskan Kelly dan kembali pulang" jawab Kirana seraya menatap wajah orang yang di sayangnya satu persatu.
"Lantas bertemu dengan siluman Harimaunya di mana?" tanya Aaron penasaran.
"Ketua geng motor Elang Hitam itu adalah Alexander, teman masa kecil aku yang sudah sedari dulu dia menyukai aku. Dia berhasil mencari kami saat kami berada di Rumah sakit." jelas Kirana.
"Alexander mengancam dengan menculik papa, dan akan membawa membawa Kelly dan Jimmy. Akhirnya aku ikut dengan dia. Dan Alexander membawa ku ke villa tempat kenangan kami waktu kecil." kata Kirana, yang menghentikan ceritanya saat melihat tangan Aaron yang mulai mengepal.
"Aaron, kamu jangan marah dulu!" kata Kirana.
"Habisnya hanya kamu saja yang di bawa oleh Alexander, trus kamu diapakan sama dia?" tanya Aaron sedikit emosi.
"Tenangkan hatimu dulu, aku akan lanjutkan ceritanya." kata kirana yang menatap Aaron dengan mata memohon.
"Baiklah" ucap Aaron yang kemudian menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa.
📆Flashback On
Cerita waktu berada dalam villa.
"Kita keluar yuk..!!"ajak Kirana karena merasa bosan.
"Kalau keluar, kulitku akan terbakar..!" kata dalam hati Alexander yang berpikir cara menolak Kirana.
"Tidak mau, maunya aku di sini saja .!!" jawab Alexander seraya menatap Kirana.
"Kalau begitu aku sendirian saja main keluarnya..!!"ucap Kirana yang kemudian bangkit dari duduknya.
Namun Alexander tak membiarkannya, di tariknya lengan Kirana agar kembali duduk.
"Kamu di sini saja..!! temani aku..!!" pinta Alexander yang mendekatkan wajahnya pada wajah Kirana.
"A.apa-apaan sih..!!" seru Kirana yang mendorong tubuh Alexander ke belakang.
"Aagh..!!"
__ADS_1
Kirana tak menyia-nyiakan waktu, dia bangkit dari duduknya dan setengah berlari menuju keluar villa.
Kirana yang merasakan hawa di luar villa yang begitu sejuk dan gadis itu menyukainya.
Dia melangkahkan kakinya menuju ke taman dan ayunan yang dimana dulu banyak kenangan disana antara dia dan Alexander.
Alexander hanya bisa melihat Kirana dari balik jendela, dan pandangannya menerawang mengingat masa lalu dia dengan Kirana.
Alexander dan Kirana yang dulunya merupakan pasangan kekasih, yang belum ada kata putus.
Mereka terpisah karena Alexander yang pergi meninggalkan kirana yang hampir lima tahun lamanya tanpa kabar.
Yang bagi Kirana itu sudah merupakan kata putus, namun tidak bagi Alexander.
Dari kejauhan kirana melihat seekor rusa kecil yang berkeliaran di sekitar halaman Villa.
Kirana pun tertarik untuk melihatnya, dia mencari-cari keberadaan anakan rusa yang sedang berlari-lari dengan lincahnya itu.
Ketika berjalan di taman samping villa, tepatnya di sudut depan gudang, Kirana melihat ceceran darah.
Gadis itu mengendap-endap melihat apa yang terjadi.
Betapa terkejutnya dia ketika melihat sesosok laki-laki yang sedang menghisapp leher anak rusa itu dengan nikmatnya.
"A..Alexander..di..dia kah i..itu..!!" kata dalam hati Kirana seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya, seakan tak percaya dengan yang di lihatnya.
"Drakula..vampire atau siluman kah dia..? yang jelas aku harus pergi dari sini secepatnya..!!" gumam dalam hati Kirana yang kemudian mempercepat langkahnya meninggalkan tempat dimana dia melihat sosok Alexander yang menggigit leher anak rusa yang di carinya.
Kirana terus berlari menjauh dari Villa menyusuri jalan yang tadi di lewati mereka.
"Aku harus keluar dari hutan ini sebelum gelap..!!" ucap Kirana untuk menyemangati dirinya sendiri.
"Andai saja ada Aaron, Ekin dan Luna...aku tak akan mengalami ketakutan seperti ini..!!" kata Kirana lagi dan terus melangkahkan kakinya, walaupun dia sudah sangat letih.
"Grrrr....!!"
Tiba-tiba ada suara bintang buas dari belakang punggungnya, gadis itu menoleh pelan dan dia sangat terkejut.
"Si..siluman a..atau binatang...!" seru Kirana yang ketakutan.
Nampaklah seekor harimau sudah berada tepat di depan Kirana.
"Pergi...!! pergi....!! jangan ganggu aku..!!" teriak Kirana yang berjalan mundur, untuk menghindar dari harimau tersebut.
"Brugh...!!"
Kirana jatuh terduduk dan harimau itu bersiap menerkam Kirana.
Tiba-tiba muncul cahaya biru dari dalam tubuh Kirana.
"Aaarghh....! cahaya apakah itu..!!" seru harimau itu yang ternyata siluman.
Pedang Awan muncul dari dalam tubuh Kirana dengan cahaya kemilau birunya.
__ADS_1
"Pedang Awan..! dia keluar sendiri dari dalam tubuhku..?" Kirana yang takjub dan penasaran.
"Pedang itu...! Apakah nona salah satu dari empat orang yang memulihkan kondisi kerajaan siluman..?" tanya siluman harimau itu yang mulai tenang.
"Eh, i..iya...! dari mana kau tahu, dan siapa kamu..?" tanya Kirana yang masih ketakutan namun penasaran.
"Aku kaki siluman rajawali, aku telah di bebaskan oleh siluman rajawali karena sebagian tubuhku dan tubuh siluman Rajawali di tahan dalam mustika siluman ular kobra itu." jelas siluman harimau yang kemudian dia duduk, yang menandakan dia jinak.
"Berarti kaki siluman rajawali kemarin yang berwujud kaki Harimau itu kaki kamu..?" tanya Kirana penasaran.
"Iya, itu kaki saya..!" jawab siluman harimau itu.
"Terus tujuan kamu kemari untuk apa..?" tanya Kirana penasaran.
"Aku di tugaskan Raja Siluman selain mencari kalian, juga mau menumpas siluman yang membuat komunitas sendiri, yang visi misinya menggulingkan Raja siluman yang sekarang." jelas siluman harimau.
"Oh..semacam kudeta..?" tebak Kirana.
"Iya begitulah kalau di istilah manusia." jawab siluman harimau yang memandang Kirana tak setajam awal bertemu tadi.
Kirana menganggukan kepalanya pertanda paham yang di maksudkan siluman harimau.
"Siluman harimau, bisa bantu aku tidak..?" tanya Kirana pada siluman harimau.
"Ohw tentu bisa, ayo naiklah ke punggungku nona...!!" jawab siluman harimau yang sudah pasang badan.
"Ta..tapi aku takut..!!" ucap Kirana yang ragu-ragu.
"Jangan takut nona, anda di jaga pedang awan yang sakti. Kalaupun aku akan mencelakaimu, pedang Awan pasti akan membunuhku lebih dulu..!!" jelas siluman Harimau yang mengulas senyum namun terlihat seram bagi Kirana.
📆Flashback Off
"Akhirnya aku pulang dengan naik diatas punggung siluman Harimau." kata Kirana yang memegang tangan Aaron yang mulai gemetaran.
"Dimana Alexander sekarang?" tanya Aaron dengan geram.
"Tenang Aaron, ini masih ada kelanjutannya lagi" jawab Kirana yang masih memegang tangan Aaron.
"Apa? ada lagi?" tanya Aaron terkejut.
"Iya!" jawab Kirana singkat seraya menganggukkan kepalanya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...