
Pintu gerbang itu adalah pintu gerbang istana ubur-ubur.
Andy dan Bocan menghampiri pintu gerbang itu untuk masuk ke istana.
Namun mereka di hadang dua prajurit ubur-ubur.
"Ini bagianku!" seru Andy yang sudah bersiap dengan pedang cahayanya.
"Hop hiaaat...!"
"Weet....weeett.....seeettt....!!"
Awalnya dua prajurit itu bisa menghindari serangan Andy, namun beberapa saat kemudian mereka lengah dan tubuh mereka terpotong menjadi tiga bagian.
"Aaaghh..!"
Suara erangan terakhir kedua ubur-ubur penjaga itu.
Bocan dan Andy kemudian masuk ke istana dan mendapati puluhan ubur-ubur mengelilingi tubuh gadis kecil yang bernama Senja, yang terbaring lemah tak berdaya di altar mereka.
"Kurang ajar!" umpat Andy yang kemudian mengeluarkan tali cahayanya.
"Tali cahaya!"
Keluarlah tali yang bercahaya dari telapak tangan Andy, tali cahaya itu kemudian mengikat semua uburu-ubur yang mengelilingi Senja menjadi satu.
"Aaaghh...! siapa kamu!" seru salah satu dari Ubur-ubur yang di ikat Andy.
"Aku dewa pedang, mau membebaskan gadis itu!" seru Andy yang kemudian mengangkat Ubur-ubur itu ke atas menjauhi Altar di mana Senja terbaring.
Bocan berlari menghampiri Senja dan berusaha memberi hawa murni ke tubuh Senja.
Namun gadis itu terlalu lemah untuk menerima hawa murni dari Bocan.
Melihat nyawa Senja diujung tanduk, dengan pedang cahaya Andy membabat habis semua ubur-ubur itu.
Keluarlah mutiara-mutiara siluman yang kemudian di ambil dan di simpan Andi dalam kantung silumannya.
Andy kemudian membopong tubuh Senja dan mereka berdua pergi meninggalkan istana ubur-ubur itu.
Bocan dan Andy naik ke permukaan laut, dan keduanya melesat ke bibir pantai.
Andy kemudian meletakkan Senja di Dipan bambu yang ada di depan sebuah warung yang sudah tutup.
Andy dan Bocan terus berusaha menyembuhkan gadis cilik itu dengan tenaga dalam mereka.
__ADS_1
"Kak A..Andy, ca..cari kak A..Adel!" racau Senja yang kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Mengetahui hal itu, Kirana keluar dari mobil dan menghampiri kedua orang tua Aaron itu.
"Senja, kenapa dia?" tanya Kirana saat sampai di samping Bocan.
"Kita terlambat Kirana, gadis ini sudah tiada!" kata lirih Bocan dan kedua matanya berkaca-kaca.
"Betulkah itu ayah?" tanya Kirana yang belum yakin.
"Iya, ma'afkan kakak senja! kakak janji akan mencari kakakmu Adel!" ucap Andy dengan suara paraunya.
"Senjaaaaaaaaaaa.....!!"
Teriak Kirana yang kemudian memeluk jasad gadis malang itu dan tangisnya pun pecah karenanya
Setelah acara pemakaman Senja, Andy, Bocan dan Kirana beristirahat sebentar di Vila milik Andy itu.
"Istriku, apa kamu bisa melihat dimana Adel sekarang?" tanya Andy yang penasaran.
"Adel di sebuah dunia yang sangat jauh, aku tak bisa menggapainya." kata Bocan yang sangat khawatir.
"Jadi kita tidak bisa menemuinya?" tanya Kirana.
"Kalau begitu kita balik saja ke kios bunga rose!" kata Andy.
"Waktu itu kami menghentikan pencarian kami untuk mencari kamu Adel, ma'afkan kakak karena tak bisa menyelamatkan nyawa adik kita Senja dan kami tak menemukan petunjuk dimana kamu berada!" ucap Andy yang sangat bersedih dan kecewa karena tak bisa menyelamatkan Adelia pada waktu itu
"Yang terjadi ya sudahlah terjadi, saatnya buka lembaran baru. Aku hanya shock saja, kenapa harus kehilangan semuanya" ucap Adelia lirih.
"Apa maksud kamu?" tanya Andy yang sepertinya Adel mengatakan sesuatu yang sangat dalam buat dirinya.
"Adelia tahu kalau kalau kakak bukan kak Andy-ku, kak Andy-ku tidak sehebat kakak." ucap Adelia yang menatap Andy dengan sayu.
"Iya Adelia, aku memang bukan kakak kamu. Aku sangat berterima kasih dengan memakai tubuh dari kakak kamu ini. Karena itulah sebagai rasa terima kasihku, aku berjanji akan menjaga adik-adiknya di sela-sela tugas yang aku emban." jelas Andy.
"Aku kehilangan hampir semua keluargaku, Adikku Senja dan kakakku Andy dan juga suamiku Apollo. Aku tak mau lagi kehilangan orang yang aku sayangi, aku harus bersama Caterina. Bolehkah aku ikut dengan kalian?" ucap dan tanya Adelia.
"Tentu saja boleh Adelia, tujuan kami kemari adalah menjemput kamu" jawab Rosa yang membelai kepala Adelia dengan lembut dan sudah lama Adelia mendambakan belaian itu.
"Kak Bolehkah aku memeluk kamu?" tanya Adelia pada Rosa.
"Tentu saja boleh sayang, apalagi putri kamu sudah aku anggap seperti cucu sendiri." ucap Rosa seraya mengulas senyumnya.
"Apa maksud kakak Caterina ada bersama kalian?" tanya Adelia yang penasaran.
__ADS_1
"Iya, dia bersama istriku Kirana Adel. Sepertinya aku sudah menjelaskannya sama kamu?" jawab sekaligus tanya Oyen.
"Oiya ma'af Adel lupa! he..he..!" ucap Adelia sembari tersenyum.
"Sebaiknya kamu ijin dulu sama kedua mertua kamu Adelia, walau bagaimanapun mereka adalah kakek dan nenek Caterina." saran bijak Rosa.
"Iya, Saya akan pamit setelah makan bersama nanti. Dan sepertinya Ayah dan Ibu mertua juga akan memberi pengumuman sesuatu" ucap Adelia dan mereka saat ini berada di rumah Apollo yang lama, sebelum menjadi Raja di kerajaan langit.
Tak berapa lama datang utusan prajurit yang datang.
"Mohon ma'af jika hamba mengganggu. Hamba diutus yang mulia untuk mengundang semua orang untuk makan bersama di ruang makan kerajaan kucing.
"Iya terima kasih, kami akan segera ke sana." ucap Adelia pada prajurit itu.
Kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke ruang makan kerajaan kucing.
Tak berapa lama mereka telah sampai di ruang makan kerajaan kucing.
"Ayolah kita nikmati hidangan alakadarnya ini" ucap sambutan dari Freyja dan semuanya makan sesuai dengan porsi dan selera masing-masing.
Beberapa lama kemudian mereka telah selesai dalam acara makan bersama. Dan paraa dayaang telah membersihkan meja makan tersebut.
"Sebelumnya kami minta ma'af, berhubung aula pertemuan sedang di perbaiki karena kekacauan kemarin, maka pertemuan kita pindah di ruang makan ini. Semoga tidak menggangu momen kita dalam pertemuan ini." ucap Baasty dan yang lainnya memakluminya.
"Kami mengerti dan menyadari maksud dari Yang mulia Baasty, karena kami juga ada pada saat pertempuran kemarin yang Mulia." ucap Andy yang mewakili semuanya.
"Baiklah, saya ingin bertanya sama putraku Archie, putraku Archie kamu siap menjawab pertanyaan ayahandamu ini?" tanya Baasty seraya menatap putranya si kucing hitam.
"Silahkan ayahanda, Archie akan menjawab sebisa Archie menjawabnya." jawab Archie yang menganggukkan kepalanya tanda menyetujuinya.
"Apakah kamu akan kembali ke kerajaan Langit?" tanya Baasty yang sangat penasaran dengan jawaban dari Archie.
"Archie masih ada tanggung jawab menjaga pusaka langit Ayahanda, jadi Archie masih harus kembali ke kerajaan langit." jawab Archie
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...