Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Sheila Mengingkari Hatinya)


__ADS_3

Bukan, dia bukan dari bumi maupun manusia." jawab Leon dengan menghela nafas yang sekali-kali menoleh ke arah gadis yang ada disampingnya.


"Lantas siapa gadis yang beruntung itu, dari kalangan apa yang bisa menautkan hatinya untuk pangeran Leon?" tanya Sheila yang semakin penasaran.


"Gadis itu ada disini, dia ada dihadapanku" jawab Leon yang saat ini dalam posisi saling berhadapan dan saling bertatap muka secara intens.


"Eh, a-apa maksud kamu itu aku?" tanya Sheila yang penasaran dan tak percaya.


"Iya, sejak dulu aku menyukaimu Sheila!" ucap Pangeran Leon dari lubuk hatinya yang paling dalam.


"Ta-tapi pangeran, a-aku hanya manusia biasa. A-aku..." ucapan Sheila yang belum selesai bicara, Leon memberi isyarat untuk berhenti.


"Sejak kita selalu bermain bersama, aku kira kalau itu suka karena sekedar suka sebagai teman bermain saja. Tak bisa aku pungkiri ternyata suka itu menjadi cinta sampai sekarang. Berkali-kali aku berusaha mengelak, namun tak juga bisa menghilangkan perasaan ini padamu" jelas Pangeran Leon yang menatap Sheila secara intens.


"Pangeran Leon" ucap lirih Sheila yang juga menatap intens pemuda yang ada dihadapannya itu


"Apa kamu mau menjadi istri dan ibu dari anak-anakku nanti?" tanya pangeran Leon dengan menatap Sheila dalam-dalam.


Sheila tak menjawabnya, diam seribu bahasa antara senang sekali karena cintanya tak beryepuk sebelah dan juga susah marena dirinya yang gadis yatim piatu tak punya apa-apa.


"Ma'afkan aku Pangeran, aku..!' jawab Sheila sembari menundukkan kepalanya.


"Jadi kamu tak menerima aku?"tanya Leon yang merasa tak percaya tentang apa yang dia dengar dan saat ini dirasakannya.


Sheila tak berani menatap wajah Leon, karena tak mau kalau Leon bisa melihat kebenarannya dari mata Sheila saat ini, penuh dengan air mata .


Tanpa mereka sadari, Aaron yang sebelumnya memang sengaja bersembuyi mendengar apa yang dikatakan Sheila.


"Dasar perempuan, kenapa tidak mau bercerita yang sebenarnya sih?" tanya dalam hati Aaron yang kemudian dia melangkahkan kaki keluar dari persembunyiannya dan menghampiri dua sejoli yang perempuan tak berterus-terang itu.


"Hm..! ma'af apakah saya boleh bergabung?" tanya Aaron saat sudah sampai dihadapan Pangeran Aaron dan juga Sheila.


"Aaron, kamu dari mana saja?" tanya Pangeran Leon yang penasaran.


Karena sebelumnya dia memang sedang mencari Aaron.


Sementara Sheila sangatlah terkejut dan dia membelakangi kedua pemuda dihadapannya itu.


Sheila menyeka air matanya dengan sembunyi-sembunyi, agar Pangeran Leon dan Aaron tak melihat bahwa dia yang sedang menangis pada saat ini juga.


Menangis karena mengingkari kenyataan tentang dirinya.


"Ma'afkan saya jika saya ikut campur dalam hubungan kalian." jawab Aaron yang tak ingin ada kebohongan diantara Pangeran Leon dan Sheila.


"Memangnya ada apa Aaron?" tanya Pangeran Leon yang penasaran.


"Pangeran Leon, saya ingin menceritakan pada pangeran tentang apa yang hamba ketahui pada saat hamba mendapat tugas dari yang mulia Arthur untuk memimpin jalannya kompetisi untuk mencari penggantiku sebagai panglima langit" jelas Aaron.


Sheila yang mendengar perkataan Aaron, sangatlah terkejut dan dia membalikkan badannya untuk mencegahbaaron menceritakan hal yang sesungguhnya.

__ADS_1


"Aaron jangan katakan!" seru Sheila sembari menggelengkan kepalanya.


Pangeran Leon yang melihat hal itu semakin penasaran.


"Apa yang kamu sembunyikan Sheila?" tanya pangeran Leon yang bertambah penasaran.


"Tidak ada apa-apa pangeran" jawab Sheila yang berbohong.


Pantangan Sheila mengarah pada Aaron dan dia menggelengkan kepalanya pelan-pelan.


"Jangan Aaron, jangan katakan!" Sheila yang membatin.


"Aaron katakan saja, jangan ada rahasia dan kebohongan yang nantinya akan membuat kita menyesal!" ucap Pangeran Leon yang menatap Aaron dengan tajam.


"Baik yang mulia, akan hamba ceritakan apa yang hamba ketahui":ucap Aaron yang menatap Pangeran leon dan Sheila secara bergantian.


"Aaron aku mohon jangan katakan" ucap Sheila yang memohon dan airmatanya pun kini tak terbendung lagi.


Tiba-tiba datanglah hujan di taman itu, dan ketiganya kemudian berlari menuju ke teras samping pavilium untuk berteduh.


Dan sampailah mereka di teras tersebut dan kemudian mereka mencari posisi yang nyaman untuk mereka berteduh sekaligus beristirahat.


"Aaron, ceritakanlah apa yang terjadi!" seru Pangeran Leon yang saat ini dalam posisi duduk berhadapan dengan Aaron dan Sheila dengan sebuah meja bundar di tengah mereka.


"Baiklah akan saya ceritakan apa yang terjadi pada waktu itu. Saat itu s kompetisi tinggal dua orang yaitu Jacky putra dari dewa Es dan juga Steven putra dari dewa Bumi. Keduanya beradu jurus satu sama lain, dan hasilnya seri. Jacky selalu menyerang Steven dengan serangan jurus bongkahan esnya, dengan cepat Steven menahannya dengan benteng tanah." Aaron yang mulai bercerita.


🗓️Flashback on.


"Buumm... buummm..!"


"Buumm... buummm..!"


Dan terus berulang dan berulang adu jurus itu.


"Buumm... buummm..!"


"Buumm... buummm..!"


Hasilnya pun masih juga Seri, akhirnya Aaron memberhentikan kompetisinya.


"Berhenti!' seru Aaron yang sebagai salah satu juri mengetahui perkelahian tersebut.


"Kita lanjutkan besok saja, sekarang kalian berdua pulihkan energi kalian dan beristirahatlah!" seru Aaron hari beranjak malam dan ada keletihan di kedua peserta.


"Baik Panglima!" ucap Jacky dan Steven bersamaan seraya meletakkan tangan kanan di bahu kiri dan menundukkan kepalanya.


Keduanya menuju ke kamar masing-masing yang sudah di sediakan oleh pihak kerajaan.


Sementara itu Aaron menghadap Yang mulia Arthur untuk meminta saran penyelesaian dari masalah ini.

__ADS_1


"Yang mulia, apa yang seharusnya hamba lakukan agar pertandingan bisa selesai secara adil?" tanya Aaron pada yang mulia Arthur.


"Jika mereka sama-sama seri terus dan menerus, sebaiknya beri ujian pada saat mereka beradu jurus." ucap Yang mulia Arthur setelah memikirkan apa yang terjadi.


"Apa maksud Yang mulia, saat mereka beradu jurus di beri hambatan dan rintangan? semisal hujan, angin dan lainnya?" tanya Aaron yang untuk lebih jelasnya.


"Benar, seperti itu! kamu bisa minta bantuan Dewi hujan , Sheila untuk hujannya. Sedangkan untuk lainnya kamu pikir saja sendiri." saran dari Yang mulia Arthur.


"Baik Yang mulia, hamba undur diri!" ucap Aaron yang kembali menundukkan kepalanya dan mundur beberapa langkah, yang akhirnya mengundurkan diri dari hadapan Raja Arthur.


Aaron kemudian mencari tahu keberadaan Sheila, si Dewi Hujan.


Kemudian Aaron melesat menuju ke pavilium Sheila yang berada di samping taman milik Ratu Flower.


"Sheila..!" panggil Aaron pada saat melihat Sheila yang sedang memandang langit malam.


"Eh, Aaron, ada apa?" balas Sheila yang sedang melihat ke arah bintang yang sedang memancarkan cahayanya.


"Apa kamu bisa bantu aku?" tanya Aaron yang sedikit penasaran dengan apa dilakukan Sheila.


"Bantu apa?" tanya Sheila yang penasaran.


"Membuat rintangan untuk kompetisi beladiri yang aku selenggarakan" jawab Aaron seraya menatap Sheila.


"Maksudnya?" tanya Sheila yang belum paham.


"Buatlah hujan pada saat mereka bertanding." jelas Aaron dan Sheila mengerti apa yang di maksud Aaron.


"Baiklah, aku mau membantumu!" ucap Sheila.


"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Aaron dengan hati-hati.


"Aku hanya memikirkan tentang kebersamaan kita dulu. Kamu, aku, Pangeran Leon dan juga Ekin. Dan lagi Ton juga Leonisa. Kita bermain bersama di bawah sinar bulan dan Bintang." jelas Sheila yang menitikkan air matanya.


"Siapa yang kamu rindukan sebenarnya?" tanya Aaron yang penasaran.


"Tidak ada" jawab Sheila seraya menyeka air matanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2