
"Permisi Tuan, apa ada yang bisa kami bantu?" tanya Aaron dengan sopan, seperti waktu itu yang diajarkan Kirana.
"Saya hanya ingin hand bucket ini di antarkan oleh karyawan kalian yang bernama Kirana!" jawab orang itu.
"Mohon ma'af tuan, nona Kirana, sudah tidak bekerja di kios bunga Rose lagi. Dan dia akan segera menikah" kata Aaron tanpa tedeng aling-aling.
"Menikah? apa benar itu?" tanya laki-laki itu seakan tak percaya.
"Benar, Kirana akan segera menikah!" jawab Aaron, yang dia saat ini sangat penasaran dengan laki-laki yang ada dihadapannya itu.
"Tidak mungkin, aku tidak percaya!" seru orang itu.
"Anda tidak percaya jika Kirana akan menikah?" tanya Aaron Yaang penasaran.
"Tidak, karena yang aku tahu kalau dia itu masih sendirian. Soalnya tak pernah aku lihat dia sama laki-laki lain selain adiknya Jimmy!" ucap laki-laki itu.
"Saudaraku, saya beritahukan ya. Kalau aku dan Kirana akan menikah. Aku selama ini tak mendampingi Kirana, karena aku ada tugas ke luar kota. Jadi kami jarang bertemu" jelas Aaron yang tak mengatakan yang sejujurnya.
"Aku belum percaya!" kata laki-laki itu yang masih ngeyel.
"Kalau masih tak percaya juga, baiklah anda bisa datang satu Minggu lagi di Kios bunga Rose." ucap Aaron.
Laki-laki itu mengernyitkan kedua alisnya.
"Ayo Kelly, kita masih banyak pekerjaan." ajak Aaron untuk meninggalkan tempat dimana laki-laki itu yang masih mengernyitkan alisnya.
"Iya kak Aaron!" sahut Kelly yang kemudian mereka melangkahkan kaki untuk keluar dari tempat itu.
Aaron dan Kelly kembali masuk ke dalam mobil dan mereka melaju kembali ke kios bunga Rose.
Sesampainya di kios, hari sudah menjelang sore.
"Drrt... drrrtt.... drrrtt..!"
Tiba-tiba ponsel Kelly berbunyi dan Kelly tahu siapa yang meneleponnya.
"Jimmy kak!" ucap Kelly saat membuka layar ponselnya.
"Oya? coba tanyakan, apa Kirana bersama dia saat ini?'" ucap Aaron dan Kelly mengerti maaksud dari Aaron.
"Drrt... drrrtt.... drrrtt..!" sekali lagi ponsel Kelly berbunyi dan Kelly mengangkatnya.
^^^π²"Hallo, Jimmy!"^^^
π²"Kelly, aku nanti pulangnya agak malam, aku dan kak Kirana akan menghadiri pesta para pemegang saham!'
^^^π²"Oiya, apa kak Kirana ada di sampingmu?"^^^
π²"Iya, memangnya ada ap!"
^^^π²"Aku hanya ingin bicara dengan kak Kirana, itu saja!"^^^
π²"Oh, baiklah! Sebentar ya!"
^^^π²"Iya"^^^
Jimmy memanggil Kirana, yang saat ini mereka sedang makan.
"Kak, Kelly mau mau bicara" ucap Jimmy yang kemudian menyerahkan ponselnya pada kakaknya.
Sementara itu Kelly menyerahkan ponselnya pada Aaron.
π²"Hallo Kelly, ada apa ya?"
^^^π²"Kirana, cepat pulang ya!"^^^
π²"Si..siapa ini? A..apa benar ini Aaron?"
^^^π²"Iya, ini Aaron kekasihmu sayang!" cepat pulang ya!'^^^
π²"I..iya, a..aku akan segera pulang!"
__ADS_1
^^^π²Apa kabar kamu sayang?"^^^
π²"Baik aku baik-baik saja! kau sendiri bangaimana sayang?"
^^^π² "Aku sangat merindukan kamu"^^^
π²" Aku juga sangat merindukanmu"
^^^π²"Cepatlah pulang ya!"^^^
π²"Baik, sebentar lagi kami selesai!"
^^^π²"Ya sudah, aku tunggu ya!"^^^
π²"Iya, kak Aaron'
^^^π²"Eh kok panggil kak sih?"^^^
π²"Trus panggil apa?"
^^^π²"Oiya, ya sudah, kak juga nggak apa-apa"^^^
π²"Kakak tutup ya!"
^^^π²"Adik dulu ya yang nutup"^^^
π²"Ah, kakak saja yang menutup telponnya.
^^^π²"Ya sudah kita sama-aama nutupnya! Kamu yang hitung ya!"^^^
π²"Oke, Satu..dua...ti...ga..!"
(Mereka saling diam tanpa menutup ponsel mereka.)
(Akhirnya Aaron mengetahui dari nafas Kirana yang terdengar di ponsel)
^^^π²"Kirana, kamu masih ada di situ?"^^^
^^^π²"Nafas kamu terdengar sampai disini!"^^^
π²"Oh, ma'af!''
^^^π²"Ya sudah, ayo kita sama-sama menutup ponselnya, agar kita lebih cepat bertemu"^^^
π²"Iya, Kirana mulai hitung ya!"
^^^π²"Iya"^^^
π²"Satu..dua..to..tiga..!"
Keduanya pun saling menutup ponsel.
"Kak tadi seperti menyebut kak Aaron? apa kak Aaron pulang ke bumi?" tanya Jimmy penasaran.
"Iya Jim, itu tadibkak Aaron. Ayo segera kita selesaikan makan kita. Kita lekas pulang!' jawab Kirana.
"Iya kak!" balas Jimmy sambil tersenyum.
Mereka segera menyelesaikan makan mereka dan berpamitan dengan yang punya hajatan.
Sementara itu Aaron, Kelly ,Bocan dan juga Andy sedang berkumpul diruang keluarga.
"Kak Aaron, bagaimana kalau kita beri kejuta sama kak Kirana?" tanya Kelly saat sudah selesai menelepon.
"Kejutan yang bagaimana? Kirana kan sidah tahu Aaron pulang?" tanya Bocan penasaran.
Kemudian Kelly membicarakan apa yang menjadi idenya.
Pada awalnya mereka tak menyetujuinya, namun setelah Kelly menjelaskannya akhirnya mereka menyetujuinya.
__ADS_1
Dan mereka segera menyiapkan segala sesuatunya.
Satu jam kemudian, mobil mewah warna hitam masuk ke halaman rumah keluarga Andy.
"Eh, itu mereka! ayo kita mulai sesuai rencana!" seru Kelly dan semuanya bersiap diposisi mereka.
"Ok!" balas yang lainnya.
Andy dan Bocan serta Kelly dengan wajah sedihnya duduk di sofa tamu, sementara Aaron bersembunyi.
Setelah mobil berhenti, keluarlah Jimmy dan Kiran dari dalam mobil.
Dengan setengah berlari, Kirana melangkah masuk ke dalam rumah.
"Selamat malam semuanya!" sapa Kirana yang tanpa mengetuk pintu, langsung masuk ke rumah.
"Selamat malam, eh nak Kirana!" balas Bocan yang bangkit dari duduk mereka dan menyambut pelukan hangat pada calon menantunya itu.
Kirana menangkap sesuatu yang aneh
"Ada apa ini? kenapa kalian bersedih?" tanya Kirana yang curiga.
"Iya, ada apa sih Kell?" tanya Jimmy yang juga penasaran.
"Kak Aaron kembali dalam wujud Oyen!" jawab Kelly sembari meneteskan air matanya.
"Apa maksud kalian? itu berarti kita belum bisa menikah?" tanya Kirana yang sangat terkejut.
Semua tak menjawab, tiba-tiba terdengar suara meongan seekor kucing.
"Meow....meow...!"
Nampak seekor kucing oranye dari balik pintu menyembul dan kemudian setengah berlari menghampiri semua orang yang ada di ruang tamu itu.
Dan kucing itu mendekati Kirana dengan tatapan khasnya.
"O..oyen!" panggil Kirana senang karena rindunya pada Oyen terobati, sedih karena ini berarti dia belum bisa menikah dengan Aaron.
Kirana memeluk dan menciumi Kucing Oranye itu dengan cinta dan kasih sayangnya.
"Apa aku akan jadi Tom dan Jerry terus sama calon kakak iparku?" tanya Jimmy yang juga ikut sedih dengan perasaan kakaknya.
Kelly memberi isyarat tangan di bibir pada Jimmy lalu mengedip-ngedipkan kedua matanya.
Dan Jimmy memahaminya dan menganggukkan kepalanya.
Ada butir-butir air mata di pipi Kirana.
"Kirana, kamu menangis?" tanya Bocan penasaran.
"Ibu, apa ini berarti saya tak bisa menikah dengan Aaron dalam waktu dekat?" tanya Kirana dengan racauannya.
Semuanya terdiam dan saling pandang, sedangkan Kirana terus memeluk Kucing Oranye itu tanpa menyadari seorang yang ada di sampingnya.
...~Β₯~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1