
"Panggilan ayah dan ibu akan selalu kita dengar nantinya sayang!" ucap Aaron yang terus mengecup kening isterinya.
Keduanya saat ini sedang bahagia, dan ciuman Aaron terus mendarat di kening dan kedua pipi isterinya.
...****...
Beberapa hari kemudian, Kirana merasakan sesuatu yang mengganggu pikirannya.
"Kamu kenapa sayang?' tanya Aaron yang penasaran melihat isterinya yang nampak gelisah.
"Aneh tiba-tiba aku ingin makan mangga Arum manis yang matang di pohon" jawab Kirana yang memohon.
"Mangga Arum manis? diaini apa ada buah seperti itu?" tanya Aaron yang bingung bila akan mencari buah mangga yang belum berbuah karena memang belum musimnya.
"Tapi istri kamu ini sangat menginginkan sekali sayang!" ucap Kirana yang dengan wajah memelas ya membuat Aaron gemas jadinya.
"Iya-iya akan saya Carikan, kamu tetap di rumah ya sayang!" seru Aaron untuk istri. tercintanya.
Aaron melangkahkan kaki menuju keluar dari kamar dan menuju ke balkon depan pintu jendela.
"Priiit...!"
Awan putih kecil pun muncul dihadapan Aaron.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya Awan putih kecil itu pada tuannya.
"Apa kamu tahu dimana ada pohon mangga Arum manis?" tanya Aaron yang kemudian naik ke punggung awan putih kecil itu.
"Oh, aku tahu. mari ikut saya antarkan tuan!" ucap lawan putih kecil.
"Ayo kita kesana secepatnya!" seru Aaron.
Awan putih kecil itu kemudian melesat menuju ke tempat yang dimaksudkannya.
Lumayan jauh juga tempat yang ada mangga Arum manis itu.
"Tuan, itu dia pohon mangga Arum manisnya!" kata awan putih kecil yang kemudian terbang merendah dan mendekati pohon mangga Arum manis itu.
"Nampaknya pohon mangga Arum manis itu dijaga oleh Siluman." kata Aaron pada saat melihat kearah pohon mangga Arum manis itu.
"eh, apakah betul itu tuan? ma'af aku tidak tahu" ucap Awan putih kecil itu.
"Tidak apa-apa, kita Mita baik-baik saja dulu. Kalau dia mau memberikannya itu tentu lebih baik. Tapi kalau dia tidak mau memberikannya, maka aku akan memberikannya pelajaran." ucap Aaron.
"Iya tuan, begitu lebih baik!" sahut Awan putih kecil itu yang telah berhenti tak jauh dari pohon mangga itu.
Aaron kemudian turun dan melangkahkan kakinya mendekati pohon mangga itu.
"Permisi saya Aaron, kedatangan saya kemari ingin meminta satu buah mangga Arum manis. Jika anda berkenan, bolehkah saya memintanya untuk saya bawa pulang. Karena isteri saya sedang hamil yang kepingin mangga Arum manis ini" ucap Aaron dengan ramah.
"Apa, mau buah mangga ini? Tidak boleh!" seru suara dari pohon mangga itu.
"Kenapa tidak boleh? aku sudah minta baik-baik! seru Aaron yang geram.
"Pohon mangga ini sudah menjadi rumahku, dan buah yang dihasilkannya adalah makananku. Jadi kamu tak berhak mengambilnya. Karena semua ini adalah milikku!" seru suara yang menggema itu.
__ADS_1
"Walaupun aku memintanya hanya sebiji saja, apa tidak boleh?" tanya Aaron yang penasaran.
"Tidak! atau kau akan mati!" seru suara itu yang kemudian dia keluar dari persembunyiannya.
"Ohw rupanya kamu siluman kelelawar buah!" seru Aaron yang kemudian bersiap siaga jika siluman tersebut akan menyerang dirinya.
"Rupanya kamu mengenal aku? sebetulnya siapa kamu!"'seru siluman kelelawar buah itu yang mulai menunjukan wajah dan sikap yang tak bersahabat.
"Apa betul kamu tak mengenalku?" tanya Aaron dengan menyungging senyum sinisnya.
Siluman kelelawar buah itu kini merubah tubuhnya menjadi seseorang laki-laki bertubuh tegap namun berkepala kelelawar buah.
Dia melihat kearah Aaron dengan tajam, dan dia mulai menunjukkan gelagat kalau dia mengenal Aaron.
"Apa kau si pemburu siluman itu?" tanya siluman Kelelawar buah itu yang memastikan dirinya dan tetap memandang wajah Aaron dengan seksama.
"Nah, akhirnya kamu tahu juga!" seru Aaron yang memandang tetap waspada pada gerak-gerik siluman kelelawar buah itu.
"Kurang ajar! sudah berapa banyak teman dan keluargaku yang kau musnahkan! kini saatnya aku balas dendam!' seru siluman kelelawar buah itu yang kini kedua matanya memancarkan cahaya kemerahan.
"Ma'af saja aku tak ada waktu untuk menghitungnya, dan mungkin kamu akan menjadi korbanku yang selanjutnya!" seru Aaron dengan mengulas senyumnya.
"Kau yang akan menjadi santapanku bedebah!" umpat siluman kelelawar buah itu dengan geram.
"Coba saja kalau kamu bisa!" seru Aaron yang sudah bersiap menyerang dengan tangan kosong.
Siluman kelelawar buah itupun juga tak mau kalah, dia juga bersiap untuk menyerang terlebih dahulu.
"Bagh...!" pukulan tangan kanan Siluman kelelawar buah itu yang menyerang Aaron.
"Bugh .!" tangkisan tangan dari Aaron untuk menghindari pukulan dari siluman kelelawar buah itu.
Kelelawar buah itu yang kini merubah strateginya.
Dengan sinar merah di kedua matanya dia menyerang Aaron.
"Seeerrt.....!"
"Duarrr...!" sinar merah itu menyerang tempat hampa karena Aaron dengan cepat menghindarinya.
"Seeerrt..!" kembali sinar merah itu menyerang Aaron dan Aaron melindungi dirinya dengan tameng yang terbuat dari jurus Cahayanya.
"Traang..!" tameng cahaya mampu membelokkan serangan mata merah dan kembali mengenai ruang hampa.
"Sialan, tak bisa dianggap remeh rupanya!" gerutu siluman kelelawar buah itu dengan kesalnya.
Kemudian siluman kelelawar itu mengibas-ibaskan tangannya seperti hendak membuat angin.
"Apa yang akan dia lakukan! akan aku serang dia dengan bola-bola cahaya biruku!" gumam dalam hati Aaron yang kemudian mengeluarkan bola-bola cahaya birunya.
Dan hampir saja bola-bola cahaya itu akan terbang terbawa angin, namun dengan cepat Aaron menambah kekuatannya agar bisa menangkal serangan angin siluman kelelawar buah itu.
"Boumm...! boumm...! Boummm..!"
__ADS_1
Serangan bola-bola cahaya itu menembus serangan angin milik Siluman kelelawar buah itu.
"Duarr..! duaarr..! duarr...!"
Jurus itu membuat saling bertabrakan dan kembali terdengarlah ledakan yang dahsyat.
"Boumm...! boumm...! Boummm..!"
"Duarr..! duaarr..! duarr...!"
Dan pada akhirnya satu bola cahaya mengenai perut siluman kelelawar buah itu.
"Aaaghh..!" siluman kelelawar buah itu mengerang kesakitan.
"Menyerahlah..!" seru Aaron yang kembali sudah bersiap dengan jurus bola-bola cahayanya.
Siluman kelelawar buah itu kemudian berusaha untuk bangkit dan kembali menyerang Aaron dengan sinar mata merahnya.
"Seeerrt.....!"
"Duarrr...!" sinar merah itu menyerang tempat hampa karena Aaron dengan cepat menghindarinya.
"Seeerrt..!" kembali sinar merah itu menyerang Aaron dan kembali Aaron melindungi dirinya dengan tameng yang terbuat dari jurus Cahayanya.
"Traang..!" tameng cahaya mampu membelokkan serangan mata merah dan kembali mengenai ruang hampa.
"Sialan, bedebah!' umpat siluman kelelawar buah itu.
"Akan aku akhiri pertempuran ini, rasakan serangan ku siluman kelelawar buah!" seru Aaron yang menangkupkan kedua tangannya dan dia mengeluarkan jurus bola cahaya yang besar dan dilemoarkannya ke arah Siluman Kelelawar buah itu.
"Buoommm...!"
Bola cahaya besar itu mengarah ke siluman kelelawar buah dengan kecepatan yang tinggi, sehingga siluman kelelawar buah itu tak mampu menghindarinya.
"Buomm...!"
"Aarghh...!" Siluman kelelawar buah itu tak mampu menghindarinya dan dia mengerang kesakitan karena tubuhnya kini terbakar oleh cahaya biru yang amat besar.
Dan siluman kelelawar buah itu hangus dan sudah tak bernafas lagi.
Keluarlah mutiara siluman yang berwarna hitam dari tubuh siluman kelelawar buah itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1