
Maksud paduka ..?" tanya Aaron yang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aaron, mutiara siluman ini akan menambah dan menjaga kekuatan kamu dan kamu bisa berubah menjadi kucing sesuai keinginanmu. Dan di sana, para siluman lebih kuat karena banyak yang berusia ratusan tahun" jelas Ratu Flower saat mereka berada di depan kaca benggala.
"Jadi dengan tubuh kucing, kamu akan lebih mudah dalam pencarian kamu." lanjut jelas Ratu Flower.
"Baiklah Ratu..!" kata aaron yang mulai jelas maksud ratu Flower.
"Yang aku dengar, kau Ekin ada di sana..! tolong kau bawa dia kemari ya..!" pinta selir Selena dengan penuh harap.
"Ekin..? Hukk..Hukk..Hukk..!!"
Aaron terkejut sampai terbatuk-batuk, karena Ekin sahabat sekaligus teman latihannya.
"Benar yang aku dengar juga demikian, putraku ada di sana..!" sahut raja Arthur yang menambahi.
"Hamba sangat rindu dia.." kata Aaron yang bersiap dari menelan mutiara hitam untuk menambah kekuatannya masuk ke dunia siluman.
"Aaron.. kalau sudah bertemu Kirana sebaiknya kau cari mustika siluman ular. Karena dengan mustika itu, kalian bisa pulang ke duniamu." jelas Ratu Flower dan kemudian dia menerangkan cara menggunakan mustika siluman ular itu.
"Oh, hamba mengerti Ratu. Terima kasih atas oenjelasan Ratu, Raja dan Selir....!" kata Aaron yang paham dan kini dia dia akan menyimpan mutiara-mutiara itu dengan sebaik-baiknya.
"Baiklah sebaiknya kita mulai besiap-siap mengantar Aaron ke dunia siluman." kata Raja Arthur pada kedua istrinya.
Raja Arthur dan Selir selena merapatkan telapak tangannya mereka masing-masing, kemudian merapalkan mantera dan memutar kedua telapak tangan mereka dan kemudian mendorongnya mengarah ke kaca benggala.
Sedangkan Ratu Flower yang seorang peri, dengan kekuatan tongkat peri yang diarahkan ke kaca benggala dan mereka mengeluarkan sinar putih yang menyilaukan.
Kaca itu pun ikut bercahaya, semakin lama semakin merata.
"Aaron..! mulailah kami masuk diantara cahaya di kaca benggala itu..!" seru Ratu Flower yang terus mengarahkan tongkatnya pada kaca benggala itu.
"Baiklah..!" balas Aaron.
Aaron pun masuk diantara cahaya yang menyelubungi kaca benggala itu.

Dan saat dia masuk ke kaca benggala itu, dia berada di sebuah hutan yang berkabut.
"Seperti inikah dunia siluman itu..?" kata Aaron yang melihat ke sekitarnya.
Tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi Oyen.
"Meoww..!!"
"Ah aku jadi Oyen...! sebaiknya aku terus berjalan mencari Kirana..!" kata dalam hati Oyen.
Kucing itu melangkah menyusuri gelapnya hutan, dan penciumannya ternyata lebih tajam di dunia siluman ini.
Dia mencium bau siluman di mana-mana di hutan itu.
"Memang benar kata ratu Flower, aku lebih leluasa menjadi kucing. Kalau aku menjadi manusia, aku akan menarik perhatian mereka dan aku akan lebih susah mencari Kirana." batin Aaron.
__ADS_1
"Kuk...kuk...kuk..!!
"Hai kucing...!!" tiba-tiba ada suara yang memanggil.
Oyen pun menoleh, dilihatnya seekor burung hantu yang menatanya tajam.
"Maaf, apa aku mennganggumu..?" tanya oyen yang tak mengira langsung di sapa oleh siluman.
"Sepertinya kau bukan dari bangsa kami..?" tanya burung hantu itu curiga.
"Iya, aku di kutuk dan sekarang di buang oleh sebangsaku." jawab Oyen bohong.
"Oh begitu ya..! kasihan..! selamat datang di dunia siluman..! di sini siapa yang kuat, dia yang berkuasa..! jadi jangan dia bikin gara-gara ya..!;" jelas Burung hantu itu.
"Oh baik..! aku ingat itu..!" ucap Oyen yang terus melakukan perjalanannya.
📆Flashback off
"Jadi seperti itulah awal sebelum aku masuk ke dunia Siluman." kata Aaron.
"Jadi ibu tahu kalau aku terlempar ke dunia siluman ya,.?!" kata Ekin yang juga mendengarkan cerita Aaron.
Sementara itu Maggie yang selesai membuat minuman, ikut penasaran dengan cerita Aaron.
"Terus bagaimana Kirana bisa bersama kalian..?" tanya Maggie yang ingin tahu.
"Itu ceritanya panjang Maggie, yang jelas kami harus melawan banyak siluman untuk bertahan hidup." jawab Aaron.
"Maggie, nampaknya Kelly kewalahan melayani pembeli, ayo bantu Kelly sebentar..!" ajak Bocan dan Maggie menurut, mereka berdua melangkahkan kaki keluar kios dan ikut melayani para pembeli bunga.
Sementara itu Kirana telah siuman dan telah cukup beristirahat, perlahan membuka matanya.
"Dimana aku..? apa yang terjadi padaku...? Auh...kepalaku masih pusing..!!" racau Kirana yang berusaha mengembalikan ingatannya.
"Aku sekarang ini di ruangan Bocan, iya di ruangan Bocan." ucap Kirana yang melihat ke sekitar ruangan kamar itu yang sangat dia kenal.
Kirana berusaha bangkit, karena rasa haus yang melanda, keinginannya untuk mengambil air minum begitu kuat.
Namun apalah daya, tubuhnya begitu lemah dan berkali-kali dia jatuh saat ingin bangkit kembali.
"Aaa..aaauh....! kira-kira ada orang tidak ya di luar sana..? aku haus sekali..!!" ucap dalam hati kirana.
"Aku harus bersuara, tapi suaraku masih lemah..? apa ya yang bisa membuat bunyi, agar ada yang mendengarkan dan masuk ke sini? karena aku mendengar di luar banyak orang berkumpul..!" ucap Kirana yang menebak.
Kirana melihat ada gelas kosong di meja samping tempat di mana di berbaring.
Dia berusaha meraih gelas itu,namun gelas itu terjatuh kelantai.
"pyaarr...!!
Gelas itu jatuh dan pecah.
Tak berapa lama ada seseorang membuka pintu.
__ADS_1
"Ceklek...!!"
Kirana menoleh ke arah pintu, dan dia melihat sosok pemuda yang selalu bersamanya.
"Aaron..!!" panggil Kirana.
"Kirana...! sudah bangun ya..!!" panggil Aaron yang kemudian masuk dan menghampiri Kirana.
"A...Aaron...a..aku ...ma..mau minum..!" pinta Kirana terbata-bata.
"Minum, oh baik aku ambilkan sebentar ya..!!" ucap Aaron yang kini dia kembali keluar ruangan untuk mengambil air minum untuk kekasihnya.
"Apa Kirana sudah sadar Aaron..?" tanya Dona ibunda Kirana yang menebak.
"Iya, Kirana baru saja sadar dan dia sedang minta minum, Saya harus ambilkan secepatnya. Maaf permisi...!!" ucap Aaron yang bergegas ke dapur mengambil gelas dan membuatkan teh hangat buat kekasihnya itu.
Dona dan yang lainnya pun masuk ke ruangan di mana Kirana berada.
"Kirana..bagaimana keadaanmu?" tanya Dona yang langsung membelai kepala putrinya.
"Beginilah aku ibu..!" jawab Kirana dengan nada lemah.
Sedangkan Jimmy membereskan gelas yang jatuh tadi.
Tak berapa lama, Aaron membawa teh hangat yang kemudian dia menghampiri Kirana.
Aaron meyuapi Kirana minuman teh buatannya itu dengan sendok dengan telaten.
"Apa yang kamu rasakan saat ini Kirana..?" tanya Aaron yang khawatir sekali.
"A..aku merasa lemas sekali A..Aaron,??" jawab Kirana lirih.
"Apa kamu lapar..?" tanya Aaron dan Kirana pun mengangguk pelan.
"Oiya..mama tadi buat bubur. kamu makan ya..?" kata Dona seraya tersenyum.
"I..iya ma..!" ucap Kirana pelan.
Dan Dona pun bangkit dari duduknya, kemudian mengambil bubur yang tadi dia buat dan bawa dari rumahnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...Bersambung...
__ADS_1