
Lantas Oyen meletakkan kaki depan sebelah kanannya di atas punggung tangan kanan Adelia yang ada di pangkuan Adelia.
Tiba-tiba ada reaksi dari tubuh Adelia, kedua mata Ibunda Caterina tak lagi kosong. Namun tetap tersirat kesedihan yang sangat dalam.
"Adelia, masih ingatkah denganku?" tanya Oyen dengan bahasa manusia.
"O..oyen!" panggil Adelia yang kemudian bereaksi dengan menggendong dan memeluk Oyen.
Nampak raut wajah Adelia yang saat ini berubah menjadi sangat riang dan wajah pucat itu telah menghilang.
Hal itu membuat semuanya terheran-heran, termasuk dengan Apollo.
Ada semacam rasa cemburunya g merasuki hatinya.
"Apa hubungan kucing Oranye itu dengan isteriku Adelia?":gumam dalam hati Apollo yang penasaran.
Adelia berwujud manusia yang sedang memeluk kucing Oranye itu terus menjadi pusat perhatian.
"Perempuan ini terlihat sangat rindu dengan keluarga dan dunia manusianya." gumam Kity yang melihat raut wajah Adelia dan didengarkan oleh Archie.
"Kamu benar Archie, apakah cinta Apollo bertepuk sebelah tangan ya?" tanya Archie yang terus melihat ke arah Adelia.
"Mungkin saja!" jawab Kity yang juga melihat ke arah Adelia yang memeluk Oyen.
Sementara itu Oyen berusaha mengembalikan ingatan Adelia tentang dirinya.
"Adelia, apa kamu ingat waktu pertama kali bertemu denganku?"tanya oyen yang memancing ingatan Adelia.
"Waktu itu aku dan adikku Senja, menemukan kamu di bibir pantai Z, iya aku ingat itu. Aku sedang bermain pasir di pantai bersama adikku, Senja!" ucap Adelia yang mulai tersenyum karena mengingat peristiwa dua puluh tahunan yang lalu.
"Iya saat itu aku terpisah dari Kirana di pantai itu, saat Kirana mencari ayahnya yang menjadi nelayan." sambung Oyen.
"Iya waktu itu kamu sedang berlari, seperti mengejar sesuatu. Kamu mengejar siapa?"tanya Adelia yang penasaran.
"Aku sedang mengejar pemilikku, yang sekarang menjadi istriku!" jawab Oyen yang melihat rona wajah Adelia yang sudah berubah.
"Istri? apa kamu juga bisa menjadi manusia?":tanya Adelia yang kemudian menurunkan Oyen tepat di bawahnya,
"Iya, aku seorang dewa yang saat itu sedang dikutuk menjadi Kucing" jawab Oyen yang menatap ke arah Adelia dan melihat perempuan dihadapannya itu sudah meneteskan air matanya dan kembali menundukkan kepalanya.
"Hiks...! Senja, Kak Andy..! Adel rindu kalian!" racau Adelia diantara tangisnya.
Dan Adelia teringat masa-masa bersama Senja dan Oyen kala itu .
🗓️Flashback on
"Ketangkeeepp....!"
"Meoww.....! meowww...!"
(Lepaskan aku...! Kiranaaa...!)
Oyen meronta-ronta yang saat ini dirinya dalam gendongan gadis cilik berusia lima sampai enam tahunan.
"Senja, lepaskan kucing itu, kasihan!" kata seorang gadis remaja yang merupakan kakak kandung gadis bernama Senja yang menangkap Oyen itu.
__ADS_1
"Ah, kak Adel, kucing ini kan imut, lucu dan bersih lagi. Senja kan jadi gemeess pingin bawa pulang" kata Senja yang terus mengusap-usap Oyen dari kepala hingga punggung kucing itu pada kakaknya yang bernama Adel.
"Nanti di cari yang punya" kata Adel yang melihat kalung pemberian BoCan yang di pakai Oyen.
Kucing yang memakai kalung, biasanya sudah ada pemiliknya
"Pokoknya kucing ini milik Senja, milik Senja!" seru gadis cilik itu sambil berlari menjauh dari bibir pantai.
Adel dengan terpaksa mengejar adiknya yang manja itu.
Mereka berlari menuju ke Villa, dan sesampainya di Villa Oyen dimandikan oleh senja dan Adel, kemudian dia di dandani oleh kedua gadis itu dengan kostum yang aneh-aneh.
Karena kecapekan Senja, Adelia dan Oyen tertidur pulas.
Cukup lama mereka tertidur, hingga tak menyadari Oyen meninggalkan mereka berdua di atas tempat tidur.
Dan ketika keduanya bangun, mereka kebingungan karena kehilangan kucing Oranye yang baru mereka temukan di tepi pantai tadi pagi.
Keduanya melangkahkan kaki keluar dari kamar dan menuju ke ruang makan, karena sempat melihat ada beberapa orang di ruang makan.
Benar saja, Adelia dan Senja melihat kakaknya bersama seorang gadis.
"Kak Andy, lihat kucing Senja tidak?" tanya Senja pada Andy.
"Sejak kapan kamu punya kucing?" tanya Andy yang heran, karena dia tak ingat kalau adiknya punya kucing.
"Baru siang tadi kak, Nemu di pantai!"jawab Adel yang kemudian duduk di kursi depan Andy dan Kirana.
"Hei, kalian,kenalan dulu sama kak Kirana." kata Andy pada adik-adiknya.
"Adelia, panggil saja Adel kak!" kata Adel sambil mengulurkan tangan pada Kirana.
"Nama yang bagus, saya kirana" kata Kirana.
"Kalau saya Dewi Senja, panggil saja Senja kak" kata Senja yang sambil mengulurkan tangannya
"Nama kamu juga bagus!" kata Kirana.
"Nah, kalian sudah kenalan ya, perlu kalian berdua ketahui, kucing yang kalian temukan itu, adalah kucing kak Kirana."kata Andy yang menjelaskan.
"Darimana kak Andy tahu?" tanya Senja penasaran.
"Kirana coba panggil kucing kamu?" kata Andy dan di balas anggukan sama Kirana.
"Oyen, kemarilah" panggil Kirana, Oyen tak mau keluar dari persembunyiannya.
"Ayo kemari sayang!" panggil Kirana sekalli lagi.
__ADS_1
Dengan sedikit ragu, oyen menghampiri Kirana.
"Nah dia kan, kucing yang kalian maksud?" tanya Andy yang di balas anggukan oleh kedua adik perempuannya itu.
"Jadi namanya Oyen ya kak?" tanya Adel yang memperhatikan kedekatan kucing Oyen pada Kirana.
"Iya, kakak menamainya Oyen." kata Kirana.
Senja perlahan mendekati Kirana dan Oyen, dia berusaha merebut oyen.
Dan Oyen tak mau, dia mencakar baju Kirana untuk pegangan.
"Meoooong....!" Oyen memberontak.
"Maaf senja, oyen tidak mau, jangan di paksa ya!" kata Kirana memperingatkan pada adik Andy.
"Tidak, kucing ini milikku!" ucap Senja yang terus ngeyel.
"Senja, oyen tidak mau senja!" seru Kirana yang khawatir.
"Pokoknya dia kucingku!" seru Senja yang pakai jurus Menangis.
"Sudah-sudah, kalian berdua masuk dalam kamar sekarang juga!" seru Andy dengan penekanan suara pada kata 'Sekarang'.
Dan kedua adik Andy itu pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
🗓️Flashback off
"Iya, aku ingat siapa gadis yang bernama Kirana itu!" seru Adelia yang mulai tersenyum.
"Iya, sekarang dia menjadi istriku dan kami mempunyai seorang putra yang bernama Kairo. Aku mengetahui keadaan kamu dari seorang gadis yang bernama Caterina!" ucap Oyen seraya menatap kearah Adelia.
Ada perasaan iba melihat apa yang terjadi pada Adelia dan putrinya.
"Putriku Caterina, dia sudah bertemu dengan kamu. Apa dia bertemu dengan pamannya Andy dan tantenya Senja?" tanya Adelia yang berbinar.
"Adelia, Andy kakakmu itu sebenarnya sudah tiada. Yang ada ditubuh kakakmu itu ayahku Raymond. Selama di pesisir pantai, ayah tetap menerima keadaan sebagai Andy kakakmu karena ingin melindungi kalian berdua." jelas Aaron.
"A-apa? benarkah kalau kak Andy sudah tiada?" tanya Adelia yang masih tak percaya .
"Apa yang saya katakan ini benar adanya, dan adik kamu Senja.." jawab Oyen dan ketika hendak mengatakan apa yang terjadi dengan Senja, ada perasaan yang tak tega mengatakannya pada perempuan yang sedang kacau dihadapannya itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1