
Kemudian si kakek itu kembali akan bercerita tentang apa yang dia ketahui tentang si Kunti itu ,
"Ini cerita dari seorang pemuda yang bernama Naziri":ucap si Kakek yang mulai bercerita.
Naziri mengawali kisah dengan menggambarkan rumah masa kecilnya yang berada di pelosok desa. Desanya itu dulu termasuk desa perintis.
Jadi wajar kalau di area sekitarnya banyak sekali makam dan penuh dengan pepohonan tembesi yang rindang berukuran besar-besar.
Naziri mengaku tinggal bersama ibu dan kakaknya di rumah reyot. Rumah tersebut hanya punya satu kamar saja yang ditempatinya bersama ibunya.
Sementara kakak perempuannya tidur di dipan bertingkat yang terletak di dapur. Dipan bertingkat itu dekat pintu masuk.
Dengar Suara Jeritan dari Arah Belakang Dapur
" Kakak tidur di dapur. Kakak tidur di bagian atas, dan ada lubang kecil di dinding dekat kepala kakak. Jadi kalau tidur, kakak bisa langsung lihat bintang dan langit malam. Kakak sudah terbiasa tidur 'beratapkan langit'," kata Naziri.
Sedangkan kamar mandinya berada di belakang rumah. Jadi kalau mau buang hajat atau mandi harus berjalan keluar kira-kira tiga sampai empat meter.
Di sebelah dapur, terdapat rumah seorang pria yang pekerjaannya menebang pohon. Pria tersebut biasa dipanggilnya Paman.
Di malam berikutnya, sekitar jam setengah tiga pagi , kakaknya Naziri dikejutkan suara paman di halaman belakang. Pria itu menjerit-jerit seperti orang ketakutan.
" Kakak mendengarnya dengan jelas karena tidur di dapur. Karena merasa tidak enak hatinya, kakak turun dan memeriksa keluar.
" Setelah turun tangga, kakak berjongkok mencoba mengintai bagian bawah rumah paman, sebab tadi mendengar suaranya dari arah situ," lanjut Naziri.
Kakak Naziri kemudian memeriksa di kegelapan malam Itu.
Tapi saat kakaknya keluar rumah dalam gelapnya malam itu, suasana tiba-tiba sepi kembali. Lama juga kakaknya berjongkok mencari sumber bunyi jeritan itu.
Tiba-tiba kakaknya dikejutkan dengan suara seperti kepakan burung merpati yang sedang terbang dari atas genting.
Saat berdiri dari jongkoknya untuk melihat, kakaknya terkejut lantaran melihat seorang perempuan turun dari atap rumah paman.
Perempuan itu seperti melayang dan 'hingga' di depan kakaknya. Jaraknya mungkin sekitar satu hingga dua meteran.
" Perempuan itu rambutnya panjang tergerai hingga ke tanah. Bajunya putih tapi agak kekuning-kuningan (lusuh). Wajahnya tidak terlihat karena tertutup rambut.
" Tetapi kakak bisa merasakan makhluk itu menatapnya. Nampak jelas mata makhluk itu merah saga. Kakak pun sangat takut hingga susah berteriak maupun bergerak," kata Naziri.
Cukup lama kakaknya tak bisa bergerak di depan makhluk itu. Meski sudah membaca Doa, kakaknya tak bisa bergerak dan makhluk juga tidak lari ketakutan.
__ADS_1
" Kakak akhirnya teringat dengan doa yang diajarkan oleh almarhum kakek kalau melihat penampakan hantu seperti kuntilanak itu.
" Baru selesai membaca doa itu, kaki kakak sudah bisa bergerak. Sambil terus membaca, kakak melangkah mundur pelan-pelan masuk ke dalam rumah," kata Naziri.
Begitu masuk rumah, kakaknya langsung mengunci pintu dan naik ke tempat tidur. Namun usahanya untuk tidur tidak berhasil, teringat makhluk seram itu masih ada di luar.
" Badan kakak menggigil. Mau pindah ke kamar emak takut terjadi apa-apa padaku juga. Kakak takut makhluk itu masuk lewat lubang di dinding dekat kepalanya," ujar Naziri.
Untung kuntilanak itu tidak masuk ke dalam rumah. Ketika kakaknya bisa mengintip lewat lubang dinding, kuntilanak itu terbang menjauh. Sementara suara anjing menyalak terdengar sayup-sayup.
Tak lama setelah momen menyeramkan itu, ibunya Naziri bangun karena sudah kebiasaannya untuk pergi berjualan sehabis Subuh.
Namun Naziri dan kakaknya meminta ibu mereka untuk tidak berangkat pagi-pagi buta itu. Mereka takut nanti dicegat oleh kuntilanak tersebut.
Mereka kemudian bercerita tentang kejadian semalam. Ketika matahari mulai sedikit naik, ibunya pergi ke rumah paman.
Ibunya ingin tahu tentang apa yang terjadi semalam sehingga paman sampai berteriak-teriak sampai muncul kuntilanak.
Paman bercerita semalam dia didatangi kuntilanak karena pohon tempatnya bersemayam ditebang.
Jadi kuntilanak itu mengamuk karena paman dianggap telah mengganggu rumahnya.
Dan itulah cerita yang kakek dengar" ucap si kakek.
"Ma'af saya mendengarkan cerita kalian, dan saya juga mau cerita dari pengalaman saya, perkenalkan nama saya David" kata orang yang berusia kurang lebih separuh baya itu.
"Silahkan dan dengan senang hati kami akan mendengarkannya." ucap Aaron pada laki-laki yang bernama David itu.
Kemudian David menceritakan kisah yang mungkin tak pernah dia lupakan.
Ia mengaku bertemu dengan kuntilanak merah saat masih berkuliah di sekitaran stadion Mundu.
Kisah horor bermula saat David tinggal di sebuah rumah dengan gaya Belanda yang letaknya dekat dengan pom bensin desa Lawers.
Rumah tersebut juga ditempati teman-temannya dari luar daerah yang sedang menempuh pendidikan di desa Lawers.
Suatu hari David pulang dari kegiatan kampusnya sekitar jam dua belas malam.
Sesampai di rumah dekat Stadion Mundu, David langsung masuk kamar.
Dimana kamarnya berada di ujung lorong, dekat dengan dapur.
__ADS_1
Kebiasaan memutar musik sebelum tidur, tidak dapat dihilangkannya. Kali ini, ia memutar musik dengan suara yang lebih kencang.
David berusaha untuk tidur dan menghadapkan badannya ke arah pintu.
Sengaja ia tidak menutup pintu untuk memudahkan sirkulasi udara. Dari jauh, David dapat melihat dapur yang ada di seberang kamarnya.
Saat masih terjaga, tiba-tiba David melihat seseorang dengan baju merah sedang duduk di depan dapur.
Terlihat jelas, sosok tinggi tersebut sedang duduk dengan rambutnya yang menjuntai sampai ke lantai.
Kaget melihat sosok menyeramkan itu, David membalikkan badannya dan menghadap tembok.
Setelah beberapa saat berlalu, David berniat menutup pintu, tetapi ia ketakutan untuk mendekati sosok merah.
Pikirannya mencoba menebak sosok tersebut. Ia yakin betul, jika sosok yang dilihatnya adalah kuntilanak.
Saat berusaha menutup mata, tiba-tiba terasa olehnya seseorang yang sedang memainkan rambut dan mengusap kepalanya.
David yang masih ketakutan, berusaha untuk menengok ke atas. Ia tidak melihat apapun karena seluruh wajahnya tertutup rambut panjang yang sangat lebat.
David mencoba menenangkan diri dan berdoa, tetapi lidahnya kelu dan tidak dapat berkata apapun.
Sosok tersebut bersenandung dengan suara pelan, seolah sedang menidurkan bayi.
Dengan sedikit keberanian, David memberanikan diri untuk bangkit dan berlari ke kamar temannya. Karena masih panik, ia tidak dapat berkata-kata.
Hingga esok pagi, sosok tersebut sudah tidak menampakkan wujud di kamar David.
"Dan karena itulah saya saat ini tidak mau kembali ke desa Lawers, apalagi di rumah dekat stadion Mundu itu," ucap David yang saat ini tubuhnya gemetaran.
"Mungkin saja sosok kuntilanak merah tersebut mungkin terganggu karena suara musik yang kamu putar pada malam hari" tebak Kiaro.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...