
Andy membawa Kirana kembali ke villanya.
Tanpa Kirana sadari, dia berada satu atap dengan Oyen.
Oyen berada di kamar Senja dan Adel, yang merupakan adik kandung dari Andy.
"Kirana, sejak tadi kamu belum makan. Sebaiknya kamu makan dulu, setelah itu kita cari Oyen bersama-sama." bujuk Andy saat mereka berada di ruang makan dengan banyak hidangan di atas meja.
Sementara itu, oyen bangun dari tidurnya.
Karena merasakan perutnya yang minta di isi.
"Perutku lapar, biasanya Kirana akan memberiku makanan...! tapi bocah-bocah ini apa tahu kalau aku sedang lapar?" kata dalam hati Oyen yang segera turun dari ranjang yang sebelumnya melepaskan kostum yang menempel di tubuhnya.
Oyen mencium bau makanan, dia segera berlari dan menuruni tangga dengan hati-hati.
Akhirnya dia sampai di ruang makan, betapa terkejutnya dia melihat seorang gadis yang di rindukannya itu.
Dia sedang melihat Kirana sedang duduk di kursi menatap malas makanan di hadapannya itu.
Oyen melihat di samping Kirana ada pria yang tadi pagi bersama Kirana.
Oyen terus memperhatikan Laki-laki itu berusaha menyuapi Kirana, namun Kirana tetap saja menolak.
"Meowww...!!" (Kirana...!!)
"Oyen...!! aku dengar suara oyen, Oyen dimana kamu..!!"
Panggil Kirana yang merasa mendengar ngeongan Oyen.
"Apaan kamu? disini mana ada kucing..? salah dengar kamu mungkin..?" tanya Andy yang penasaran.
Kirana berdiri dan kemudian melihat ke sekelilingnya sampai bawah meja makan.
"Meowww....!!"
Setelah yakin kalau Kirana sedang mencarinya, Oyen keluar dari persembunyiannya.
"Oyeeeeeeenn...!!"
Raut wajah Kirana yang semula sendu, menjadi ceria kembali.
Gadis itu membungkukkan badannya dan merendahkan kedua telapak tangannya, menandakan ingin menggendong Oyen.
Oyen pun berlari menghampirinya,dan dengan sigap, Kirana menangkap dan mengangkat Oyen dalam gendhongannya.
"Oyen..! kamu kemana aja..! Kirana khawatir dan kangen..!!" seru Kirana yang memeluk dan menciumi kucing kecil itu.
"Meoww...!!"
Dan Oyen menikmatinya.
"Hei...Akhirnya ketemu juga ya sama si.,.!!" kata Andy yang mencoba mengingat nama Oyen.
"Oyen..!!" sahut Kirana yang terus memeluk oyen dan kemudian duduk di kursinya semula.
"Iya Oyen..!!" lanjut Andy sambil tersenyum.
"Jadi betulkan aku nggak berhalusinasi..! Aku dengar suara ngeongan, karena memang ada Oyen..!!" seru Kirana yang mengelus punggung Oyen.
"Ya sudah, Oyen kan sudah ketemu. Sekarang waktunya makan ya..!!" kata Andy yang kemudian melanjutkan makannya.
Dan Kirana mengambilkan makanan untuk oyen, kini Oyen dan Kirana makan dengan lahapnya.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Kirana, Oyen dan Andy duduk berdampingan.
Andy mencoba mengusap Oyen dan menggendongnya. Namun Oyen tidak mau.
"Apa kamu bisa mengantarku pulang ke kota..?!" tanya Kirana yang terus mengusap Oyen.
"Besok saja ya..! karena malam ini aku akan menangkap siluman." kata Andy.
Mendengar kata Siluman,. Oyen pun menoleh.
"Meow..!"
Tak berapa lama, dua orang gadis cilik menghampiri mereka.
Dengan cepat Oyen bersembunyi, agar kedua gadis itu tak melihatnya.
Kirana hanya memperhatikannya saja.
"Kak Andy, lihat kucing Senja tidak?" tanya Senja pada Andy.
"Sejak kapan kamu punya kucing..?" tanya Andy yang heran, karena dia tak ingat kalau adiknya punya kucing.
"Baru siang tadi kak, Nemu di pantai..!"jawab Adel yang kemudian duduk di kursi depan Andy dan Kirana.
"Hei .kalian,kenalan dulu sama kak Kirana." kata Andy pada adik-adiknya.
"Adelia, panggil saja Adel kak..!!" kata Adel sambil mengulurkan tangan pada Kirana.
"Nama yang bagus, saya kirana..!" kata Kirana.
"Kalau saya Dewi Senja, panggil saja Senja kak..!" kata Senja yang sambil mengulurkan tangannya
"Nama kamu juga bagus...!!" kata Kirana.
"Nah, kalian sudah kenalan ya..! perlu kalian berdua ketahui, kucing yang kalian temukan itu, adalah kucing kak Kirana."kata Andy yang menjelaskan.
"Kirana coba panggil kucing kamu..?" kata Andy dan di balas anggukan sama Kirana.
"Oyen, kemarilah..!!" panggil Kirana, Oyen tak mau keluar dari persembunyiannya.
"Ayo kemari sayang..!!" panggil Kirana sekalli lagi.
Dengan sedikit ragu, oyen menghampiri Kirana.
"Nah dia kan, kucing yang kalian maksud..?!" tanya Andy yang di balas anggukan oleh kedua adik perempuannya itu.
"Jadi namanya Oyen ya kak..?" tanya Adel yang memperhatikan kedekatan kucing Oyen pada Kirana.
"Iya, kakak menamainya Oyen." kata Kirana.
Senja perlahan mendekati Kirana dan Oyen, dia berusaha merebut oyen.
Dan Oyen tak mau, dia mencakar baju Kirana untuk pegangan.
"Meoooong....!!" Oyen memberontak.
"Maaf senja, oyen tidak mau..! jangan di paksa ya..!!" kata Kirana memperingatkan pada adik Andy.
"Tidak, kucing ini milikku..!!" ucap Senja yang terus ngeyel.
"Senja, oyen tidak mau senja...!!" seru Kirana yang khawatir.
"Pokoknya dia kucingku..!!" seru Senja yang pakai jurus Menangis.
"Sudah-sudah..!! kalian berdua masuk dalam kamar sekarang juga..!!" seru Andy dengan penekanan suara pada kata 'Sekarang'.
__ADS_1
Dan kedua adik Andy itu pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
Andy memperhatikan Oyen dengan seksama. Dia merasakan bahwa oyen bukan kucing biasa.
Lalu dia memegang kalung yang ada pada Oyen.
"Rosa...!!?" desisnya dan Oyen mendengar akan hal itu.
"Dia mengenal Ibu..?" tanya Oyen dalam hati.
"Andy, aku mohon berikan oyen padaku..! aku harus pulang, adikku pasti mencariku..!!" ucap kirana dengan memohon.
"Meooong..!"
Andy tak menggubrisnya, dia terus membawa Oyen ke lantai atas menuju kamarnya.
"Kumohon, berikan oyen padaku..!" pinta Kirana dan dia terus mengikuti Andy yang membawa Oyen.
"Aku tidak akan membiarkanmu pergi Kirana..! Kucing ini akan aku jadikan sandera..!!" Ucap Andy yang ada di depan kamarnya.
"Apa maksudmu..?" tanya Kirana bingung.
"Kau tak boleh pulang karena kau aku jadikan umpanku dalam mencari siluman...!" jelas Andy.
"A..apa...! tidak..! aku tidak mau..!!" teriak Kirana.
"Apa! dia akan menjadikan Kirana umpan...? taidak akan ku biarkan itu terjadi ..!!" batin Oyen yang geram.
"Meong..!!"
Andy membawa Oyen ke dalam kamarnya, dan menguncinya.
"Oyeeeen...!" panggil Kirana.
"Tokk...! tokk...! tokkk....!"
"Andy...kamu apakan oyen..!! lepaskan dia...! Andy, aku mohon...lepaskan dia..!!" racau Kirana sambil mengetuk terus daun pintu kamar Andy.
"Meeeoooong...!"
Oyen terus meronta-ronta.
Di dalam kamar, dia bingung mau menaruh Oyen dimana. Akhirnya dia meletakkan Oyen dalam box tempat biasa menangkap binatang.
"Meoooong....!!"
Oyen terus meminta untuk di bebaskan.
Namun itu tak di gubris oleh Andy.
Dia segera keluar dan mendorong Kirana yang hendak masuk.
"Brukkk....!!" Kirana terjatuh dan..
"Auh...!!" Kirana kesakitan.
Oyen pun mendengar suara Kirana yang kesakitan.
"Meooong....!!" dia berusaha keluar dari box yang memenjarakan dirinya itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
__ADS_1
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...