Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Masih Cerita Sheila)


__ADS_3

"Selanjutnya kamu mau kemana Aaron?" tanya Dewi Hujan pada Aaron


"Sebentar..!" jawab Aaron yang kemudian membuka gulungan tugas dari yang mulia Raja Arthur.


"Desa Tse!" seru Aaron saat membaca gulungan tugas dari istana langit.


"Aku tahu tempat itu!" seru awan putih kecil.


"Desa Tse, yang aku dengar semua warganya terkena wabah penyakit menular!" ucap awan putih besar.


"Wabah penyakit?" tanya Aaron yang khawatir.


"Putraku, lakukanlah tugas kamu. Antarkan Tuan kamu sampai ke tujuannya." ucap awan putih besar itu pada awan putih kecil.


"Baik ibu" jawab singkat awan putih kecil.


"Aku ikut ya..!" seru Dewi Hujan yang kemudian naik ke atas awan putih kecil.


"Ibu saya pergi dulu ya!" pamit awan putih kecil.


"Awan putih besar, ma'af kami undur diri!" pamit Aaron yang juga mewakili Dewi hujan.


"Iya hati-hati ya kalian!" jawab Awan putih besar.


Awan putih kecil yang membawa Aaron dan Dewi hujan, melesat ke arah Utara menuju ke desa Tse.


Karena begitu kencangnya, Dewi hujan berpegangan di pundak Aaron.


Tak berapa lama mereka telah sampai ke tujuan mereka, yaitu Desa Tse.


"Awan putih kecil, sebaiknya turunkan kami jangan terlalu dekat ke desa Tse." pinta Aaron saat Awan putih kecil itu terbang merendah.


"Baik tuan" jawab Awan putih kecil.


Awan putih kecil menurunkan Aaron dan Dewi hujan di tepi desa yang jauh dari rutinitas penduduk desa.


"Sebaiknya kita merubah penampilan kita." kata Aaron pada saat turun dari atas awan putih kecil dan memegang kalung perinya, berubahlah penampilannya menjadi orang biasa.


Sementara itu Dewi hujan, hanya dengan berputar pakaian dan penampilannya berubah menjadi orang biasa.


Sedangkan awan putih kecil kembali ke langit yang biru.


Aaron dan Dewi hujan melangkahkan kaki mereka menuju kepedesaan.


Saat sampai di sana, tak banyak orang yang ada di luar rumah.


"Dewi Bulan..!" panggil Aaron saat mengawasi keadaan di desa Tse itu.

__ADS_1


"Panggil saja Sheila!" kata Dewi bulan yang juga merasa ada keanehan di desa Tse.


"Sebaiknya kita mencari rumah makan, selain untuk mengisi perut dan juga mencari informasi sekitar desa Tse " kata Aaron, dan Sheila si Dewi hujan mengangguk tanda menyetujuinya.


Dan keduanya berjalan mencari rumah makan yang masih buka.


Cukup lama mereka mencari rumah makan itu, dan hanya ada satu rumah makan dan itu pun harus melewati antrian yang panjang.


Rumah makan itu bernama rumah makan "Dolores".


"Ma'af, sebenarnya apa yang terjadi di desa ini?" tanya Aaron pada salah satu wanita yang ikut mengantri membeli makanan.


"Sudah setahun ini desa Tse terkena sebuah musibah wabah penyakit. Semuanya terkena wabah panas dan mual-mual." jawab wanita itu.


"Apa yg tidak ada dokter yang menanganinya?" tanya Aaron yang penasaran.


"Pemerintah sudah menanganinya, tapi mereka angkat tangan." kata wanita itu.


"Aaron, apa kau merasakan sesuatu yang aneh?" tanya Sheila yang berbisik.


"Iya" jawab singkat Aaron yang tetap melihat ke depan.


"Kalian pendatang ya?' tanya wanita itu tanpa menoleh ke belakang.


"Iya, bisa anda ceritakan apa yang terjadi pada desa Tse ini?" tanya Aaron yang penasaran.


Aaron pun mengerti, dia dan Sheila diam dengan tetap meningkatkan kewaspadaan mereka.


Akhirnya giliran mereka mendapatkan makanan.


Seperti yang di janjikan penduduk tadi, dia mengajak Aaron dan Sheila ke gubuk kecil di dekat sungai.


"Inilah rumah kami tuan!" kata wanita itu yang kemudian membuka pintu dan di dalamnya terdapat dua anak kecil yang kelaparan.


"Mereka putra-putri kamu?" tanya Aaron pada wanita itu.


"Iya, mereka putra-putri saya!" jawab wanita itu yang kemudian memberikan makanannya untuk kedua anaknya.


"Kenapa anda tinggal di sini?" tanya Sheila penasaran.


"Panggil saja saya bibi Buena dan putra saya Carlos dan Putri saya Carla." kata wanita itu yang memperkenalkan diri.


"Saya Aaron dan teman saya Sheila" balas Aaron yang juga memperkenalkan diri.


"Setahun lalu hidup kami aman dan makmur, hingga datang sebuah keluarga yang awalnya biasa saja. Dan akhirnya dia saat ini menjadi penguasa di desa Tse ini." cerita bibi Buena seraya mengusap kepala putra-putrinya yang sedang makan dengan kasih sayang.


"Apa maksud bibi, keluarga itu yang menyebabkan wabah di desa Tse ini?" tanya Aaron yang penasaran.

__ADS_1


"Ssssst...! tapi jangan bilang pada siapapun kalau aku yang memberi tahu kalian." bisik bibi Buena yang takut jika ketahuan dengan menempelkan jari telunjuk sebelah kanan di depan mulutnya.


"Trus kenapa bibi Buena bisa yakin?" tanya Aaron yang penasaran.


"Suami saya sebagai kepala desa telah menyelidikinya diam-diam." kata bibi Buena yang berkaca-kaca.


"Kepala desa, seharusnya keluarga bibi Buena kaya dan terpandang?" tanya Sheila yang penasaran.


"Iya, itu dulu. Sebelum keluarga Huxley datang." kata bibi Buena yang menghidangkan Aaron dan Sheila dua gelas air putih.


"Bisa bibi ceritakan dari awalnya?" tanya Aaron yang penasaran.


"Baiklah, ceritanya begini" kata bibi Buena yang kemudian bercerita.


Setahun lalu desa Tse adalah desa yang makmur, aman dan bahagia. Cukup pangan dan sandang karena kepemimpinan seorang kepala desa yang bernama Charlie dan istrinya yang bernama Buena.


Datanglah pendatang baru di desa Tse bernama Huxley, yang menurutnya dia adalah seorang tabib handal.


Suatu ketika Huxley mendirikan klinik dan istri Huxley yang bernama Dolores, mendirikan sebuah rumah makan yang semuanya tanpa ijin Charlie.


Pada awalnya biasa saja, hingga suatu hari ada beberapa orang yang mengeluh panas dan mual-mual.


Semula semuanya sembuh dengan obat dokter dan Apotik. Hingga persediaan di rumah sakit dan apotik habis.


Sebagai aparat pemerintahan, Charlie berusaha meminta bantuan ke pemerintah pusat.


Namun semua usaha gagal.Dan Charlie tak berputus asa, dia mencari penyebab kenapa tak bisa mengirim pesan ke pemerintah pusat.


"Di sini seperti ada dinding kaca! tapi aneh, kenapa orang luar bisa masuk sedangkan orang luar bisa keluar?" gumam Charlie yang berkali-kali mencoba menerobos dinding kaca itu, namun tetap tak bisa.


Kemudian Charlie berkeliling di sekitar desanya, untuk mencari informasi.


Pada saat menyusuri jalan pedesaan, Charlie melihat sebuah makhluk yang menyeramkan yaitu berwujud laba-laba yang ukurannya sangat tak wajar.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2