Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Markas Geng Motor Elang Hitam


__ADS_3

Sementara itu Kirana, Tony, Jimmy dan Kelly sudah berada di dalam kios bunga Rose.


Jimmy terbaring di ruangan bocan dan di temani Kelly dan Luna.


Sementara itu Kirana, Maggie dan Tony dan siluman harimau berada di ruang tamu kios bunga Rose.


Tony sedang membaca ponselnya yang mendapat pesan dari Dona.


"Dari siapa Ton..?" tanya Maggie yang penasaran dengan raut wajah Tony.


"Dari Nyonya Dona, Tuan Nikholas dijadikan sandera oleh Alexander..!" ucap Tony seraya mengepalkan tangannya.


"Hukk...Hukk...Hukk...!!"


Kirana yang sedang meminum air mineral karena habis menelan mutiara siluman berwarna pelangi yang terakhir, terbatuk-batuk setelah mendengar perkataan dari Tony.


"Kirana, kamu tak apa-apa..?" tanya Maggie khawatir.


"Ti..tidak, aku tidak apa-apa..!!" ucap Kirana yang kemudian meminum kembali air mineral dalam gelasnya.


"Hmmm...! Alexander itu licik juga ya..!!" ucap siluman harimau yang mendengarkan perkataan Tony.


"Sebaiknya kita atur strategi..! dia minta Kirana sendirian. Tapi kita kesana bertiga..!!" ucap Tony seraya menatap Kirana dan Siluman harimau.


"Berempat, aku ikut..!!" seru Maggie dengan semangat.


"Kau mau ikut..? tapi ini misi berbahaya sayang..!" seru Tony yang mengkhawatirkan Maggie.


"Tony, Kirana...ayahku di tahan di markas itu..! jadi aku ingin menolong ayahku..!!" ucap Maggie yang berkaca-kaca.


Tony menatap pada Kirana, dan Kirana mengangguk pelan.


"Kamu boleh ikut, tapi kamu harus selalu bersamaku. Jangan memisahkan diri...! lawan kita tidak main-main..!! aku tak mau jika kamu tertangkap dan mereka bisa menggigit dan menghisapp darahmu..!!" seru Tony yang khawatir.


"Iya, aku tahu Tony sayang..!!" ucap Maggie.


"Sekarang, kita sebaiknya istirahat, penyerangan kita besok pagi. Karena sepengetahuan saya, vampir melemah di siang hari..!!" ucap Kirana dan semua setuju.


Kini mereka bersiap untuk istirahat.


Tony, Maggie dan siluman Harimau tidur di ruang tamu Bocan.


Sementara Kirana, Jimmy, Kelly dan Luna tidur di ruangan Bocan.


...***...


Keesokan paginya setelah sarapan, Kirana, Maggie, Tony dan siluman harimau bersiap untuk menuju ke markas geng motor Elang hitam.

__ADS_1


"Luna, saya minta tolong..! kamu jaga Jimmy dan Kelly ya..! kalau ada apa-apa hubungi kami..!" pesan Kirana pada Luna saat berada di ruangan Bocan.


"Iya, pasti..! mereka juga sudah aku anggap adikku sendiri. Aku juga minta tolong, balaskan dendam kakakku..!" ucap Luna.


"Iya, akan kami lakukan itu..! kita akan musnahkan geng motor itu..!!" seru Kirana semangat.


"Sebetulnya aku ingin ikut, tapi melindungi dan mengawasi mereka berdua itu lebih penting..!!" ucap Luna yang tersenyum seraya menunjuk ke arah Jimmy dan Kelly.


"Kak Luna ih..!!" ucap Kelly yang malu.


"Tapi benarkan..?" balas Luna dan semuanya pun tertawa.


"Kak, bawa pulang papa dengan selamat ya..!" kata Jimmy yang berkaca-kaca.


"Tentu adikku sayang...! dah ya..kami berangkat..!!" pamit Kirana dan juga yang lainnya.


Luna dan Kelly mengantar mereka sampai di depan kios.


Tony, Maggie, Kirana dan siluman harimau mereka naik mobil yang di kemudikan kembali oleh Tony.


Maggie duduk di depan bersama Tony, sedangkan Kirana duduk di belakang bersama siluman harimau.


Siluman harimau merasakan sesuatu di jantungnya saat Kirana duduk di sampingnya.


Namun rasa itu dia tepis, mengingat ada hal yang lebih penting.


"Kirana kamu nanti lewat pintu depan, dan siluman Harimau kamu kan bisa melihat secara jarak jauh dan tembus pandang. Jadi kamu di luar menjaga dan mengawasi Kirana. Takut nya mereka berlaku curang dengan Kirana. Sedangkan aku dan Maggie akan lewat jalan belakang. Kami akan mencari tempat mereka menyekap tuan Nikholas dan ayah Maggie..!!" jelas Tony panjang lebar.


"Nah begitu dong..! itu baru kekasihnya Aaron..!!" goda Tony dan maggie pun tertawa.


"Apa sih Ton..!! jadi kangen Aaron kan..!" ucap Kirana yang tersipu malu.


Mendengar perkataan Kirana, hati siluman harimau sedikit panas. Namun kembali dia tepiskan.


Tak berapa lama, Tony menepikan mobilnya lima puluh kilo meter dari markas geng motor elang hitam.


Mereka keluar dari mobil dan melakukan tugas masing-masing.


Walaupun sedikit gugup, Kirana berusaha untuk tetap berani.


Gadis yang menggunakan kaos oblong warna coklat dengan celana jeans warna coklat, melangkahkan kaki masuk ke halaman markas geng motor Elang Hitam.


Di halaman itu banyak terparkir sepeda motor sport milik anggota geng itu.


Saat langkah Kirana naik ke teras depan markas, tiba-tiba dua orang laki-laki berjaket jeans bergambar Elang hitam menghadang Kirana.


"Hei ada gadis cantik yang nyasar kemari..!" goda salah satu anggota geng itu.

__ADS_1


"Aku tidak nyasar..! aku kemari karena mau mencari bos kalian...!" seru Kirana lantang.


"Oiya..! memangnya kamu tahu siapa ketua kami..?" tanya anggota geng motor elang hitam yang satunya.


"Alexander...! betul kan dia ketua kalian..!!" jawab Kirana seraya memandang kedua orang itu secara bergantian.


"Katakan..! Kirana sudah datang..!!' lanjut Kirana dan kedua anggota geng motor Elang Hitam itu saling pandang.


"Ka..kau cari ketua..!!" seru satu diantara mereka pada temannya, dan orang yang diajak bicara itu langsung masuk ke dalam markas dan mencari keberadaan Alexander.


Sedangkan yang satunya, mempersilahkan Kirana masuk dengan perlakuan sopan.


Sementara itu anggota geng lainnya yang sedang duduk dan bercengkrama, melihat Kirana seraya bersiul.


"Suit..suit...!!"


"Diam kalian..! dia milik ketua. Dia yang di cari ketua selama ini..!!" Kata anggota geng motor Elang Hitam yang ada di samping Kirana.


"Oh, ja...jadi dia Kirana itu..! pantas saja ketua klepek-klepek..!!" seru satu diantara mereka yang kemudian berdiri dan memberi hormat.


Sementara itu, anggota geng motor Elang Hitam yang tadi masuk dan mencari ketuanya, kini sudah berada di ruang tahanan.


Ruang dimana mereka menyekap para tahanan mereka.


Pada saat laki-laki itu masuk ke ruang tahanan yang di khususkan, dia melihat Alexander sedang menggigit dan menghisapp darah lelaki paruh baya yang sepertinya sudah menjadi tahanan mereka cukup lama.


Selesai melakukan kegiatannya, Alexander menyeka mulutnya yang penuh darah dengan tisu yang sudah dipersiapkan sebelumnya.


"Hei...! ada apa kamu kemari..? bukannya kamu yang bertugas jaga di pintu depan..!" seru Alexander saat melihat laki-laki yang baru saja datang itu.


"I..iya ke..ketua..! Ki ..Kirana sudah ada di depan..!!" jawab laki-laki itu yang gugup, takut kalau ketuanya marah dan menggigitnya.


"Kirana..! ohw kabar bagus itu..!!" seru Alexander yang kemudian dia ke kamar mandi mencuci muka dan mengganti pakaiannya.


Dia lakukan itu supaya Kirana berkesan padanya.


Setelah itu, Alexander melangkahkan kakinya menuju ruang utama markas geng motor Elang hitam itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2