
Tiba-tiba Aaron menghentikan laju sepeda motornya di sebuah taman.
"Kirana, kenapa kamu mau di peluk begitu saja sama Nicky?" tanya Aaron tanpa turun dari sepeda motornya.
"Eh...! Kirana juga tidak mau, tapi di paksa sama Nicky. Ki..Kirana sudah berusaha untuk berontak, tapi apalah daya Kirana tidak kuat melawannya." jawab Kirana membela diri, agar Aaron tak terlalu jauh memikirkan hal itu.
Karena Kirana tahu kalau Aaron sedang cemburu pada saat ini.
Mendengar apa yang diucapkan Kirana, Aaron hanya diam.
Kirana paham akan hal itu, dan gadis itu iseng membuat tulisan "I Love U" di punggung Aaron dengan jari telunjuk tangan sebelah kanannya.
Aaron merasa geli, dan dia menggeliat.
"Geli ah! Kamu nulis apa sih?" tanya Aaron yang penasaran.
Kirana kemudian turun dari boncengan sepeda motornya.
Lalu berdiri dan menghadap ke arah Aaron.
Kirana kemudian menunjuk ke dadanya dengan jari membentuk finger heart
dan kemudian jari telunjuk sebelah kanannya mengarah ke dada Aaron.
Aaron pun tersenyum dia menarik hidung Kirana dengan gemasnya.
"Aaa..sakit..!!" seru Kirana manja.
"Ha...ha...!!"
Aaron malah tertawa.
"Oh, malah ketawa!" gerutu Kirana sebal.
"Ayo naik, kita harus cepat pulang, karena sudah larut malam!" seru Aaron kemudian.
"Oke!" balas Kirana dan kemudian Kirana segera naik ke tempat semula.
Di kaitkannya tangannya pada perut Aaron, dengan kepala bersandar di punggung Aaron.
Aaron kemudian menyalakan sepeda motornya dan perlahan melaju menembus keheningan malam.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di kawasan ruko tempat dimana Kirana tinggal.
"Aaron, aku nggak menyangka kalau tadi kamu yang lakukan itu semua!" kata Kirana saat mereka sudah sampai di depan ruko.
"Aku juga demikian, ilmuku ternyata . kembali." kata Aaron sambil melihat kedua telapak tangannya.
"Ayo kita masuk!" ucap Kirana seraya menepuk pundak Aaron.
"Iya!" jawab singkat Aaron.
Setelah Aaron memasukkan sepeda motornya ke dalam Ruko, Kirana mengunci pintu Rukonya.
"Aku lapar, bisa buatkan makanan?" tanya Aaron sambil duduk di kursi meja makan.
"Iya, tadi di pestanya Sharla kan belum sempat makan. Kirana juga lapar nih!. Sebentar ya Kirana buatkan makananya, apa ya enaknya?" tanya Kirana sambil melihat isi lemari es nya.
__ADS_1
"Apa saja deh!" jawab Aaron sembari duduk di kursi meja makan.
"Nasi goreng mau?" tanya Kirana pada Aaron.
"Boleh" jawab Aaron.
Kirana pun segera membuat nasi goreng dan teh manis hangat untuk mereka berdua.
"Akhirnya nasi goreng ala Kirana sudah selesai!" kata Kirana sambil menghidangkan nasi goreng dan teh manis hangat di atas meja makan.
"Hmmm, harumnya, tak sabar mau makannya!" kata Aaron sambil mencium aroma nasi goreng masakan Kirana.
"Siapa dulu yang masak!" seru Kirana sambil mengulas senyumnya.
"Iya-iya deh!" ucap Aaron dengan membalas senyum kekasihnya itu.
Setelah berdoa, mereka makan dengan lahapnya.
Selesai makan, Kirana membereskan piring dan gelas mereka.
"Ayo kita ke atas!" ajak Kirana.
Dan belum sampai naik tangga, Aaron memeluk Kirana dari belakang.
"Disini saja, di atas kan ada Jimmy. Kita tidak bisa berduaan dong!" bisik Aaron di telinga Kirana.
"Kita kan selalu berduaan, entah kamu jadi Oyen maupun Aaron!" kata Kirana sambil mengaitkan tangannya di leher belakang Aaron dan Aaron mengaitkan tangannya di pinggul Kirana.
Aaron mendorong Kirana di pagar tangga.
Tangan kanan Aaron mengangkat dagu Kirana, dan dicium nya kening gadis itu.
Tiba-tiba...
"Hm..hmm... permisi numpang lewat. Aku tidak ganggu kok! jadi jangan ganggu ya!" kata Jimmy adik Kirana itu sambil mensejajarkan telapak tangannya di pelipis mata kirinya berharap tidak melihat sesuatu.
Jimmy berjalan menuruni tangga sampai ke dapur dengan perlahan-lahan.
Aaron dan Kirana menghentikan aksi mereka, setelah memandang Jimmy mereka pun saling pandang dan tersenyum.
Mereka melanjutkan aksinya mesranya kembali.
Namun beberapa detik kemudian Jimmy kembali ke atas dengan membawa satu botol air putih dingin di tangan kirinya dengan telapak tangan kanannya menutup pelipis mata kanannya.
"Maaf numpang lewat lagi, saya nggak ganggu kok!"kata Jimmy yang terus naik ke atas.
"Aapa..an sih Jimmy!" gerutu Aaron.
Dan Kirana pun tersenyum.
"Itulah suka dukanya punya adik!" kata Kirana lirih.
Aaron pun hendak kembali mencium bibir Kirana.
Namun belum sempat bibir Aaron menyentuh bibir Kirana, tiba-tiba Jimmy berteriak.
"Haaaaa...huwaaaa.i..itu di belakangmu!!""
__ADS_1
"Ada apa sih.?" tanya Kirana yang khawatir akan adiknya, dan di melepaskan kaitan tangannya dan berjalan ke atas.
"Aaaissst..,!!" umpat Aaron sambil mengacak-acak rambutnya karena menelan kekecewaan.
"Jimmy...! kamu kenapa?" tanya Kirana saat menghampiri Jimmy yang bersembunyi di belakang sofa.
"I..itu kak..! ada hantu...!!" seru Jimmy menunjuk ke televisi tanpa menoleh sedikitpun.
"Kalau kamu penakut, ngapain nonton film hantu, nggak sekalian nonton vampir, mummy atau bahkan film nya Susana!" seru Kirana sambil mematikan televisinya.
"Meooowww...!!"
Aaron sudah berubah jadi Oyen, dengan kemarahannya seolah ingin mencakar Jimmy.
Kirana yang paham akan hal itu, segera menggendong Oyen.
Oyen meronta-ronta minta turun.
"Meow.... Meow.... Meow...!"
Kirana mencoba menenangkan Oyen dengan mengusapnya dari kepala sampai tubuh Oyen dengan lembut.
"Jimmy...! cepat tidur, sudah malam!" kata Kirana pada Jimmy.
"Baik kak!" ucap Jimmy yang kumudian melangkahkan kakinya. menuju ke sofa.
"Oyen..! Kirana ganti baju dulu ya, habis itu kita bobok!" kata Kirana sambil mendudukan Oyen di tempat tidurnya.
Kirana mengambil baju tidurnya dan bergegas menuju ke kamar mandi.
"Jimmy dan Oyen..! jangan nakal dan jangan bikin ribut ya!" seru Kirana saat menyembulkan kepalanya dari dalam kamar mandi.
Oyen dan Jimmy saling pandang dengan tatapan mereka masing-masing.
Dan mereka saling diam, menurut apa yang Kirana katakan.
MN
Tak berapa lama, Kirana keluar dari kamar mandi dengan memakai pakaian tidurnya
Dan mendapati Oyen dan Jimmy yang diam tak ada respon.
"Nah, 0alau nurut gini kan cakep, Jimmy cepat tidur, Oyen juga ya!" kata Kirana yang kemudian membaringkan diri di tempat tidur dengan memeluk Oyen.
Kirana menutup kedua matanya dan Oyen memandang wajah Kirana, dan secara pelan-pelan dia terlelap dalam tidurnya.
...~¥~...
...Maaf kalau banyak typo, Author nulisnya sambil ngantuk-ngantuk nih..! dari semalam hujan belum berhenti....
...Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author dan yang telah memberi semangat pada Author....
...Semoga kita selalu sehat dan dalam lindungan-Nya....
...Aamiin ya Robbal alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih....
...Bersambung...