
"Ohw, ya sudah saya minta maaf karena ini adalah privasi kamu" ucap Aaron yang menghela nafas panjang.
"Aku tak mau seperti si cebol merindukan bulan, Aku sadar aku cuma anak Dewa yang di pungut!" ucap Sheila yang sedikit di mengerti oleh Aaron.
"Apakah Ekin?" tebak Aaron dan Sheila menggelengkan kepalanya pelan.
"Lantas, ah jangan-jangan Leon?" tebak Aaron yang membuat Sheila melihat ke samping kiri dan kanan serta sekitarnya.
Setelah dirasakan tidak ada siapa pun yang akan mendengar pembicaraan mereka, Sheila pun menganggukan kepalanya.
"Bila itu yang kamu rasakan, nanti jika Ekin dan Leon kembali ke kerajaan langit, pasti aku akan membantu menyatukan kalian!" ucap Aaron yang yakin.
"Terima kasi ya Aaron. Tapi janji jangan beritahukan pada siapapun ya, tentang hal ini!" pinta Sheila dengan memohon.
"Pasti Sheila, kamu juga ya, jangan lupa besok bantu aku!" ucap Aaron dan Sheila menunjukkan jari jempolnya.
"Beres!" seru Sheila.
"Kalau begitu, aku permisi mau kembali ke tempatku!" ucap Aaron dan Sheila menganggukkan kepalanya.
Aaron melesat meninggalkan pavilium yang di tinggali Sheila, menuju ke tempat dimana dia tinggal di Istana untuk sementara waktu.
"Melihat Sheila melihat ke arah bintang, aku jadi ingat dan kangen sama Kirana, apa kabarnya dia sekarang?" gumam dalam hati Aaron saat sudah berada diatas peraduannya.
Tak lama kemudian, Aaron pun memejamkan kedua matanya.
...****...
Keesokan harinya, Aaron melangkahkan kakinya menuju ke Arena kompetisi.
Dan disana sudah hadir Jacky dan Steven serta Yang Mulia Arthur, Ratu Flower, Selir Selena dan para petinggi kerajaan lainnya.
"Jacky dan Steven, pertandingan Segera dimulai!" seru Aaron.
"Baik Panglima!" jawab Jacky dan Steven bersamaan seraya menundukkan kepalanya.
Jacky selalu menyerang Steven dengan serangan jurus bongkahan esnya, dengan cepat Steven menahannya dengan benteng tanah.
"Buumm... buummm..!"
"Duaaarr....!"
"Buumm... buummm..!"
"Duaaarr....!"
Dan terus berulang dan berulang adu jurus itu.
"Buumm... buummm..!"
"Duaaarr....!"
"Buumm... buummm..!"
"Duaaarr....!"
Tiba-tiba angin menderu, dan langit menghitam. Hujan deras pun turun dan membasahi kedua peserta kompetisi itu.
Sheila memenuhi janjinya membantu Aaron dalam menguji dua kandidat panglima itu.
__ADS_1
"Blessh... blessshh... blessshh..!"
Dalam derasnya hujan, Steven berusaha menyerang Jacky dengan mencoba menahan Jacky dengan bongkahan tanah yang mengepung Jacky.
Namun apa yang terjadi, bongkahan tanah yang larut saat hujan deras mengenai bongkahan tanah itu.
Sedangkan Jacky memanfaatkan air hujan yang ada diatas Steven dengan mengubahnya menjadi butiran-butiran es yang langsung jatuh dan menyerang ke arah Steven.
Steven tertimpa hujan es batu di kepalanya.
"Aagh...!"
Steven mengerang kesakitan.
"Aku tak bisa berkutik jika ada hujan!" gerutu dalam hati Steven yang sedikit kesal.
Di sisi lain, Yang Mulia Arthur memanggil Aaron.
"Aaron kemarilah!" panggil Raja Arthur.
Dan Aaron segera menghampiri Yang mulia Arthur.
"Aaron menghadap yang Mulia!" ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.
Di sisi lain, Yang Mulia Arthur memanggil Aaron.
"Aaron kemarilah!" panggil Raja Arthur.
Dan Aaron segera menghampiri Yang mulia Arthur.
"Aaron menghadap yang Mulia!" ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.
"Aaron, coba kamu ini mereka dengan bola-bola cahaya kamu!" ucap Raja Arthur, dan Aaron pun mengangguk karena mengerti.
Aaron kemudian melangkahkan kakinya dan menuju ke tengah-tengah arena pertandingan.
"Kalian berdua, hadapi aku!" seru Aaron yang sudah dalam posisi siaga dan kedua tangannya merentang dan masing-masing mengarah ke Jacky dan Steven.
Keluarlah bola-bola cahaya warna di tiap telapak tangannya,
"Baik Panglima!" jawab Jacky dan Steven yang hampir bersamaan.
"Bola-bola cahaya, serang mereka!" seru Aaron dan di telapak tangan Aaron selalu muncul bola-bola cahaya warna biru yang terus menyerang Jacky dan Steven.
Steven membentengi dirinya dengan bongkahan tanah.
"Duarr... duarr... duar... duar...!"
Suara benturan bola-bola cahaya dengan bongkahan tanah.
Sementara itu Jacky berusaha membentengi dirinya dengan pagar es.
"Brakk... brakk.. brakk.. brakk...!"
"Aaarghh..!"
Bola-bola cahaya itu menghantam pagar es buatan Jacky yang terlalu kuat, dan membuat Jacky mundur beberapa langkah.
Jacky kemudian mempertebal pagar es itu dan demikian pula dengan Steven yang memperkokoh bongkahan tanahnya.
__ADS_1
Aaron kemudian menyatukan telapak tangannya dan mulailah dia berkomat-kamit merapalkan mantera ya.
Dengan cepat dua telapak tangan Aaron mengarah pada Jacky dan keluarlah bola cahaya dengan kekuatan dahsyat dari telapak tangan Aaron, bola cahaya yang besar itu menyerang Jacky dengan kekuatan maksimal.
"Boumm...!"
"Aagh..!"
Jacky terpental mundur dan jatuh ke tanah.
Aaron kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Steven.
"Boummm...!"
"Aaargh..!"
Bola cahaya yang besar itu menembus pagar bongkahan tanah buatan yang dibuat oleh Steven.
Dan akibatnya, Steven juga terpental beberapa meter.
"Cukup Aaron!" seru Raja Arthur yang bangkit dari duduknya dan memberi isyarat pada Aaron.
Jacky dan Steven bangkit dari jatuh terpentalnya.
"Dan kalian berdua, menghadapkan kemari!" ucap Raja Arthur.
Aaron, Jacky dan Steven yang menyadari akan perintah Raja Arthur segera mengatur kembali tenaganya dan melangkah menghampiri Raja Arthur.
"Yang Mulia..!" ucap Aaron seraya menunduk hormat, demikian juga dengan Jacky dan Steven.
"Jacky dan kau Steven, aku memutuskan mengangkat kamu Jacky sebagai panglima langit menggantikan Aaron yang menjadi utusan ku menjaga bumi." kata Raja Arthur.
"Terima kasih yang mulia, hamba akan melaksanakan perintah dengan seluruh jiwa hamba!" ucap Jacky yang menundukkan kepalanya.
Demikian pula dengan Aaron yang juga menundukkan kepalanya.
"Hamba Aaron bersedia menjalankan perintah yang mulia dengan segenap jiwa dan kemampuan hamba." ucap Aaron.
"Dan kamu Steven, aku mengangkatmu menjadi panglima di kerajaan Petir. Walaupun sekarang ini sedang mengalami kekosongan Raja di kerajaan petir, tapi saya sudah membagi kerajaan langit nantinya di pegang oleh Leon dan kerajaan petir akan di pegang oleh Ekin. Jadi mulai sekarang kamu bantu makmurkan kembali kerajaan petir sebelum Ekin kembali dari misinya!" jelas Raja Arthur.
"Baik yang Mulia, hamba mengerti dan akan hamba laksanakan tugas dari Yang Mulia dengan segenap hati dan kemampuan hamba
🗓️Flashback off
"Jadi jalannya kompetisi seperti itu ya?" tanya pangeran Leon yang menatap Aaron dan kemudian menatap kearah Sheila dan Sheila menundukkan kepalanya.
"Iya, dan sekarang adalah urusan kalian berdua.":jawab Aaron yang kemudian dia berdiri dari duduknya dan melangkahkan kaki meninggalkan keduanya.
Aaron masuk kedalam Pavilium Ratu Flower. Sedangkan Pangeran Leon dan Sheila masih duduk di kursi teras samping Pavilium.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...