Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Mimpi Bertemu Putri Duyung)


__ADS_3

"Oh jadi beda ya antara Putri duyung dan Siren!":gumam Adelia yang mulai membayangkan wujud-wujud mereka satu persatu. 


 


"Bi, sejak kapan makhluk itu mengganggu sekitar pesisir ini?" tanya Kirana yang penasaran.


"Sudah lama nyonya, lebih tepatnya sejak meninggalnya nona Senja. Iya waktu itu kan tuan Andy menghabis hampir semua siluman Ubur-ubur dan siluman lainnya. Jadi Siren berani ketepian karena tak ada lagi yang menghalanginya untuk ketepian. Suara nyanyiannya itu membuat nelayan tak bisa melaut." jelas Bibi pengurus villa.


"Adel, apa kita bantu mereka ya? agar Siren itu kembali ke tengah lautan lagi?" usul Kirana.


"Iya, aku juga penasaran kak, kasihan juga para nelayan. Di sinilah kampung halamanku, keluargaku. Kalau ada apa-apa, aku juga merasakannya" ucap Adelia.


"Okey, besok pagi kita mulai penyelidikan kita. Sekarang kita istirahat terlebih dulu. Kita persiapkan tenaga kita" ucap Kirana.


"Iya, kak! ayo kita istirahat, lagi pula malam semakin larut" ucap Adelia yang kemudian bangkit dari duduknya dan demikian pula dengan Kirana.


"Bibi cuma mau menyarankan saja. Sebaiknya kalian jangan menantang bahaya. mereka punya kemampuan yang luar biasa" ucap bibi pengurus villa.


"Iya kami tahu siapa yang akan kami hadapi itu. Tapi kalau dibiarkan begini terus, lama-lama penduduk di pesisir Z ini akan pindah karena tidak betah lagi tinggal di pesisir!" seru Adelia.


"Ya sudah, kalian yang hati-hati ya!" pesan Bibi pengurus villa.


"Baik Bu, kami akan ingat pesan bibi. Selamat malam bi, selamat tidur semoga kita mimpi indah malam ini" ucap Kirana.


"Amin" sahut Adelia dan bibi pengurus villa bersamaan.


Kirana dan Adelia melangkahkan kaki menuju ke kamar tidur yang sudah disiapkan oleh bibi pengurus Villa.


Sesampainya di dalam kamar, Adelia menghubungi Caterina dan mengatakan apa rencana dia dan Kirana selanjutnya.


Sedangkan Kiran masih mencari tahu informasi tentang Siren itu.


"Apakah Siren disini sama seperti Siren di film atau Mitologis Yunani? aku penasaran sekali. Berbahayakah mereka?" tanya Kirana, Adelia mendengarkannya setelah selesai menghubungi Caterina.


"Apa kak Kirana punya rencana atau pemikiran tentang si Siren ini?" tanya Adelia yang penasaran.


"Kalau saya ikutin dari sejarah dan film-film, bagaimana cara kita masuk ke dalam laut dalam waktu lama? sedangkan kalau pakai alat selam kita hanya bisa menyelam kurang lebih satu jam saja" jelas Kirana.


"Oh, seperti film little mermaid ya kak? eh salah Barbie on a Mermaid Tale, manusia yang menjadi duyung bukan ikan duyung yang jadi manusia iya kan kak?" tebak Adelia dengan semangat.


"Iya, kita harus jadi seperti mereka! supaya kita tahu kenapa mereka menepi ke pesisir ini!" jawab Kirana.


"Kalau masalah menjadi duyung, Adelia bisa atasi itu. Selama di dunia kucing, Adelia belajar banyak tentang sihir dari mertua Adel" ucap Adelia dengan mengulas senyumnya.

__ADS_1


"Oh ya? bagus masalah pertama bisa diatasi, lanjut bagaimana cara menghadapi suara nyanyian dari Si Siren itu?" tanya Kirana yang mengernyitkan kedua alisnya.


"Adel bisa nyanyi, semoga saja suara Adel bisa mengalahkan suara para Siren itu!" jawab dan usul Adelia yang memang kemampuan menyanyinya tak diragukan lagi.


"Bagus, masalah terselesaikan. Besok pagi kita bisa mulai petualangan kita!' seru Kirana dan Adelia mengangguk dan menjawab "iya."


"Sudah malam ayo kita lekas tidur, besok tugas berat menanti kita!" seru Kirana yang sedang memasang charge pada ponselnya dan demikian pula dengan Adelia.


Keduanya kemudian merebahkan diri dalam satu ruangan. Dan akhirnya terbuai dalam mimpi mereka masing-masing.


...☁️☁️☁️Dalam mimpi Kirana☁️☁️☁️...


Kirana berada di bibir pantai, dia sedang bermain dengan Oyen. Namun tiba-tiba Oyen terlepas dari pelukannya.


"Oyen, Oyen.... dimana kamu!" panggil Kirana yang kebingungan mencari keberadaan Oyen, kucing yang selama ini bersamanya.


"Oyen...!" panggil Kirana yang terus mencari keberadaan Oyen sampai masuk ke perkampungan.


Tiba-tiba Kirana mendengar seperti ada suara yang sangat mengganggu telinganya.


"Suaranya sangat menyayat hati, nyanyian apakah tangisan?" tanya dalam hati Kirana yang terus melangkah mengikuti suara yang didengarrkan oleh telinganya itu.


"Suara itu seperti ada di gudang itu!" kata dalam hati Kirana yang mencoba menebaknya.


Dia menebarkan pandangan ke seluruh ruangan guna mengetahui siapa yang sedang bersedih itu.


Di dalam gudang itu terdapat sebuah akuarium yang besar dan seperti ada kehidupan di dalamnya.


Kirana sangat penasaran, dengan langkah hati-hati Kirana mendekati akuarium itu.



"Apa yang ada di dalam akuarium itu? seperti manusia dengan kaki ada siripnya? aneh!' gumam dalam hati Kirana yang saat ini sudah berada di depan akuarium dan nampak sesosok gadis cantik namun kakinya seperti ikan dan dia berwajah sendu.


"Putri duyung!" seru Kirana yang menempelkan tangannya di kaca Akuarium.



Dan putri duyung itu tahu keberadaan Kirana, dia menghampiri Kirana.


Ditempelkannya telapak tangannya di dinding kaca Akuarium, seolah dia ingin mengatakan sesuatu.


Kirana menempelkan telapak tangannya tepat dengan telapak tangan putri duyung itu.

__ADS_1


Tiba-tiba Kirana mendengar putri duyung itu berbicara.


"Tolong...tolong selamatkan aku, selamatkan kakak aku!" ucap putri duyung itu, walaupun di air sangat terlihat jelas dia sedang menangis.


Karena dari sudut kedua matanya keluar mutiara-mutiara putih yang mengkilap dan berserakan dibawahnya.


"Kamu siapa? dan apa yang bisa kami bantu?" tanya Kirana yang penasaran.


"Nama saya Asia, saya putri dari Raja Federin dan Ratu Ariel dari kerajaan Blue Minch. Kerajaan kami diserang oleh kerajaan Hebrida Luar, mereka bekerja sama dengan para Siren untuk menyerang kerajaan kami. Kakakku Wallache di tahan oleh para Siren, aku bisa melarikan diri, tapi aku tak bisa menolong mereka!" jelas Putri duyung itu yang ternyata bernama Asia.


"Tapi bagaimana caraku menolongku? aku manusia, tak mungkin bisa berenang maupun menyelam di lautan lepas?" tanya Kirana yang menatap kedua mata cantik Asia.


"Datanglah ke teluk Athemoissa besok malam, nanti akan saya bantu berubah menjadi seperti aku. Dan aku tunjukkan jalan rahasia ke kerajaan Blue Minch." jawab Asia seraya memandang Kirana dan seketika itu juga semuanya menghilang dan Kirana terbangun dari mimpinya.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


"Astaga!" Seru Kirana yang terbangun tiba-tiba dan kemudian dia memposisikan dirinya untuk duduk bersandar di dinding.


"Apa yang terjadi padaku tadi! seperti kenyataan, tapi..!" ucap Kirana yang


kemudian mengusap wajahnya dengan kasar.


Kirana belum yakin betul dengan mimpinya itu, dia kemudian ke kamar mandi untuk mencuci mukanya


Setelah itu dia melangkahkan kaki ke luar dari kamar di mana dia tidur tadi bersama Adelia.


Kirana melangkahkan kaki menuju ke dapur, Ibunda Kairo itu merasakan tenggorokannya yang kering.


"Tenggorokanku kering, sepertinya aku harus minum!" ucap dalam hati Kirana yang mengusap lehernya sebentar.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasihf...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2