
Sementara itu Tony dan Maggie yang mengendap-endap untuk masuk ke markas geng motor Elang Hitam, berusaha masuk ke markas geng motor Elang Hitam dengan melalui jalan belakang.
Ternyata di belakang markas itu tak ada jalan, karena semuanya di pagari tembok yang tinggi.
"Tony..! pagarnya tinggi sekali..!!" bisik Maggie yang melihat tingginya pagar tembok di hadapannya.
"Pejamkan kedua mata kamu..!!" ucap Tony yang menatap Maggie.
"Hah...pejamkan mata..??"tanya Maggie yang penasaran.
"Iya, pejamkan mata kamu Maggie..!!" jawab Tony dengan nada lebih lembut.
Maggie kemudian menutup kedua matanya, dan Tony mengaitkan tangannya kirinya di pinggang ramping Maggie seraya berbisik..
"Jangan buka mata sebelum aku suruh membuka mata kamu..!"
Maggie mengangguk tanda menyetujuinya dan dia tetap memejamkan kedua matanya.
"Hupp...!!"
Tony menghentakkan kakinya ke bumi, dan dengan mengaitkan tangan ke pinggang Maggie, Tony naik ke atas seperti terbang dan melewati bagian atas pagar yang tinggi itu.
"Plekk...!!"
Keduanya mendarat dengan sempurna di dalam markas bagian belakang tepatnya di antara semak-semak yang ada di taman belakang markas itu.
"Sekarang bukalah kedua mata kamu..!!" seru Tony dan Maggie membuka kedua mata kamu..!!" bisik Tony, dan Maggie kemudian membuka kedua buah matanya.
Gadis itu sangat terkejut, dengan apa yang ada di depannya.
"Tony..!!" belum sempat Maggie melanjutkan bicaranya, Tony membekap mulutnya karena dia melihat beberapa orang berjalan di lorong depan tempat dia sembunyi.
Nampak seorang pria berpakaian resmi dan dua orang memakai jaket jeans bergambar Elang Hitam.
"Hmm..nampaknya yang berpakaian rapi itu ketua mereka..?!"gumam dalam hati Tony yang kemudian terus mengawasi keadaan di sekitarnya.
Dan Orang yang di maksud Tony itu memang Alexander dan dua anggota geng motor Elang Hitam.
Mereka berjalan terburu-buru karena Kirana ada di ruang utama markas itu.
Setelah keadaan benar-benar sepi, Tony dan Maggie keluar dari persembunyian mereka.
Keduanya mengendap-endap kearah yang berbeda dari ketiga orang tadi.
Terlihat ada sebuah ruangan yang di jaga dua orang.
"Kau disini ya..! pasti ada sesuatu dengan ruangan itu, kenapa mereka menjaganya." kata Tony yang terus melihat ke arah dua orang yang menjaga ruangan itu.
"Iya, hati-hati..!!" pesan Maggie yang khawatir.
Tony melangkahkan kakinya dan mengajak kedua orang itu berbicara.
"Permisi, ruangan di mana ya..?" tanya Tony to the point.
Kedua orang tadi menoleh dan bangkit dari duduk mereka.
"Siapa kau..?" tanya salah satu dari kedua orang itu.
__ADS_1
"Aku, teman-temannya Alexander..!!' jawab Tony yang ada benarnya.
"Untuk apa kau kesini..?" tanya satu orang lainnya.
"Membebaskan tahanan yang bernama Nikholas..!!" jawab Tony dengan menatap satu persatu wajah penjaga itu.
"Kurang ajar...! kami tak percaya sebelum ketua sendiri yang kemari...!!" seru mereka yang kemudian bersiap menyerang Tony.
"Terserah..itu mau kalian, aku kan sudah minta baik-baik..!!" seru Tony yang mengulas senyum dan mulai bersiap menyerang kedua penjaga itu.
"Hop hiaaat..!!"
"Bagh...!!"
"Bugh...!!"
"Aagghh...!!"
"Bagh...!!"
"Bugh...!!"
"Aaaghh..!!"
Tony menyerang memukul kedua orang itu tanpa memberi kesempatan mereka membalikkan serangan.
Setelah keduanya beres, Tony memanggil Maggie dan mereka masuk ke ruang tahanan itu.
Terlihat beberapa orang, dan terlihat Nikholas ada diantara mereka.
"Aku tak apa-apa, hati-hati...! Alexander membuat beberapa tahanan menjadi monster..!" seru Nikholas yang tentu membuat Tony penasaran.
"Tony, papaku tak ada disini..?" tanya Maggie yang khawatir.
"Apa mungkin ada di ruangan itu..!!" seru Nikholas yang tangannya menunjuk kearah tahanan khusus itu.
"Kalian di sini, jangan kemana-mana, Kita tak tahu situasi di luar seperti apa...!!" seru Tony yang di setujui semuanya.
Maggie perlahan mendekati ruangan khusus itu.
Dengan perlahan keduanya masuk ke ruangan khusus itu.
Maggie berjalan yang lebih dulu, melihat laki-laki setengah baya yang terbaring terlentang di atas tanah, dengan leher bersimbah darah.
"Papa....!!" seru Maggie yang kemudian mendekati dan memeluk laki-laki itu yang tak lain papanya.
Air mata pun tak terbendung lagi, tiba-tiba laki-laki itu membuka matanya dan dia menciumi leher Maggie.
Laki-laki itu mengeluarkan taring dan hendak menggigit leher Maggie.
Pukulan Tony melayang ke wajah papanya Maggie.
"Hiaaat..!! bugh...!!"
Laki-laki itu tergeletak kembali ke tanah.
"Papa...! apa yang kau lakukan pada papaku Ton..?!" seru Maggie yang hendak mendekat kembali dengan papanya.
__ADS_1
Namun Tony dengan cepat menarik tubuh Maggie.
"Maggie, jangan mendekat..! papamu sudah menjadi vampir..!" seru Tony yang membuat Maggie sangat shock.
"A..apa..? pa..pa jadi vampir..!' seru Maggie yang menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya, tak percaya.
"Kita harus pergi dari sini...!!" seru Tony yang melihat papa ya Maggie mulai bergerak kembali.
Maggie bangkit dari duduknya dan kemudian keluar dari ruangan khusus itu diikuti oleh Tony, yang segera menutup pintu ruangan khusus itu.
Tony dan Maggie menghampiri Nikholas dan tahanan lainnya.
"Ayo kita pergi dari sini..!!" seru Tony yang kemudian melangkahkan kakinya dan diikuti yang lainya.
Ada apa dengan papamu Maggie..?" tanya Nikholas yang melihat Maggie yang terus menangis.
"Papa menjadi vampir tuan..!' jawab Maggie yang sesekali menyeka air matanya.
"Apa..Vampir..??" ucap tanya Nikholas yang penasaran dan diikuti yang lainnya.
"Iya, dan sepertinya Alexander dan yang lainnya perlu di binaakan...!!" seru tony.
Sesekali Tony menghajar anggota geng motor yang mengahadang mereka.
Dan akhirnya mereka keluar rumah melalui pintu samping markas geng motor Elang hitam itu.
Saat berada di halaman markas, mereka melihat Kirana dan siluman harimau di kepung anggota geng motor Elang hitam yang bukan anggota khusus.
"Para tahanan selain tuan Nikholas, sebaiknya kalian cepat pergi..! Saya akan hancurkan markas ini..!!" seru Tony dan para mantan tahanan geng Elang hitam itu seperti sudah mengerti dan langsung menghamburkan diri keluar dari markas itu.
Sedangkan Tony, Maggie dan Nikholas melangkahkan kaki mendekati perkelahian Kirana dan Siluman Harimau melawan anggota geng motor Elang Hitam.
Setelah Tony dan yang lainnya berada di halaman markas, Tony memandang seksama markas itu.
"Kamu mau apa Ton..?" tanya Maggie penasaran.
"Akan aku bakar markas ini. ..! kebetulan markas ini jauh dari perkampungan...!!" seru Tony dengan wajah memerahnya.
...~¥~...
Yuk mampir dan beri dukungan juga di karya baru Author :
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1