
Tiba-tiba dia terjebak, di depannya ada jurang yang dalam telah membentang.
Sedangkan di belakangnya puluhan Siluman mengejarnya.
"He..he..anak manis, mau kemana kau..! kau tak bisa kemana-mana lagi, ayo ikut kami!" seru para siluman itu.
"Aa..aku harus bagaimana?" desis Kirana entah apa yang harus dia pilih saat ini.
Tetap diam di mangsa para siluman, atau memilih jatuh ke dalam jurang yang dalam di hadapannya.
Pilihan yang sulit, namun dia harus memilihnya.
"Oke, aku akan terjun saja! Aaron maaf kalau kita tak berjodoh di kehidupan ini, semoga kita berjodoh di kehidupan yang akan datang." ucap Kirana dalam hati, dan dia menarik nafas panjang dan mengeluarkannya pelan-pelan.
"Ya Tuhan, aku pasrahkan hidupku!" ucap Kirana sebelum melompat ke jurang.
"Aaaaaaaaaaaaaaaa.....!!"
Kirana melompat dan menjerit.
"Dasar bodoh...! tak tahu di untung!" ucap para siluman yang kecewa karena buruannya yang masuk ke jurang.
Kemudian mereka kembali ke tempat masing-masing.
Sementara itu Kirana yang terjatuh, mengira dirinya akan mati.
Tiba-tiba tubuhnya ada yang mencengkeram dan dia terangkat menuju ke tempat lain.
"Ngaaaaaakk..,.!!"
Kirana yang semula menutup matanya, perlahan membuka matanya kala mendengar suara yang begitu nyaring.
Gadis itu menoleh ke atas dan di lihatnya seekor binatang setengah Rajawali dan setengah singa.
"Si.siluman..?" batin Kirana.
Tak berapa lama, siluman Rajawali itu menurunkan Kirana di sebuah goa yang berada di tebing.
"Tempat apa ini..?" batin kirana lagi yang kemudian dia bangkit dari posisi berbaringnya.
Kirana melihat Siluman rajawali setengah singa itu menurunkan seorang pemuda dari punggungnya.
"Pergilah..!!" kata pemuda itu pada siluman Rajawali.
Pemuda tampan itu kemudian berjalan menghampiri Kirana.
"Apa kau tidak apa-apa nona..?" tanya pemuda itu pada Kirana.
Kirana yang masih terpesona ketampanan pemuda itu, seolah tak mendengarkannya.
__ADS_1
"Nona..!!" panggil pemuda itu sambil menggoyangkan telapak tangannya di hadapan wajah Kirana.
Dan Kirana tersentak kaget karenanya.
"Oh iya, maaf..! Tuan tadi mengatakan apa ya..?" tanya Kirana yang tersipu malu karena tak mendengar panggilan pemuda di depannya.
"Apa ada yang terluka..?" tanya pemuda itu pada Kirana.
"Ah tidak, hanya lecet sedikit..!!" jawab Kirana jujur.
"Aku Ekin... siapa nama nona..?" tanya pemuda itu yang tak lain bernama Ekin sambil mengulurkan tangannya.
"Saya Kirana..! terima kasih telah menolong saya." jawab Kirana sambil membalas uluran tangan Ekin.
"Sama-sama..! kau diburu siluman, aku pemburu siluman..!!" kata Ekin sambil tersenyum.
"Maksud kamu apa..??" tanya Kirana karena kata-kata Ekin tadi mengingatkannya pada Aaron.
"Sebaiknya kita masuk ke dalam goa, di sini banyak siluman yang mengintai kita." kata Ekin dengan tangan kanan di belakang dan tangan kiri mempersilahkan Kirana untuk masuk ke dalam goa dengan tetap mengulas senyum.
Setelah menarik nafas dan membuangnya, Kirana memberanikan diri masuk ke goa bersama Ekin pemuda yang menolongnya itu.
"Kenapa anda di tandai oleh para siluman..?" tanya Ekin yang mulai membuat perapian di dalam goa itu.
"Entahlah Aku juga nggak tahu, katanya sih untuk pesugihan..!!" ucap Kirana yang melihat Ekin membuat perapian.
Dan goa yang semula dingin kini terasa hangat.
Kirana mendekati perapian, karena dia kedinginan dengan angin lembah yang sedikit masuk ke goa.
"Kamu mau apakan kelinci itu..?" tanya Kirana yang penasaran.
"Ini makan malam kita..!!" kata Ekin dengan menunjukan kelinci yang sudah di kulit pada Kirana.
"Ahpp... makan saja sendiri, aku nggak tega untuk memakannya." kata Kirana sambil menutup wajahnya.
"Terserahlah..! kalau lapar jangan nangis ya..!" seru Ekin yang sudah selesai membersihkan daging kelinci itu di sungai kecil dalam goa.
Kirana hanya diam saja, dia asyik menghangatkan diri di perapian.
Ekin mulai membakar daging kelinci itu.Terciumlah aroma wangi daging kelinci itu.
"Krucuk...krucuk...krucuk..!!"
Bunyi suara perut Kirana yang minta di isi.
"Biasanya aku tak pernah sampai kelaparan begini..!' kata dalam hati Kirana sambil memegang perutnya.
"Ha..ha..! mulut bisa saja kamu bungkam, tapi perutmu yang berkoar-koar..!ha..ha..!" seru Ekin yang kenyataannya memang benar.
"Huuuhhhh....!!"
Kirana mendengus kesal.
__ADS_1
"Sudahlah..! makan saja..! lagian kelinci itu lucu kalau masih hidup. Kalau sudah mati dan matang begini, apa boleh buat santap saja..! di sini perut lebih penting dari pada rasa kasihanmu pada kelinci ini waktu hidup..!!" kata Ekin yang menyodorkan daging kelinci yang sudah matang.
Namun Kirana tetap tidak mau, Ekin pun mendekat dan menyuapinya.
"Cobalah satu suap saja..!!" seru Ekin yang sedikit memaksa.
"Nggak mau..!!" kata Kirana sambil menutup mulutnya.
"Ya sudahlah kalau nggak mau, kalau lapar nanti jangan hubungi aku ya..!!" ucap Ekin yang kemudian makan daging kelinci bakar itu dengan lahapnya.
"Krucuk...krucuk...krucuuukk....!!"
Perut Rani yang terus minta di isi, akhirnya bisa membuat pendirian Kirana goyah.
"Ekin...! dari pada aku nanti sakit maag, kan di sini nggak ada apotik. Jadi nggak apa-apa ya aku minta sedikit..?" pinta Kirana sambil menangkupkan tangannya.
"Ha...ha..ha....!!" Ekin nggak bisa menahan tawanya mendengar perkataan Kirana.
"Oh jadi takut sakit maag ya..?! ha..ha..ha..!!" ucap Ekin yang masih dengan tawanya yang begitu senangnya seolah belum pernah tertawa sering itu selama di dunia siluman.
"Ekiiiiiin....!!" panggil Kirana gemas.
"Iya.. maaf, ini buat kamu. makan yang banyak..! besok pagi belum tentu dapat buruan serupa..!" kata Ekin yang menyerahkan sebagian dari daging kelinci bakar itu.
"Buruan serupa..? maksudmu apa..?" tanya Kirana yang penasaran.
"Ya bisa saja kan itu daging buaya apa ular..!" kata Ekin yang terus makan.
"Huekk..! kau berhasil merusak selera makanku Ekin...!!" kata Kirana yang makan dengan tidak selahap tadi.
"Sudah..besok aku Carikan buah-buahan buat kamu..!!" ucap Ekin yang sudah menghabiskan makannya.
"Janji ya..!!" kata Kirana yang senang, dan kini selera makannya kembali. Dia makan dengan lahapnya.
Ekin pun tersenyum melihat Kirana yang makan dengan lahapnya itu.
"Gadis ini selain lucu, dia juga cantik..!!" kata Ekin dalam hati dan sesekali memandang Kirana.
Kirana telah selesai makan, dai pun hendak mencuci tangannya.
"Ekin..! apa kamu tidak pernah cuci tangan, setelah makan..?" tanya Kirana yang kemudian melangkahkan kakinya menuju sungai kecil di mana Ekin mencuci kelinci tadi.
"Hei kau kira aku laki-laki jorok gitu..? aku kan nungguin kamu..!he..he..!" jawab Ekin yang menggoda Kirana.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...