Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Kunti (Ketegangan di Panti Asuhan Bahagia)


__ADS_3

Suasana mendadak menjadi tegang, tiba-tiba keluarlah sesosok perempuan dari ruang dapur dan melangkahkan kaki untuk menghampiri mereka.


Perempuan itu membawa nampan yang ada minuman dan makanan kecil diatasnya.


"Ayo dimakan dan diminum biar suasana tidak tegang!" seru perempuan itu.


"Anita?" tanya David yang kemudian sumringah pada saat melihat Anita.


Anita adalah teman satu panti yang selama ini David menyukainya dalam diam.


"David? apa kabar?" sapa Anita yang telah selesai menghidangkan makanan kecil dan juga minumannya itu.


"Ya beginilah Anita, kamu bagaimana keadaannya?" tanya David balik.


"Sama seperti apa yang kamu lihat" jawab Anita seraya mengulas senyumnya.


Tiba-tiba ponsel Kiaro berbunyi.


"Drrtt.... drrtt.... drrrtt....!"


Kiaro segera membuka ponselnya dan melihat di layar ponsel itu tertera nama ayahnya.


^^^📲"Hallo ayah"^^^


📲"Kiaro, Ayah dan Ricky sudah mendapatkan jasad dari Melani, dan saat ini kami akan menuju ketempat kamu. Kamu sharelock lokasi kamu ya, kami akan segera ke tempatmu sekarang juga!"


^^^📲"Iya, yah sebentar saya sharelock lokasinya."^^^


📲"Tunggu!"


^^^📲"Ada apa Yah?"^^^


📲"Kamu dan yang lainnya harus hati-hati. Siluman kegelapan saat ini sedang mencari bayi Melani!"


^^^📲"Siluman kegelapan?"^^^


📲"Iya, gunakan jurus yang ayah ajarkan kemarin. Gunakan akal janga emosi"


^^^📲"Baik ayah!"^^^


📲"Ok, ayah tutup telponnya dan kamu sharelock lokasi kamu!"


^^^📲" Iya Yah"^^^


Dan Kiaro menutup teleponnya setelah ayahnya menutup teleponnya juga dari sebrang sana.


"Ada apa Kiaro?" tanya Caterina yang penasaran menatap Kiaro yang sedang menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan pelan-pelan.


"Kita sebaiknya tetap disini, karena ayahku akan menyusul ke tempat panti asuhan ini." jawab Kiaro yang dengan segera mengirim lokasi keberadaannya.

__ADS_1


"Oh, baiklah'' sahut Caterina seraya kembali ke tempat duduknya kembali.


Margaret dan Anita undur diri, karena mereka akan mengurus anak-anak panti yang akan beristirahat.


Kemudian mereka saling bercerita tentang masa lalu mereka dan sedikit bercanda seraya menghabiskan makanan dan minuman yang telah dihidangkan oleh Anita.


Sementara itu di luar panti asuhan Bahagia, Siluman kegelapan telah menghampiri para pengikutnya yang tadi memberikan tanda keberadaan mereka.


"Yang mulia siluman kegelapan!" sapa semua pengikut siluman kegelapan yang diantaranya para siluman dan para hantu yang tidak berani menampakkan diri mereka.


"Bagaimana, apa kalian sudah mendapatkan petunjuk tentang bayi itu?" tanya siluman kegelapan dengan nada tinggi.


"Iya yang mulia, mereka ada di panti itu." jawab salah satu pengikut siluman kegelapan yang bertugas mengikuti dan mengintai Samantha dan bayi Melani.


"Kenapa kalian tidak menyerang mereka!" seru siluman kegelapan itu dengan kerasnya.


"Ada yang melindungi mereka dari markas sampai ke sini." balas salah satu dari para pengikut siluman kegelapan itu.


Kemudian siluman kegelapan itu melihat ke arah panti asuhan Bahagia yang ada di depannya. Dia melihat adanya pagar gaib yang dibuat oleh Kakek Bongol.


"Hm..siapa yang buat pagar gaib itu? dia bukan sembarangan makhluk. Bangsa manusia apa bangsa jin?" gumam dalam hati.


"Kita tunggu sampai malam, kita tunggu bantuan dari yang lainnya!" seru Siluman kegelapan itu yang masih mengamati situasi yang ada dihadapannya.


"Baik yang mulia" ucap para pengikut siluman kegelapan yang berada di belakang siluman kegelapan itu.


Hari beranjak malam,situasi di dalam panti sedikit lengan karena sebagian sudah beristirahat.


"Caterina, ikutlah bersama Samantha, aku tetap disini untuk berjaga-jaga!." saran Kiaro pada kekasihnya itu.


"Baik" ucap Caterina yang menurut saja dengan apa yang dikatakan Kiaro.


Caterina beranjak dari tempat duduknya, dan Kiaro mendekatinya seraya berbisik.


"Lindungi bayi itu, ada siluman kegelapan yang mengancam jiwa bayi itu." bisik Kiaro.


"Apa? siluman kegelapan?" tanya Caterina yang penasaran.


"Iya kata ayah dia sedang menuju ke mari." jawab menuju ke tempat ini.


"Baiklah aku akan jaga bayi itu semampu aku" ucap Caterina.


"Caterina telanlah mutiara siluman warna putih ini!' ucap Kiaro yang menyerahkan mutiara siluman warna putih itu pada Caterina.


"Iya terima kasih" ucap Caterina yang menerima dan langsung menelan mutiara siluman warna putih itu.


Kemudian Caterina melangkahkan kaki menghampiri Samantha yang sejak tadi menungguinya.


"Ayo Samantha aku ikut bersama kamu" ucap Caterina saat sudah berada di depan Samantha.

__ADS_1


"Iya, apa akan terjadi sesuatu di panti asuhan ini?" tanya Samantha yang saat ini mereka melangkahkan kaki beriringan.


"Iya, ada yang mengincar bayi Melani ini. Maka dari itu aku dapat tugas menjaga bayi Melani ini." jawab Caterina.


"Oh begitu ya!" balas Samantha yang pada saat ini mereka telah sampai di depan kamar tidur dan mereka masuk ke dalam kamar tidur itu.


Sementara itu di ruang tamu kini hanya ada David, Kiaro dan kakek Bongol.


"David kalau kamu mau istirahat, istirahatlah. Biar dan kakek Bongol yang berjaga-jaga malam ini'' ucap Kiaro yang menatap wajah David yang sudah kusut karena mengantuk itu.


"Iya, nanti kalau ada apa-apa bangunkan aku ya!" seru David yang kemudian memposisikan dirinya berbaring dan tak lama kemudian dia terlelap dalam tidurnya.


"Beres kalau masalah itu!" seru Kiaro yang dalam hati berkata "Mana bisa kamu bantu melawan makhluk-makhluk tak kasat mata? bisa-bisa kamu yang langsung pingsan karena melihat mereka!"


Kiaro mengulas senyumnya saat melihat David yang sudah terlelap dalam tidurnya.


"Apa kau juga merasakan sesuatu anak muda?" tanya Kakek Bongol pada Kiaro.


"Walaupun instingku tak sepeka ayah, tapi aku bisa merasakan kehadiran makhluk lain di luar panti Asuhan ini." jawab Kiaro yang melangkahkan kaki melihat ke luar jendela.


Dari mata batinnya di melihat puluhan siluman pengikut siluman kegelapan yang sudah berjaga-jaga di luar panti asuhan Bahagia itu.


"Sepertinya mereka akan menyerang kita malam ini!" seru kakek Bongol yang ikut melangkahkan kaki dan mendekati jendela disamping Kiaro.


"Kenapa mereka menunggu malam hari?" tanya Kiaro yang sesekali masih melihat pasukan itu, untuk memastikan seberapa kuat dan banyaknya pasukan pengikut siluman kegelapan itu.


"Mereka menunggu bantuan dari para hantu, karena para hantu itu keluar ya pada malam hari, karena kalau siang kekuatan mereka tidak sekuat jika pada malam hari" jelas si kakek Bongol seraya menebarkan pandangannya ke depan panti asuhan yang saat ini dia tinggali.


"Apakah salah salah satu makhluk


kasat mata itu yang mereka tunggu itu termasuk kuntilanak?" tanya Kiaro yang penasaran.


"Iya pastinya!" jawab kakek Bongol itu yang yakin akan jawabannya.


"Kalau begitu, sebaiknya kita harus bersiap-siap mulai dari sekarang!" seru Kiaro yang seraya memandang kakek Bongol dihadapannya.


"Benar, mau sekarang atau nanti mereka tetap saja akan menyerang kita!" seru kakek Bongol bersemangat untuk melawan para pengikut siluman kegelapan itu.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2