
"Kalian semua tidak apa-apa..? apa ada yang luka..??" tanya Aaron seraya melihat ke empat orang di hadapannya itu.
"Aku tidak apa..! Bagaimana denganmu Luna..??" tanya Ekin pada Luna dengan penuh ke khawatiran.
"Aku tidak apa-apa...!!" jawab Luna.
"Tak ada yang menanyaiku..??" tanya Siluman Rajawali.
"Tadi dari awal kan aku sudah tanya..!?" jawab Aaron sambil tersenyum.
"Apa iya..? maaf, aku juga nggak apa-apa..! he..he..!" ucap siluman rajawali sambil mengulas senyumnya.
"Sebaiknya kita cari tempat, untuk memulihkan tenaga kita." ucap Kirana yang merasa dirinya juga lelah.
"Iya kita memang sedang lelah
" ucap Luna yang memang semuanya sedang keletihan.
Nggak seperti biasanya,siang ini sungguh sangatlah panas.
Mereka pun kemudian mencari tempat untuk berteduh.
Di bawah pohon beringin yang rindang mereka pun berteduh.
"Syukurlah bisa berteduh siang ini..!" ucap kirana yang terus mengibas-ibaskan tangannya.
"Apakan di sini ada semacam air terjun atau telaga? kita butuh air untuk mendinginkan tubuh kita." kata Aaron yang merasakan cuaca ini bukan cuaca biasanya.
"Kau benar tuan Aaron, selama aku jadi raja siluman tempo hari, tak pernah merasakan panas yang seperti ini."kata Siluman Rajawali.
"Agar lebih cepat sampai ke sumber air, sebaiknya kau antarkan aku ke sumber mata air itu..!" pinta Aaron, dan siluman Rajawali pun menyetujuinya.
"Kirana, aku tinggal sebentar ya..! kamu nggak apa-apa kan..?" tanya Aaron sebelum pergi mencari sumber mata air.
"Iya, tidak apa-apa..! lagian kan ada Ekin dan Luna..!" kata Kirana dengan mengulas senyum agar Aaron tidak khawatir.
"Oke, Ekin dan Luna..! titip jaga Kirana ya..!!" pinta Aaron yang khawatir meninggalkan Kirana.
"Jangan khawatir, kami akan menjaganya..!'" ucap Ekin seraya menepuk pundak Aaron.
Aaron pun meninggalkan Kirana, Luna dan Ekin.
Kekasih Kirana itu naik ke punggung siluman Rajawali dan kemudian terbang menuju ke sumber mata air terdekat.
Tibalah di sebuah telaga yang indah.
Siluman Rajawali menurunkan Aaron di pinggir telaga itu.
"Tuan..walaupun telaga ini kelihatannya tenang, namun sangatlah berbahaya. Ada siluman ikan gabus yang menguasai tempat ini." kata siluman Rajawali.
"Begitukah..?" tanya Aaron yang turun dari punggung siluman Rajawali.
"Iya, hati-hati dengan siripnya." kata siluman rajawali yang mengingatkan.
__ADS_1
Aaron menarik nafasnya panjang dan mengeluarkannya pelan.
Kemudian menangkupkan tangannya dan mengucapkan mantera.
Aaron mengarahkan kedua telapak tangannya, kemudian mengeluarkan sinar biru ke tanah di pinggir telaga.
Sinar itu mengangkat sebongkah tanah, dan tanah itu terus berputar dan membentuk sebuah tempayan yang berukuran sedang.
Setelah dirasa cukup, di tariklah tempayan itu ke arahnya dan tembayan itu kini ada di tangan Aaron.
Siluman Rajawali hanya memandangnya dengan takjub.
Sedangkan Aaron kemudian berjalan mendekati telaga dan dia mulai mengambil air telaga yang jernih itu.
Tak berapa lama, muncul gelembung-gelembung di tengah telaga itu.
"Apakah gelembung itu dari siluman ikan gabus yang menguasai daerah ini..?" kata dalam hati Aaron yang kemudian mengangkat tembayang yang sudah berisi air itu kembali ke posisi dimana siluman rajawali menunggunya.
Tiba-tiba ada seekor ikan gabus yang besar naik ke permukaan telaga.
"Hai kau..! beraninya mengusik ketenangan ku..!!" seru ikan gabus itu uang tak lain adalah siluman ikan gabus.
"Tuan, itu dia siluman ikan gabusnya..!!" seru siluman rajawali dan Aaron pun menoleh ke arah yang di maksud siluman Rajawali.
"Oohh...jadi kamu ya yang namanya siluman ikan gabus..!!" balas seru Aaron dan berjalan kembali ke arah dimana siluman ikan gabus itu berada.
"Dasar manusia..!! seharusnya kau minta ijin dulu sebelum mengambil sesuatu dari sini...!!" seru siluman ikan gabus itu pada Aaron dengan ketusnya.
"Akulah penghuni telaga ini, berani sekali kau mengambil air telaga ku..!!" seru siluman ikan gabus itu dengan geramnya.
"Kalau begitu, aku minta maaf jika telah mengambil air dari telaga kamu. Aku sangat membutuhkannya, jadi bolehkan aku mengambilnya..??" tanya Aaron masih dengan sopan.
"Kau boleh mengambil air itu, tapi kau harus melawanku lebih dulu..!!" seru siluman ikan gabus itu tetap dengan geram yang menunjukan gigi-giginya.
"Apa harus begitu..?" tanya Aaron yang sebetulnya tak mau meladeni ancaman siluman ikan gabus itu.
"Ya haruslah..! kau harus mati, dan akan aku hisap darahmu, agar aku bisa kembali berwujud manusia..! apa lagi kau laki-laki tampan, pastilah akan banyak gadis menyukaiku..! he..he..!!" seru siluman ikan gabus itu sambil terkekeh.
"Oh..takut..! tapi coba saja kalau kamu bisa membuatku celaka, kalau tidak..! kaulah yang akan aku buat celaka..!!" tanya Aaron yang sudah bersiap-siap untuk melawan Siluman ikan gabus itu.
"Kurang ajar..!! rasakan lah ini..!!" seru siluman ikan gabus itu yang kemudian merentangkan sirip kanan dan kirinya.
Sirip itu seolah terlepas dengan sendirinya dan seperti Boomerang , menyerang Aaron secara bersamaan.
"Slapp....Slapp...Slapp...!!"
"Hop...hop...hopp..!!"
Aaron terus menghindarinya dengan mengelak dan juga melompat.
"Aku tak mungkin begini terus, aku harus membereskannya, agar aku bisa kembali menemui Kirana." kata dalam hati Aaron yang kemudian mengeluarkan pedang cahayanya.
"Pedang cahaya..!!"
__ADS_1
Muncullah pedang cahaya biru di tangan Aaron, dan kini Aaron menggunakan pedang itu untuk menangkis serangan sirip dari siluman ikan gabus.
"Trang...!!"
"Trang...!!"
"Trang...!!"
"Trang...!!"
Aaron terus menangkis serangan dua sirip dari siluman ikan gabus itu.
Ketika ada kesempatan, Aaron maju ke depan siluman ikan gabus itu dan bersiap membelah siluman itu.
Namun mata siluman ikan gabus itu tiba-tiba mengeluarkan sinar kuning dan terpancar mengarah ke kekasih Kirana itu.
Aaron sempat terkejut dan dia mundur beberapa langkah ke belakang.
"Uaagghh..!!"
"Sialan..! dia punya jurus lain rupanya..!!" gerutu Aaron yang kemudian merapalkan mantera.
Dan dengan tangan kiri menyerang siluman ikan gabus itu dengan bola-bola cahaya warna biru, dan tangan kanannya memegang pedang cahayanya.
"Hopp hiaaaat...!!"
"Bammm...!!
"Bammm...!!"
"Bammm...!!"
"Aaargh...!!"
Bola cahaya warna biru Aaron mengenai tubuh siluman ikan gabus itu yang kini mengerang kesakitan.
Dan Aaron tak menyia-nyiakan hal itu, di hunusnya pedang cahaya itu ke kepala siluman ikan gabus itu.
Alhasil kepala siluman ikan gabus itu terbelah menjadi dua.
Dan muncullah mutiara siuman ikan gabus itu yang berwarna hitam dan Aaron segera mengambil dan menyimpannya.
Siluman Rajawati tak bernyawa itu langsung di santap oleh siluman Rajawali.
Aaron kemudian memasukkan kembali pedang cahayanya dan menunggu Siluman Rajawali yang sedang menyelesaikan santap siangnya, yaitu berupa daging dari siluman ikan gabus itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...