Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Berada di Kios Bunga Rose


__ADS_3

Dua bayangan pria melesat menuju ke arah barat dengan salah satu membopong seorang gadis dan salah satunya menggendong seekor kucing.


Tak membutuhkan waktu lama, mereka telah sampai di kios bunga Rose.


Salah satu bayangan yang membopong seorang gadis yang tak lain adalah Kirana itu mengurangi kecepatannya perlahan-lahan.


Demikian pula bayangan lainnya yang tak lain mereka adalah Aaron dan Ekin.


"Itu kios bunga kepunyaan Ibu..!!" seru Aaron saat melihat sebuah kios bunga yang sangat dia hafal dengan tulisan KIOS BUNGA ROSE yang ada di papan atas kios bunga itu.


"Ayo percepat langkah kita..!!" ajak Ekin yang terus melangkah.


"Ibu...Ayah...Maggie...!!" panggil Aaron pada semua penghuni kios bunga Rose.


Dan kemudian muncullah Maggie, Rosa dan Kelly.


"Aaron..! cepat bawa Kirana ke ruangan ibu..!!" seru Rosa yang memberi jalan putranya yang sedang membopong Kirana.


"Ekin..? kau Ekin putra Selir Selena..??" tanya Rosa saat melihat Ekin dan kemudian memeluk pemuda itu.


"Iya bibi, saya Ekin..! sahabat Aaron..!!" jawab Ekin saat menerima pelukan dari Rosa.


"Ada kucing kutukan lagi..??" ucap Rosa saat melihat ke arah kucing imut dalam gendongan Ekin.


"Bibi, tahu Luna..?" tanya Ekin seraya mengusap lembut Luna.


"Iya, tapi sebentar..! aku selamatkan calon menantuku dulu...!!" seru Bocan yang bergegas menyusul Aaron yang membawa Kirana ke ruangannya.


"Eh Iya Bu...!" balas Ekin yang kemudian ada dua orang gadis yang mendekatinya.


"Kirana kena apa tadi..? dia baik-baik saja kan..?" tanya gadis itu yang tak lain adalah Maggie sahabat Kirana, dan gadis uang satunya adalah Kelly.


"Dia terkena racun siluman kalajengking, semoga saja cepat teratasi..!!" jelas Ekin.


"Kak, kasih tahu keluarganya kak Kirana..!!" seru Kelly seraya menyenggol siku kakaknya.


"Iya..iya, yang ingin ketemu sang pacar..!!" goda Maggie pada adiknya Kelly.


"Hmm..kakak juga pasti juga ingin ketemu sama kak Tony, iya kan...!?" balas goda Kelly pada kakak perempuannya.


"Maaf ya, aku mau masuk..!!" seru Ekin yang melangkahkan kakinya masuk ke kios.


"Sebentar tuan, nama anda siapa..?" tanya Maggie yang merasa belum berkenalan dengan Ekin.


"Ekin, sahabat Aaron dari kerajaan langit..!" jawab Ekin.


"Kerajaan langit..? berarti kamu juga seorang dewa..?" tanya Maggie penasaran.


"I..iya, aku putra selir Selena..!!" jawab Ekin yang sudah masuk ke dalam kios bunga tersebut.


Maggie pun membuatkan minuman untuk Ekin, sedangkan Kelly melayani rombongan pembeli bibit bunga.


Sementara itu Aaron sudah membaringkan Kirana yang pingsan di atas tempat tidur ibunya.


Rosa segera masuk dan menghampiri Aaron dan Kirana.

__ADS_1


Lanjut Rosa memeriksa sejauh mana racun kalajengking itu menjalar ke tubuh Kirana.


Ibunda dari Aaron itu merobek celana sebelah kiri Kirana dan melihat kaki kiri Kirana membiru dari telapak kaki sebelah kiri Kirana hingga setengah bagian paha Kirana.


"Astaga...!! reaksinya begitu cepat..!!" seru Aaron yang cemas dengan kondisi Kirana.


"Ikat pangkal paha sebelah kiri kirana dengan tali cahaya kamu. Ibu akan perpusat pada luka awalnya..!!" perintah Rosa pada putranya.


Aaron pun mengeluarkan tali cahayanya dari telapak tangan kanannya dan kemudian melilitkan pada pangkal paha sebelah kiri Kirana.


Sedangkan Bocan, berkomat -kamit merapalkan mantra dengan tangan di tengadahkan dan keluarlah mustika merah delima yang memancarkan sinar kilaunya.


Bocan kemudian menaruh mustika merah delima itu di luka awal Kirana yaitu lutut sebelah kiri dimana sengatan racun siluman kalajengking tadi mengenai bagian tubuh Kirana.


Dengan perlahan-lahan racun yang menyerang kaki Kirana itu berangsur-angsur berkurang, mustika merah delima itu telah menghisap racun yang menjalar di kaki sebelah kiri Kirana.


"Untungnya Kirana cepat dibawa kesini, racun dari siluman kalajengking ini tidak mematikan.Namun melumpuhkan, setiap korbannya dipastikan bisa cacat jika tidak segera di tangani..!" jelas bocan yang kemudian membuat ramuan untuk mengobati luka di lutut Kirana itu.


"Bu, mustikanya berubah menjadi biru...!!" kata Aaron saat melihat ke arah mustika itu.


"Itu berarti racunnya sudah di hisap semua oleh mustika itu, Ibu akan mengambil mustika itu dan mengobati luka luar di lutut sebelah kiri Kirana.


Setelah luka itu di balut dengan perban, Bocan segera menyelimuti Kirana dengan selimutnya.


"Istirahatlah dulu sayang, pulihkan tenagamu. Jangan di paksakan untuk bangun ya..!!" ucap Bocan seraya mengecup kening calon menantunya itu.


"Kirana, bagaimana keadaannya Bu..?" tanya Aaron yang masih khawatir.


"Kirana sudah tidak apa-apa, dia hanya butuh istirahat sebentar. Sebaiknya kita keluar, biar dia nyenyak tidurnya." ucap Bocan yang kemudian mendorong putranya keluar dari ruangannya.


Bocan dan Aaron kemudian bergabung dengan Ekin, Luna yang masih menjadi kucing imut dan juga Maggie yang sedang menikmati secangkir kopi capucino.


"Oiya, aku penasaran sama kucing imut itu..!!" seru Bocan yang menatap kucing yang di pangku oleh Ekin.


"Meoww...!!"


"Oiya sebentar Bu..!!" seru Aaron yang kemudian mengeluarkan mutiara siluman warna putihnya, dan di serahkan pada Ekin agar menyuapi Luna dengan mutiara siluman warna putih itu.


Setelah itu, Aaron menceritakan awal mula dia bertemu dengan Luna.


📆Flashback On


Kisah awal dimana Oyen bertemu Luna di dunia Siluman saat mencari Kirana.


Setelah kakinya di rasa sudah pulih, Oyen melanjutkan perjalanannya.


"Hei...penciumanku..!! berarti benar...! tadi kirana..!!" ucap Oyen yang begitu senangnya.


"Eh kemana ya dia pergi tadi..? bodohnya aku..! kenapa tidak aku lihat arah perginya " tanya dalam hati Aaron yang mengutuki dirinya sendiri.


"Meowww...!! Meowww...!!"


"Toloooong....!! toloooong...!!"


Terdengar suara minta tolong, yang suaranya seperti seekor kucing.

__ADS_1


"Siluman kucing..? kenapa kau..?" tanya Oyen yang melihat kucing kecil yang tak berdaya karena ke empat kakinya di ikat dengan tali cahaya.


"Tali cahaya..? apa ada dewa di sini..?" tanya dalam hati Oyen.


Oyen segera membuka ikatan tali cahaya itu.


"Meow...!"


"Siapa yang menyerangmu..? " tanya Oyen yang telah membebaskan ikatan tali cahaya itu.


"Dia seorang pemuda, sepertinya dia seorang pemburu siluman. Siluman yang di burunya selalu di buat tewas..!" kata kucing kecil itu.


"Lantas, kenapa kamu tidak di buat tewas..?" tanya Oyen penasaran.


"Karena aku bukan siluman..!" kata kucing kecil itu,


"Apa maksud kamu..?" tanya Oyen pada kucing itu penasaran.


"Aku tak sengaja menabrak seekor kucing hitam dan tiba-tiba tubuhku menjadi kucing." kata kucing itu dengan wajah sedih.


"Apa mungkin itu Archie..?" tanya dalam hati Oyen.


"Coba kamu telan mutiara siluman warna putih ini..!" kata Oyen yang mengeluarkan mutiara Siluman warna putih.


"Apa reaksinya bila aku meminumnya..?" tanya kucing itu yang penasaran


"Kemungkinan kamu bisa jadi manusia..!" kata oyen yang sedikit yakin.


Namun ketika, kucing itu hendak menelannya, Oyen mengambil kembali mutiara itu


"Hei katanya suruh menelannya..? kenapa kau ambil kembali..?!" tanya si Kucing itu gemas.


"Kalau mau berubah wujud, kau harus sedia baju. Karena tubuhmu saat berubah, nanti akan tanpa busana. Tentu akan menyusahkan..!" jelas Oyen.


"Kau tahu banyak, apa kau seperti aku..?" tanya kucing itu.


"Iya, aku juga kucing kutukan. Dan aku kemari mencari kekasihku yang di telan oleh kaca benggala." jelas Oyen sambil duduk di atas rerumputan.


📆Flashback off.


Tak berapa lama, kucing imut itu berubah menjadi seorang gadis cantik.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2