Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Kabar Duka


__ADS_3

Muncullah mustika siluman dari tubuh Ginna dan Kirana mengambil mustika itu.


Beberapa detik kemudian, tubuh Ginna menjadi debu yang berserakan di lantai dan Kirana menempatkan abu dari Si Ginna ke dalam sebuah wadah dari keramik kecil.


"Mustika? kenapa bukan mutiara?" tanya Kirana yang penasaran.


"Nanti kita tanyakan pada Bunda, yang penting sekarang ini kamu tidak apa-apakan?" tanya Aaron saat menghampiri Kirana.


"Iya, Kirana tidak apa-apa!" balas cinta seraya memeluk kekasihnya.


"Cie...! kakak ku seorang pendekar ternyata!" goda Jimmy yang melangkahkan kakinya menghampiri Kirana.


"Jimmy..!" seru Kirana sedikit malu karena ulah Jimmy.


Kirana dan Aaron saling melepaskan pelukan mereka dan menyambut kedatangan Jimmy dan yang lainnya.


"Dengan begini kan Kirana bisa melindungi kalian!" ucap Aaron saat semuanya berkumpul.


"Sekarang sebaiknya kita lihat situasi dan kondisi rumah Ini setelah pertempuran tadi!" ucap Tony dan di balas anggukan oleh semuanya.


"Iya"


Mereka kemudian melangkahkan kaki dan tiba-tiba mereka mendengar dentuman keras dari halaman belakang.


"Boummm....!"


"Uuughh..!"


"Aghhh..!"


"Augh..!"


"Suara itu dari halaman belakang!" seru Ekin dan semuanya berlari keluar dari rumah dan menuju ke halaman belakang rumah keluarga Nikholas.


"Ayah...Ibu!" Seru Aaron saat melihat kedua orang tuanya tergeletak tak berdaya.


Walaupun Black Shadow juga sempat tergeletak, namun dia berhasil bangkit kembali dan dalam posisi tegap.


"Apa kalian mau senasib dengan dua orang tua itu, ha..!" seru Black Shadow sambil tertawa lebar.


"Apa! kami yang akan memusnahkanmu!" seru Aaron dengan menggebu.


Ekin, Tony, dan Aaron mengepung Black Shadow.


"Ayah, apa kamu benar-benar tak mengenali aku? aku putramu black shadow!" gumam dalam hati Tony.


"Putra Selir, apa kamu akan mengulangi kekalahanmu?" tanya Black Shadow dengan senyum sinisnya.


Kali ini kamulah yang akan aku buat kalah!" seru Ekin yang geram.


Ketiga putra dewa itu menyerang Black shadow dengan bola-bola cahaya mereka.

__ADS_1


"Boummm...! Boummm...! Boumm...!"


Black Shadow melompat menghindarinya dan sesekali menyerang dengan sinar hitam dari kedua tangannya.


"Bummm....buimmmm...buumm..!!"


Pertempuran sengit itu terjadi dan hasilnya seri karena tenaga Black Shadow telah terkuras saat pertempuran dengan Bocan dan Andy.


Saat Black Shadow lengah, Aaron dengan gencarnya menyerang black shadow itu dengan bola-bola cahaya secara bertubi-tubi.


"Boummm...! Boummm...! Boumm...!"


"Boummm...! Boummm...! Boumm...!"


"Aauuh.....!"


Black Shadow pun tersungkur dan akhirnya dia menghilang dan meninggalkan kepulan asap hitam di tempatnya semula.


"Kurang ajar! dia kabur tanpa permisi!" gerutu Aaron kesal.


"Hai, yang namanya kabur itu ya tanpa permisi! kalau pakai pamit segala itu bukan kabur namanya!" sahut Kirana gemas.


"Oiya ya, he..he..!" ucap Aaron dengan terkekeh.


"Lagi pula kalau pamit, takutnya kita nanyain kabur dimana? jauh atau tidak? eh kita boleh main apa tidak! begitu...ha..ha..!" sambung Jimmy yang tertawa seraya merangkul kakaknya Kirana.


"Sudah, kita lihat kondisi Bibi Rosa dan paman Andy!" Seru Ekin yang membalikan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke arah Andy dan Rosa.


Demikian pula dengan Aaron, Kirana dan yang lainya.


Tak berapa lama Andy dan Bocan menghembuskan nafas dan mengeluarkannya pelan-pelan.


"Kami tidak apa, sebaiknya kita lihat yang lainnya!" ucap Andy dengan nafas sedikit tersengal-sengal.


"Iya, Kita lihat kondisi para tamu dan keluarga yang lainnya" ucap Bocan yang cemas.


"Iya, sedari tadi Kirana tidak melihat papa dan mama?" tanya Kirana yang melihat ke semua orang satu persatu.


"Kalian di sini saja! biar aku, Ekin dan Tony yang mencari papa Nikholas dan mama Dona!' ucap Aaron dan yang lainnya pun menyetujuinya.


Ekin, Aaron dan Tony berkeliling mencari tahu situasi yang terjadi di dalam rumah lebih tepatnya di sekitar pelaminan.


Tidak berapa lama Aaron menemukan dua pasang suami istri saling berpegangan tangan dengan kepala masing-masing di atas meja dan mulut mereka berbusa.


"Papa... mama...!" panggil Aaron yang kemudian meletakkan jari telunjuknya di hidung Nikholas dan Dona satu persatu, kemudian memegang pergelangan tangan mereka yang juga satu persatu.


"Ya Tuhan, Kirana... Jimmy!" gumam Aaron dan kedua matanya mendadak berkaca-kaca.


Ekin dan Tony menghampiri Aaron dan segera memeriksa kedua tubuh tak berdaya itu.


"Aaron kau panggil Kirana dan Jimmy kami akan memindahkan keduanya ke atas panggung di sana!" ucap Ekin seraya menunjukkan ke arah panggung pengantin.

__ADS_1


"Iya" sahut Aaron yang kemudian berlari mencari keberadaan kekasihnya.


"Kirana, Jimmy! ikut saya sebentar!"ucap Aaron yang menahan rasa sedihnya.


Kirana dan Jimmy menghampiri Aaron dengan rasa yang sangat penasaran.


"Yang lain boleh ikutan!'" ucap Aaron seraya menggandeng Kirana di sebelah kanan dan Jimmy di sebelah kiri melangkah masuk ke dalam rumah dan menuju ke panggung pelaminan.


Sementara itu Bocan, Andy, Kelly dan Maggy dan yang lainnya mengikuti Aaron, Kirana dan Jimmy.


"Kirana, Jimmy persiapkanlah diri kalian mulai saat ini" ucap Aaron yang kemudian masuk ke dalam rumah.


Jimmy dan Kirana seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini.


"Apa yang terjadi pada mereka!" seru Jimmy yang kemudian berlari menuju ke tempat dimana kedua orangnya terbaring.


Demikian pula dengan Kirana yang ikut berlari setelah mengenal pakaian yang dipakai kedua orang tua mereka.


Jimmy dan Kirana berlutut saat sudah berada di atas panggung, Kirana memeluk ibunya dan Jimmy memeluk Ayahnya yang terbaring tak berdaya itu.


Isak tangis mereka sejadi-jadinya. Aaron dan Kelly berada di samping pasangan mereka saat ini.


Mereka berusaha menghibur atau sebisa mungkin ada disaat mereka membutuhkan.


"Ibu dan ayah kenapa kalian meninggal harus dalam keadaan begini? apa kalian tak ingin melihat pernikahanku?" racau Kirana, Aaron memeluknya dengan erat.


"Kirana, Jimmy ini adalah takdir untuk kedua orang tua kalian berdua. Kita berdoa yang terbaik untuk mereka." ucap Aaron yang masih beemenghibur mereka.


Saat ini Kirana dan Jimmy di titik terendah mereka, hanya pelukan kekasih merekalah, yang saat ini mereka butuhkan.


Saat ini kesedihan menyelubungi mereka, Andy, Tony dan Ekin membersihkan dan membereskan semua yang membuat rumah besar itu.


Sedangkan Bocan mendampingi Kirana dan Aaron, Maggie mendampingi Jimmy dan Kelly.


Setelah rumah selesai di bereskan, di lanjutkan dengan acara kremasi untuk kedua orang tua Kirana dan Jimmy.


Tak memakan waktu lama, kedua jenazah orang tua kirana dan Jimmy di ke bumikan saat ini juga.


Suasana baru bagi Kirana dan Jimmy.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


t


__ADS_2