Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Kunang-kunang


__ADS_3



"Wah....bagus bangeeet...! Lampu hias alami dari yang Maha Kuasa..!!" seru Kirana yang sedang menikmati keindahan kelap-kelip kunang-kunang yang beterbangan di atas rumput dan diantara pepohonan.


Aaron pun tersenyum mendengar ucapan Kirana, dia menangkap satu kunang-kunang. Dan di tunjukannya pada Kirana.



"Serangganya kecil ya...! tapi cahayanya begitu indah, tak kalah dengan cahaya-cahaya lainnya..!" kata Kirana saat melihat kunang-kunang yang di tunjukan Aaron.


"Tahu tidak, kunang-kunang ini seperti kamu..!" kata Aaron seraya menatap Kirana.


"Eh, maksudnya..??" tanya Kirana yang membalas tatapan Aaron.


"Walaupun banyak gadis di luar sana yang mungkin lebih cantik, tapi kamu punya aura yang lebih dari mereka." kata Aaron sambil tersenyum.


"Ah.. Aaron bisa saja..!!" kata Kirana yang tak bisa menyembunyikan antara senang dan tersipunya.


"Bisa dong...! he..he..!" balas Aaron. Sambil menerbangkan Kunang-kunang yang dia tangkap tadi.


"Walaupun kamu kecil tetaplah bercahaya, cahayamu itulah akan menuntun banyak orang untuk melihatmu..!! Tetaplah berbuat baik dan selalu ramah pada orang lain ya sayang..!" nasehat Aaron sambil memberikan jaketnya pada Kirana yang sudah nampak kedinginan, akibat angin malam.


"Makasih..!!" kata Kirana.


"Untuk apa..?" tanya Aaron


"Mmm...untuk jaketnya..!?' jawab Kirana sambil membetulkan jaket Aaron yang dipakaikan padanya.


"Hanya itu..?!" tanya Aaron lagi.


"Ha...!!" seru Yulia yang bingung dengan maksud Aaron.


Aaron menatap Kirana dengan mengernyitkan kedua alisnya Seperti memberi kode.


"Makasih atas semua ungkapan hati Aaron, Kirana suka sekali..!" kata Kirana sambil tersenyum.


"Hanya suka..?" tanya Aaron yang berharap lebih dari suka.


"Kirana sayaaaaang banget sama Aaron..!" jawab Kirana sambil melingkarkan tangannya pada pinggang Aaron.


"Sayang..!??" tanya Aaron sambil melingkarkan tangannya di bahu kirana, mereka berpelukan menyamping.


"Eh apalagi..?" tanya Kirana yang tangan kanannya memegang tangan kanan Aaron yang ada di bahunya.


"Aaron cinta Kirana..!" kata Aaron sambil mencubit mesra hidung Kirana.


"Kirana juga cinta sama Aaron..!!" jawab Kirana dengan senyuman termanisnya.


Mereka yang tadinya pelukan menyamping akhirnya saling berhadapan, dan dahi mereka saling beradu.


Aaron hendak menyatukan bibirnya pada bibir Kirana, namun tiba-tiba sebuah cahaya menyilaukan muncul dari balik hutan.


Cahaya itu membentuk siluet seorang wanita, bergaun putih dengan rambut terurai yang terkena semilirnya angin malam dengan pencahayaan dari sinar kunang-kunang.

__ADS_1



"Siapa yang berani berbuat mesum di wilayahku..!!!" seru wanita itu yang berjalan mendekat pada sepasang kekasih itu.


Aaron yang sebelumnya hendak mencium Kirana, tiba-tiba menoleh kearah wanita itu. Dan Kirana ikut menoleh kearah wanita itu.


"Silumaaaaan...!!" desis Aaron.


"Ha..Si..siluman..!!" kata Kirana yang ketakutan karena wanita itu menatap mereka dengan tajam.


Aaron memeluk Kirana dan meneggelamkan wajah Kirana di dadanya.


"Siluman Kunang-kunang..! mau apa kau..?!" tanya Aaron pada siluman kunang-kunang itu.


"Hei..! masih berani berbuat mesum di tempatku, sekarang di hadapanku juga..! mau mati ya kalian...!!" seru Siluman kunang kunang itu dengan kesalnya.


"Menikah aja belum, mau mati..? ya enggaklah..!! seharusnya itu kamu ya yang ngilang..! ganggu orang lagi usaha saja...!" seru Aaron sewot.


"Kurang ajaaaarr...! terimalah ini...!!" seru siluman kunang-kunang itu yang kedua telapak tangannya mengeluarkan bola-bola cahaya putih kekuning-kuningan.


Bola-bola cahaya itu diarahkan ke Aaron dan Kirana.


Aaron yang tangan kanannya masih memeluk Kirana, dan tangan kirinya yang dengan telapak tangannya mengarah ke siluman kunang-kunang itu, dan keluarlah seberkas cahaya putih dan biru itu.


Cahaya putih dan biru itu membentuk sebuah tameng dan menangkis cahaya dari bola cahaya siluman kunang-kunang.


"Duarr..!!"


"Ohw ..! rupanya kau boleh juga..!!" seru Siluman Kunang-kunang itu.


"Sekarang rasakan ini..!!" seru siluman kunang-kunang itu yang menyilang kan kedua tangannya di depan wajahnya.


Terbentuklah cahaya yang lebih besar dan dahsyat dari cahaya tadi,


Kemudian Siluman kunang-kunang itu mendorong cahaya itu ke arah lawannya.


Sedangkan Aaron masih seperti posisi semula. Dengan tangan kanan memeluk untuk melindungi Kirana dan tangan kiri membuat tameng untuk melindungi mereka.


"Duaaarrrrr...!!"


Karena begitu besar dan dahsyatnya serangan dari siluman kunang-kunang itu, Aaron dan Kirana terpental hingga jatuh ke tanah.


"Aaaghhh...!!"


"Kirana..! kamu tak apa-apa?" tanya Aaron yang khawatir akan keadaan Kirana


"Sakiiit...!!" keluh Kirana.


"Kamu di sini ya...! aku bereskan siluman brengsseek itu dulu..!" ucap Aaron yang kemudian berdiri dan bersiap untuk menyerang.


"Iya..Hati-hati Aaron..!!" seru Kirana dan dibalas anggukan oleh Aaron yang sudah mengeluarkan pedang cahayanya.


Siluman kunang-kunang itu kembali menyilang kan tangannya dan mengeluarkan cahaya yang lebih dahsyat lagi dan mendorongnya ke arah Aaron.


Aaron tak mau kalah, dia juga menyilang kan kedua tangannya dengan tangan kanan nya memegang pedang cahaya. Dan keluarlah cahaya setengah lingkaran yang luar biasa kuat.

__ADS_1


Panglima langit itu mendorong tameng cahayanya di bantu kekuatan pedang cahaya, bertabrakan dengan cahaya siluman kunang-kunang itu.


"Duaaaarrr....!!!"


Suara keras yang di hasilkan dari pertemuan kedua cahaya tersebut.


Keduanya terpental lumayan keras, namun Aaron bisa mengimbanginya.


Dengan ilmu meringankan tubuhnya, dia terbang dengan telapak tangan kiri membentuk tameng dan tangan kanan masih memegang pedang cahaya.


Begitu cepatnya mengarah ke Siluman kunang-kunang itu, dan lawannya itu baru saja bangu dari terpental ya, menyerang Aaron dengan cahaya bola-bola di tangan kanan dan kirinya secara bergantian.


"Duarr....!!"


"Duarr...!!"


Aaron menangkisnya dengan tameng tangan kirinya dan ketika sudah dekat dengan lawannya, Aaron tak ragu-ragu menebas leher dan menghujamkan pedang cahayanya tepat di jantung siluman kunang-kunang itu.


"Sreeeet....!!"


"Jleebbb...!!"


"Argghhhhh....!!"


Suara terakhir siluman kunang-kunang itu sebelum menghembuskan nafas terakhirnya


Pedang cahaya yang sudah membersihkan diri dari noda darah siluman kunang-kunang itu kini telah masuk ke tubuh Aaron.


Keluarlah sebuah mutiara hitam yang mengkilap. Dan Aaron segera mengambil dan menelannya.


Seketika itu juga tubuh siluman kunang-kunang berubah menjadi abu dan di terbangkan oleh angin malam yang sedang berhembus.


Aaron kemudian menghampiri Kirana yang masih duduk selunjur, merasakan sakit di tubuh bagian belakangnya akibat terpental dari serangan siluman kunang-kunang tadi.


"Apa masih sakit..?!" tanya Aaron yang kemudian membopong Kirana, dan Kirana mengalungkan tangannya ke punggung dan leher Aaron.


"Iya..!" jawab Kirana sambil menganggukkan kepalanya


Aaron yang membopong kirana itu melangkah menuju ke sepeda motor yang di parkirnya di tepi jalan tadi.


"Kita pulang, kamu masih bisa pegangan kan.?!" tanya Aaron yang mengkhawatirkan keadaan Kirana.


"Iya. masih bisa..!!" kata Kirana lirih karena menahan rasa sakitnya.


Setelah siap, Aaron melajukan sepeda motornya pulang ke ruko tempat mereka tinggal.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2