
Tak berapa lama Maggie pulang dan dia langsung melangkahkan kaki menuju kamar tamu dan membersihkan dirinya.
Caterina dan Maggie telah selesai dengan berhiasnya, kemudian mereka melangkahkan kaki menuju ke dapur dan membantu Kelly memasak.
"Aku ganti yang mandi, kalian tinggal memindahkan makanan ini ke meja makan." ucap Kelly yang melepaskan apron yang dia pakai.
"Iya, sana mandi yang bersih" ucap Maggie sembari mengambil baskom tempat sayur.
"Bibi Kelly jangan lupa pakai sabun mandi ya biar wangi dan paman Jimmy semakin lengket! he..he..!" goda Caterina sembari mengulas senyumnya.
"Bisa saja kamu!"seru Kelly sembari menarik hidung Caterina dengan tetap mengulas senyumnya.
"Aduh bibi, sakit lho!" gurau Caterina sembari mengusap hidungnya.
"Biar mancung! he..he..!" canda Kelly yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke kamarnya.
"Bukannya mancung, memerahlah pipi Caterina!" gerutu Caterina dan semuanya pun tertawa karenanya.
Tak berapa lama acara makan malam berlangsung, dan suasana dipenuhi dengan penuh canda dan tawa diantara mereka.
"Tokk...tokk...tokk....tokk..!"
Dan tiba-tiba ada yang mengetuk pintu depan rumah.
"Eh, siapa yang datang malam-malam begini?" tanya Jimmy dengan rasa penasaran.
"Biar Kiaro saja yang buka pintu!" seru Kiaro yang kemudian bangkit dari duduknya.
"Iya boleh. Kalau keluarga, persilahkan masuk yabKiato!" pesan Aaron sembari mengambil lauk-pauknya.
"Iya Yah" jawab Kiaro yang kemudian melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu dan membuka pintu depan rumahnya.
"Klek .klek..ceklek..!"
"Kiaro sayang .!" panggil seorang wanita yang tak lain adalah Kirana Ibunda Kiaro.
"Ibunda!" panggil Kiaro sembari memeluk Kirana dengan eratnya.
Mendengar apa yang diucapkan Kiaro, serentak yang ada di ruang makan itu bangkit dari duduk mereka dan melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang tamu dimana Kirana, Adelia, Tony, Dicky dan Ruby sudah pulang dan mereka saat ini berada di ruang tamu.
Pertemuan keluarga itu berlangsung dengan haru, ada tawa dan tangisan haru karena mendengar cerita satu sama yang lainnya.
"Siapa yang bersama kamu ****?" tanya Kiaro yang penasaran.
"Oh, kenalkan dia Ruby calon istriku!" jawab Dicky dengan rasa bangganya
"Apa calon istri? wah, tidak sia-sia kamu ke pantai pesisir!" ucap Kiaro seraya menepuk pundak Dicky.
"Tentu saja, setiap perjuangan tentu ada hasilnya! he. he ...!" ucap Dicky seraya mengulas senyumnya.
__ADS_1
"Setelah bersihkan badan kalian, ayo kita makan malam sekalian!" ajak Maggie dengan ramah.
Dan rombongan yang baru datang itupun membersihkan diri dan mengganti pakaian mereka.
Sementara Jimmy, Kelly, Vivian, Maggie, Kiaro dan Caterina melanjutkan makan mereka.
Setelah selesai makan mereka menuju ke ruang keluarga dengan menggelar karpet sambil melihat acara televisi.
Sementara itu Kirana, Adelia, Tony, Dicky dan Ruby menuju ke ruang makan dan mereka makan malam bersama.
Selesai makan , mereka menyusul yang lainnya ke ruang keluarga.
Dan mereka saling bercerita tentang keadaan di pantai pesisir Z dan kejadian Kios tadi siang.
"Sebentar, Ruby ini aku seperti mengenal dia? apa kamu putrinya Ekin dan Ayumi?" tebak Aaron saat melihat ke arah Ruby.
"Benar saya putri Ayahanda Ekin dan Ibunda Ayumi" jawab Ruby sembari menganggukkan kepalanya.
"Baguslah kalau kamu bisa bersama dengan Dicky, dan semoga kalian bisa sampai ke pelaminan" ucap dan doa Aaron.
"Amin" balas Ruby dan Dicky yang bersamaan dan juga saling pandang.
"Kamu masih tetap disini kan Ruby?" tanya Maggie sembari mengambil makanan kecil dalam toples yang sengaja dihidangkan untuk menemani acara berkumpul beberapa keluarga itu
"Iya bi, Ruby masih tetap disini" jawab Ruby sembari mengulas senyumnya.
"Baguslah!" ucap Maggie setelah meminum segelas air putih di hadapannya.
"Tapi bunda, kemampuan Kiaro belum sehebat ayahanda" ucap Kiaro yang merendah karena dia merasa belum mampu menjalankan tugas dari ibundanya.
"Tak apa-apa Kiaro, nanti ayah akan bimbing kamu dan Caterina sampai kalian mahir menangkap atau membinasakan para siluman." ucap Aaron yang menepuk pundak putranya.
"Dicky dan Ruby sementara bantu ibu menjalankan kios bunga Rose, karena Tante Kelly mengurus rumah dan juga antar jemput Vivian" ucap Maggie seraya menatap ke arah Dicky dan Ruby.
"Baiklah bunda, Dicky dan Ruby akan berusaha membantu Ibunda." ucap Dicky sembari melihat ke arah Ruby dan Ruby mengangguk dengan pelan seraya mengulas senyumnya.
"Kami mau ke kamar duluan ya, Vivian sudah mengantuk nih!" ucap seru Kelly.
"Iya, kami juga akan ke kamar kami masing-masing" ucap Kiaro yang bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki bersama Dicky menuju ke kamarnya.
"Aku juga mau pulang ke Kios, aku sangat lelah sekali" ucap Maggie yang bangkit dari duduknya.
Maggie dan Tony melangkahkan kaki keluar dari rumah Aaron dan kembali ke kios Bunga Rose
"Ruby, sebaiknya kamu tidur bersama kami" ucap Adelia pada ruby.
"Apakah muat kamarnya bi?" tanya Rubi yang penasaran.
"Iya muat kok, tempat tidur kami berukuran king size, jadi bisa muat untuk tiga Orang" ucap Caterina sembari memegang lengan Ruby.
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita ke kamar sekarang" ucap Ruby dan mereka bertiga, Ruby, Adelina dan Caterina melangkahkan kaki menuju ke kamar tamu.
"Kami juga akan ke kamar kami sekarang juga!" ucap Dicky sembari merangkul Kiaro.
"Ayo kita istirahat sekarang!" ajak Kiaro, dan mereka berdua melangkahkan kaki menuju ke kamar tidur mereka.
"Tinggal kita nih yah! ayo kita ke kamar kita!" ajak Kirana.
"Ayo, kita buat adik untuk Kiaro ya?" goda Aaron sembari merangkul istrinya.
"Apa sih? kita waktunya punya cucu, masak punya anak lagi?" ucap Kirana sembari mencubit perut suaminya.
"Auw...! ya kali aja, biar momongnya double sekalian!" he..he..!" canda Aaron seraya mengusap perutnya yang habis dicubit oleh isterinya.
Lalu mereka melangkahkan kaki menuju ke kamar tidur mereka sambil bergurau kecil.
...~¥~...
Pengumuman ;
Untuk Si Oyen Season 2 ; Caty My Secret Girl, sudah habis episodenya. Nantikan kelanjutannya dalam Si Oyen Season 3 ; Si Kunti.
Cerita ini mengenai pengalaman Kiaro dan Caty dalam membantu usaha ibunya Kirana.
Dan bagaimanakah usaha mereka berdua?
Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?
Bagaimanakah dengan kisah Dicky dan Ruby selanjutnya?
Bagaimanakah kisah Adelina dan Wallache?
Dan terakhir kisah putra raja Leon dan Ratu Sheila?
Semuanya In syaa Allah akan dibahas di season ke-3 kali ini.
Yuk ikuti terus kisah Si Oyen Pacarku Bukan Manusia ini.
...💗💗💗...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...