
Setelah aman, Aaron kembali masuk ke kios menemui Kirana tapi sebelumnya dia menyimpan pedang cahaya terlebih dahulu.
Kirana yang mengetahui Aaron terluka, segera mencari obat luka yang biasa BoCan simpan.
"Kirana..! Aghh...!!"
Aaron mengerang karena rasa perih dan sakit akibat cakaran siluman rubah itu.
Setelah mendapatkan obat luka yang di cari, Kirana segera mengambil air hangat dan sapu tangan untuk membersihkan darah pada luka Aaron.
Kirana menghampiri Aaron yang duduk di Sofa dengan memegang lukanya.
"Buka baju kamu Aaron, biar Kirana bisa bersihkan luka-lukanya...!!" kata Kirana.
Aaron pun membersihkan dan mengobati luka di dada dan lengan Aaron.
"Kirana...!!" panggil Aaron saat melihat wajah Kirana yang sedang serius mengobati luka-luka Aaron.
"Ya...ada apa..?!" jawab Kirana tanpa menoleh.
"Apa kamu marah sama Aaron..??!" tanya Aaron yang ingin tahu perasaan Kirana pada saat dia tadi bercumbu dengan siluman Rubah.
"Marah...?!" tanya Kirana yang lupa dia lakukan karena setelah mengetahui kebenarannya.
"Iya..! apa Kirana tak marah, Aaron mencium wanita lain selain Kirana. Ya contohnya siluman rubah tadi..!!" jawab Aaron penuh selidik, karena ingin tahu seberapa dalam Kirana mencintainya.
"Ohw...!!" kata Kirana yang telah menyelesaikan mengobati luka Aaron dan mengembalikannya ke tempatnya semula.
"Ohw..aja..?" kata Aaron tak terima.
"Maunya gimana..?" tanya Kirana sebetulnya sudah paham maksud Aaron, dan mulai dia bersiap-siap meluapkannya.
"Marah apa ngambek gitu..!!' jawab Aaron yang penasaran seperti apa marah atau cemburunya seorang Kirana.
"Kekasihku oh Aaron yang cakep..! Mau tahu perasaan Kirana ya..? Ngapain sih pakai cium-cium wanita lain?pakai nindih-nindih segala..!! Apa kebersamaan kita saat ini masih kurang..! Apa Kirana kurang manis kurang cantik begitu? hingga kiss-kissan sama wanita lain..? kirana kurang apa..? jawab..! jawab....Aaron..!!" kirana yang meluapkan emosi, tanpa sadar gadis itu memukul luka di dada Aaron.
"Aaaaghhh..!!"
Aaron mengerang kesakitan.
"A..Aron maaf ka..kamu tak apa-apa?" tanya Kirana yang tersadar dari luapan emosinya, dan segera berdiri hendak mengambil kembali obat luka yang tadi di simpannya.
__ADS_1
Namun Aaron menarik lengan Kirana dan mengakibatkan kini Kirana jatuh di pangkuan Aaron.
Telapak tangan kiri berada di belakang kepala Kirana dan yangan kanan melingkar di perut Kirana.
Aaron berusaha membuat wajah Kirana dan wajahnya berhadapan dan semakin mendekat.
"Ka..kamu mau nga....!!" belum sempat Kirana melanjutkan bicaranya, Aaron sudah menyumpal mulut Kirana dengan bibirnya.
Begitu mendadaknya serangan ciuman itu, membuat Kirana kelabakan.
Terus dan terus Aaron mengajak bertukar Saliva, hingga Kirana kehabisan nafas.
Aaron melepaskan ciuman di bibir Kirana, kini turun ke leher gadis itu.
Agar gadisnya itu mengumpulkan nafasnya kembali.
"Kau milikku Kirana, jangan ada yang lain..!!" Aaron pun membuat stempel kepemilikan di leher bawah gadis itu, antara geli dan nikmat, tanpa permisi dessahaan terdengar indah di teling Aaron yang membuatnya semakin bersemangat.
"Aghh...!! Aaron...!! aaaagh...!!"
Aaron kembali melumattt bibir merah muda nan mungil Kirana.
Masuk kedalam baju Kirana dan bergerak perlahan ke atas, membuat Kirana menggeliat dan Aaron suka akan hal itu.
Terdengar suara orang memarkirkan sepeda kayuh di samping kios.
"Klek..!!"
"Aku kembali...!! Kirana..!!" suara yang tak asing bagi Kirana dan Aaron.
"Maggie..!!"
Seru keduanya setelah melepaskan ciuman mereka.
"Ciumanmu adalah canduku, kita lanjutkan nanti di ruko ya..!!" ucap Aaron yang sebelumnya mencium sekali lagi bibir mungil kekasihnya.
"Bisa aja kau ini..!!" kata Kirana sambil merapikan baju dan dandanannya.
Demikian dengan Aaron, dengan kalung peri dia mengganti bajunya yang robek karena cakaran siluman rubah tadi.
__ADS_1
Kirana bergegas menghampiri Maggie di depan kios.
"Maggie..! Kau sudah kembali..! ucap Kirana saat menghampiri Maggie.
"Iya..! kau sudah makan siang belum?" tanya Maggie sambil melihat-lihat bunga -bunga yang di pajang, ada ke anehan karena tak seperti waktu dia tinggalkan tadi.
"Astaga..!! tadi aku taruh di mana ya nasi yang aku beli tadi..!? " kata dalam hati Kirana yang kemudian mencari-cari nasi bungkus yang dia jatuhkan saat Kirana melihat Aaron bercumbu dengan Siluman Rubah tadi.
"Eh .! di tanyain malah ngeloyor..!" seru Maggie kesal.
"Itu dia..!!" seru Kirana saat sudah mendapatkan nasi bungkusnya.
"Aku dengar Maggie, aku lupa naruh nasiku tadi...!" kata Kirana sambil menunjukkan kantung plastikya yang berisi dua bungkus nasi komplit.
"Ohw, ya udah..! makan aja dahulu, biar aku yang jaga di sini...!" kata Maggie.
"Ok .! makasih Maggie..!" kata Kirana yang kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam kios.
"Tunggu..!! " seru Maggie.
"Ada apa..?!" tanya Kirana yang menghentikan langkahnya.
"Apa semua tanaman ini dari halaman belakang..?!" tanya Maggie yang penuh selidik.
"Iya ,tuh..!! ada pembeli, dilayani dulu..! Kirana makan siang dulu ya..!!" seru Kirana yang bergegas masuk ke dalam Kios.
"O..iya..!!" jawab Maggie yang kemudian melayani para pembeli bunga.
Dan Kirana makan siang berdua dengan Aaron.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1