
Federin kemudian memberikan ijin pada keduanya.
"Aku mengijinkan kalian untuk ke sana, tapi kalian juga harus tetap berhati-hati ya!" pesan Federin sambil melihat sepasang sejoli itu satu persatu.
"Terima kasih ayahanda, ibunda" ucap Wallache seraya mencium punggung tangan kedua orang tuanya satu persatu.
Sementara Adelia menundukkan kepalanya sebagai rasa hormatnya pada Raja dan Ratu kerajaan Blue Minch yang juga kedua orang tua Wallache dan Asia.
"Adik, kakak pergi dulu ya!" ucap Wallache pada Asia.
"I.,.iya kak!" balas Asia.
"Saya juga pergi ya Asia" ucap Adelia pada Asia seraya menepuk pundak Asia.
"Iya kak! Hati-hati" pesan Asia pada saat Wallache dan Adelia beranjak pergi meninggalkan Asia dan juga Raja Federin dan Ratu Ariel sambil melambaikan tangannya.
Sementara Wallache memegang erat tangan Adelia, dan Adelia tersenyum karenanya.
Adelia menebarkan pandangannya ke sekitar jalan yang dia lalui bersama Asia, Kirana dan Ruby beberapa waktu yang lalu.
"Kamu melewati jalan ini juga ya?" tanya Wallache yang melihat Adelia dengan semangat mendahuluinya dalam menyelam menuju ke arah kerajaan Siren.
"Nampaknya kamu sudah hafal ya!" seru Wallache seraya mengulas senyum melihat tingkah Adelia yang terus melihat ke sekitarnya pada saat mendahuluinya.
"Iya, ma'af karena masih ingat jalannya jadi semangat dalam menyelam. He..he..!" balas Adelia.
Kerajaan Siren berada di karang-karang di dasar tepian pantai sebelah selatan dari kerajaan Blue Minch
"Itu, di balik karang itu bukan kerajaan Siren berada!" seru Adelia sembari menunjuk ke arah batu karang yang membentuk goa di sekitar tempat itu
"Iya, Kita kesananya pelan-pelan saja, karena masih ada perkerja yang lalu lalang memperbaiki kerajaan Siren itu" jelas Wallache.
"Oh, begitu ya" ucap Adelia yang kemudian mensejajarkan dirinya dengan Wallache.
Dan mereka kemudian dengan perlahan-lahan masuk ke kerajaan Siren itu.
"Pada waktu kami sampai di sini, istana Para Siren. Pada saat itu Istana para Siren sedang dalam keadaan sepi karena sebagian dari mereka sedang melakukan penyisiran di pantai-pantai guna mencari korban untuk mereka tangkap." ucap Adelia.
"Terus, ceritakanlah! aku dengan senang hati akan mendengarkannya" ucap Wallache dan Adelia kemudian mulai bercerita.
__ADS_1
"Baiklah saya akan mulai bercerita kalau pada saat itu dari kejauhan kami melihat ada seorang duyung laki-laki yang terikat di bawah akar yang letaknya agak berjauhan dari tempat perairan, "Itu kak Wallache!' ucap Asia yand pada saat itu seraya menunjuk ke arah duyung laki-laki yang terikat itu. "Wallache!" dan Ruby memanggilmu dengan menggebu, dan padawaktu itu kan aku belum ada perasaan sama kamu, karena aku belum melihat kamu dengan seksama." jelas Adelia.
🗓️Flashback on
Adelia melanjutkan ceritanya dan Wallache mendengarkannya seraya melihat keadaan di sekitarnya.
Ketika Adelia, Kirana, Ruby dan Asia hendak menghampiri Wallache, datang empat prajurit kerajaan Siren yang menghadang mereka.
"Siapa kalian!" seru prajurit itu.
Ke empat prajurit itu sempat membuat Asia, Kirana,Adelia dan Ruby mundur beberapa langkah.
"Bagaimana ini? kalau kita selamatkan Wallache, apa aku mampu berjalan diatas tanah dengan kondisi tubuh setengah ikan itu." ucap Ruby yang cemas.
"Tenang saja Ruby, sihir aku Pitak berpengaruh di daratan. Artinya kamu kamu bisa berjalan ke daratan, karena ketika berada di daratan seketika akan menjadi manusia kembali dan jika menyentuh air kamu akan menjadi duyung kembali."Jelas Adelia.
"Kalau begitu Ruby kamulah yang akan membebaskan Wallache dan kita bertiga akan menghadang prajurit Siren yang mulai berdatangan." ucap Kirana yang mulai bersiap-siap untuk meladeni para Prajurit para Siren itu
"Baiklah, aku akan membebaskan Wallache!" seru Ruby yang kemudian naik ke permukaan dan tubuhnya menjadi manusia kembali.
🗓️Flashback off
"Iya, menurut cerita Gadis putri Raja Ekin dan Ayumi itu melangkahkan kaki menghampiri kamu yang tampak sangat lemah tak berdaya itu menempel di dinding akar itu." sahut Adelia.
""Wa..Wallache!" dan Ruby memanggilku, aku yang semula
kedua mataku masih terpejam dengan perlahan membuka matanya dan nampak wajah gadis yang sangat aku rindukan pada waktu itu sudah berdiri dihadapanku. Dan aku kira itu mimpi, aku kembali memejamkan mataku kembali." cerita Wallache.
"Rindu? jadi kamu menyukai Ruby ya?" ucap Adelia dengan sedikit kesal.
"Eh, tapi yang aku rasakan beda rasa rinduku sama kamu sayang!" Wallache yang berusaha merayu.
"Benarkah?" tanya Adelia yang memastikannya
"Benar, percayalah. Lagi pula Ruby sudah bersama Dicky bukan?" jawab sekaligus tanya Wallache.
"Iya juga, lanjutkan lah cerita kamu" ucap Adelia yang berusaha untuk tenang.
"Baiklah akan aku lanjutkan ceritanya,
__ADS_1
"'Wallache ini aku Ruby!' seru Ruby sekali lagi yang kali ini sedikit mengguncang tubuh aku. 'Ru..Ruby?' tanya aku dan sekali lagi yang juga membuka kedua mataku kembali.'I..iya ini Ruby!' jawab Ruby waktu itu yang kemudian melepaskan satu persatu ikatan yang mengikat aku. Pada saat semua ikatan terlepas, aku jatuh dengan lemas dan lunglai di atas tanah.
'Wallache..!'panggil Ruby yang kemudian duduk berlutut dan memeluk aku dan dia menangis sejadi-jadinya" cerita Wallache.
"Apa main pelukan juga?" tanya Adelia yang nampak kesal dan gelisah.
"Sebagai teman sayang" jelas Wallache.
"Hm..iya lanjutkan lah!" ucap Adelia walaupun dadanya sudah merasakan sesak.
Kemudian Wallache melanjutkan ceritanya.
"'Ru..Ruby ka..kau ke sini bersama siapa?" tanya aku dengan suara lemah waktu itu. Kemudian Ruby menjawab 'Aku bersama adik kamu Asia dan juga keluarga jauhku!'.Kemudian Ruby melepaskan pelukannya dan menangkupkan kedua pipi aku dengan lembut" kata Wallache yang membuat wajah Adelia memerah, karena terbakar api cemburunya sendiri.
"Terus?" tanya Adelia yang masih berusaha menyimpan perasaannya.
Kemudian Wallache melanjutkan kembali ceritanya.
"'Ka..kamu bersama Asia?' tanya aku yang penasaran, dan Ruby tangannya menunjuk ke arah Asia dan yang lainnya. Dan aku melihat adikku yang sedang bertarung itu dengan rasa yang cemas aku meminta Ruby membawa aku ke perairan. Aku butuh air pada saat itu" ucap Walache dengan suara lemah.
"Terus Ruby bilang apa?" tanya Adelia penasaran.
"Ruby berkata 'Baiklah akan aku coba sekuat dan semampu Ruby' seraya berusaha menyeret aku menuju sampai ke arah perairan.Walau merasakan perih dan sakit, aku tetap berusaha menahannya agar tak terlihat oleh Ruby.Dengan susah payah, akhirnya kami sampai di perairan." ucap Wallace yang mengakhiri ceritanya.
"Oh jadi begitu ya ceritanya. Ma'af sayang karena aku telah salah paham pada kamu" ucap Adelia yang mengulas senyumnya dan Wallache pun membalasnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1