
"Menelisik lebih jauh ke beberapa rumah yang terbengkalai, area depan gerbang komplek ditutupi pohon bambu yang mampu membuat siapa saja ketakutan dengan suara angin yang berhembus dan masuk lebih dalam akan tercium seperti aroma kamboja, kembang setaman, melati, dupa, dan wangi lainnya seperti berada di area pemakaman" sahut Ricky.
"Pekarangan rumah terbengkalai serta halaman belakang yang rimbun menambah suasana eksplorasi pada malam hari semakin mencekam. Komplek perumahan yang disebut-sebut dibangun di atas makam ini, mampu memberikan aura mistis bagi siapa saja yang melewatinya pada malam hari. Membiarkan rumah kosong dalam rentang waktu yang panjang, akan memberi peluang makhluk halus untuk menembus dan menguasainya." ulasan Aaron yang di simak oleh Kirana dan juga Ricky.
Tak berapa lama Kiaro dan Caterina sudah datang dari membeli makanan untuk makan siang mereka.
"Akhirnya datang juga makanan kita, ayo kita makan dulu. Ricky kamu juga dan jangan sungkan ya!" ucap Kirana seraya memberikan satu bungkus nasi dan satu botol air mineral pada Ricky.
"Iya terima kasih" ucap Ricky yang menerima nasi bungkus tersebut dan kemudian membukanya.
"Kiaro dan Caterina, kalian juga makan ya. Si Kunti ini adalah misi kalian yang pertama!" ucap Kirana seraya memberikan nasi bungkus dan air mineral dalam botol itu satu persatu pada Kiaro dan juga Caterina.
"Terima kasih bibi" ucap Caterina.
"Siap Ibunda, apakah ayah juga ikut?" tanya Kiaro yang penasaran seraya memandang Aaron.
"Iya, tapi ayah hanya membantu jika kalian terdesak saja. Karena ini adalah misi kalian, mengerti!":seru Aaron dengan tegas.
"Mengerti!" jawab Kiaro dan Caterina secara bersamaan.
"Ayo kita makan, agar kalian bisa cepat menuju ke desa Lawers!" seri Kirana.
"Iya bunda!" balas Kiaro, Aaron dan Caterina yang hampir bersamaan.
Mereka berlima makan siang dengan nasi bungkus dan air mineral dengan lahapnya.
Setelah selesai, selain Kirana mereka bersiap untuk pergi ke desa Lawers.
"Kamu tidak apa-apa kan sayang, jika kami tinggal sendirian?" tanya Aaron yang sebenarnya juga merasa khawatir dengan keadaan istrinya yang sendirian di ruko.
"Tidak apa-apa, jangan khawatir. Selama ada pedang awan di tanganku, aku akan baik-baik saja. Yang Kirana khawatirkan malah kalian yang sedang melakukan misi!" jawab Kirana seraya mengulas senyumnya.
"Jangan khawatir, kami akan baik-baik saja, dan pastinya kami akan kembali dengan selamat!" seru Aaron yang mencoba membuat suasana hati istrinya tenang dan tidak khawatir lagi.
"Iya, kalian yang hati-hati ya!" ucap Kirana sembari memeluk satu persatu keluarganya itu.
"Kami pamit ya bunda!" ucap Kiaro.
"Sebentar nak!" seru Kirana yang kemudian mengambil sesuatu dari dalam laci meja kerjanya.
"Apa itu bi?" tanya Caterina yang penasaran.
"Berhubung kalian berdua belum mempunyai senjata, benda ini semoga berguna untuk kalian nanti disana." jawab Kirana seraya memberikan Kiaro sebuah belati yang terbungkus kain dan cermin tangan untuk Caterina yang juga dibungkus dengan kain.
"Oh, terima kasih Ibunda" ucap Kiaro yang menerima belati itu dan kemudian menyimpannya di dalam tas pinggang yang dibawanya.
__ADS_1
"Terima kasih Bi" ucap Caterina, yang
kemudian menerima dan memasukkan cermin itu ke dalam tas kecilnya.
"Daa bunda!" seru Aaron, Kiaro dan Caterina seraya melambaikan tangan mereka.
"Daa semuanya, hati-hati ya!" ucap Kirana seraya membalas lambaian tangan kekuarganya.
Aaron, Kiaro, Caterina dan Ricky melangkahkan kaki keluar dari ruko dan menuju ke arah mobil sport milik Aaron.
Kirana mengikuti mereka dan melambaikan tangannya mana kala semuanya sudah masuk ke dalam mobil, dan Aaron mengemudikan mobilnya dengan perlahan menuju ke jalan raya.
Kiaro dan Caterina membalas lambaian tangan Kirana.
🗓️Flashback off.
"Dan sejak itu aku belum mendapat kabar dari mereka." ucap Kirana sembari menatap ke arah Tony dengan senyum kecutnya.
"Hm, kuntilanak ya?" tanya Tony yang sedikit berpikir.
"Apa kamu tahu seperti apa si kuntilanak itu?" tanya Kirana yang penasaran.
"Yang aku tahubaih kalau kuntilanak itu adalah sebelumnya seorang wanita yang telah berbadan dua dan dia disiksa sampai meninggal dan melahirkan bayinya dalam keadaan sudah tak berdaya. Itu saja sih yang aku tahu" ucap Tony yang terus mengemudi.
Tak berapa lama mereka telah sampai di depan rumah, dan Tony masuk secara perlahan-lahan yang kemudian berhenti di garasi mobil bersejajar dengan mobil Jimmy.
Setelah mobil berhenti, mereka keluar dan melangkahkan kaki menuju ke depan pintu rumah dan kemudian mengetuk pintu rumah.
"Tokk..tokk..tokk....!"
"Ya sebentar!" jawaban dari dalam rumah.
"Klek..ceklek...!" .
Pintu pun terbuka dan terlihat Adelia yang membuka pintu.
"Kak Kirana!" panggil Adelia yang langsung memeluk Kirana.
"Hei Adel, kamu kenapa?" tanya Kirana yang penasaran.
"Aku merasakan sesuatu pada Caterina!" jawab Adelia pada saat melepaskan pelukannya.
"Seorang ibu pasti akan merasakan sesuatu para anakknya, akupun juga demikian adanya pada Kiaro. Tetaplah berdoa, dan jangan khawatir Aaron bersama mereka." ucap Kirana yang mencoba menenangkan Adelia.
"Iya, akan aku coba untuk tenang!" ucap Adelia yang sebelumnya telah di hubungi Kirana perihal Caterina yang ikut dalam misi Kiaro dan Aaron.
__ADS_1
"Hei kenapa di situ saja? ayo masuk dan kita makan malam bersama!" ajak Kelly yang masih memakai apronnya.
"Oiya, aku mau membersihkan badan aku dulu!" ucap Kirana yang kemudian menuju ke kamarnya untuk membersihkan badannya.
Sementara Tony juga membersihkan badannya di kios bunga Rose.
Tak berapa lama, mereka makan malam bersama, namun kali ini Kirana dan Adelia seperti tak bernafsu makan.
"Kalian kenapa?" tanya Maggie yang mengambilkan nasi untuk suaminya Tony.
"Kami kepikiran keluarga kita! bagaimana dengan mereka saat ini ya?" ucap Adelia yang dengan wajah sendunya.
"Bibi dan tante tenang saja, tadi Kiaro sempat telepon sebelum batu ponsel mereka habis. Kalau mereka saat ini dalam perjalanan pulang dan yang jelas misi mereka telah berhasil." ucap Dicky yang memberi angin sejuk pada kedua wanita yang rindu akan anak-anak mereka.
"Ohw syukurlah kalau begitu, ayo kita makan Adelia. Aku juga takbmau kalau kelihatan sakit pada saat mereka pulang nanti!" ucap Kirana seraya menatap Adelia.
"Iya kak, Adelia coba untuk memakannya. Ayo kita makan sama-sama" ucap Adelia dan semuanya pun akhirnya makan malam dengan lahapnya.
Selesai makan malam, mereka saling bercerita dan Kirana menceritakan apa yang terjadi siang tadi di ruko pada saat para perampok menyerang ruko.
Sedangkan Dicky menceritakan kisahnya bersama Ruby dan mereka berencana untuk menikah.
Malam semakin larut, dan semua telah kelelahan karena beraktifitas seharian.
Jimmy dan Kelly tidur di kamarnya ,Dicky tidur di kamarnya juga, sedangkan Tony dan Maggie tidur di kamar tamu untuk menjaga keluarganya jika ada sesuatu yang mengganggu mereka.
...****...
Keesokan harinya, Kirana dan Adelia serta Kelly bangun lebih awal dan mereka kemudian menuju ke dapur untuk melakukan tugas mereka.
Tak berapa lama Maggie menyusul mereka, jadinya mereka membagi tugas yaitu dua orang untuk memasak dan dua orang untuk bersih-bersih rumah.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan selalu dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1