
Betapa terkejutnya Aaron, saat masuk ke dalam rumah Dona.
Dia mendapati keluarganya sedang di kepung para siluman-siluman yang lebih tinggi ilmunya dari siluman semut hitam.
"Siluman Singa, Siluman Angsa dan siluman laba-laba...! Tak kusangka banyak juga siluman yang di pelihara nenek moyangnya tante Dona" kata dalam hati Aaron.
"Aaron, kau hadapi Siluman Angsa, Ibu akan hadapi siluman laba-laba dan Ayahmu akan menghadapi siluman Singa...!!"ucap BoCan yang waspada.
"Baik Bu...!" jawab Aaron yang kemudian bersiap menyerang siluman Angsa.
Aaron memancing siluman angsa itu untuk keluar rumah agar tidak menghancurkan isi rumah.
Setelah keluar dari rumah, Aaron mengeluarkan pedang cahayanya yang berwarna biru.
Siluman angsa putih itu kini berubah menjadi wanita cantik, dan berusaha menggoda Aaron.
"Pemuda tampan..! jadilah milikku..! kau akan mendapat kekayaan dan kehangatan ku seriap hari..!!" ucap Siluman Angsa itu.
"Kekayaan, kehangatan..? ha..ha.. boleh saja..! asal kau mati di tanganku..!!" seru Aaron yang bersiap menyerang.
"Tak tahu di untung....!! terima ini..!!" seru siluman angsa yang kemudian menyerang Aaron dengan tongkat yang dia keluarkan.
"Kau juga harus terima serangan ku..!!" seru Aaron yang setengah berlari menghampiri siluman angsa putih.
Dan perkelahian pun tak terelakkan lagi.
Jurus demi jurus mereka tunjukan.
"Hiaaaat...!!"
"Traang...!!"
"Traang...!!"
"Traang...!!"
Bunyi suara pedang cahaya dan tongkat beradu.
Beberapa jurus mereka lewati dan hasilnya masih seri.
__ADS_1
"Lumayan juga dia..!!" ucap siluman angsa yang merasa selama ini tak ada manusia yang sanggup mengalahkannya.
"Bagaimana...! apa kau mau menyerah..?" ucap Aaron dengan senyum sinisnya.
"Menyerah..! sama anak ingusan sepertimu..? tidak akan..! aku buat kau yang bertekuk lutut di hadapanku..!" gerutu siluman Angsa putih yang berusia ratusan tahun itu.
Dengan mengepakkan sayapnya siluman angsa putih itu membuat hembusan angin yang dahsyat.
Aaron menahannya dengan kekuatan tangannya membentuk sebuah tameng cahaya yang berbentuk setengah lingkaran berusaha menahan serangan angin siluman angsa putih itu.
Namun kekuatan itu tak mampu menahannya, Aaron terseret mundur beberapa langkah.
"Kurang Ajar..!! Aku harus segera menghabisinya..! agar aku bisa masuk ke rumah lagi untuk melindungi Kirana dan papanya..!" batin Aaron yang kemudian keatas dan melesat ke arah siluman angsa itu pada saat siluman angsa putih itu lengah.
Dengan bola-bola cahaya, dia menghantam ke dua sisi sayap siluman itu.
"Duuumm.....!! duuummm...!!"
"Aaargghhh...!!"
Siluman Angsa putih itu mengerang kesakitan.
"Bedebaaah...!! kurang ajaaar..!! rasakan ini....!!" seru siluman angsa putih itu yang kemudian menyerang Aaron dengan tongkatnya secara membabi buta.
"Traaaang...!! traaaang...! traaang .!!"
Aaron pun meladeninya dengan pedang Cahaya.
Tongkat siluman angsa putih itu dapat di tangkap oleh Aaron dengan tangan kiri dan seketika tangan Aaron yang memegang pedang cahaya, langsung menusuk ke jantung siluman angsa putih itu.
"Jlebb...!"
"Aaaaghh...!!"
"Ka..kau...! aaagh...!" kata terakhir siluman angsa putih itu yang kemudian muncul mutiara siluman berwarna hitam dan segera Aaron mengambil dan menelannya untuk menambah energinya yang sedikit terkuras.
Siluman angsa putih itu kini berubah menjadi abu.
Dan Aaron bergegas lari ke dalam rumah.
Sementara itu di dalam rumah, Andy telah berhasil mengikat siluman Singa dan kini dia sedang menyerap energy siluman singa itu.
__ADS_1
Sedangkan Rosa sedang sibuk melawan siluman laba-laba.
Aaron mengajak Kirana dan Nikholas, mencari Dona.
Mereka berjalan menuju yang tangga dan mengarah ke kamar Dona dengan mengendap-endap.
Mengetahui kalau Aaron dan yang lainnya akan membebaskan tahanannya, Siluman Laba-laba dengan gerakan merayap menuju ke kamar Dona.
Bocan pun mengejar siluman laba-laba itu, sedangkan Andy masih melawan Siluman Singa yang masih bisa melawan dengan gelombang suara dari aumannya.
"Aauuummm....!!"
"Dessshh...!!"
"Aauuumm...!!"
"Desssh...!!"
Gelommbang suara itu mengenai dinding dan benda-benda yang ada di ruang tamu di rumah Dona.
"Kalau begini terus, bangunan rumah ini akan hancur...! bahaya jika masih ada di dalam rumah ini..!" batin Andy.
"Aku harus segera membereskan siluman singa ini...!!" gumam Andy lagi, yang kemudian mengeluarkan dan menancapkannya tepat di atas kepala siluman singa itu.
"Aaarrggghhh...! siluman singa itu mengerang kesakitan dan muncullah mutiara siluman pelangi yang kemudian tangkap dan menyimpannya dalan saku celananya.s
Siluman singa itu berubah menjadi abu, dan akhirnya menghilang tertiup angin sisa pertempuran.
Dan Aaron segera mencari BoCan dan yang lainnya, menuju ke kamar Dona.
...~¥~...
*Judul masih dengan Lima pertemuan. Karena pertemuan yang terakhir dengan Dona, mama Kirana yang ditawan para siluman nenek moyang keluarga Dona.
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...