
Setelah Adelia menyelesaikan lagunya, keadaannya kembali pulih seperti sebelum dirinya di ketahui manusia oleh semua penduduk dunia kucing.
Asap hitam perwujudan dari penyihir Kadabra, masuk ke tubuh Boots yang saat itu sedang mengumpat atas kebebasan Adelia.
"Kurang ajar! kenapa dia bisa bebas!"umpat Boots yang kesal.
Karena tubuh Boots yang banyak mengandung aura hitam dibandingkan yang lainnya, penyihir Kadabra masuk ke tubuh Boots.
"Hup...aaaghh..!" suara dari boots yang menerima asap hitam yang perwujudan dari roh penyihir Kadabra.
Tubuh kucing boots kini diliputi aura hitam dan kedua mata boots yang awalnya kuning, kini menjadi merah.
Dan tiba-tiba Boots hendak menyerang Adelia dengan sorot mata merahnya.
"Sriiiiit....!" Sinar laser itu mengarah ke tubuh Adelia. Tiba-tiba ada seseorang yang mengorbankan dirinya dengan menjadi sasaran dari sinar merah dari mata boots.
"Aaagh ...!"
"Bugh .!" setelah terkena sinar laser itu, laki-laki itu terjatuh dan dia saat ini dalam keadaan sekarat.
"Suamiku!" teriak Adelia yang histeris.
Dan semua kucing dan juga Andy serta Rosa melihat kearah laki-laki Yaang menjadikan dirinya tameng untuk adelia.
"Saudaraku Apollo!" seru Archie yang berlari menghampiri tubuh Aplo yang di peluk oleh Adelia istrinya.
"Matilah kalian para kucing! ha..ha..!"seru Boots dalam pengaruh Penyihir karabra.
Serangan Boots membabi buta dan akibatnya memporak-porandakan semua yang ada dihadapannya
"Sriiiiit...! boumm...!"
"Sriiiiit...! boumm...!"
Semuanya ada yang melompat dan berguling untuk menghindari serangan-serangan dari Boots.
Merasa diatas awan, Valery bukannya membantu menyerang peyihir Kadabra, malah dia membantu penyihir Kadabra menyerang para prajurit kerajaan kucing.
"Bukankah Valeri tidak terkena aura penyihir Kadabra?" tanya Baasty yang geram akan tingkah Valery.
"Iya, tapi kenapa dia menyerang para prajurit kerajaan kucing?" jawab dan sekaligus tanya dari Freyja.
"Nampaknya aura kucing abu-abu itu dengan Boots sama-sama aura hitam. Hal itu membuat Penyihir Kadabra memfaatkan mereka.
"Ayah dan ibu, nampaknya Boots dan Valery suka bertindak kejahatan yang terselubung!" seru Archie yang mulai bersiaga berdiri menghadap boots dan Valery.
"Kamu mau apa Archie?" tanya Kity yang penasaran.
"Akan menyelesaikan tragedi yang terjadi di kerajaan kucing ini!" seru Archie yang menatap Boots dengan tajam.
"Jangan-jangan kamu mau mengutuk saudara kamu sendiri?" ucap Oyen yang hafal peringai kucing hitam pengutuk itu.
Tiba-tiba tubuh Archie mengeluarkan aura biru dan matanya yang biru memancarkan cahaya biru mengarah ke tubuh Boots.
"JADILAH BATU PENGHIAS TAMAN"
Dan dalam sekejap Boots berubah menjadi patung kucing.
Valery yang melihat apa yang terjadi dengan suaminya, berusaha melarikan diri.
"Jangan lari..!" seru Archie yang kemudian mengarahkan kutukannya sekali lagi pada Valery.
"JADILAH BATU PENGHIAS TAMAN"
__ADS_1
Dan dalam sekejap Valery berubah menjadi patung kucing seperti halnya Boots.
"Apa yang telah kamu lakukan! pada hal aku sudah nyaman dengan tubuh ini!" seru Penyihir Kadabra yang kesal.
"Kity, Oyen serang dia!" seru Archie yang mengingatkan ada kesempatan untuk untuk mengalahkan penyihir Kadabra yang sedang dalam keadaan lemah itu.
Kity mengeluarkan gelombang suara dan Oyen mngibaskan kaki depannya untuk membuat gelombang angin.
Serangan kedua kucing itu mampu di gagalkan oleh penyihir Kadabra.
"Meong..!":kucing oranye dan kucing putih itu jatuh tersungkur beberapa meter dari arena pertempuran itu.
"Biar kami melawan dia!" seru Baasty yang sudah bersiap menyerang bersama Freyja.
Penyihir Kadabra bersiap menyerang Baasty dan Freyja.
Baasty yang mengetahui hal itu tak tinggal diam, dia juga sudah bersiap untuk menyerang penyihir Kadabra.
Dengan sorot mata merahnya Baasty berusaha menyerang Penyihir Kadabra.
Namun penyihir Kadabra melawannya dengan mengeluarkan tongkat yang terdapat bola kristal hitam di mata tongkatnya..
"Sriiiiiiit....!" bunyi suara pancaran dari mata Baasty dan tongkat penyihir Kadabra.
"Duarr...!" Suara pertemuan kedua sinar itu yang sangat menggelegar.
"Sriiiiiiit....!"
"Duarr...!"
"Sriiiiiiit....!
"Duarr...!"
"Aaaghh..!" Baasty terdorong mundur beberapa meter
"Sriiiiiiit....!"
"Duarr...!"
"Sriiiiiiit....!
"Duarr...!"
"Aaaghh...!" kembali Baasty terdorong ke belakang.
"Sial! apa kelemahan penyihir ini!" gerutu dalam hati Baasty yang merasakan dadanya sakit.
Dengan segala upaya, dia bangkit dan masih berusaha menyerangnya dengan sisa kemampuannya.
Baasty mengubah dirinya menjadi wujud aslinya. Dan dia menggunakan jurus andalannya.
"Jurus Bayangan...!"
Seru Baasty yang sudah berubah menjadi kucing, dan menatap penyihir Kadabra itu dengan tajam yang tajam.
"Jurus Bayangan? apa dia punya jurus itu!" gumam dalam hati Penyihir Kadabra yang sedikit gentar.
"Bersiaplah kau penyihir Kadabra!" seru Baasty yang bersiap dengan jurus bayangannya.
"Meoooong....!"
Baasty mengeluarkan suara kucingnya dan tubuhnya begetar hebat.
Keluarlah bayangan hitam yang melesat ke arah penyihir Kadabra dengan secepat kilat.
__ADS_1
Keluarlah bayangan hitam yang melesat ke arah penyihir Kadabra dengan secepat kilat.
Bayangan Baasty dengan secepat kilat bagaikan anak panah menembus dada penyihir Kadabra.
"Jlebb...!"
"Aaaghh...!" Penyihir Kadabra mengerang kesakitan dan keluarlah darah hitam di dadanya.
"Menyerahkan kau penyihir Kadabra!" seru Baasty lantang.
"Menyerah! tidak ada dalam riwayatku menyerah!" balas Penyihir Kadabra dengan geram.
Dengan sekali kibasan, luka di tubuh penyihir itu kembali utuh seperti tak terluka sama sekali.
"Ke..kenapa bisa seperti itu!" seru Baasty yang terkejut.
"Ha..ha..ha..! ayo coba lagi, dan itu semakin membuatku geli! kau lupa kalau aku inibhanya ro" ucap penyihir Kadabra dengan senyum kemenangannya.
"Kurang ajar!" umpat Baasty yang sekali lagi dia menggunakan jurus Bayangannya.
Dan lagi bayangan secepat kilat menembus dada penyihir Kadabra.
"Jlebb...!"
"Aaaghh...!" Penyihir Kadabra mengerang kesakitan dan kembali keluarlah darah hitam di dadanya.
Dan lagi dengan sekali kibasan, luka di tubuh penyihir itu kembali utuh seperti tak terluka sama sekali.
"Ha..ha...ha..!" suara tawa Penyihir Kadabra yang memekikan telinga.
"Sial, apa kelemahan penyihir itu!" umpat Baasty yang masih tetap dalam posisi siaga.
"Sekarang giliranku!" seru penyihir Kadabra.
"Wuzzzz...!"
Penyihir Kadabra menghembuskan nafasnya kearah Baasty, dan beberapa detik kemudian membuat Baasty tak bisa menggerakkan badannya.
"A..aku kenapa? kenapa tubuhku tak bisa di gerakkan?" gumam dalam hati Baasty yang risau.
"Sekaranglah saatnya kau mati Baasty!" seru penyihir Kadabra yang mengarahkan sinar dari tongkat dengan kristal hitamnya kearah Baasty.
"Sriiiiit...!"
"Bughh...!"
Belum sempat sinar dari tongkat itu menyentuh Baasty, Baasty ambrug karena ada sinar putih yang mendorongnya.
"Aaagh...!" suara erangan Baasty saat Baasty ambrug.
Kejadian terulang kembali, Baasty di tolong Freyja.
"Kalian menyingkirkan, biar kami yang menghadapi penyihir Kadabra ini!" seru Andy yang sudah bersiap siaga bersama Rosa.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...