
"Akhirnya, Ekin kamu bertemu dengan jodohnya. Terus bagaimana dengan kamu putraku Leon?" tanya Yang mulia Arthur pada Leon yang tiba-tiba begitu saja, saat semua perhatian tertuju pada Ekin dan Ayumi.
Leon sangat terkejut saat ayahandanya menanyakan masa depannya.
"Apa yang aku khawatirkan, terjadi juga!" gumam dalam hati Leon, putra Raja Arthur dan Ratu Flower itu.
"Ayahanda, ma'af karena ananda belum memikirkannya" ucap Leon yang menundukkan kepalanya , sengaja menyembunyikan rasa sedihnya walaupun hanya sebentar saja.
"Kamu jangan sampai kalah sama Ekin, kamu juga harus tahu kalau Aaron dan Tony juga sudah menikah' ucap Ratu flower yang sangat berharap kalau Leon cepat mempunyai kekasih, maupun calon isteri.
"Ibunda dan ayahanda jangan khawatir, Leon pasti akan bertemu dengan jodoh Leon" ucap Leon sambil mengulas senyum mereka.
Mendengar apa yang dikatakan Leon, Rosa bertelepati pada ratu Flower.
^^^☁️"Yang mulia Ratu, kita tak tahu apa isi hati dari pangeran Leon, apakah sebaiknya hamba memanggil putra hamba Aaron? "^^^
☁️"Iya aku setuju saudariku, hanya Aaron yang bisa mengetahui isi hati Leon"
^^^☁️"Hamba akan memanggil putra hamba yang mulia Ratu."^^^
☁️"Iya, secepatnya!'
^^^☁️"Baik Yang Mulia Ratu"^^^
Rosa kemudian bertelepati pada putranya Aaron.
^^^☁️"Putraku Aaron, Cepatlah ke istana langit. Ada yang ingin ibu katakan pada kamu"^^^
☁️"Ada apa ya Bu?"
^^^☁️"Kemarin pangeran Leon dan Ekin telah kembali pulang, Ibu Ratu ingin meminta bantuan pada kamu"^^^
☁️"Mereka sudah pulang? Syukurlah, iya Bu ananda akan ke Istana Langit sekarang juga."
^^^☁️"Baik putraku, ibu tunggu!'^^^
Suasana aula pertemuan kerajaan langit kembali penuh dengan keceriaan, dengan menggoda Pangeran Leon.
Satu jam kemudian ada prajurit yang menghadap yang mulia Arthur.
"Mohon maaf yang mulia hamba menghadap" ucap prajurit itu sembari menyilang kan tangan kanan di dadanya dan menundukkan kepalanya.
"Ada berita apa wahai prajuritku?" tanya Yang mulia Arthur yang penasaran.
Di depan ada panglima Aaron yang akan menghadap yang mulia" jawab Prajurit itu dengan hormat.
"Cepat panggil kemari!' perintah yang mulia Arthur.
__ADS_1
Prajurit itu pun mengundurkan diri dan melangkahkan kaki menuju ke pintu gerbang istana kerajaan langit.
Dan tak berapa lama, Aaron terlihat melangkahkan kaki masuk ke halaman kerajaan langit.
Ratu Flower dan Rosa keluar dari aula dan langsung menemui Aaron yang baru saja datang dari bumi.
"Yang mulia Ratu, Ibunda sebenarnya kalian ada masalah apa hingga memanggil hamba?' tanya Aaron yang penasaran.
"Putraku Aaron, biar yang mulia Ratu yang menjelaskannya." jawab Rosa
Aaron kemudian menghadap Ratu Flower yang ada di depannya.
"Yang mulia, apa yang bisa hamba bantu?" tanya Aaron yang penasaran kenapa dia dipanggil ke kerajaan langit.
"Aaron, kamu kan sahabat Leon dari kecil. Bujuklah dia untuk mencari pendamping hidup" pinta yang mulia Ratu Flower yang penuh harap.
"Baik yang mulia, akan hamba usahakan" kata Aaron seraya menundukkan kepalanya tanda hormat pada Ratunya.
"Terima kasih Aaron" ucap Ratu Flower.
Aaron tersenyum dan menundukkan kepalanya, dan berpamitan.
"Hamba mohon diri yang mulia Ratu Flower" ucap Aaron yang kemudian mundur beberapa langkah dan kemudian dia melangkahkan kaki meninggalkan Ratu flower dan ibundanya, untuk menuju ke Aula pertemuan istana langit.
Ratu Flower dan Rosa saling pandang dan mengulas senyum sedikit lega.
"Mohon ma'af yang mulia, hamba menghadap" ucap Aaron yang menundukkan kepala dan menyilang kan tangannya di dadanya sebagai tanda hormat pada junjungannya bang mulia Arthur.
"Aaron, ada keperluan apa kamu datang kemari?" tanya yang mulia Arthur yang penasaran.
"Yang pertama karena hamba merindukan kedua orang tua hamba, yang kedua hamba memberikan kabar bahwa kedua orang tua hamba akan akan menggendong cucu!" jawwbn Aaron yang belum selesai bicaranya.
"Apa, benarkah itu?" tanya Andy yang juga berada di ruangan itu dan langsung menghampiri Aaron.
"Benar Ayahanda, Kirana sudah hamil tiga Minggu" jawab Aaron sambil mengulas senyum bahagia.
"Aku tidak salah dengar bukan?" tanya Rosa yang baru saja tiba bersama Ratu Flower,
"Tidak bunda, bunda akan menggendong cucu":jawab Aaron.
Andy dan Rosa memeluk dan menciumi putranya dengan kasih sayang mereka.
Bertambahlah kebahagiaan mereka saat ini dengan berita kehamilan menantu mereka, Kirana.
'Selamat ya Aaron, semoga kelak asal melahirkan lancar serta sehat ibu dan bayinya" ucap Ratu Flower dan diikuti dengan yang lainnya.
"Terima kasih untuk ucapan dari semuanya. Dan yang ketiga kedatangan hamba ke istana langit, karena hamba mendengar kabar kalau Leon dan Ekin sudah kembali dari misinya" jelas Aaron dan melihat kedua sahabatnya itu yang melangkahkan kakinya menghampiri Aaron.
__ADS_1
"Aaron sahabatku!" ucap Ekin dan Leon bersamaan. Dan ketiganya pun saling berpelukan.
Semua yang melihat persahabatan mereka pun menitikkan air mata terharu.
Saat melihat Leon, tiba-tiba saja Aaron mengingat janjinya pada seseorang, yaitu Sheila si Dewi hujan.
🗓️Flashback on.
Kejadian dimana saat Aaron bertugas sebagai panglima langit, yang sedang mengadakan kompetisi pertandingan untuk menggantikanya sebagai panglima langit.
Dimana saat itu Aaron sedang dalam masalah menentukan pemenang kompetisi.
Hasil pertandingan masih juga Seri, dan akhirnya Aaron memberhentikan kompetisinya.
"Berhenti!' seru Aaron yang sebagai salah satu juri mengetahui perkelahian tersebut.
"Kita lanjutkan besok saja, sekarang kalian berdua pulihkan energi kalian dan beristirahatlah!" seru Aaron hari beranjak malam dan ada keletihan di kedua peserta.
"Baik Panglima!" ucap Jacky dan Steven bersamaan seraya meletakkan tangan kanan di bahu kiri dan menundukkan kepalanya.
Keduanya menuju ke kamar masing-masing yang sudah di sediakan oleh pihak kerajaan.
Sementara itu Aaron menghadap Yang mulia Arthur untuk meminta saran penyelesaian dari masalah ini.
"Yang mulia, apa yang seharusnya hamba lakukan agar pertandingan bisa selesai secara adil?" tanya Aaron pada yang mulia Arthur.
"Jika mereka sama-sama seri terus dan menerus, sebaiknya beri ujian pada saat mereka beradu jurus." ucap Yang mulia Arthur setelah memikirkan apa yang terjadi.
"Apa maksud Yang mulia, saat mereka beradu jurus di beri hambatan dan rintangan? semisal hujan, angin dan lainnya?" tanya Aaron yang untuk lebih jelasnya.
"Benar, seperti itu! kamu bisa minta bantuan Dewi hujan , Sheila untuk hujannya. Sedangkan untuk lainnya kamu pikir saja sendiri." saran dari Yang mulia Arthur.
"Baik Yang mulia, hamba undur diri!" ucap Aaron yang kembali menundukkan kepalanya dan mundur beberapa langkah, yang akhirnya mengundurkan diri dari hadapan Raja Arthur.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1