Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Masih Cerita Aaron)


__ADS_3

Gadis itu kemudian meninggalkan kerajaan langit dan juga dunia kucing.


Dan Caty tak sanggup melihat ada uang dialami oleh kedua orang, dia terdiam dan merenung.


"Aku harus mencari Paman Andy, iya bagaimanapun caranya!" ucap Caty dalam hati.


Gadis itu kemudian meninggalkan kerajaan langit dan juga dunia kucing.


Langkah kecil kucing tiga warna itu menuju pintu gerbang yang pernah ibundanya Adel tunjukkan saat mereka berkeliling di dunia kucing.


Isak tangis mengiringi langkahnya selama berbulan-bulan mencari keberadaan Pamannya Andy yang sesuai petunjuk dari ibundanya Adelia.


Setelah cukup jauh melangkah, Caty yang tiap malam berubah menjadi kucing dan tiap siang menjadi manusia, mengalami banyak masalah.


Jika menjadi manusia, kendalanya banyak lelaki yang menggodanya dan jika menjadi kucing dan melewati rumah yang ada hewan penjaga rumahnya, selalu mendapat sambutan. Yaitu gonggongan dari anjing maupun kucing liar yang berkeliaran.


Jika menjadi manusia dia selalu bertanya pada orang yang ditemuinya, dimana daerah pantai pesisir Z.


Rasa lapar dan haus dia rasakan, dan tanpa mengenal uang sebagai nilai tukar di dunia manusia.


Caty hanya berbekal pengetahuan minim tentang dunia manusia, sehingga membuatnya kebingungan.


Akhirnya dia selalu mengganti setiap makanannya dengan jasanya mencuci piring maupun melayani pembeli rumah makan.


Hingga akhirnya dia sampai di pesisir Z, dan menemukan villa dimana ibundanya tinggal dulu.


"Permisi pak!" sapa Caterina saat menghampiri satpam penjaga Villa.


"Ada yang bisa kami bantu nona?" tanya satpam yang sudah berumur setengah baya itu.


"Saya mau tanya, apakah pemilik vill disini bernama Andy?" tanya Caterina seraya menunjukkan fotonya.


"Memang benar ini villa milik Tuan Andy, nona siapa ya?" tanya satpam itu melihat foto dan timbul rasa penasarannya.


"Saya saudara jauhnya, lantas dimana tuan Andy sekarang?" tanya Caterina bersemangat.


Dia sedang ada tugas negara, tetapi putra dan keluarganya tinggal di kota Ghuangzhou, tepatnya di Kios Bunga Rose. Disana kamu bisa bertemu anak dan cucu beliau." ucap satpam itu.


"Apakah masih jauh kota itu?' tanya Caterina penasaran.


"Jauh, kalau jalan kaki bisa berbulan-bulan. Tapi nona bisa ikut pick up pengantar ikan yang menuju ke kota Ghuangzhou, maka akan anda bisa sampai ke kota Ghuangzhou." jelas satpam itu.


"Lantas kapan pick up itu tiba?" tanya Caterina bersemangat.


"Nanti malam jam dua balas malam!" jawab satpam itu.

__ADS_1


"Malam hari? aku kan jadi kucing, bagaimana ini?" pertanyaan dalam hati Caterina.


"Baiklah saya akan coba datang nanti!" ucap Caterina yang kemudian ke tempat pengepul ikan dan mencari tahu pick up yang akan menuju ke Ghuangzhou.


"Ma'af ya tuan, boleh tidak numpang ke kota Ghuangzhou?" tanya Caterina pada salah satu anak buah pengepul ikan.


"Oh, yang warna merah itu nona. Itu yang pertama berangkat. Kalau yang hitam nanti jam dua belas malam." jawab orang itu.


"Kalau yang merah ini berangkatnya jam berapa?" tanya Caterina sembari melihat situasi.


"Oh, jam setengah tujuh malam nona!"jawab orang itu sembari mencuci kaca-kaca mobil pick up yang ada di hadapannya.


Sekarang sudah jam setengah enam sore, Caterina meninggalkan tempat itu mencari tempat yang aman, untuk dirinya yang akan berubah wujud menjadi kucing.


Tak berapa lama, Caterina telah berada di tempat yang baginya aman untuk berubah menjadi kucing.


Dan tak berapa lama, Caterina berubah menjadi kucing si Caty.


Setelah itu Caty berjalan mencari mobil pick up yang berwarna merah yang tadi di tunjukkan oleh anak buah tengkulak ikan tadi.


Caty terus berjalan dan tibalah dia di sebelah mobil Pick up merah itu.


Caty segera melompat ke atas bak mobil pick up itu, dan dia bersembunyi diantara drum plastik yang penuh ikan itu.


"Persiapan yang akan ke Ghuangzhou!' seru seseorang yang mengatur pengiriman ikan-ikan itu.


Sementara Caty secara sembunyi-sembunyi naik ke atas pick up dan sembunyi diantara drum-drum itu.


Jam setengah tujuh akhirnya mobil pick up itu menyala dan melaju ke jalan raya.


"Ya Tuhan baunya amis sekali!" ucap Caty yang merasakan hidungnya mencium aroma amis ikan disampingnya.


"Sabar Caty, sebentar lagi kamu akan sampai di kota Ghuangzhou!" ucap Caty yang mencoba menenangkan dirinya.


Perjalanan mobil pick up itu dengan kecepatan sedang. Dan berhenti di beberapa pasar.


Akhirnya tibalah di pasar yang terakhir di kota Guangzhou, pasar itu dekat dengan Ruko.


Jadi pasar itu tempat dimana dulu Kirana mencari Ayahnya.


Pukul sepuluh malam mereka telah sampai di pasar itu, dan Caty segera melompat dan menjauh dari pasar itu.


Caty terus berlari dan dia mencari tempat yang nyaman untuk sembunyi.


Caty kemudian masuk ke kios pakaian, dan dia mencari tempat yang hangat untuk tidur malam ini.

__ADS_1


"Aku tidur di sini saja, karena aku sudah sangat lelah sekali! huahahem.....!" ucap Caty sambil menguap dan dia mencari posisi yang enak untuk tidur.


Dan akhirnya kucing tiga warna itu tertidur dengan nyenyak diantara pakaian-pakaian di kios pasar tradisional yang menyediakan pakaian.


Beberapa jam kemudian, matahari perlahan-lahan muncul dari ufuk timur.


Caty segera bangun dan mengambil satu stell pakaian, dan dia keluar melalui lubang di bawah pintu kios yang tidak ada penutupnya.


Setelah keluar, dia segera mencari kamar mandi.


Karena keadaan pasar di STAN pakaian masih sepi, Caty dengan mudah menemukan kamar mandi.


Tepat pukul enam pagi, Caty masuk ke kamar mandi dan melakukan ritual mandi, karena badannya bau amis karena semalam dia satu tempat dengan ikan-ikan laut.


Setelah selesai mandi dan memakai pakaian yang dia ambil dari kios tempatnya menginat semalam, Caty segera keluar dari kamar masi dengan badan yang sudah bersih.


"Krucuk...krucuk...!"


"Perutku lapar sekali, aku sarapan dimana ya?" tanya dalam hati Caty.


Tak berapa lama Caty melihat antrian panjang di tepi jalan.


"Mereka sedang apa ya?" tanya dalam hati Caty yang terus memperhatikan suasana di depannya yang ada antrian makanan yang cukup panjang.


"Ma'af permisi, memangnya ada apa ya?' tanya Caterina yang penasaran.


"Ada rejeki non, ada orang berbagi makanan nasi kotak buat sarapan." ucap seorang aki-aki yang berpakaian Kumal dengan membawa karung yang berisi botol air mineral dan lainnya.


"Makanan? wah kebetulan sekali" ucap Caterina yang dengan semangat ikut dalam antrian.


Tak berapa lama, akhirnya Caterina mendapatkan satu buah nasi kotak beserta air mineralnya.


Caterina kemudian mencari tempat berteduh untuk memakan nasi kotak itu.


Dan tak butuh waktu lama, Caterina telah menghabiskan nasi kotaknya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2