
"Hei, dia tahu kamu kak!" seru Adelia yang penasaran demikian pula dengan Kirana yang juga penasaran.
"Iya saya Kirana, sebetulnya siapa kamu ini?" tanya Kirana yang memandang gadis itu.
"Saya Ruby, putri Raja Ekin dan Ratu Ayumi dari Kerajaan Petir," jawab gadis cantik yang turun dari langit itu yang memperkenalkan diri.
"A..apa, Kau Putrinya Ekin?" tanya Kirana yang penasaran.
"Iya bibi" jawab Ruby dengan mengulas senyumnya.
"Bagaimana keadaan ayah dan Ibunda kamu?" tanya Kirana yang menanyakan kabar kedua orang tua Ruby.
"Mereka sehat dan tak kurang suatu apapun" jawab Ruby seraya memandang satu persatu wanita di depannya.
Ruby putri dari Ekin dan Ayumi, dia terlahir menjadi sosok gadis yang cerdas, periang dan selalu ingin mewujudkan impiannya.
Gadis ini mempunyai keahlian dan pola pikir seperti ibunya yang selalu ingin maju dan lebih baik,
Dan mempunyai fisik kuat dan tangguh seperti ayahnya. Karena itulah gadis yang belum genap berusia tujuh belas tahun itu sudah mempunyai kemampuan sepadan dengan ayahnya dalam hal beladiri.
"Syukurlah, lantas kenapa kamu turun ke bumi?" tanya Kirana yang penasaran.
"Itu karena saya semalam mendapat kabar kalau kerajaan dari sahabat Ruby dalam masalah." jawab Ruby.
"Masalah, masalah apa? apa kita bisa bantu?" tanya Adelia yang ikut penasaran.
"Bisa, lebih banyak orang tentunya akan lebih baik lagi!" jawab Ruby yang berpemikiran untuk yang terbaiknya.
"Baiklah setelah ini kamu ke mana?" tanya Kirana yang penasaran.
"Teluk Athemoissa, Ruby ada janji dengan adik dari sahabat Ruby untuk bertemu disana" jawab Ruby.
"Teluk Athemoissa?" ucap Kirana yang penasaran.
"Iya, memangnya ada apa bi?" tanya Ruby yang penuh tanda tanya.
"Bibi juga ada janji nanti malam disana dengan seorang putri duyung!" seru Kirana seraya menatap Ruby.
"Benarkah? apa jangan-jangan Asia juga memanggil kalian?" tanya Ruby yang bersemangat.
"Asia?" tanya Kirana yang penasaran karena namanya sama dengan nama gadis yang semalam dalam mimpinya.
"Apa bibi mengenalnya?"tanya Ruby yang penasaran.
__ADS_1
"Iya, semalam dalam Mimpi bibi dan dia yang menyuruh bibi untuk datang ke teluk Athemoissa" jawab Kirana.
"Jadi bibi berdua didatangi Asia?" tanya Ruby yang memandang Kirana dan Adelia secara bergantian.
"Bibi Adel tidak didatangi Asia, Ruby! hanya bibi Kirana yang didatangi. Bibi saat ini menemani bibi Kirana untuk menemui Asia" jawab Adelia sembari tersenyum.
"Oh, begitu ya? apa kalian sudah tahu di mana Teluk Athemoissa itu?" tanya Ruby yang penasaran.
"Belum, karena itulah kami sedari tadi mencari penduduk yang biasa di pantai, tapi tidak ada dan kami tak menemukannya." jawab Kirana yang apa adanya.
"Kalau begitu biar Ruby jadi penunjuknya." ucap Ruby yang bersemangat.
"Kamu sudah tahu ya di mana Teluk Athemoissa?" tanya Kirana yang berjalan di sebelah kiri Ruby dab berusaha mensejajarkan langkahnya dengan Ruby dan Adelia.
"Sejak kecil Ruby sering main di teluk Athemoissa, sejak Ruby mempelajari jurus berpindah tempat dari nenek Ratu Flower. Ruby sering main ke bumi dan berteman dengan kakaknya Asia di Teluk Athemoissa.
"Kakak Asia laki-laki apa perempuan?" tanya Kirana penasaran.
"Laki-laki, memangnya kenapa Bi?" tanya Ruby yang penasaran.
"Wah, jangan-jangan kamu mau kelain hati ya kak Kirana? he..he.." goda Adelia seraya tertawa kecil.
"Apa'an sih kamu Del? tak mungkinlah aku hianati suamiku!" celetuk Kirana.
"Lantas kenapa kamu tanyakan itu?" tanya Adelia yang penasaran.
"Ruby dan Wallache punya janji kalau kita nanti akan menikah kalau umur kita sudah mencapai waktu untuk menikah." jelas Ruby.
"Aduh kak kirana kok sampai sebegitunya mau menjodohkan Ruby dengan Dicky?" tanya Adelia yang penasaran.
"Iya, karena aku kasian saja melihat putranya Tony dan Maggie saling berebut Caterina! he..he.." jawab Kirana yang terkekeh karena mengingat tingkah putranya dan putra Maggie yang saling berebut mencari perhatian Caterina.
"Aku yakin suatu saat Dicky pasti akan menemukan jodohnya!" ucap Adelia seraya melihat ke arah Kirana.
"Iya, semoga saja" ucap Kirana yang mengulas senyumnya.
"Ayo kita lanjutkan perjalanan kita!' ajak Ruby dan mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Matahari sudah beranjak di atas kepala, ketiga gadis itu telah sampai di sebuah Teluk yang banyak bebatuan di tepi pantai.
"Akhirnya kita sudah sampai di Teluk Athemoissa!" seru Ruby yang sibuk menebarkan pandangannya ke sekitar Teluk Athemoissa dan demikian juga dengan Kirana dan Adelia.
"Kita sebaiknya mencari tempat untuk berteduh dan beristirahat sambil menunggu malam tiba!" seru Kirana yang melihat teriknya matahari.
"Aku sudah lapar, apakah di sini ada makana yang bisa dimakan ya?' tanya Adelia yang memegang perutnya yang sudah berbunyi sedari tadi.
__ADS_1
"Kita sebaiknya ke sana!" seru Ruby yang menunjuk ke arah yang dia maksudkan.
"Ayo kita ke sana!' seru Kirana dan mereka bertiga melangkahkan kaki menuju ke tepi pantai yang terdapat banyak bebatuan yang membentuk banyak goa-goa batu.
"Ruby sering main petak umpet sama Wallache dan juga Asia di bebatuan itu!" ucap Ruby yang setengah berlari menuju ke tempat masa kecilnya.
"Bukankah mereka duyung? kok bisa main petak umpet?" tanya Adelia yang menatap Ruby rasa penasaran.
"Wallache menukar suaranya dengan ramuan pada para Siren untuk bisa menjadi manusia. Itu yang aku tahu" jawab Ruby.
"Hm...! jadi ada semacam perjanjian begitu ya?" tanya Kirana yang saat ini mereka bertiga sudah diantara bebatuan itu.
Sebaiknya kita istirahat di sini, karena rongganya yang lebih dalam dari yang lainya.' ucap Ruby yang sembari duduk di batu yang membentuk goa, yang lebih dalam dari yang lainnya.
Kirana dan Adelia mengikutinya, mereka duduk bersama di bebatuan itu.
Ruby kemudian mengeluarkan cincin yang bermata biru. Kemudian diusaplah cincin itu dan keluarlah beberapa makanan dan minuman dari istana langit.
"Ayo kita makan!" ajak Ruby yang meletakkan makanan secara rapi di depan mereka.
"Pantas saja kamu tenang-tenang saja, ternyata bawa lemari di jari manismu! he..he..!" canda Adelia dan semuanya tertawa karena candaan Adelia itu.
"Adelia, kamu bisa merasakan masakan istana langit tanpa harus pergi ke istana langit." ucap Kirana sambil mengulas senyumnya.
'Iya, benar juga. jadi seperti ini ya masakan istana langit?" ucap Adelia dan semuanya tersenyum karenanya.
Kini mereka makan dan saling bercanda satu sama lainnya selalu mengiringi mereka.
Tiba-tiba Ruby melihat sesuatu muncul dari permukaan laut, awalnynya seperti banyak kepala.
"Gawat mereka datang!" seru Ruby yang sangat cemas sekali dengan apa yang dilihatnya
"Memangnya ada apa?" tanya Kirana dan Adelia yang hampir bersamaan.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihf...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...